
Dewan Re melesat turun dan menyerang Alvin dalam pertarungan jarak dekat menggunakan kedua belatinya.
Selain serangan jarak dekat, ia juga menggunakan sihir yang membantunya untuk menyerang dari jarak jauh.
10 menara api seukuran gedung pencakar langit bermunculan di langit dan menembakkan bola-bola api yang terarah langsung pada Alvin, tanpa pernah menyentuh dewan Re sama sekali.
Blammmm… Blammmm…!
Alvin memang bisa mengimbangi kecepatan serangan jarak dewan Re, namun ia tidak memiliki kesempatan untuk menangkis bola-bola api yang mulai menghujam tubuhnya.
'Sial, merepotkan saja!'
Tapi, serangan-serangan jarak jauh itu tidak berlangsung lama.
Rimi, dengan menggunakan avatar hunter, melesat keluar dari tubuh Alvin.
Bersama dengan pasukan serangga, ia pergi ke seluruh menara api dan menyerang menara-menara raksasa itu hingga akhirnya runtuh dan tidak mengganggu pertarungan Alvin.
.........
Melihat menara apinya telah runtuh, dewan Re membuat menara api yang jauh lebih besar lagi.
Tidak tanggung-tanggung, kali ini ia menciptakan 50 menara api yang memiliki energi sihir jauh lebih besar dari sebelumnya.
Selain itu, dewan Re juga memanggil meteor-meteor dari luar angkasa untuk menghabisi pasukan serangga berkostum robot yang memiliki cara bergerak yang membuat dewan Re terganggu dan sedikit kehilangan konsentrasi.
......................
Sambil bertarung sengit dalam jarak dekat melawan dewan Re, Alvin memerhatikan pasukan serangga yang berlindung di balik jaring-jaring besar yang di buat laba-laba raksasa untuk menghindarkan diri dari serangan meteor.
Laba-laba raksasa menyebar ke segala penjuru membentuk formasi lingkaran dan menyambungkan jaring-jaring mereka untuk menampung meteor yang berjatuhan dari langit.
Alvin melirik pada Rimi yang berdiri diam di tengah-tengah pasukan serangganya, seperti sedang memberikan komando pada mereka untuk tindakan apa yang akan pasukan itu ambil demi mengatasi serangan lawan.
Pandangan Alvin beralih lagi.
Ia memerhatikan pasukan belalang yang mengelilingi sebuah menara rakasasa dan memantulkan bola-bola api besar yang ditembakkan menara itu ke menara lain yang berdekatan.
Sementara pasukan belalang memantulkan serangan ke menara lain, belalang sembah melancarkan serangan pada menara penyerang.
Tak lama kemudian, dua menara runtuh sekaligus. Pasukan belalang dan belalang sembah kemudian pindah ke menara lain.
Sementara itu, pasukan nyamuk bertugas mencuri energi sihir dari tiap menara. Mereka kemudian mengirimkan energi sihir itu pada pasukan belalang dan pasukan laba-laba raksasa untuk memulihkan energi Mana mereka yang terkuras setelah menggunakan sihir untuk menahan serangan-serangan meteor dan bola api agar tidak mengenai pasukan dan Alvin yang sedang sibuk menghadapi dewan Re.
'Rimi sungguh cerdas!'
__ADS_1
Melihat kehebatan Rimi mengatur pasukan serangga, Alvin akhirnya bisa merasa lega. Ia tidak perlu mengkhawatirkan mereka lagi.
Ia kini bisa fokus pada dewan pengawas Re yang masih berusaha untuk bisa melukainya.
Sambil terus menghindari dan terkadang menangkis serangan dewan Re, Alvin menatap lurus pada lawannya itu.
Ia menyeringai, sebelum berbicara dengan nada mengejek, "Kau lumayan cepat. Tapi, apa kau bisa mengatasi ini...? Hunter Equipment!"
Bersama dengan seruan di akhir kalimatnya, wujud Hunter Equipment muncul menyelimuti seluruh tubuh Alvin.
Begitu wujud Hunter Equipment telah aktif, gerakan Alvin meningkat dengan sangat signifikan, hingga ia langsung bisa menekan dewan Re secara instan.
.........
Alvin menggunakan kecepatan untuk menguasai jalannya pertarungan.
Ia mendesak dewan Re yang sudah kalah dalam kecepatan, hingga dewan pengawas para dewa itu akhirnya harus menerima banyak serangan dalam tiap detik yang berlalu.
Jika kecepatan dewan Re bisa memberikan dan menangkis 8-10 serangan per detik, saat ini Alvin bisa menyerangnya dengan memberikan 30-50 serangan per detik.
Dewan Re memang masih bisa menangkis 8-10 serangan yang Alvin berikan. Namun, dalam tiap detiknya, dewan Re juga menerima 20-40 tikaman pada seluruh bagian tubuhnya, yang tidak berhasil ia atasi.
Tahu jika dirinya mengalami banyak kerugian, dewan Re akhirnya meledakkan shield sihir yang selama ini melindungi tubuhnya dari serangan-serangan Alvin.
......................
Alvin melompat mundur belasan kilometer untuk bisa mengurangi dampak ledakan besar yang mengganggu self defencenya.
Sama seperti yang Alvin lakukan, dewan Re juga menggunakan kesempatan itu untuk mundur menjauhkan dirinya dari jangkauan Alvin, agar ia bisa menata kembali pernafasan dan aliran energi Mananya yang kacau balau akibat dipaksa untuk bisa mengikuti kecepatan gerak Alvin.
.........
Beberapa saat kemudian, dewan Re merapalkan sebuah mantra pemanggilan.
Langit terkoyak dan cahaya putih menyilaukan muncul dari celah retakan yang tergambar di langit.
Dari dalam retakan itu, keluarlah ratusan ribu makhluk berkostum ksatria yang memiliki sepasang sayap di punggung mereka, juga membawa pedang di masing-masing tangan mereka.
Makhluk-makhluk itu adalah malaikat keluarga para dewan pengawas yang selama ini bersembunyi di celah dimensi, yang sebenarnya dipersiapkan untuk menghadapi peperangan besar melawan dunia para dewa apabila pembelotan yang dilakukan para dewan pengawas tercium oleh para Serafim.
Tanpa disangka, dewan Re sampai harus menggunakan pasukan perangnya itu hanya untuk menghadapi Alvin, makhluk ciptaan yang sebelumnya ia pandang rendah.
......................
Alvin menatap ratusan ribu malaikat itu dengan sedikit rasa khawatir.
__ADS_1
Khawatir pada pasukan serangga yang harus menghadapi ratusan ribu malaikat yang memiliki kekuatan jauh lebih mengerikan dibandingkan miliaran monster dari planet monster.
"Apa mereka akan baik-baik saja?"
Alvin menatap Rimi dan pasukannya yang baru saja menghancurkan menara terakhir dan sudah bersiap untuk menyambut para malaikat.
Ia berniat untuk membantu Rimi dengan dagger rain, namun mengurungkannya saat merasakan kekuatan Rimi meningkat puluhan kali lipat secara tiba-tiba.
Bukan cuma Alvin, dewan Re yang sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan duelnya pun sampai menoleh juga ke arah Rimi.
"Darimana asal energi Mana itu?"
.........
Glup...
"Di mana Rimi menyimpan kekuatan itu selama ini?"
["Itu ekstrak dari inti Mana semua monster yang keluar dari gerbang merah dan gerbang hitam. Rimi sebenarnya menyimpan semua itu untukmu."]
"Pantas saja...," Alvin ingat sebanyak apa monster yang berada di salah satu sisi Bumi yang sudah Rimi, Cyntia dan pasukan serangga hadapi, juga yang sudah dibantainya sendiri.
Masuk akal jika Rimi pada akhirnya memiliki kekuatan mengerikan dari hasil ekstrak inti Mana monster sebanyak itu.
"Ini membuatku bersemangat."
Alvin mengalihkan fokus pada dewan Re lagi.
Senyuman penuh kemenangan terbentuk di bibirnya saat melihat kepala dewan Re masih bergeming menatap ke arah Rimi.
Ia memang tidak bisa melihat ekspresi wajah dewan Re yang tertutup helm tempurnya, namun dari bahasa tubuh bergeming dewan Re saja, Alvin tahu jika makhluk tersebut pasti merasakan kekhawatiran yang besar.
Apalagi, saat Rimi mentransfer energi Mana pada 500 serangganya.
"Haha..."
Alvin melesat, mengambil langkah pertama untuk memulai pertarungan.
Ia langsung menggunakan serangan terkuat untuk dapat langsung memenggal leher dewan Re.
Namun, serangannya berhasil digagalkan 7 makhluk lain yang tiba-tiba saja muncul saat ia baru dalam perjalanan untuk menghabisi dewan Re dan ketujuh makhluk itu menyerangnya secara bersamaan.
Wusssshhh... Wussssshhh...
Sraaaaattttt...!
__ADS_1