Hunter System

Hunter System
Bab 152 - Kembali Ke Zaman Dahulu


__ADS_3

'Apa makhluk-makhluk botak itu berencana membawa mereka semua ke Bumi?'


["Sepertinya begitu. Hal itu mungkin tidak bisa dihindari. Pikirkan saja, untuk apa dia pergi ke sini? Sepertinya ini bukan planet asal mereka,"]


["Tapi itu cuma sebuah kemungkinan. Karena jika mereka sampai membawa monster-monster ini ke Bumi, mereka tahu jika umat manusia pasti akan musnah. Aku yakin mereka juga tidak ingin hal itu sampai terjadi."]


'Apa yang membuatmu berpikir begitu?'


["Azazel pernah mengatakan bahwa mereka hanya ingin bermain-main dengan manusia dan akan menyelamatkan umat manusia jika mau menyembah mereka."]


'Brengsek! Cuma itu tujuan mereka?!'


["Itu yang Azazel katakan. Aku tidak tahu jika mereka masih memiliki tujuan lain. Tapi, kau masih bisa menghadapi mereka."]


'10 dari mereka sekuat satu Ziz atau Leviathan dan mereka ada ribuan.'


["Maksudku yang berada di bawah tadi, bukan makhluk raksasa yang beterbangan."]


"Tetap saja akan membuang banyak energi Mana juga jika aku harus menghabisi mereka," ucap Alvin yang akhirnya bisa berbicara dengan mulutnya lagi saat semua monster terbang sudah berada jauh darinya.


["Kau benar. Lagian kau tidak bisa menyerap inti Mana mereka. Ayo lanjutkan perjalanan."]


"Ngomong-ngomong, apakah mereka itu sedang mencariku?"


["Mungkin. Mungkin si botak itu yang memanggil mereka. Dia tadi sedang berada di depan sarang monster, kan?"]


"Brengsek itu... Harusnya aku menyiksanya lebih lama."


["Harusnya kau tidak membunuhnya. Kita malah tidak bisa pulang, kan?"]


"Siapa tadi yang berteriak-teriak memberiku semangat untuk menyiksa dan membunuhnya?!"


["..."] <...>


Tapi, dugaan Alvin dan Mina ternyata tidak tepat. Saat keduanya sudah mengitari penuh planet itu pada satu garis lurus, mereka bertemu pasukan monster itu lagi yang sepertinya hanya berkeliling di satu garis lurus juga.


"Apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan? Apa mereka sedang berotasi?"


["Aku tidak yakin. Ayo tunggu mereka memutari planet ini sebanyak satu putaran lagi."]


"Ya? Tapi, aku merasa health point ku sudah mulai terganggu oleh racun di planet ini."


["Lalu, apa kau sudah menemukan cara untuk kembali ke Bumi?"]

__ADS_1


"..."


["Nah, ayo kelilingi planet ini lagi dari arah berbeda. Nanti kita mungkin akan bertemu mereka lagi di sini jika dugaanku benar."]


"...Baiklah, tokoh utama."


["...Jangan terlalu frustasi. Terima saja keadaan."]


"Kau f**k!"


Setelah Alvin menyelesaikan satu putaran lagi, ia dan Mina akhirnya menemukan 2 perbedaan besar antara planet monster dan Bumi, juga hal menakjubkan yang sedang monster-monster itu lakukan.


Yang pertama, setelah Rimi ditugaskan Mina untuk mengamati keadaan planet secara manual, mereka mengetahui jika rotasi planet itu sangat lambat jika dibandingkan rotasi Bumi. Satu hari di planet itu sama dengan 18 hari di Bumi.


Yang kedua, mereka tidak menemukan adanya laut ataupun sungai di sana. Intinya, tidak ada air di planet tersebut.


Alvin juga bisa bertahan dari rasa haus dan lapar karena ia memiliki kapasitas energi Mana yang sangat besar hingga ia bisa bertahan. Hal itu juga yang membuat para monster bisa bertahan hidup. Mereka memiliki energi Mana yang sangat besar.


Yang ketiga, monster-monster itu bukan asal melakukan rotasi dengan mengelilingi planet mereka. Tiap kali mereka menyelesaikan satu putaran, kapasitas energi Mana mereka akan meningkat. Mereka menjadi bertambah kuat tiap kali menyelesaikan satu putaran mengelilingi planetnya.


"Apa mereka mendapatkan kekuatan dengan menyerap racun yang planet ini produksi?"


["Setelah ku amatai, memang seperti itu dan hal itu berkebalikan denganmu yang merupakan makhluk asing di sini. Tiap kau berkelinging 1 putaran, racun yang terserap ke tubuhmu menjadi berkali lipat lebih banyak dibandingkan jika kau hanya diam."]


["Siapa lagi yang bisa dijadikan bahan percobaan selain dirimu?"]


"Kau..."


["F**k."]


"..."


["..."]



"Kau benar. Ayo selidiki gua yang si botak itu datangi."


.........


Alvin pergi menuju gua besar yang pernah Scamra datangi. Sayangnya, ia tidak menemukan petunjuk apa pun di sana.


Gua itu ternyata hanyalah tempat Scamra melakukan ujicoba membangkitkan patung tanah dengan memanfaatkan sihir unik dari planet monster.

__ADS_1


Setelah berhari-hari mencari cara untuk pulang kembali ke Bumi dan tidak mendapatkan hasil, Alvin akhirnya memutuskan untuk bertarung dengan monster-monster yang berada di planet itu, hanya untuk melampiaskan rasa frustasinya dan ingin membuat kekacauan.


Siapa tahu, menurutnya, mereka akan mengirimkannya kembali ke Bumi jika mereka merasa terganggu dengan keberadaannya.


...****************...


Di Bumi, enam bulan sudah berlalu sejak Alvin menghilang.


Dalam kurun waktu tersebut, 5 kota besar yang berada di satu pulau mulai mengalami kehancuran setelah pasukan monster menginvasi mereka.


Mereka adalah monster-monster lich yang datang bersama Alcamtar.


Makhluk itu membuka ratusan gerbang Dungeon dan membawa pasukannya untuk mengacaukan kelima kota yang berada di pulau besar tersebut.


Karena serangan itu, Kota T sudah hampir tidak berbentuk lagi. Kota yang dulunya sangat maju di bawah kepemimpinan Lex Brown itu sudah seperti kota mati yang ditinggalkan penduduknya untuk bersembunyi di bunker-bunker yang Asosiasi dan Pemerintah sediakan.


Hal serupa juga terjadi di Kota S. Bangunan-bangunan megah yang dulu memenuhi pusat kota kini hanya tersisa puing-puingnya saja. Bahkan, gedung Asosiasi yang sebenarnya memiliki banyak hunter juga tak luput dari kehancuran.


Hanya ada satu tempat yang masih bisa bertahan di Kota S. Tempat yang selama 6 bulan ini tidak berhasil di tembus oleh pasukan lich. Tempat itu tak lain adalah benteng keluarga Maxwell yang berhasil Cyntia dan para hunter pertahankan dengan sangat baik.


Di sana juga hunter-hunter Asosiasi yang melarikan diri dari amukan monster berkumpul.


Dengan struktur geografis dan bentengnya yang juga sangat mendukung, benteng keluarga Maxwell kini menjadi satu-satunya tempat untuk hunter-hunter Kota S yang tersisa untuk berkumpul, bertahan, dan berlindung.


.........


"Bagaimana, tuan Frostman?" tanya Sam dengan tidak sabaran setelah ia secara langsung menjemput dan membukakan gerbang benteng bagi Lowe Frostman yang baru kembali dari Kota A untuk meminta bantuan.


Sam sebenarnya tidak terlalu berharap saat melihat Lowe kembali seorang diri sama seperti saat ia berangkat. Dugaan itu langsung dibenarkan Lowe dengan senyum pahit dan gelengan kepalanya.


"Tidak ada yang bisa membantu kita, Sam."


"Apa mereka menolak untuk membantu? Bagaimana dengan bawahan Anda yang berada di sana?"


Lowe menghela nafas panjang. Ia memerhatikan hunter-hunter penjaga tembok yang sedang menyalakan obor-obor untuk menyambut datangnya malam dengan perasaan sedih.


Saat ia meninggalkan benteng itu satu bulan yang lalu, walaupun Kota S sudah terputus dari jaringan internet, setidaknya masih ada listrik di sana.


Hanya setelah satu bulan, Kota S benar-benar seperti telah kembali ke zaman dahulu. Mereka tidak memiliki internet, listrik bahkan untuk memasakpun, mereka kini harus mengandalkan kayu bakar.


Sebenarnya hal yang sama juga terjadi pada 4 kota lain di pulau itu. Mereka telah benar-benar kembali ke zaman dahulu, sebelum peralatan-peralatan modern ditemukan.


......................

__ADS_1


__ADS_2