
[“Hati-hati. Dia Warrior peringkat SSS yang lebih kuat dibandingkan wanita ini.”]
‘Pantas saja auranya mengerikan.'
["Itu karena kapasitas penyimpanan energi Mana nya sangat besar."]
'Tapi bukankah ini aneh? Kenapa tidak ada yang tahu kalau sudah ada peringkat SSS? Apa mereka ini tidak terdaftar di Asosiasi? Setahuku baru ada 12 hunter peringkat SS di dunia dan tidak ada yang melebihi itu.’
[“Itu sudah biasa. Tiap negara biasanya merahasiakan kekuatan terbesar mereka. Hunter peringkat tinggi dirahasiakan untuk digunakan sebagai senjata rahasia Asosiasi suatu negara,”]
[“Bahkan hal itu sudah terjadi dari bawah, dari sebuah keluarga hunter terpandang. Contohnya wanitamu ini. Keluarganya merahasiakan peringkatnya, kan?”]
‘Dia bukan wanitaku... Tapi, untuk apa sebuah keluarga merahasiakannya? Bukankah akan lebih baik jika dibuka saja? Keluarga Lewis pasti tidak akan berani macam-macam lagi.’
[“Keluarga Maxwell adalah tipe pasif. Diam dan biarkan musuh datang lalu mereka akan memangsanya. Lihat saja bagaimana mereka tetap mengadakan pesta ini saat tahu akan disergap. Itu artinya mereka sudah yakin akan kekuatan yang mereka miliki dan sudah menyelidiki sejauh mana kekuatan musuh,”]
[“Alan Maxwell itu benar-benar cerdas.”]
‘Paman Alan? Apa pemikiran itu bukan dari paman Arthur?’
[“Aku sudah memerhatikannya. Itu bukan ide ayah wanitamu. Yang cakap yang mengatur strategi, yang bijak memimpin. Kau tidak lihat hal itu dari dua era keluarga Maxwell? Arthur dan Alan, Cyntia dan Sam. Keluarga ini setidaknya akan bertahan juga di generasi wanitamu. Yah, selama kau tidak merusaknya, sih.”]
‘…’
......................
Setelah mereka berdiri berhadapan, hunter bertopeng memerhatikan gumpalan darah besar hasil gabungan tubuh mayat para pengikutnya yang berada di belakang Alvin.
Ia kemudian menatap marah pada Cyntia, mengira dialah yang melakukan semua itu pada mereka.
Ia juga menatap Alvin yang berdiri tepat di belakang Cyntia, tampak jelas sedang wanita itu lindungi.
“Untuk kalian ketahui agar tidak mati penasaran, aku The Destroyer. Aku seorang hunter bayaran profesional yang datang untuk membawamu hidup-hidup,” ucap The Destroyer sambil menatap Cyntia.
Ia kemudian menoleh pada keluarga Maxwell yang berdiri agak jauh dari mereka, “Tapi aku akan membunuh mereka,” ucapnya lagi, sambil menunjuk pada keluarga Maxwell.
Setelah itu, ia menatap Alvin dan menunjuknya, “Dan yang pertama, aku akan membunuhnya.”
["Tsk... Pidato murahan..."]
'...'
“Kau seorang hunter. Kenapa kau malah menggunakan kekuatanmu untuk membunuh manusia?” ucap Cyntia yang biasanya tidak terlalu banyak bicara.
Cyntia tahu kalau pria bertopeng hitam di hadapannya ini sangat kuat. Dia hanya ingin mengulur waktu agar Alvin bisa melarikan diri.
Sambil berbicara pada The Destroyer, Cyntia memberikan tanda melalui gerakan jemari-jemari di salah satu tangannya pada tiga pengawalnya, agar mereka datang untuk menyelamatkan Alvin.
“Aku sudah tidak membunuh monster. Aku berburu manusia,” sahut The Destroyer.
Setelah mengatakan itu, dia mengebaskan tangannya, menyerang keluarga Maxwell dengan melemparkan pisau-pisau sihir pada mereka, juga melemparkan pisau sihir yang jauh lebih banyak lagi pada ketiga pengawal Cyntia yang ia anggap mencurigakan.
Cyntia yang masih berkomunikasi melalui kode rahasia dengan ketiga pengawalnya, kehilangan kewaspadaan.
Ia terkejut, namun dengan cepat melemparkan juga pisau-pisau sihir yang ia tembakkan dengan kekuatan sihir yang jauh lebih besar agar bisa mengejar pisau-pisau lawan yang telah dilemparkan terlebih dahulu.
Karena itu, Cyntia lengah.
The Destroyer menggunakan kesempatan tersebut untuk maju menyerang.
Gerakannya sangat cepat.
Ia melewati Cyntia dan langsung menyerang Alvin, yang waspada namun kalah kecepatan, lalu meninjunya dengan sangat keras.
Baaaaammm!!!
Alvin terpental jauh, menghantam dan menghancurkan tembok satu sisi aula.
Setelah menghancurkan dan menembus tembok itu, Alvin masih terbang jauh lagi sampai menabrak tembok lain sebelum akhirnya jatuh terhempas ke lantai.
Sambil muntah darah, Alvin dengan cepat mengganti job ke Healer untuk memulihkan diri. Namun, ia langsung mengganti job lagi ke Tank saat melihat bayangan seseorang keluar dari lubang di tembok yang terbentuk dari hantaman keras tubuhnya tadi.
Crakkkk…!
Pedang pendek yang The Destroyer arahkan untuk memenggal leher Alvin, berhasil memotong pergelangan tangan pria itu saat ia berusaha untuk melindungi lehernya.
Tapi, tetap saja Alvin hampir kehilangan kepalanya karena pedang itu terus bergerak menebas hingga hampir mengenai lehernya.
Untungnya ia memiliki status-status bagus dari Hunter Equipment yang bisa mempercepat gerakan dan mengurangi critical hit lawan.
__ADS_1
Jika tidak, lehernya sudah pasti akan langsung putus jika ia lambat sedikit saja mengurangi kecepatan serangan dengan mengorbankan tangannya dan langsung bergerak cepat untuk berkelit mundur.
Jika tidak memiliki status dari set pemburunya itu, tubuhnya bahkan mungkin akan langsung pecah saat menerima serangan pertama tadi.
The Destroyer juga agak kaget saat melihat Alvin tidak langsung meledak saat terkena pukulan pertamanya tadi. Begitu juga saat ia menebaskan pedangnya, pedang itu tidak berhasil sampai ke lehernya karena terhalang kekuatan dari tangan Alvin juga penghalang dari self defence mode Tank.
“Kau ini Tanker peringkat S?”
The Destroyer memang bertanya tapi ia juga tidak membutuhkan jawaban. Ia langsung menebaskan lagi pedangnya pada leher Alvin untuk segera membunuhnya.
Wusssshhhh…
The Destroyer langsung menyingkir saat Cyntia yang sudah menyusul mereka juga mengarahkan belati pada lehernya.
“Alvin!”
Crankkkk…
Buaaakkkkk…!!!
Pria bertopeng kembali menyerang saat Cyntia kehilangan fokus ketika wanita itu melihat pergelangan tangan Alvin yang terputus.
Ia menebaskan pedang pada Cyntia yang tentu saja bisa menangkisnya. Tapi, ia menggunakan serangan itu memang hanya untuk menyingkirkan wanita itu untuk menyerang dan menendang Alvin.
Alvin terbang terpental lagi dan The Destroyer langsung mengejarnya.
Cyntia tentu tidak membiarkan lawan mengejar Alvin. Ia juga langsung berlari dengan kecepatan tinggi yang bahkan jauh lebih cepat dari The Destroyer untuk menghalangi jalannya.
“Alvin, cepat lari!” seru Cyntia sambil menatap The Destroyer dengan waspada, lalu menyerangnya dengan kecepatan penuh.
.........
‘Sial, bagaimana mungkin aku meninggalkannya? Lagian, kenapa dia mati-matian melindungiku?’
[“Kenapa kau tidak mencoba melihat poin kesukaannya?”]
Merasa kesal dengan dirinya yang tidak berguna dan bingung kenapa Cyntia sampai meninggalkan keluarganya untuk menolong dirinya, Alvin akhirnya mengaktifkan skill itu pada Cyntia dan tercengang setelahnya.
‘Enam?!’
[“Tsk… selamat. Kau bertemu maniak.”]
[“Sejak awal, bodoh! Aku sudah bilang padamu untuk melihat skornya, kan?”]
Glup…
Alvin meregenerasi pergelangannya yang putus dan memulihkan kondisi tubuhnya, lalu membuka jendela inventory dan mengambil kedua belatinya.
Tahu Cyntia menyukainya sebesar itu justru membuatnya sangat terbebani.
Ia kemudian memerhatikan pertarungan mereka dengan seksama untuk melihat peluang menyerang.
Tahu emosi Alvin tidak stabil setelah melihat skor kesukaan wanita itu, Mina mendengus kesal.
[“Pergi dulu.”]
‘Kau gila?’
[“Pergi sebentar. Percaya saja padaku.”]
‘Aku tahu aku mungkin menjadi beban. Tapi…’
[“Hei! Bukan itu maksudku! Turuti yang kukatakan, sekarang!”]
‘…’
[“Cepat atau aku akan mengambil paksa tubuhmu!”]
Mendapat ancaman itu, Alvin akhirnya menyerah. Hanya ada satu kesempatan lagi baginya untuk menggunakan kekuatan tersembunyi Mina dan ia ingin menyimpannya untuk digunakan dalam situasi yang benar-benar genting.
Dia juga belum tahu apakah mereka bisa lolos dari hunter bertopeng itu atau tidak. Jika tidak, saat itulah ia akan menggunakan kesempatan terakhirnya.
Dengan berat hati Alvin akhirnya berseru nyaring sebelum berbalik pergi dan lari dengan speed booster nya.
“Tia, hati-hati!”
“Aku tahu, cepat pergi!”
.........
__ADS_1
Melihat mangsanya berbalik arah, hunter bertopeng tentu tidak ingin membiarkannya melarikan diri.
Dengan mengalirkan sihir yang lebih banyak ke kedua kakinya, ia bergerak cepat menghindari Cyntia yang membuatnya tidak bisa lewat.
Akibat dari The Destroyer menggunakan energi Mana yang besar, bangunan itu bergetar hebat. Baik lantai, dinding dan langit-langit mulai retak saat The Destroyer sudah menghentakkan kakinya untuk berusaha pergi melewati Cyntia.
.........
Getaran itu semakin kuat lagi saat Cyntia juga menggunakan lebih banyak energi Mana untuk menyerang musuh yang ia kira menggunakan lebih banyak energi sihir untuk menyerangnya.
Dugaan Cyntia salah.
Saat ia menyerang, hunter bertopeng justru menggunakan energi Mana untuk berlari lebih cepat agar bisa melewatinya.
Setelah melewati Cyntia, hunter itu melemparkan pedang sihir berkekuatan besar untuk menyerang Alvin yang hampir berbelok di ujung koridor.
Pedang sihir itu melesat jauh lebih cepat dari langkah kaki Alvin, hingga akhirnya berhasil menancap dan menembus pinggang dan keluar lagi melalui perut pria kurus tersebut.
Tenaga dari serangan itu juga sangat kuat.
Bukan hanya terkena serangan, Alvin juga terpental keras sampai tubuhnya menghantam dan menghancurkan tembok gedung dan akhirnya melayang jatuh dari bangunan hotel.
.........
Hunter bertopeng yang sebenarnya sudah berhasil mengenai target, masih terus berlari mengejar Alvin untuk memastikan kematiannya.
Ia tahu ada yang aneh dengan pria itu saat tahu tubuh dan sihir pelindungnya begitu kuat, juga saat melihat tangannya yang harusnya sudah putus itu telah kembali normal.
Tapi, saat ia sedang berlari menuju tembok berlubang yang masih berjarak puluhan meter di hadapannya, langit-langit, lantai dan dinding di lantai 7 itu tiba-tiba runtuh.
Hunter itu akhirnya berbalik dan melihat sebuah belati sihir besar berputar-putar menghampirinya.
Skill yang mirip baling-baling sebuah helikopter itu melesat dan menghancurkan apapun yang dilewatinya sampai akhirnya tiba di hadapan hunter bertopeng
“Wanita ini benar-benar gila!”
Untuk menghindari celaka yang mungkin akan terjadi pada dirinya, The Destroyer juga menggunakan salah satu skill terkuatnya yang menghasilkan sihir yang mirip milik Cyntia, tapi berbentuk pedang besar.
Setelah kedua hunter itu menggunakan energi Mana yang sangat besar, dua lantai dari bangunan itu akhirnya hancur dan runtuh.
Royal Hotel harus rela kehilangan lantai 6 dan 7 akibat kekuatan sihir dua hunter peringkat SSS tersebut.
......................
Alvin mendarat dengan sangat keras di halaman Royal Hotel.
Aspal yang menjadi lantai halaman itu sampai amblas membentuk sebuah kawah kecil setelah tertimpa tubuh Alvin.
“Gila! Aku sudah menggunakan speed booster untuk lari tapi serangannya masih jauh lebih cepat?”
[“Buka inventory dan masuk ke dalamnya sekarang. Dia sudah dekat.”]
Alvin mengabaikan rasa bingungnya dan mengikuti saran Mina.
Tapi, baru saja ingin membuka inventory, hunter itu sudah berada di hadapannya dan langsung menebaskan pedang pendeknya lagi ke leher Alvin.
Crannnnkkk!!!
Cyntia yang juga sudah tiba di situ, berhasil menangkis serangan lawan. Ia kemudian menggunakan gerakan rumit dengan kedua belatinya untuk menyerang balik hunter itu, bermaksud memberi Alvin waktu untuk berdiri.
“Alvin, lari!”
Setelah memberikan ultimatum pada Alvin, Cyntia menyerang The Destroyer lagi dengan lebih brutal.
Baaaaaaang!!!
Ledakan besar terjadi saat energi sihir besar Cyntia saling beradu lagi dengan kekuatan sihir The Destroyer.
Alvin yang awalnya hendak melarikan diri ke dalam inventory, malah terpental jauh saat terkena dampak ledakan sihir yang sangat besar.
Beruntung ia sudah memiliki status pasif pengurangan critical damage dari set Hunter Equipmennya hingga ledakan itu hanya membuatnya kehilangan setengah dari health point yang ia miliki.
Alvin terlempar menghantam tembok pagar hotel sampai terbang jauh dan jatuh di jalan raya yang sedang dalam keadaan ramai.
Saat ia berusaha bangkit berdiri, sebuah truk berkecepatan tinggi yang sudah tidak sempat ia hindari lagi datang dari arah belakang, lalu menabraknya dengan sangat keras.
Braaaakkkkkk!
......................
__ADS_1