Hunter System

Hunter System
Bab 103 - Seseorang Yang Berbeda


__ADS_3


...Bagian 5 : Memburu Para Pemburu...


...☆ ☆ ☆...


Sudah 23 tahun sejak seorang ilmuwan menemukan cara untuk menyerap inti Mana monster untuk dijadikan experience point.


Penemuan itu pun baru didapatkan setelah 2 tahun gerbang-gerbang Dungeon bermunculan di muka Bumi.


Tapi, hanya sejauh itu hal yang bisa para ilmuwan temukan sejauh ini. Mengenai bagaimana seorang hunter bisa mendapatkan inti Mana, yang selanjutnya semua orang katakan sebagai 'kebangkitan alami', sampai saat ini belum ada yang mengetahuinya.


Dalam 5 tahun awal sejak kemunculan gerbang Dungeon, kebangkitan alami bisa didapatkan seseorang pada usia acak. Entah itu anak-anak berusia 14 tahun ke atas atau orang tua berusia di bawah 66 tahun ke bawah bisa saja mendapatkannya.


Karena itulah banyak hunter-hunter peringkat tinggi saat ini adalah mereka yang berusia di atas 35 tahun.


Pada awalnya, para ilmuwan hanya mengizinkan seseorang yang sudah berusia di atas 25 tahun saja yang diperbolehkan untuk meningkatkan experience. Namun, setelah melewati masa 5 tahun perjuangan susah payah para hunter awal untuk menemukan formasi bertarung melawan para monster, kebijakan itu pun di ubah.


Saat semua hunter menyadari bahwa menaklukkan sebuah Dungeon akan mendapatkan banyak manfaat, mulai saat itulah semua orang yang mendapat kebangkitan alami mulai melakukan upgrade experience, walaupun harus memakan banyak biaya dengan membeli experience milik hunter lain yang ingin menjualnya.


Setelah melewati 5 tahun awal itu, ada perubahan usia yang juga tidak pernah diketahui apa penyebabnya, bagi orang-orang yang mendapatkan kebangkitan alami.


Orang-orang yang mengalami kebangkitan alami dan dianggap beruntung itu hanya berada pada rentang usia 14 sampai 18 tahun. Sejak saat itu belum pernah ada seorang manusia lagi yang mendapatkan kebangkitan di bawah atau setelah melewati usia tersebut, hingga seseorang yang sudah melewati usia 18 tahan dan belum menerima kebangkitan, biasanya akan merasakan keputusasaan berkepanjangan.


Memang sebenarnya seseorang bisa mendapatkan 'kebangkitan paksa' dengan cara mengambil inti Mana monster peringkat S lalu menyuntikkannya pada seseorang manusia dimana mereka nantinya akan mendapatkan awalan sebagai seorang hunter di peringkat D.


Tapi, untuk melakukan itu seseorang harus mengeluarkan biaya yang sangat mahal karena bukan hal mudah bagi para ilmuwan untuk melakukannya, juga bukan hal mudah untuk mencari monster peringkat S. Karena itulah semua anak remaja mengimpikan untuk mendapatkan kebangkitan alami.


Orang-orang di zaman ini tahu jika mereka menjadi seorang hunter maka mereka sudah pasti akan mendapatkan peluang yang lebih tinggi untuk memperoleh kekayaan dan kehormatan. Walaupun sebenarnya ada hunter-hunter bernasib malang seperti Alvin yang mengalami kebangkitan di peringkat F dengan job Healer, juga tidak memiliki biaya untuk membeli experience point.


Kembali ke awal. Para ilmuwan hanya tahu cara untuk mengekstrak inti Mana monster yang selanjutnya dijadikan sebagai bahan upgrade experience.


Sedangkan untuk mengembangkan skill dan hal lain yang berhubungan dengan energi sihir yang berasal dari inti Mana tersebut, para ilmuwan tidak pernah tahu cara memilahnya. Mereka tidak serta merta bisa menggunakan berbagai macam sihir dari energi Mana tersebut. Tiap hunter sudah memiliki kriteria sendiri, mengikuti jenis inti Mana nya.


Saat seseorang baru mendapatkan kebangkitan pun, mereka tidak serta-merta tahu job apa yang mereka dapat. Karena itulah para pemuda mengikuti pelatihan di Akademi Hunter hingga mereka akhirnya tahu memiliki job apa dan bagaimana cara mengendalikan energi Mana hingga bisa menghasilkan sebuah skill sihir.

__ADS_1


Jika setelah melalui pelatihan seseorang bisa menembakkan bola api atau bilah es, maka mereka akan dikategorikan sebagai seorang Mage.


Jika mereka ahli dalam bertahan dan bisa mengontrol energi Mana sampai membentuk sebuah pelindung dan memiliki kecenderungan untuk memancing monster datang pada mereka, mereka akan dikategorikan sebagai Tanker.


Begitu juga untuk Healer, Assassin dan Warrior. Semuanya hanya sesederhana itu.


Jadi, tidak ada hal lain atau skill berbeda yang dimiliki oleh hunter bertipe job sama. Jika mereka seorang Warrior, mereka akan bisa menggunakan pedang sihir sebagai sarana penyaluran energi sihir.


Peringkat hanya akan membedakan kecepatan dan sekuat apa daya hancur serangan, daya penyembuh, daya bertahan dan daya menjaga kestabilan tim dari buff.


Selain itu, hal terakhir yang seorang hunter dapatkan setelah mereka mendapatkan peningkatan experience dan mencapai titik tertentu, mereka akan mendapatkan keahlian tambahan yang jenis keahliannya pun sama pada tiap job.


Mengenai cerita bahwa seorang peringkat SS akan memiliki skill dari dua job, itu hanya mitos yang beredar agar seorang hunter peringkat SS lebih ditakuti, juga agar bisnis jual beli experience point menjadi semakin laris.


Hanya sejauh itulah skill seorang hunter. Tidak pernah ada yang bisa melakukan summon pada makhluk asing, juga tidak pernah ada seorang necromancer.


.........


Karena itulah Cyntia merasa heran pada banyak kemampuan yang Alvin miliki. Dia bisa melakukan summon, menembakkan jaring, juga menghilangkan aura sihir


Untuk saat ini, Cyntia hanya menebak bahwa Alvin adalah hunter yang memiliki peringkat di atasnya, yang belum pernah hunter lain capai.


Membayangkan bagaimana kerennya orang yang sudah disukainya sejak ia masih berusia 6 tahun itu, wajah Cyntia merona, sembari menatap Alvin yang sudah tertidur pulas selama 3 hari ini dalam pengawasannya.


......................


Begitu ia membuka mata setelah tidak sadarkan diri selama 3 hari, Alvin langsung melihat langit-langit rumah yang sangat familiar. Dia kini berada di dalam kamarnya sendiri, di rumah yang sudah ia tinggali sejak usia 15 sampai 25 tahun.


Begitu terbangun, ia mengingat kembali bagaimana dirinya merasakan kelelahan yang amat sangat hanya sesaat setelah ia menonaktifkan kembali wujud kostumnya.


Tiga hari lalu, setelah ia keluar dari gerbang terakhir Dungeon Break dan sudah berada di tempat yang agak sepi, ia akhirnya menonaktifkan kembali wujud kostum Hunter Equipment.


Tepat setelah ia menonaktifkan wujud kostum tersebut, ia langsung kehilangan kesadaran diri.


Saat itu ia merasa lemas juga merasa seluruh energi Mana nya sudah terkuras habis.

__ADS_1


.........


Alvin hendak memanggil Mina, namun ia segera membatalkan niatnya saat merasa ada seseorang bersamanya di dalam kamar tersebut.


Setelah menoleh dan terdiam agak lama menatap Cyntia yang sedang duduk di sebelah ranjang sambil bertopang dagu menatapnya dalam diam, Alvin buru-buru bangun dan duduk di tepi ranjang.


“Nona Tia?"


Cyntia tertawa selama beberapa saat sebelum ia menunjuk ke arah bibir pria itu.


Alvin merasa ada sesuatu yang basah di sudut-sudut bibirnya dan ia pun buru-buru menyeka air liur itu dengan punggung tangannya.


Menyesali hal memalukan itu, Alvin juga ikut tertawa, dengan canggung.


“Ah i-ini... Gigi saya berair," ucap Alvin disela tawanya.


Ia melihat Cyntia tertawa semakin nyaring sembari memukul-mukul pahanya setelah mendengar ucapan itu.


[“Dimana sekolahmu dulu? Guru mana yang memberitahumu kalau gigi bisa mengeluarkan air? Untuk apa orang minum jika gigi mereka menghasilkan air?"]


‘Kau diam saja! Kau berutang jawaban dari pertanyaanku nanti!’


[“...”]


“Kau baik-baik saja?” tanya Cyntia setelah ia puas tertawa.


“Y-ya... saya baik-baik saja,” sahut Alvin cepat.


“Bisakah kau berbicara biasa saja seperti dulu?”


“Ya?”


“Kau berbicara terlalu formal padaku.”


Alvin mengangguk pelan sembari menggosok seluruh bagian mulutnya untuk memastikan tidak ada liurnya lagi di sana.

__ADS_1


Namun ia menyadari ada hal memalukan lain lagi ketika baru melihat bahwa ia saat ini hanya mengenakan ****** ***** saja.


Alvin buru-buru menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya. Tapi ia segera membukanya lagi saat baru menyadari juga ada yang berubah pada tubuhnya.


__ADS_2