
Setelah seluruh anggota tim raid berada di dalam Dungeon, Ivory mengeluarkan alat pendeteksi energi sihir monster dari dalam tasnya.
Ia mengamati alat itu dengan sangat seksama dan serius sebelum akhirnya berbicara pada anggota timnya untuk mengatur strategi.
Alvin yang memang ingin mempelajari cara kerja sebuah guild besar dalam melakukan raid, memerhatikan apa yang tim itu lakukan dengan seksama. Dan hanya dalam beberapa menit saja, ia sudah langsung merasa kagum pada tim tersebut.
Alvin sudah pernah berada dalam beberapa tim raid sebelumnya, namun belum menemukan tim yang sangat profesional seperti ini.
Tim dari guild Flames bahkan tidak banyak berbicara ketika mereka sudah berada di dalam Dungeon. Mereka juga sangat sigap dalam menjalankan apa yang kapten tim inginkan.
Hal itu sangat berbanding terbalik dengan yang tim Asosiasi di Kota S lakukan. Asosiasi yang harusnya lebih profesional dari sebuah guild, justru berlaku seenak mereka saat berada di dalam sebuah Dungeon.
Alvin juga memerhatikan cara mereka pergi ke lokasi keberadaan monster yang dilakukan dengan sebuah formasi yang sangat sistematis, yang juga sangat berbeda dengan yang biasa ia lihat dan lakukan saat berada dalam tim raid Asosiasi Kota S dulu.
Tim itu membentuk sebuah lingkaran kecil yang rapi saat mereka sedang berjalan menuju lokasi monster.
Semua hunter tipe Tank berjalan di bagian terluar tim di empat sisi berbeda, bersama hunter tipe Warrior yang berjalan berdampingan di posisi agak dalam.
Hunter-hunter tipe support seperti Mage dan Healer berada di tengah-tengah tim, sementara hunter tipe Assassin berjalan di luar lingkaran tersebut, di bagian belakang.
'Ternyata cara hunter profesional pergi menuju lokasi monster saja bisa serapi ini.'
["Memang seperti inilah seharusnya. Walaupun sangat jarang monster tiba-tiba datang menyergap tim raid, tapi formasi ini adalah formasi dasar yang wajib dilakukan. Jadi, jika ada monster datang menyergap, tim tidak akan mengalami masalah apa pun karena Tank dan Warrior berada di bagian terluar di empat sisi. Assassin yang berada di belakang sana juga dapat langsung membunuh para penyergap. Bukankah hal seperti ini biasanya diajarkan di Akademi?"]
Alvin tersenyum pahit.
'Memang diajarkan, tapi orang-orang di Asosiasi itu menganggap hal ini sebagai hal yang sangat konyol karena monster biasanya tidak pernah menyergap tim raid di tengah jalan.'
["Merekalah yang konyol. Tim raid mu waktu itu terkena sergapan monster. Kau ingat, kan? Jika mereka pergi dengan formasi seperti ini, mungkin akan banyak hunter yang selamat dibandingkan yang mati!"]
Alvin menghela nafas panjang saat mengingat kembali kejadian itu. Saat itu, untung saja ia sempat melihat monster yang tiba-tiba muncul dari dalam semak-semak dan segera menarik Shiva untuk melarikan diri. Jika tidak, dia mungkin akan tewas di tempat itu juga, sama seperti yang kebanyakan rekannya alami.
["Untung saja kau bertemu Bimi saat itu. Jika tidak kau pasti sudah mati."]
'Y-ya... Hah? Siapa Bimi?'
["Dia Sistem Tutorial. Ckckck... Kau sudah melupakannya?"]
'...'
.........
Alvin sedikit terkejut saat seseorang tiba-tiba menarik lengannya ketika ia masih berbicara dengan Sistem.
"Tuan Rufino, tolong tetap berada di dekat saya, ok? Kita sudah memasuki wilayah monster," pinta Ivory yang masih menggenggam pergelangan tangan Alvin.
Alvin menatap pada peta transparannya, lalu mengangguk pelan.
......................
__ADS_1
Tim raid itu akhirnya masuk ke wilayah sekumpulan monster berjenis golem dan langsung memberi serangan kejutan.
Hunter tipe Mage memberikan serangan jarak jauh terlebih dahulu dengan sihir api mereka.
Setelah itu, barulah hunter tipe Warrior maju menyerang golem-golem yang sudah setengah hancur itu untuk langsung menusuk jantung mereka.
Jantung itu adalah kelemahan monster jenis golem. Mereka hanya akan mati setelah jantung mereka hancur.
Setelah Warrior menyelesaikan tugas, Hunter tipe Tank maju untuk menghadang belasan golem yang lolos dari serangan pertama.
Bersamaan dengan itu, Hunter tipe Mage dengan sihir es, menyerang untuk membekukan tubuh golem-golem.
Setelah tubuh golem-golem di bekukan, hunter-hunter tipe Assassin akhirnya maju menyerang dan langsung menghancurkan jantung monster-monster itu.
Hanya dalam 10 menit melakukan hal yang sama secara berulang, puluhan golem di lokasi pertama berhasil dihabisi.
Cara bertarung para hunter yang sangat sistematis itu memang sangat hebat. Namun, Alvin yang sebenarnya sangat takjub saat melihat kerjasama yang sangat baik itu, jadi tidak bisa berkonsentrasi dengan apa yang terjadi disekelilingnya.
Saat monster-monster itu mati, ia merasakan hal aneh yang sangat tak diduganya. Seluruh inti Mana monster yang telah mati, tiba-tiba terserap ke dalam tubuhnya.
'Rimi, kenapa kau menyedot inti Mana monster-monster itu?'
'A-apa?! Rimi, bisakah kau tidak menyerap inti Mana mereka?'
'Berapa jauh jaraknya?'
["20 meter."]
'Sial. Apa yang akan mereka katakan jika aku berada jauh dari tim?'
["Kalau begitu diamlah di dalam rombongan dan nikmati saja experience gratis."]
'...'
.........
Seseorang yang berdiri di dekat Alvin, menoleh padanya dan tersenyum mengejek saat mengira Alvin, yang kini berwajah pucat, sedang ketakutan setelah melihat pertempuran mereka.
"Kau takut?" ejek Edmund.
Di ejek seperti itu, tentu membuat Alvin sangat marah.
'Brengsek ini...! Rimi, serap saja semua inti Mana nya!'
<...> ["..."]
.........
__ADS_1
Hal yang sama guild itu lakukan di lokasi-lokasi berikutnya hingga mereka akhirnya tiba di dekat area bos Dungeon hanya setelah melakukan raid selama kurang dari 3 jam saja.
Ivory kembali memberi arahan pada tim nya sebelum mereka pergi mendatangi bos Dungeon.
Alvin tentu saja memerhatikan setiap apa yang mereka lakukan dan diskusikan dengan seksama.
'Mereka sangat bagus.'
["Tapi mereka memiliki sebuah kelemahan."]
'Mereka punya kelemahan?'
["Ya. Aku sangat menghargai kapten tim ini. Dia sepertinya tahu kelemahan itu dan sudah menemukan cara agar timnya bisa mengatasi kelemahan itu dengan sangat baik."]
'Apa kelemahan itu?'
["Tunggulah. Jika mereka gagal mengatur formasi saat melawan bos, kau akan melihatnya."]
......................
Tepat seperti apa yang Sistem katakan, tim itu langsung kacau balau saat formasi mereka telah dikacaukan oleh 3 monster yang berada di tempat itu.
Kesalahan dimulai saat hunter tipe Warrior tidak bisa menghabisi salah satu golem yang sudah terkena serangan sihir api oleh hunter-hunter tipe Mage.
Saat itu, Ivory yang sejak awal belum pernah menyerang sekalipun, akhirnya turun tangan. Ia menyerang golem yang gagal dihabisi tim Warrior nya dengan sihir api yang langsung dapat meledakkan tubuhnya. Namun, salah satu golem yang tidak berhasil dibekukan oleh hunter-hunter Mage, sudah merangsek maju menuju tim raid.
Tanker memang bisa menghalangi golem itu. Tapi, masalah dimulai sejak saat itu.
Bos Dungeon melihat kekacauan kecil dari pasukan lawan. Ia pun langsung melompat ke tengah-tengah tim yang terdiri dari hunter-hunter tipe Mage dan Healer.
Baaaammmm!!!
Golem itu mendarat di antara mereka sekaligus membuat daratan bergetar hebat akibat energi sihir yang ia bawa bersama pendaratan tubuhnya yang hampir setinggi bangunan 3 lantai itu.
"Edmund, menyingkir!" seru Ivory, saat melihat Edmund sepertinya tidak sempat melarikan diri dari sekitar bos.
Sayangnya, Edmund yang masih pusing akibat dampak dari sihir pendaratan bos Dungeon tadi, tidak sempat lagi untuk berlari pergi menghindari tinju monster itu.
Baaaammmmm!
"Arrgghhh!"
Tinju bos Dungeon menghantam tepat di seluruh tubuh Edmund dan membuat hunter itu terpental sangat jauh.
Melihat itu, salah seorang Healer langsung pergi menghampiri Edmund untuk memeriksa kondisinya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Alvin, sembari memerhatikan Edmund yang sedang muntah darah dengan menyeringai lebar.
"K-kau... Apa yang kau lakukan? Segera sembuhkan aku!" bentak Edmund.
__ADS_1