Hunter System

Hunter System
Bab 144 - Wujud Asli Dua Pencipta Dungeon


__ADS_3

Alvin sesekali memerhatikan kedua makhluk bersayap yang sudah terbang menjauh menuju gerbang hitam raksasa di langit, sembari dengan santainya menghindari kilat yang terus-terusan mengejarnya.


Sambaran kilat yang tak kunjung menemui target itu sebenarnya memiliki kekuatan penghancur yang sangat mengerikan.


Selain karena kecepatannya yang bisa mengalahkan kecepatan sebuah kedipan mata, kilat-kilat itu memiliki kekuatan sihir yang sangat besar. Hal itu terbukti dari daratan yang meledak tiap kali cahaya kilat menyentuhnya.


Alvin sendiri menilai, apabila seorang Tanker peringkat SSS menerima sambaran kilat tersebut tanpa mengaktifkan self defence berkekuatan penuh, Tanker tersebut pasti akan langsung lenyap tak bersisa karenanya.


Tapi, hal tersebut tentu saja tidak berlaku pada Alvin. Walau tanpa pertahanan apa pun, kilat tersebut tidak akan pernah bisa mengejar kecepatannya sama sekali.


Saat ia sudah memfokuskan indranya, kecepatan sambaran kilat itu hanya terlihat seperti kecepatan seseorang yang sedang berlari pelan menuju ke arahnya. Kecepatan sambaran kilat bisa terlihat lambat di matanya.


Dengan indranya yang tajam, ia juga bahkan tahu kemana arah retakan cahaya itu akan menuju saat cahaya itu baru muncul dari awan dan tanah.


Karena sangat cepatnya Alvin berlari, makhluk yang sedang terbang di langit itu bahkan melihatnya seperti sedang berteleportasi kesana kemari.


......................


Tatapan Alvin tidak tertuju pada makhluk yang sedang mengawasinya. Tatapannya terus tertuju pada dua makhluk yang sedang terbang menjauh menuju gerbang.


Barulah saat mereka sudah berada beberapa meter dari gerbang, Alvin yang sejak tadi memang sedang menunggu mereka dekat pada bibir gerbang sebelum masuk kedalamnya, akhirnya menggunakan salah satu sub-skill.


"The Art of Killing, part 6... Gates of Death!"


Begitu Alvin mengaktifkan skill tersebut, dua gerbang seukuran sebuah mobil sedan dengan warna biru malam metalik muncul di hadapan dua makhluk.


Gerbang pertama muncul di hadapan makhluk bersayap yang sedang mengawasi Alvin di atasnya, sementara gerbang kedua muncul di hadapan makhluk yang terakhir kali diserangnya tadi.


Seperti memiliki medan magnet, kedua makhluk itu tiba-tiba terhisap masuk ke dalam gerbang tersebut tanpa mereka kehendaki.


.........


Setelah kemunculan gerbang di hadapan kedua makhluk itu, dua gerbang lain muncul di hadapan Alvin dan kedua makhluk itu tiba-tiba keluar dari gerbang tersebut dan terperanjat ngeri menatap Alvin yang malah sedang keheranan menatap ke arah satu makhluk lain yang lolos dari sihirnya.


Sama seperti Alvin yang sedang terpana menatapnya, satu makhluk yang lolos dari gerbang kematian itu juga diam terpana dengan mulut menganga menatap Alvin.

__ADS_1


Tapi, apa yang mereka pikirkan sebenarnya jauh berbeda. Makhluk itu terpana karena ia tidak menyangka bahwa Alvin menguasai sihir mengerikan yang hanya dimiliki oleh makhluk kasta tertinggi dari rasnya.


.........


"Kenapa dia bisa lolos?"


Mina juga terkejut dengan hal itu. Makhluk itu harusnya tidak akan bisa lolos karena pembuat Sistem sudah pernah menandai dirinya di masa depan.


Sebenarnya, serangan pertama yang melukai dua makhluk, yang kini sedang berdiri mematung di hadapan Alvin, adalah cara Alvin untuk memberikan tanda sihir kutukan pada mereka agar ia bisa memanggil mereka kembali ke hadapannya kapanpun ia mau.


Kemanapun mereka pergi, saat Alvin membuka gerbang kematian seperti yang baru saja dilakukannya, kedua makhluk itu akan secara otomatis datang kembali ke hadapannya.


Tidak ada tempat bersembunyi dan melarikan diri lagi untuk mereka, sekalipun mereka bisa berpindah dimensi.


Anehnya, satu makhluk yang pernah ditandai pembuat Sistem bisa lolos begitu saja.


["A-aku tidak tahu...,"] sahut Mina dengan suara tercekat.


Baru kali ini Alvin mendengar Mina tampak sangat kebingungan.


"Apa karena ini adalah masa lalu?"


"Apa kau memiliki petunjuk tentang sihirnya? Bagaimana kau bisa tahu kalau kutukan itu bisa berada di dalam tubuh seseorang dari masa lalu padahal kutukannya diberikan di masa depan?"


["Kutukan itu seperti garis takdir yang sudah ditentukan untuk seseorang yang terkena kutukan. Walaupun orang itu terkena kutukan di masa depan, garis takdirnya langsung ditentukan saat itu juga. Dia sudah ditandai. Jika dia terlahir kembali saat masa lalu berulang, dia akan membawa kutukan itu sejak dilahirkan,"]


["Dan bukti bahwa kutukan itu masih ada padanya adalah bagaimana aku bisa langsung tahu tempat keberadaannya semenjak kesadaranku terbangun di zaman ini."]


"...Ceritamu sedikit membingungkan."


.........


Sementara Alvin dan makhluk di bawah gerbang besar masih saling bertatapan bingung dengan keadaan tersebut, dua makhluk yang juga sedang larut dalam pikirannya sendiri kini sudah bisa mengatasi pikiran akan rasa takut mereka pada Alvin.


Keduanya tadi terdiam karena rasa takut yang amat sangat. Mereka tahu sihir yang Alvin gunakan, juga darimana asalnya.

__ADS_1


Jika mereka berdua selama ini hanya dikenal umat manusia sebagai makhluk mitos yang keberadaannya masih dipertanyakan, tidak demikian dengan pembuat sihir yang Alvin gunakan dan kuasai. Pembuat sihir tersebut sudah nyata keberadaannya.


Keduanya, bahkan ketiga makhluk itu tahu, sehebat apapun mereka, tingkatan mereka masih jauh berada di bawah sang pembuat sihir.


Jadi mereka tahu, jika Alvin sudah menguasai tahap keenam dari skill sang pencipta sihir, dia juga pasti sudah menguasai 5 tahap lain yang sama mematikannya.


Karena itulah, saat Alvin lengah, mereka berdua langsung menyerang Alvin dengan melontarkan sihir kuat dari kedua telapak tangan, sebelum mereka melarikan diri terbang menjauh, hanya untuk menunda kematian mereka saja.


Baaaaaaaammmmm!!!


......................


Ledakan besar menghancurkan tempat di mana Alvin berdiri saat kekuatan yang sangat besar dari energi sihir yang dilontarlan kedua makhluk itu menghantam tubuhnya.


Dataran Dungeon bergetar hebat karenanya. Tanah mulai retak juga terpecah belah akibat ledakan tersebut.


Dua makhluk yang berhasil melarikan diri menengok ke belakang, pada makhluk lain yang berada di bawah gerbang raksasa.


Ketiganya saling bertatapan penuh arti sebelum makhluk di bawah gerbang akhirnya masuk dan menghilang di balik gerbang.


"Ini benar-benar tidak masuk akal. Bukan hanya gadis itu saja. Bahkan masih ada manusia lain yang bisa mengancam keberadaan kami?" pikir makhluk yang baru masuk ke dalam gerbang, sembari menutup gerbang dihadapannya.


......................


Kini, hanya mereka berdua yang tersisa.


Keduanya memang sangat penasaran dengan jati diri Alvin. Namun, rasa takut akan kematian yang kini menghantui keduanya, membuat mereka mengesampingkan rasa penasaran itu.


Walaupun mereka baru saja meledakan Alvin dan daratan, mereka yakin bahwa Alvin masih hidup.


Kedua makhluk itu terbang mundur lebih jauh lagi dari lokasi ledakan. Mereka tahu, gerbang kematian yang sama pasti akan terbuka dan menyedot mereka kapan saja Alvin mau.


Mereka tidak akan bisa lolos dari gerbang kematian yang akan membawa mereka langsung ke hadapan pencipta gerbang yang tadi seharusnya langsung memenggal leher mereka saat itu juga.


Satu-satunya cara untuk dapat menunda kematian mereka adalah dengan cara berubah ke wujud asli. Membuat tubuh mereka menjadi lebih besar akan lebih baik untuk sedikit menunda waktu pembuatan gerbang kematian.

__ADS_1


Mengerti dengan apa yang harus dilakukan, kedua makhluk itu akhirnya meninggalkan wujud manusianya untuk kembali ke wujud asli mereka.


.........


__ADS_2