
Alvin memenggal leher The Destroyer dan menyerap semua energi Mana nya setelah pembunuh bayaran itu sudah tidak bernafas lagi.
Semua hunter yang berada di dekat gerbang, yang menyaksikan bagaimana Alvin mengalahkan semua hunter bertopeng dengan sangat mudah, segera berkumpul di dekatnya sesaat setelah Alvin memenggal kepala The Destroyer. Namun, Alvin tiba-tiba saja lenyap dari tempat itu.
Sam menatap sekelilingnya, berharap melihat Alvin masih berada di sekitar tempat itu namun ia tidak bisa menemukannya.
"Darimana dia mendapatkan skill nya itu? Aku bahkan tidak bisa merasakan energi Mana nya sama sekali," gumam Sam.
Merasa takjub dengan kemampuan Alvin, Sam mengingat kembali bagaimana ia menasehati Alvin di hari mereka pertama kali bertemu lagi setelah belasan tahun tidak bertemu dan ia malu karena pernah mengucapkan hal itu.
......................
Cyntia langsung pergi meninggalkan Shiva begitu saja setelah ia selesai berbicara.
Melihat Cyntia kehilangan kewaspadaan, Shiva dengan sangat cepat menyambar patahan dari bagian atas bilah pedang, lalu menyerang Cyntia dengan melemparkannya langsung ke arah tengkuknya.
Namun, saat bilah pedang itu sudah berada dekat dengan tengkuk wanita itu, ia dengan mudah menghindarinya.
Cyntia berbalik lagi.
"Kita memang lebih kuat dari manusia normal. Tapi, kau tidak akan pernah bisa menyerang seorang yang peringkatnya lebih tinggi dengan cara curang seperti itu. Aura dari serangan yang mengandung energi sihir itu tidak dapat disembunyikan," ucap Cyntia.
Satu-satunya cara menyerang seorang hunter tanpa bisa diketahui hanyalah dengan dua cara. Saat hunter tersebut sedang tertidur lelap atau menyerang dengan tanpa menggunakan energi sihir.
Tidak ada cara lain selain dua hal tersebut, kecuali ada seorang hunter yang bisa menyerang dengan menghilangkan aura sihirnya. Dan hal itu sangat tidak mungkin.
Satu-satunya cara hanyalah dengan bertarung menggunakan teknik yang baik, juga taktik yang brilian.
Shiva tentu saja tahu hal itu. Ia hanya ingin melampiaskan kemarahannya hingga terpaksa harus menyerang dengan membokongi Cyntia.
"Kau terlalu banyak omong!" Shiva mengumpat.
"Karena kau teman Alvin. Aku pasti sudah membunuhmu sejak tadi jika kau bukan temannya."
Cyntia hendak berbalik lagi dan pergi meninggalkan Shiva, namun ia mengurungkan niatnya saat melihat Alvin tiba-tiba muncul di belakang Shiva.
Shiva tidak akan pernah menyadari kehadiran Alvin jika ia tidak memerhatikan perubahan pada ekspresi wajah Cyntia. Ia pun berbalik dan terkejut saat melihat Alvin sudah berada di belakangnya.
"Alvin? K-kau... Bagaimana bisa..."
"Aku sebenarnya tidak mau berurusan lagi denganmu dan tidak pernah berniat untuk membunuh bahkan melukaimu," ucap Alvin. Suaranya terdengar sangat dingin, sedingin tatapan matanya yang membuat Shiva langsung bergidik dengan hanya saling bertatapan seperti itu.
Alvin kembali berbicara setelah menjeda ucapannya beberapa detik, "Sayangnya kau sudah melakukan kesalahan dengan menerima energi Mana tidak baik yang harusnya tidak kau lakukan."
"A-apa maksudmu?"
"Energi Mana jahat di tubuhmu itu."
__ADS_1
Shiva terdiam beberapa saat. Ia tahu energi Mana di tubuhnya terasa tidak nyaman, berbeda dengan energi Mana yang ia miliki selama ini.
Semenjak Shiva mendapatkan energi Mana dari pil ajaib itu, ia memiliki dorongan yang sangat kuat untuk menyakiti bahkan membunuh seseorang.
'Apa yang dia maksud adalah energi Mana yang kudapatkan setelah mengosumsi pil itu?'
"Tidak ada cara untuk menyelamatkanmu," ucap Alvin lagi.
"A-apa?"
"Hunter dengan energi Mana sepertimu tidak boleh dibiarkan berkeliaran. Itu maksudku."
Glup...
"Alvin..."
"Aku tidak akan membuatnya terasa sakit."
Shiva bisa mengerti arti dari ucapan Alvin. Ia tahu, dari tatapan matanya, bahwa Alvin akan membunuhnya. Tapi, Shiva tiba-tiba menyadari jika Alvin tidak memiliki energi sihir sama sekali.
'Kemana energi Mana nya? Apa dia kehilangan energi Mana nya?'
Shiva menatap Alvin lekat-lekat.
'Pantas saja aku tidak menyadari keberadaannya. Apa dia tadi bersembunyi di suatu tempat di ruangan ini?'
Shiva menatap Alvin sekali lagi. Ia tiba-tiba merasa punya kesempatan untuk menyerangnya. Walaupun daya serangnya akan berkurang karena harus menyerang tanpa menggunakan senjata, namun ia berpikir bahwa itu sudah cukup.
'Kemana kalian? Aku akan membunuh...'
Shiva ingin berlari untuk menghampiri, namun ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.
'Apa yang terjadi? Aku tidak bisa...'
Kedua matanya melebar saat ia melihat sosok tubuh berpakaian serba hitam yang tampak sangat dikenalinya. Tubuh tanpa kepala yang merupakan tubuhnya sendiri.
Shiva melirik ke bawah dan melihat sebuah papan datar berada tepat di bawah leher, menggantikan tubuhnya.
Ia akhirnya menyadari, Alvin telah memenggal lehernya dan meletakkan kepalanya di atas meja tanpa ia sadari sama sekali kapan Alvin melakukannya.
Tahu bahwa ia akan mati dalam beberapa detik lagi, Shiva menangis menyesali apa yang sudah ia lakukan selama ini. Bagaimana ia memanfaatkan Alvin, juga bagaimana ia memfitnah Alvin dibelakangnya.
Shiva hanya bisa terus menangis sampai akhirnya kesadarannya menghilang sepenuhnya dan ia pun tewas di ruang bawah tanah itu dalam kesendirian.
Alvin benar-benar membunuhnya tanpa meninggalkan rasa sakit berlebih.
......................
__ADS_1
Lawrence sudah berada di helikopter yang akan membawanya ke Kota C.
Walaupun ia bisa tiba di helikopter itu dengan selamat tanpa adanya hambatan sama sekali, namun ia tetap saja merasa khawatir jika Cyntia menipu lalu mengejarnya.
"Kapan kita berangkat?" tanya Lawrence pada pilot helikopter tersebut.
"Dalam 5 menit," sahut sang pilot.
Sementara menunggu helikopter lepas landas, Lawrence mengambil ponsel yang tadi Cyntia berikan padanya untuk memeriksa apa sebenarnya isi dari ponsel tersebut.
Lawrence langsung melihat sebuah thumbnail begitu ia mengusap layar ponsel. Itu adalah sebuah video. Video yang membuat Lawrence tahu bahwa George telah tewas dengan mengenaskan di tangan Alvin.
"Dia sudah mati?"
"Kau benar."
Lawrence terkejut saat mendengar suara Alvin, terutama saat ia melihat Alvin sudah duduk di sampingnya.
Ia langsung ingin menyerang Alvin, namun Alvin sudah lebih dahulu melontarkan tubuh Lawrence hingga ia terpental jatuh dari dalam helikopter.
Alvin menatap pilot dan co-pilot helikopter.
"Tunggu di sini. Aku butuh tumpangan untuk pergi ke Kota C."
"Y-ya?"
"Aku sudah mengatakannya. Tunggu atau aku akan meledakkan helikopter ini bersama Anda berdua di dalamnya.
"T-tentu..., kami akan menunggu An..."
Alvin sudah lenyap dari dalam helikopter.
Ia berpindah ke hadapan Lawrence yang sama sekali tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya saat Alvin sudah mulai menyerap inti Mana nya.
Alvin mengambil ponsel yang Lawrence jatuhkan. Ia melihat isi video yang berada di sana sebentar sebelum akhirnya menghancurkan ponsel tersebut.
"B-bro... Ampuni aku... Tolong..."
"Aku sudah pernah melakukannya, kan?"
"Tapi..."
"Sudah ku katakan aku akan membunuhmu jika kau membuat masalah lagi denganku. Kau lupa itu?"
"Aku tidak membuat masalah denganmu. Aku cuma..."
Sebelum Lawrence, yang sudah mulai lemas, menyelesaikan kalimatnya, Alvin sudah lenyap dari hadapan pria itu dan kembali ke dalam helikopter.
__ADS_1
Lawrence akhirnya hanya bisa menatap kepergian helikopter itu sementara seluruh tubuhnya mulai mengering dan ia pun tewas secara mengenaskan.
...****************...