Hunter System

Hunter System
Bab 26 - Bergabung Dengan Tim Penjarah Kristal Sihir


__ADS_3

“Kau mau pergi olahraga?”


“Ya. Aku mau mencari udara segar sebentar," sahut Alvin yang belum menyelesaikan quest joggingnya hari ini. Ia bisa menyelesaikan quest lain di dalam inventory namun tidak nyaman baginya untuk jogging di sana karena tempatnya yang terlalu sempit untuk digunakan melakukan jogging.


"Hati-hati, orang-orang dari Asosiasi itu pasti sedang berkeliling mencari kita."


"Jangan khawatir, kita sekarang berada di Kota T. Mereka tidak mungkin mencari sampai ke sini."


"Bukankah mereka dalam organisasi yang sama? Mereka bisa saja bekerjasama dengan Asosiasi dari kota lain, kan?"


Alvin mengangkat bahunya. “Aku tidak yakin dengan itu.”


Vina tidak tahu bahwa Asosiasi Kota S telah berdiri secara mandiri selama 10 tahun belakangan dan memutus kerjasama dan sistem jaringan dari Asosiasi Dunia. Hal itu mirip dengan sebuah negara yang menutup diri dari dunia luar.


Asosiasi Kota S bahkan tidak melakukan hubungan kerjasama apa pun dengan kota-kota lain yang berada di sekitar, bahkan dengan negara mereka sendiri.


Hal itu di mulai dengan Kota S yang dulunya sangat tertinggal dari kota lain. Kota yang tidak memiliki laut di sekitarnya. Kota yang tidak memiliki sumber daya alam yang membuat pendapatan daerah mereka sangat tertinggal dari kota lain.


Keadaan tanah yang sangat gersang juga membuat Kota S tidak bisa membuka sebuah lahan pertanian. Hingga kota itu hanya bisa mengandalkan sumber daya manusianya saja untuk berkembang. Namun, tidak banyak juga hal yang bisa mereka lakukan dengan itu hingga kota S semakin tertinggal dari kota maju lainnya.


Kota S justru mulai bangkit setelah kemunculan gerbang Dungeon 25 tahun yang lalu. Wilayahnya yang cukup luas membuat mereka memiliki sangat banyak gerbang untuk mereka tangani sendiri alih-alih meminta bantuan dari kota lain.


Mendapatkan banyak hasil kekayaan dari Dungeon, Kota S akhirnya menutup semua hubungan dari dunia luar sejak 10 tahun yang lalu. Tapi, karena hal itu juga, teknologi hunter yang mereka miliki akhirnya tertinggal dari kota lain di negara ini.


Alat pendeteksi sihir gerbang Dungeon adalah salah satu contohnya. Alat itu adalah alat yang sudah tertinggal sejauh 3 generasi dari alat terbaru. Karena itu juga, sinyal penangkap gelombang sihir untuk mengukur level Dungeon sering tidak akurat hingga akhirnya sering mengakibatkan sebuah kecelakaan raid jika tim pendeteksi tidak memantau alat pengukurnya dalam waktu lama.


Alvin dan tim raid nya tempo hari sebenarnya bukanlah satu-satunya korban dari kesalahan pengukuran energi sihir gerbang. Ada banyak hunter lain yang tewas karena kesalahan yang sebenarnya sangat fatal namun di abaikan itu.


Semua hal itu dan semua yang terjadi di Kota S sebenarnya hanyalah hasil keserakahan dari sebuah keluarga, yang ingin memonopoli seluruh hasil raid dalam genggaman mereka.


Mereka adalah keluarga yang kini sedang mencoba membangun Kota S sebagai sebuah negara mandiri dengan sistem monarki. Keluarga Lewis.


.........


“Ngomong-ngomong, kau tidak perlu menunggu ku,” ucap Alvin sembari melangkah menuju pintu.


"Kau ingin berkeliling kota?”


Alvin menatap layar hitam transparan di hadapannya.


Saat masih melakukan quest harian tadi, ia tiba-tiba mendapatkan sebuah quest utama baru dari Rimi.


...•••●●●•••...


...Main Quest...


...Open a new job (Go up to Lv. 50)...

__ADS_1


...• Stage 1 : Help Raymond and his team finish the raid...


...• Stage 2 : Kill The Assassin...


...••••••••••...


...Reward :...


...1. Extra Experience Point...


...2. New Job Gate...


...3. Hidden Reward...


...•••●●●•••...


Alvin menatap Vina kembali, “Ya. Aku ingin menghafal jalan di sekitar sini. Kita mungkin akan tinggal di daerah sini cukup lama.”


Vina mendengus pelan, “Tentu saja kita harus tinggal di sini selama sedikitnya 1 tahun. Kita sudah menyewa bungalow ini senilai 80.000 dollar untuk satu tahun, kan?"


Alvin terdiam saat mengingatnya.


“K-kau benar…”


'Itu bukan uang yang sedikit.'


......................


Ia juga sengaja memilih tempat itu karena menurut Sistem, orang yang ia cari akan melewati tempat tersebut.


Alvin sebenarnya agak kaget saat melihat bagian pertama quest yang mengatakan bahwa ia harus membantu Raymond dan timnya untuk menyelesaikan sebuah raid.


Ia sendiri hampir lupa dengan hunter yang pernah di tolongnya itu, namun Rimi sepertinya telah menyimpan datanya.


“Sistem. Apakah Rimi sebenarnya bisa memata-matai seseorang?”


[“Kau akan tahu suatu saat nanti.”]


“Apa itu sebuah rahasia?”


[“…”]


Saat Alvin masih ingin bertanya lagi pada Sistem, ia akhirnya mendengar suara obrolan dari beberapa orang. Dia juga bisa merasakan aura energi Mana dari mereka.


Bukan hanya aura energi Mana nya saja, Alvin bahkan merasa akrab dengan suara salah seorang di antara mereka. Ia pun menoleh pada rombongan itu dan benar saja, orang yang sudah ia kenal berada di antara mereka.


......................

__ADS_1


“H-hei bro…, apa itu benar kau?” Tanya Raymond Wildan, sembari menyipitkan kedua matanya menatap Alvin yang sedang berdiri perlahan dan berjalan menghampirinya.


“Kita bertemu lagi,” sahut Alvin, sembari membuka tudung kepala jaket olahraganya.


“Y-ya…, Tapi, apa yang sedang kau lakukan di Kota T?” Tanya Raymond lagi.


Alvin tidak langsung menjawabnya. Ia melirik pada 6 hunter yang berdiri di samping kiri dan kanan Raymond, yang sedang berbisik-bisik di antara mereka.


Mereka sedang membicarakan mengenai kabar tentang Alvin yang kini menjadi buronan Asosiasi Kota S. Namun demikian, tidak ada ekspresi bermusuhan dari mereka.


“Aku sebenarnya sedang mencari tim untuk melakukan raid atau penjarahan ilegal. Kau tahu kan aku sekarang diboikot oleh Asosiasi Kota S? Aku saat ini seorang hunter pengangguran.” ucap Alvin, yang ingin mengarahkan pembicaraan mereka langsung pada tujuan yang ia miliki.


Raymond agak terkejut namun ia menganggukkan pelan kepalanya beberapa kali.


Menjadi hunter yang masuk dalam daftar penjahat dan di buru oleh Asosiasi bukan sebuah hal yang aneh bagi para hunter berperingkat rendah seperti mereka yang biasanya sering melakukan penjarahan kristal sihir atau pun raid secara ilegal di dalam sebuah Dungeon.


Raymond dan beberapa rekannya juga sering masuk dalam daftar buruan itu hingga mereka berulang kali harus membayar uang pembebasan pada hunter dari Asosiasi Kota S yang ingin menangkap mereka.


Tapi, kasus yang terjadi pada Alvin agak sedikit berbeda. Ia di tuduh sebagai orang yang telah menghancurkan pilar sihir dan melarikan diri dari Dungeon hingga semua rekannya yang tidak mengetahui bahwa pilar sihir telah ia hancurkan, tertinggal di dalamnya.


Namun, karena Asosiasi tidak memiliki bukti apa pun mengenai hal itu, warga Kota S sebenarnya tidak terlalu memercayai apa yang Asosiasi katakan melalui situs resminya. Apalagi, hunter yang mereka tuduh hanyalah seorang hunter peringkat rendah yang juga tidak pernah melakukan peningkatan experience point sama sekali.


Artinya, hunter itu hampir bisa dikatakan hanya sedikit lebih kuat dibandingkan seorang manusia biasa.


"Bagaimana menurutmu? Bukankah kalian saat ini sedang ingin melakukan penjarahan kristal sihir di dalam Dungeon?" tanya Alvin saat melihat Raymond masih belum menanggapi ucapannya tadi.


Mendapatkan pertanyaan langsung seperti itu membuat Raymond yang pernah diselamatkan olehnya menjadi sedikit merasa serba salah.


Raymond kemudian menoleh dan menatap pada 6 rekannya.


Mereka saat ini memang kebetulan ingin pergi ke sebuah gerbang Dungeon yang belum terpantau Asosiasi Kota T untuk melakukan penjarahan kristal sihir.


“Bagaimana menurut kalian? Apa kalian setuju jika dia ikut bergabung bersama kita?”


Alvin melihat tatapan dan senyuman dari keenam hunter itu, yang sejak tadi sebenarnya sedang berbisik-bisik berharap Alvin yang sudah jadi target buronan Asosiasi Kota S akan bergabung bersama mereka mulai sekarang, karena mereka sendiri sebenarnya sangat kekurangan orang.


“Tentu!”


“Selamat bergabung, bro!”


Ucap mereka yang kemudian maju menghampri Alvin dan menjabat tangannya secara bergantian.


Berbeda dengan keenam rekannya, Raymond malah memaksakan senyumnya saat berjabat tangan dengan Alvin.


Ia memiliki sedikit perasaan tidak nyaman saat Alvin bergabung bersama mereka, karena di antara mereka semua, hanya ia sendiri yang tahu bahwa Alvin lah yang telah menutup gerbang Dungeon tempat mereka melakukan penambangan kristal sihir dulu.


Dia juga tahu Alvin telah membuat beberapa hunter terbunuh demi menyelamatkan dirinya dari kepungan monster serigala.

__ADS_1


Selain itu, Raymond juga memiliki kecurigaan yang sama dengan Asosiasi bahwa Alvin telah menghancurkan pilar sihir sebelum ia keluar dari Dungeon dengan meninggalkan rekan-rekannya sendiri di dalamnya.


......................


__ADS_2