Hunter System

Hunter System
Bab 148 - Laboratorium Di Bawah Dasar Laut


__ADS_3

Tidak ada tanggapan dari Mina ataupun Rimi atas pertanyaan Alvin.


Mina malah meminta Alvin untuk lekas pergi dari tempat itu menuju Kepulauan Seribu, mengejar 1 hunter pengacau dari wilayah Selatan yang masih tersisa.


Tapi, Alvin masih diam di tempat itu, mendengarkan pembicaraan para hunter yang sedang kebingungan dengan situasi yang sedang terjadi. Tepatnya, ia sedang mendengar Tanker itu berbicara, berusaha mengingat dimana ia pernah mendengar suaranya.


'Aku ingat!'


["Sudahlah. Ayo kita pergi saja."]


'Tinggu dulu. Bukankah suaranya mirip dengan suara Bimi?'


Alvin akhirnya mengingat Sistem Tutorialnya. Walaupun suara Sistem itu bercampur dengan suara mekanik, ia yakin bahwa suara mereka memiliki nada dasar yang sama persis.



Alvin mengernyitkan kening, merasa heran dengan reaksi kedua Sistemnya.


'Ada apa dengan kalian? Kalian tahu kan kalau aku bisa mendatanginya kapan saja?'


["Lebih cepat lebih baik."]


Alvin menghela nafas panjang, hingga membuat Kevin Jung yang berada di dekatnya langsung menoleh, menatap ke arahnya dengan curiga.


Kevin memang tidak bisa melihat wujud dan aura keberadaannya karena ghost skill yang Alvin gunakan, namun ia bisa mendengar suara helaan nafas Alvin dengan pendengarannya yang sangat tajam.


.........


"Siapa di situ?"


Bukan hanya Kevin. Walaupun ia mendengarkannya dengan samar, Gina juga bisa mendengar suara helaan nafas tersebut. Ia juga menatap ke arah di mana Alvin berada.


"Anna? Apa itu kau?"


Kini, semua hunter yang berada di tempat itu ikut memerhatikan kemana arah tatapan Kevin dan Gina, lalu menatap juga ke arah yang sama.


Tidak mendengar jawaban apa pun, Gina berbicara kembali.


"Tuan hunter..., siapa pun Anda, kami cuma ingin mengucapkan terima kasih karena Anda telah membantu kami."


["Tidak usah ditanggapi. Ayo pergi saja."]


Alvin masih diam agak lama di tempat itu. Ia masih menatap Tanker yang ia rasa memiliki suara yang sangat mirip dengan suara Bimi.


Baru setelah mendengar Mina dan Rimi marah, ia akhirnya pergi dari tempat itu.


...****************...


Alvin menyeberangi lautan menuju Kepulauan Seribu dengan menggunakan airbender. Ia terbang melayang sekitar 30 menit sebelum akhirnya tiba di salah satu pulau di mana ia melihat keberadaan hunter yang sedang dicarinya berada di pulau tersebut.


Tanpa ingin membuang banyak waktu, Alvin langsung pergi menuju lokasi keberadaan hunter tersebut dan sedikit heran saat melihat jalan menuju lokasi keberadaan hunter itu adalah sebuah gerbang sihir seukuran sebuah pintu rumah.


'Dungeon? Apa ini bekas Dungeon yang pilar sihirnya tidak dihancurkan?'


["Ku rasa bukan. Makhluk mitos memang bisa membuat gerbang sesuka mereka."]

__ADS_1


'Jadi dia benar-benar menjadi bawahan makhluk mitos...'


Alvin masuk ke dalam gerbang dan bertambah heran lagi saat melihat keadaan di dalamnya.


Tempat di balik gerbang itu tidak seperti sebuah Dungeon. Itu adalah sebuah ruang bawah tanah dengan banyak peralatan canggih yang belum pernah dilihatnya.


Ada banyak monitor pengawas yang terhubung dengan satelit juga di tempat itu.


["Pantas saja tidak ada yang tahu tempat persembunyian mereka. Ternyata mereka memiliki tempat persembunyian yang terhubung dengan ruang bawah tanah di bawah dasar laut."]


'Ini di dasar laut?'


["Tepatnya di bawah dasar laut. Coba dekati komputer itu. Aku akan menyelidiki perangkat-perangkat mereka."]


Alvin menuruti permintaan Mina. Ia mendekati salah satu layar sentuh dan Mina pun mengambil alih kedua tangannya untuk melihat sistem jaringan pada perangkat itu.


["Astaga. Jadi disini laboratorium para makhluk kloningnya."]


'Lich-lich itu?'


["Ya. Lich-lich itu adalah bagian dari makhluk kloning. Berikan aku waktu sebentar."]


'Baiklah.'


Sementara Mina mengotak-atik komputer, Alvin menatap pada sebuah pintu, di mana hunter yang sedang ia cari berada di baliknya.


Ia ingin segera pergi ke sana tapi Mina memintanya untuk jangan pergi dulu dari tempatnya berada.


["Sudah kukatakan beri aku waktu sebentar. Ini sangat penting. Mereka memang sudah memproduksi puluhan juta makhluk kloning. Tapi aku harus menghentikan sistem produksi otomatis mereka sampai di sini dan..."]


["Mengganggu saja."]


Beberapa orang masuk dari gerbang yang tadi Alvin lalui untuk tiba di ruangan tersebut.


Mereka tampak terkejut saat monitor di dalam ruangan itu menunjukkan seperti ada yang sedang mengoperasikannya.


Tapi, mereka tidak sempat berbuat apa-apa karena Mina sudah menggunakan salah satu tangan Alvin untuk membunuh mereka lalu melanjutkan pekerjaannya lagi.


'Mereka cuma hunter-hunter peringkat C.'


["Mereka ilmuwan yang mengoperasikan perangkat ini. Mereka harus mati."]


'...'


.........


Alvin terkagum-kagum melihat bagaimana jemari di kedua tangannya bisa bergerak dengan sangat cepat saat Mina menggunakannya.


Ia juga melihat perubahan cepat yang tampak di monitor.


Mina sedang menghancurkan sistem pembuatan makhluk kloning otomatis yang akan berkontribusi dalam kehancuran Bumi di masa depan.


'Luar biasa. Ternyata pekerjaan mereka bisa dihancurkan secepat ini oleh Sistem komputer dari masa depan.'


Mina menghentikan gerakan jemari Alvin yang sedang ia gunakan saat mendengar ucapan tersebut.

__ADS_1


'Sudah selesai?'


["...Belum. Tunggu sebentar."]


Mina menggerakan jemari-jemari itu lagi.


"Nah, dia datang sendiri menuju kematian," ucap Alvin saat merasakan gerakan dari hunter yang sedang diburunya itu sedang mendekat ke arah pintu.


Baru saja Alvin selesai berbicara, hunter itu sudah muncul dari balik pintu.


Alvin menoleh pada hunter itu dan terkejut setelah melihat langsung wajah hunter yang sedang dalam buruannya itu.


"Paman Chris?!" seru Alvin yang tidak bisa menutupi rasa terkejutnya.


Chris Maxwell, yang di Kota C dikenal sebagai Chris Meyers, juga terkejut saat mendengar sebuah suara tanpa wujud.


Ia lebih kaget lagi saat melihat ada 6 mayat ilmuwan yang sudah tergeletak di lantai tak bernyawa.


Chris menyadari ada seorang penyusup di dalam laboratorium rahasia itu. Ia pun masuk kembali ke dalam ruangannya, lalu mengunci pintu baja ruangannya untuk bersembunyi di sana.


Bertepatan dengan terkuncinya pintu itu, Mina sudah menyelesaikan pekerjaannya.


["Selesai. Ayo bunuh dia."]


Alvin langsung pergi menuju pintu tempat Chris berada. Pintu baja tebal itu langsung terlepas begitu saja setelah ia menendangnya.


"Tsk... Mau lari ya?" ucap Alvin sembari berjalan menyeberangi ruangan menuju pintu baja lain yang berada di seberang pintu yang baru dilaluinya. Chris telah pergi ke ruangan lain.


Tapi, Alvin langsung menghentikan langkah kakinya saat merasakan aura dari energi sihir yang sudah tidak asing lagi baginya, yang baru saja muncul di ruangan yang baru ia tinggalkan.


Alvin berbalik, menatap ke arah sosok yang baru saja muncul itu dengan menyeringai lebar.


.........


Mengabaikan Chris, Alvin menyerang makhluk bertubuh gelap itu.


Ia menendangnya dengan sangat keras hingga makhluk yang tidak bisa merasakan keberadaannya itu terpental jauh menghantam sebuah pintu dan menghancurkannya.


Alvin menyusulnya masuk ke dalam ruangan tempat makhluk tersebut terpental. Ia kemudian menangkap lehernya lalu menghempaskannya dengan sangat keras ke lantai lorong, di mana mereka kini berada.


Bammmmm!!!


Alvin menonaktifkan ghost skill, menangkap leher nakhluk berkepala plontos itu lagi, lalu mendekatkan wajah mereka.


"Kau tertangkap, brengsek!"


Kedua mata makhluk itu melebar ketika ia mengenali siapa penyerangnya.


"Kau?!"


Bammmm!!!


Alvin membantingnya lagi.


"Aku akan menyiksamu seperti kau menyiksaku sebelum aku membunuhmu!" umpat Alvin yang kemudian menyeringai jahat lagi sebelum ia menginjak-injak wajah makhluk itu.

__ADS_1


__ADS_2