Hunter System

Hunter System
Bab 39 - Diawasi Oleh Asosiasi Kota T


__ADS_3

"Apa kau tidak melihat ada pergerakan apa pun darinya selain melakukan raid di gerbang-gerbang tersembunyi?"


"Tidak ada tuan. Dia hanya pergi ke gerbang tersembunyi dan kembali ke gudang sewaannya setelah itu. Kesehariannya juga hanya diisi dengan berolahraga jogging di sekitar tempat tinggal atau gudang penyimpanannya." Sahut Jack yang kini sedang memberikan laporan mingguannya pada Lex Brown, ketua Asosiasi Hunter Kota T.


Lex mengangguk-angguk pelan sembari mengusap-usap janggut putih panjangnya.


Selain jogging, mereka tahu kegiatan yang Alvin lakukan bukanlah sebuah kegiatan normal. Saat Jack pertama kali melihat Alvin bisa membuka sebuah gerbang saja, dia benar-benar sangat terkejut, demikian juga dengan ketua Asosiasi setelah mendengar dan melihat video yang Jack rekam dengan ponselnya.


Namun, mereka tidak ingin mengganggu kegiatan Alvin. Selain karena Alvin tidak melakukan raid ilegal karena gerbang-gerbang itu bukanlah gerbang yang sudah terdata oleh Asosiasi juga di beli oleh sebuah guild, mereka juga berpikir bahwa ada hal berbahaya dari hunter asing itu.


Bagaimana mungkin ada hunter yang bisa membuka sebuah gerbang?


Dari situ saja mereka tahu bahwa Alvin tidak normal layaknya hunter profesional lainnya. Karena itulah mereka lebih memilih untuk memerhatikannya terlebih dahulu.


Awalnya, mereka berpikir bahwa Alvin mungkin saja salah satu monster penyebab kemunculan gerbang Dungeon. Namun, setelah mereka menyelidiki masa lalunya, mereka menemukan bahwa dia dulunya merupakan manusia normal yang juga mendapatkan kebangkitan sebagai seorang hunter sama seperti mereka.


Mereka juga tahu bahwa ia banyak mendapatkan penganiayaan dari putra bungsu keluarga Lewis dan tahu bahwa Alvin cukup mengalami penderitaan selama bertahun-tahun karenanya.


Jika dia monster, dia pasti akan menghabisi keluarga Lewis pada saat itu. Mana mungkin dia akan tahan dirundung selama 5 tahun, kan?


.........


"Apa kau memiliki laporan lain?" tanya Lex lagi.


"Ya, tuan. Guild Flames bertanya pada kita apakah mungkin untuk memberikan izin raid pada Alvin Rufino di Kota T?"


"Apa? Buat apa mereka menanyakan itu?"


"Mereka kekurangan seorang Healer untuk melakukan raid di Dungeon peringkat B yang telah mereka beli."


Lex mengerutkan alisnya. Ia merasa apa yang diinginkan guild Flames itu sangat aneh. Bagaimana mungkin mereka mengajak hunter peringkat F ke sebuah Dungeon peringkat B.


"Apa yang mereka pikirkan? Untuk apa mereka mengajak Healer peringkat F ke Dungeon peringkat B? Apa mereka berani bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada hunter itu?"


Lex mempertanyakan hal itu bukan karena ia khawatir pada Alvin. Ia tahu ada yang Alvin sembunyikan. Ia dan Jack menebak bahwa Alvin mungkin saja menyembunyikan kekuatannya, hingga mereka tidak perlu mengkhawatirkan guild Flames akan mencelakainya.


Dari hasil penyelidikan, mereka tahu bahwa Alvin mulai mencurigakan semenjak ia keluar dari kecelakaan Dungeon yang menewaskan 11 hunter Asosiasi dan 5 hunter sewaan.


Mereka juga curiga ada sesuatu yang terjadi pada Miranda dan 20 rekannya saat Alvin menjadi satu-satunya hunter yang lolos dari Dungeon peringkat B beberapa waktu lalu.


Tidak mungkin Miranda Lewis meloloskan orang yang mereka curigai sebagai penganiaya Brondy. Alvin pasti melakukan sesuatu padanya.


Yang membuat Lex heran adalah tujuan dari guild Flames mengajak hunter peringkat F untuk melakukan raid di Dungeon peringkat B. Itu saja.


"Apa kau bisa menebak apa alasan mereka?" tanya Lex pada Jack.


Jack mengangguk pelan.


"Saya sepertinya tahu, tuan."


"Apa itu alasan buruk?"


"Ya. Saya yakin itu hal buruk."

__ADS_1


"Kalau begitu tolak saja. Katakan bahwa Asosiasi kita juga belum mengizinkan hunter Rufino untuk melakukan raid di Kota T."


"Tuan. Bagaimana kalau kita mengizinkannya saja?"


Lex mengerutkan keningnya. "Apa kau memiliki sebuah rencana?"


"Berikan izin asalkan ada satu hunter dari Asosiasi yang mengawasinya. Bukankah ini kesempatan untuk mengawasinya dari dekat?"


Lex tertawa.


"Kau benar. Tapi, siapa yang akan pergi bersamanya?"


"Izinkan saya yang pergi, tuan."


Lex mengangguk kecil berkali-kali.


"Kau atur seperti yang kau katakan. Tapi, jika hunter Rufino menolak, jangan pernah paksa dia."


"Saya mengerti."


......................


Alvin masih jogging kala itu, saat ia mendengar panggilan masuk di ponselnya.


Melihat siapa yang menghubunginya, Alvin tersenyum tipis.


"Jack Paul..."


Namun, karena Jack sepertinya hanya ingin mengamati kegiatannya saja, Alvin pun tidak mau menyergapnya. Ia tahu bahwa hal yang Jack lakukan hanyalah tugas dari Asosiasi. Mengawasi kegiatan seorang hunter.


Selama mereka tidak mengganggunya, Alvin juga berpikir untuk tidak mencari masalah pada mereka.


.........


"Ya, tuan Paul?"


《"Tsk... Sudah kukatakan berulang kali, panggil aku Jack saja dan tolong jangan berbicara formal lagi padaku."》


"Ah..., ya... Jack."


《"Nah, begitu terdengar lebih bersahabat, kan?"》Jack kemudian tertawa.


"Apa ada sesuatu yang kau perlukan dari ku?"


《"Ya. Begini..., apakah kau tidak masalah jika mengikuti raid bersama guild Flames?"》


"Apa?"


《"Guild Flames meminta izin pada Asosiasi untuk membawa mu sebagai hunter sewaan. Mereka kekurangan hunter dengan job Healer untuk melakukan raid di sebuah Dungeon peringkat B. Bagaimana menurut mu?"》


Alvin diam beberapa saat. Sama seperti yang Lex pikirkan, ia juga memikirkan hal yang sama. Sangat aneh membawa hunter peringkat F ke Dungeon peringkat tinggi.


"Apakah itu suatu keharusan? Apakah aku tidak boleh menolaknya?"

__ADS_1


《"Keharusan? Tidak... Tidak... Tidak ada yang seperti itu. Kau bisa menolaknya jika tidak ingin melakukannya. Justru karena itulah aku menanyakan kesanggupan mu."》


Alvin menghela nafas lega. Ia senang saat tahu Asosiasi Kota T tidak suka memaksa seperti Asosiasi Kota S.


"Kalau begitu..."


["Kau tidak ingin melihat-lihat sebuah guild besar melakukan raid di Dungeon peringkat tinggi?"] Sistem berbicara tepat saat Alvin ingin menolak tawaran itu.


'Apa itu penting?'


["Tidak juga. Tapi kau bisa tahu sebarapa besar kemajuanmu saat melihat mereka."]


'Begitu...'


《"Alvin? Apa kau masih di sana?"》


"Ya..., maaf. Kalau begitu..., kapan jadwal raid nya?"


《"Apa kau akan menerimanya?"》


"Ya. Ini kesempatan, kan? Aku ingin belajar bagaimana sebuah guild besar melakukan raid di Dungeon peringkat tinggi."


Mendengar itu, Jack tersenyum kaku.


'Apa dia sedang bercanda? Bukannya dia pernah lolos dari Dungeon peringkat B saat Miranda dan rekan-rekannya terkubur di sana?'


《"Baiklah. Aku akan mengirimkan kontraknya melalui e-mail, juga jadwal dan lokasinya."》


"Baik. Terima kasih..."


......................


Alvin baru saja menutup panggilan saat seorang wanita yang sudah ia kenal tiba-tiba berada di hadapannya.


"Bagaimana bisa dia tiba-tiba ada di sini? Apa dia ingin membicarakan langsung mengenai raid yang akan guildnya lakukan bersama ku?" pikir Alvin, saat melihat Ivory Cruz sudah berada di hadapannya.


Wanita bertubuh montok yang tampak sedang berlari sore itu sebenarnya juga terlihat agak terkejut saat bertemu dengan Alvin di sana.


"Anda..., tuan Rufino, kan?"


"Y-ya. Senang bertemu dengan Anda nona Cruz," sahut Alvin agak tergagap.


["Kemana arah tatapan mata mu?"]


'Apa?'


["Apa dia tipe wanita yang kau suka? Kau suka wanita berdada besar?"]


'...'


["Tsk... Kau mesum."]


'Kau sembarangan!'

__ADS_1


__ADS_2