
Setelah mengirimkan balasan pesan janji bertemu pada Jack, Alvin membuka kembali quest yang Rimi berikan padanya.
Ini adalah kesepuluh kalinya ia membuka jendela quest itu hanya dalam satu hari ini saja.
...•••●●●•••...
...Main Quest...
...Complete 5 Job Training...
...••••••••••...
...Activation conditions : Level 61...
...••••••••••...
...Reward :...
...1. Hidden Reward...
...2. Unlock all active and passive job skills belonging to level 61...
...•••●●●•••...
Alvin berulang-ulang menatap quest dari hadiah kenaikan level nya, terutama pada hadiah kedua yang akan ia dapatkan jika berhasil menyelesaikan quest itu.
'Membuka skill aktif dan pasif semua job level 61.'
Setelah itu, Alvin membuka lagi semua skill dari semua job nya yang kesemua skill aktif dan pasif level 61 nya masih terkunci.
'Kalau aku menyelesaikan quest ini sebelum pergi ke Dungeon peringkat A itu, apa aku akan banyak membantu mereka?'
Pikiran mengenai akan munculnya Dungeon peringkat A itu sangat mengganggunya dalam dua hari belakangan ini.
Menurut peta yang ia miliki, gerbang Dungeon peringkat A itu akan muncul dalam 3 hari kedepan di Kota T, sedangkan ia saat ini masih berada di level 62. Belum ada perubahan sama sekali semenjak terakhir kali ia mengalahkan golem raksasa di Dungeon peringkat B milik guild Flames.
"Padahal aku sudah melakukan raid di 9 Dungeon lain setelah keluar dari Dungeon peringkat B itu," pikir Alvin, sambil menatap ke arah luar jendela SUV yang sedang ia tumpangi.
Dungeon peringkat D dan E memang tidak terlalu memberikan banyak experience point pada peringkatnya saat ini. Tapi, hanya dua jenis bakal gerbang Dungeon itu saja yang tersedia di Kota T. Jadi dia tidak bisa mengeluh tentang hal itu.
'Atau mungkin ada bakal gerbang peringkat C dan B yang terlewat olehku?'
Karena pemikiran itu, Alvin akhirnya membuka kembali peta bakal gerbang Dungeon dan melihat semua peta lebih cermat lagi. Sayangnya, memang hanya dua jenis Dungeon itu saja yang banyak bertebaran di dalam petanya.
Ada beberapa Dungeon peringkat C dan B. Tapi, semuanya berwarna merah. Itu artinya gerbang itu sudah tampak di Bumi dan tentu saja sudah ada guild yang telah membeli hak raidnya.
Ia memang sempat berpikir untuk bergabung dalam raid dari guild-guild tersebut. Jika meminta bantuan pada Jack untuk memasukkannya ke dalam raid guild, ada kemungkinan permintaannya akan disetujui.
Masalahnya, guild-guild itu pasti akan mengalami kerugian besar jika ia mengambil inti Mana dari semua mayat monster.
Dari cerita Ivory, guild Flames bahkan mengalami kerugian hampir setengah dari biaya yang mereka keluarkan untuk membeli hak raid Dungeon peringkat B yang semua inti Mana nya telah Alvin ambil. Nominal kerugian itu tidaklah kecil.
.........
"Bro. Apa ada yang mengganggu pikiranmu?"
"Ya?"
"Wajahmu tampak sangat keras."
__ADS_1
"Hah?"
Raymond meraih kaca spion di dekat kepalanya dan mengarahkannya ke wajah Alvin.
Alvin agak terkejut saat melihat ekspresi wajahnya di dalam cermin itu.
Melihat ekspresi terkejut Alvin, Raymond pun tertawa.
"Lihat, kau saja kaget, kan?"
Alvin memaksakan sebuah senyuman dan itu malah terlihat aneh hingga membuat Raymond tertawa semakin keras.
"Apa kau ada masalah? Apa itu tentang gudang kita yang sudah tidak dapat menampung mayat monster lagi?"
Alvin mendecak.
"Aku malah hampir lupa kalau ada masalah itu juga."
Mencari gudang yang jauh lebih besar adalah masalah lain yang harus ia pecahkan secepat mungkin, karena kecepatannya dalam melakukan raid jauh lebih tinggi dibandingkan kecepatan Sistem dalam mengolah mayat-mayat monsternya.
"Apa di kota ini ada perusahaan yang menyewakan gudang untuk komoditi hasil raid?" tanya Alvin pada Raymond yang sedang mengemudikan SUV mereka.
Alvin ingat, di Kota S ada perusahaan yang bergerak khusus di bidang itu. Mereka menyewakan gudang untuk guild-guild besar yang ingin menyimpan mayat-mayat monster sendiri tanpa mengirimkannya ke Pusat Pengolahan.
"Ada perusahaan keuangan terbesar di Kota T ini yang juga bergerak di bidang itu. Apa kau mau coba pergi ke sana?"
"Perusahaan keuangan? Kenapa mereka menyewakan gudang juga?"
"Yah..., perusahaan ZC itu bahkan memonopoli hampir semua sektor bisnis di kota ini. Mereka benar-benar perusahaan ultra kaya. Cabang bisnisnya bahkan sampai keluar negeri."
"Begitu... Bisakah kita kesana sekarang?"
"Ok, bos!"
......................
Gedung perkantoran ZC Group itu benar-benar sangat tinggi dan memiliki desain yang sangat megah.
Melihat bangunan megah dihadapannya itu, Alvin yang awalnya sangat percaya diri dengan tabungan yang sekarang dimilikinya, hampir kehilangan kepercayaan dirinya itu ketika mereka baru tiba di depan gedung ZC Group.
"Kuharap suatu saat nanti kita akan memiliki kantor sebesar ini," ucap Raymond, mengagetkan Alvin dari lamunanya.
"Haha..."
.........
Seorang asisten manager pemasaran langsung menyambut Alvin dan Raymond dengan sangat ramah.
Wanita muda itu bahkan tidak memerdulikan penampilan kedua hunter yang sangat dekil tersebut. Ia bisa menebak, mereka pasti baru kembali dari melakukan raid.
Perusahaan ZC Group sudah memberikan training pada semua pegawai yang bergerak di bidang pemasaran untuk dapat mengenali yang mana hunter dan yang mana pebisnis konvensional.
Mereka dilarang sama sekali untuk meremehkan seorang hunter hanya dari penampilannya saja, karena sangat jarang ada hunter 'baru' yang berani masuk ke ZC Group untuk membeli sesuatu disana. Semua hunter di Kota T tahu bahwa apa yang ZC Group tawarkan adalah produk berkelas. Jadi, tidak akan ada hunter dengan kantong tipis berani masuk kesana, termasuk dua pria berpenampilan gembel dihadapannya itu.
.........
Wanita muda itu kemudian menunjukkan semua jenis gudang yang mereka miliki, mulai dari yang biasa sampai dengan yang premium.
Yang membuat Alvin terkejut adalah saat ia melihat beberapa gudang yang ternyata berada di dalam gerbang Dungeon.
__ADS_1
"Tunggu. Apa ini gerbang Dungeon?"
"Benar, tuan Rufino."
"Kenapa perusahaan Anda menyewakan Dungeon sebagai gudang? Bukankah akan sangat berbahaya?"
"Y-ya?" wanita muda itu tampak bingung dengan pertanyaan Alvin.
Melihat kebingungan Alvin, Raymond langsung berbicara pelan padanya, "Bro. Ini Dungeon yang semua monsternya sudah dihabisi. Hanya pilar sihir yang tersisa di dalam Dungeon itu."
Alvin mengerutkan kening dan diam beberapa saat sambil masih bertatapan dengan Raymond.
"Ah..., begitu...," gumam Alvin setelah ia akhirnya menyadari bahwa gerbang Dungeon sebenarnya tidak akan pernah tertutup jika pilar sihir yang biasanya berada di dekat area bos berada tidak dihancurkan.
'Benar juga, kenapa aku tidak pernah terpikir sampai kesana?'
["Karena itulah perusahaan ini bisa kaya raya. Mereka melihat peluang yang orang bodoh tidak pikirkan."]
'Terima kasih.'
["Huh?"]
.........
"Tapi, apakah gudang dalam bentuk Dungeon ini benar-benar aman?" tanya Alvin lagi.
"Ini sangat aman, tuan. Anda bisa melihat disini," sahut wanita itu sambil mengganti tampilan di layar laptop nya.
Di situ Alvin dapat melihat daftar gerbang dan nama guild-guild yang menjamin keamanan gudang tersebut. Kebanyakan dari mereka adalah guild-guild besar yang sebelumnya melakukan raid di Dungeon itu lalu menyewakan Dungeon, dengan perantara ZC Group, setelah 'membersihkan' semua isinya.
Alvin kemudian melihat dan mempelajari tentang semua hal yang ada di dalam layar laptop, yang selama ini tidak disadarinya.
Perusahaan-perusahaan di Kota S tidak menyewakan sebuah Dungeon sebagai gudang dan Alvin baru tahu jika bisnis semacam itu banyak dilakukan di kota-kota lain bahkan juga di negara lain.
["Bisnis ini agak merepotkan. Yang pertama, kau harus memiliki nama yang kuat untuk melakukan bisnis ini. Nama besar dan kuat bisa menjamin para penyewa agar tidak khawatir kehilangan asset yang mereka simpan di dalamnya,"]
["Kedua, kau harus mencari gerbang yang berada diluar wilayah perkotaan. Kau tidak mungkin membiarkan gerbang sihir yang berada di area pemukiman penduduk tetap terbuka,"]
["Ketiga, kau harus memiliki banyak hunter sewaan untuk menjaga gerbang gudang itu."]
'Bagaimana kau bisa tahu semua itu? Apa kau pergi berjalan-jalan saat aku tidur?'
["Kau lupa darimana aku berasal?"]
'Maaf.'
["Hei, ada apa denganmu? Kenapa kau tampak jinak dua hari belakangan ini?"]
'Tidak apa-apa. Tapi, terima kasih atas penjelasanmu. Aku sangat tertarik dengan bisnis penyewaan Dungeon ini.'
["... Terserah."]
.........
"Apa Anda tertarik untuk menyewa gudang dari gerbang Dungeon atau dari sebuah bangunan, tuan Rufino?"
Alvin mengusap-usap dagunya sebentar, lalu memilih gudang premium yang merupakan sebuah bangunan berlantai 6 yang kebetulan juga berada tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.
"I-ini pilihan yang bagus, tuan," ucap wanita itu agak tergagap saat ia melihat pilihan yang Alvin buat.
__ADS_1
Itu adalah gudang sekaligus kantor yang berada di kawasan elit dengan harga sewa per tahunnya senilai 10.000.000 dollar.
Tidak sembarang hunter kaya yang sanggup menyewa gedung di kawasan elit tersebut.