Hunter System

Hunter System
Bab 228 - Menghilangnya Calon Pengantin


__ADS_3

Setelah menyelesaikan tugas dan membalas perbuatan dewa Roa padanya, Alvin pergi mengikuti Mina untuk kembali ke desa.


Keduanya melakukan perjalanan darat dengan tidak terburu-buru, menyusuri tepi aliran sungai yang mengalir menuju desa, di dalam hutan belantara yang menjadi batas antara desa Korda dan desa lain.


Dalam perjalanan itu Alvin tidak membahas lagi tentang bagaimana cara agar ia bisa kembali ke Bumi, walaupun ia sebenarnya khawatir dengan bagaimana caranya agar ia bisa menjalani kehidupan di dunia pengasingan tanpa merepotkan Mina.


Dia masih tidak tahu bagaimana cara untuk memiliki tempat tinggal dan makanan. Dua kebutuhan pokok itu tidak bisa didapatkannya selain melalui quest, sedangkan hanya warga resmilah yang diperbolehkan untuk mengambil sebuah quest.


'Andai berburu hewan liar dan menebang pepohonan ini diizinkan...'


Alvin akhirnya teringat dengan bagaimana jika ia hidup di Bumi. Ia tidak akan mengalami kesulitan apa pun di sana. Baik dari segi harta, nama besar dan...


'Cyntia...'


Alvin mau tak mau teringat kembali pada wanita yang sangat dicintainya.


Sigh...


...****************...


Pagi hari yang penuh kebahagiaan di kastil keluarga Maxwell akhirnya tiba.


Semua penghuni kastil yang sejak kemarin disibukkan dengan persiapan pernikahan pewaris bisnis Maximus Group telah berkumpul di taman alami luas yang berada di area belakang kastil.


Para tamu undangan yang berasal dari kalangan menengah ke bawah juga telah hadir lebih awal dari jadwal pembacaan sumpah nikah yang masih akan dilakukan 3 jam ke depan.


Sedangkan para undangan yang berasal dari kalangan atas baru menghadiri acara 1 jam sebelum pembacaan sumpah nikah terlaksana.


Tidak seperti keluarga Maxwell dan para tamu undangan yang tampak bersukacita dan bersemangat untuk menyaksikan sumpah pernikahan, pihak keluarga Rufino justru terlihat sangat sibuk keluar masuk kastil khusus pria di mana calon pengantin pria harusnya berada.


Tanpa keluarga Maxwell dan para undangan ketahui, salah satu calon pengantin sebenarnya telah menghilang.


Thomas dan Raymond adalah orang yang paling pertama tahu tentang menghilangnya Alvin.


Karena Alvin tak kunjung datang ke ruang rias yang disediakan di lantai satu, Vina meminta keduanya untuk pergi ke lantai tiga kastil untuk menjemput sang calon pengantin pria itu.


Perasaan khawatir mulai menghampiri kedua orang itu saat berkali-kali mengetuk pintu kamar Alvin namun tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar.


Merasa ada yang tidak beres, keduanya pun memutuskan untuk mendobrak pintu kamar yang terkunci dan betapa terkejutnya mereka saat tidak menemukan keberadaan Alvin di sana.


......................


"Dia tidak mungkin melarikan diri. Tenanglah, jangan terlalu khawatir," ucap Jack yang baru saja tiba di kamar Alvin bersama Vina.

__ADS_1


Ia berusaha menenangkan Vina yang tampak kalut dengan menghilangnya adik satu-satunya itu, tepat setengah jam sebelum pernikahannya.


"Acaranya akan berlangsung dalam 30 menit lagi. Bagaimana mungkin aku tidak khawatir?"


Vina kemudian menyerahkan bayi yang sejak tadi tertidur di dekapannya pada Jack.


Ia kemudian memeriksa lemari pakaian Alvin dan menemukan 3 jaket yang biasa adiknya kenakan berada di sana.


Jaket-jaket itu bahkan tampak belum pernah dipakai setelah dicuci bersih.


Ia juga menemukan ponsel Alvin ada di bawah ranjang dan hal itu sangat aneh baginya.


"Ponselnya ada di bawah ranjang?" Vina mengambil ponsel tersebut lalu menunjukkannya pada Thomas dan Raymond. "Ini juga tidak aktif. Apa dia pergi ke planet asing?"


"Tapi..., dia tidak mungkin meninggalkan ponselnya, kan? Dia juga selalu keluar dengan mengenakan jaket," ucap Vina lagi, sembari menatap Jack, Raymond dan Thomas.


Raymond mengangguk. "Dia juga tidak mungkin pergi tanpa membawaku," sahut Raymond.


......................


Sementara itu di taman bunga keluarga Maxwell, di tempat duduk para tamu undangan, tampak seorang gadis remaja yang datang dengan ditemani seorang pria bertubuh kekar.


Sejak awal kedatangan mereka, si gadis remaja sudah menjadi pusat perhatian hampir semua orang karena dia amat sangat terkenal dengan kebengisannya dalam membantai beberapa hunter dan malaikat tersesat yang ingin mengacaukan dunia.


.........


Sebagai seorang hunter yang memiliki kekuatan jauh di atas para hunter berperingkat, Miyuki memiliki pendengaran yang sangat tajam hingga ia bisa mendengar suara sekecil apa pun dalam jarak beberapa kilometer jika sedang mengonsentrasikan panca indranya.


Miyuki sebenarnya datang hanya untuk memberikan ucapan selamat pada Alvin dan keluarga Rufino saja setelah Rimi, yang saat itu sedang dalam wujud avatar hunter, datang dan mengundangnya.


Namun, saat hampir tidak ada orang-orang dari pihak keluarga Rufino menunjukkan batang hidung mereka, ia mulai sedikit curiga jika ada hal yang tak diinginkan sedang terjadi.


Terutama ketika ia melihat Marco Rufino yang gelisah saat berusaha menghubungi orang-orang dari keluarganya, namun panggilan teleponnya terlihat tidak digubris.


Karena itulah Miyuki menajamkan pendengarannya, berusaha mengetahui jika ada hal buruk terjadi.


Pertengkaran antar calon pengantin yang akan membatalkan pernikahan mungkin?


Ia akhirnya mendengar pembicaraan beberapa orang yang berada sekitar beberapa puluh meter dari taman. Orang-orang yang sedang kebingungan mencari kemana menghilangnya calon pengantin pria.


"Tunggu di sini sebentar," ucap Miyuki pada Bimo dengan setengah berbisik.


"Ya? Kau mau kemana?"

__ADS_1


"Ada yang harus kuurus sebentar. Tolong jaga kursiku."


"Baiklah."


Setelah berpamitan pada Bimo, dengan gerakan pelan dan senyap, Miyuki pergi meninggalkan taman menuju kastil khusus pria.


Beberapa penjaga gerbang kastil awalnya mencegat dan melarangnya untuk masuk, namun setelah mereka mengenali siapa Miyuki, para penjaga itu gemetar ketakutan dan pada akhirnya memberikan jalan untuknya.


Miyuki kemudian menaiki tangga berputar yang akan membawanya ke lantai 3 tempat ia menangkap obrolan Vina, Jack, Raymond dan Thomas.


Tapi, saat ia sedang berjalan cepat menyusuri tangga, ia akhirnya berpapasan dengan keempat orang tersebut.


"Bisa antarkan saya ke kamarnya?" pinta Miyuki pada Vina tanpa berbasa-basi.


"Ya?"


"Adik Anda menghilang, kan?"


"Dari mana Anda tahu? Dan..., siapa..."


"Saya akan mengantar Anda, nona Nakano," sahut Thomas, memotong kalimat Vina.


Vina mungkin tidak mengenal Miyuki. Namun Thomas, yang beberapa bulan lalu melakukan transaksi pemesanan helikopter pengangkut kristal sihir pada perusahaan 9 AM, tentu mengenalnya.


Selain itu wajah Miyuki sudah di kenal seluruh hunter dunia. Tidak ada hunter yang tidak mengenal Miyuki, Anna dan Alvin di dunia ini.


.........


Sesampainya di kamar Alvin, Miyuki memeriksa seluruh ruangan, mencari jika ada jejak energi sihir yang tertinggal di sana yang tidak berasal dari Alvin.


Sayangnya ia tidak bisa menemukan jejak energi sihir milik siapa pun selain milik Alvin.


'Apa dia memang jenis pria yang suka melarikan diri saat acara pernikahannya akan segera berlangsung?'


["Apa yang terjadi?"]


"Astaga!" seru Miyuki, terkejut dengan suara yang tiba-tiba saja muncul di dalam kepalanya.


Dengan mengabaikan ekspresi bingung Thomas yang ikut terkejut akibat jeritan tertahannya, Miyuki berbicara pada Anna yang baru saja berbicara padanya melalui telepati.


'Calon pengantin pria menghilang.'


["...Itu buruk."]

__ADS_1


'Padahal si wanita tampak sangat mencintainya.'


"Mereka sama-sama saling mencintai. Aneh kan kalau dia pergi tepat di hari pernikahan?" ucap Anna yang tiba-tiba sudah berada di dalam kamar tersebut.


__ADS_2