
"Kau sudah lama menunggu, bro?" ucap Thomas Newel, yang langsung duduk di kursi di seberang tempat duduk Alvin, begitu ia tiba di kafe tempat mereka janjian.
Ia kemudian mengambil 2 kotak karton uang elektronik dari dalam ranselnya, meletakkan di atas meja, lalu mendorongnya pada Alvin.
Alvin dengan cepat menarik kedua kotak itu, lalu membukanya.
"Semua perlengkapan raid yang kau titipkan pada ku sangat luar biasa. Aku bahkan berhasil menjual semuanya hanya dalam dua hari!" ucap Thomas dengan penuh semangat.
"Dua hari? Kau serius?"
"Tentu saja. Harga barang-barang itu lebih murah 10% dari harga jual pasar. Kualitasnya juga lebih bagus dibandingkan yang dijual di pasaran. Hunter mana yang tidak tertarik?" sahut Thomas dengan wajah berseri.
Alvin mengangguk-angguk pelan sembari menatap kembali pada uang elektronik di dalam kotak karton kecil dihadapannya.
Glup...
'Gila! Ini benar-benar 15.000.000 dollar, kan?'
["Kau harus berterimakasih pada ku. Jika bukan aku yang menempanya, semua benda itu mungkin hanya akan bernilai 1.500.000 dollar saja."]
"Y-ya... T-terima kasih..."
"Oh, kau tidak perlu berterimakasih padaku. Akulah yang harusnya berterimakasih padamu, bro." Sahut Thomas, mengira Alvin sedang berbicara padanya.
"Ap... Ah y-ya..."
"Bro. Apa kau masih memiliki barang-barang itu lagi?"
"Barang?"
"Ya. Set armor dan senjata. Entah siapa yang menempa semua barang itu untukmu tapi kualitasnya benar-benar sangat bagus. Semua yang membelinya dariku telah memberikan ulasan bagus dan rating tertinggi. Lihatlah."
Thomas kemudian menunjukkan situs toko onlinenya pada Alvin. Di sana, Alvin dapat melihat ulasan-ulasan baik tentang semua perlengkapan raid yang Thomas jual yang berasal darinya.
["Tsk..., itu belum seberapa,"] ucap Sistem setelah ikut membaca ulasan-ulasannya juga. Seandainya ia memiliki wujud, Alvin pasti dapat melihat pipi Sistem yang merona.
'Kau yakin bisa membuat lebih baik dari yang tempo hari?'
["Kau belum tahu saja kemampuan ku. Naikkan level mu dan lihat apa saja yang dapat ku lakukan."]
'Benarkah?'
["Jangan gunakan kata itu padaku. Kau ingin mengakali ku, kan? Jangan coba-coba membodohiku. Ingat, aku bisa menggunakan poison skill padamu!"]
'...'
.........
__ADS_1
"Jadi bagaimana? Apa kau masih memiliki perlengkapan raid untuk dijual?"
Alvin tersenyum canggung. Ia sudah tidak memilikinya. Seandainya Sistem sudah mengolah dan menempa semua mayat monster dari Dungeon quest nya, ia tentu akan memiliki banyak set armor dan senjata yang Thomas minta.
"Aku belum memilikinya untuk saat ini," sahut Alvin.
"B-benarkah..."
Alvin dapat melihat sedikit kekecewaan dari wajah Thomas.
["Katakan padanya kalau kau akan menyediakannya dalam 3 hari lagi."]
'Benarkah?! Kau serius?!'
["Tsk... Tidak usah terlalu senang. Lihat bagaimana aku akan membuatmu kaya sebelum kau mati."]
'...Hei... Bisakah kau jangan mengatakan kalimat sebelum kau mati itu lagi?'
.........
Alvin kemudian menatap Thomas dengan wajah serius.
"Beri aku waktu 3 hari. Penempaku akan menyelesaikan beberapa perlengkapan raid dalam 3 hari ini."
"Benarkah?! Kau serius?!" Ucap Thomas. Aura semangatnya kembali terlihat.
["Astaga. Bahkan kata-katanya sama persis dengan kata-kata mu."]
......................
Tapi, yang pertama kali dipikirkannya adalah mendirikan sebuah perusahaan penjual perlengkapan raid.
Ia sudah meminta Thomas untuk menjadi manager pemasaran di perusahaan yang akan ia dirikan dan Thomas menyambut ajakan kerjasama itu dengan sangat senang.
Dengan adanya Thomas, Alvin kini hanya harus mencari seseorang untuk menjadi CEO perusahaan dan tentunya para pekerja yang nantinya akan memindahkan semua hasil raid dari Dungeon ke gudang penyimpanan.
Ia sendiri akan menjadi orang yang menyediakan bahan mentah dengan melakukan raid di Dungeon. Tentu saja, Sistem adalah mesin pembuat produk yang akan perusahaannya jual.
Alvin kemudian menyewa sebuah gudang tua di area yang berada tidak jauh dari lokasi tempat tinggalnya, untuk dijadikan kantor sekalian juga sebagai tempat untuk menampung mayat-mayat monster yang tidak diizinkan Sistem untuk dimasukkan kedalam inventory.
Sistem bersedia membuat produk-produk perusahaan, namun tidak bersedia jika inventory sistem digunakan untuk menyimpan hasil raid berlevel rendah yang tidak Alvin perlukan untuk ia pakai sendiri.
Sebagai para pekerja, Alvin akhirnya menghubungi Raymond dan keenam rekannya. Ia mengajak mereka bekerjasama sebagai tim pengangkut mayat monster dan penambang kristal sihir.
Raymond awalnya tidak terlalu berharap banyak karena ia tahu bahwa mencari gerbang yang baru muncul itu sangat sukar. Asosiasi yang memiliki satelit khusus untuk mendeteksi kemunculan gerbang, biasanya akan menemukan lokasi gerbang dengan cepat.
Asosiasi hanya bisa meloloskan sebuah gerbang yang baru muncul jika kebetulan ada banyak gerbang bermunculan dalam 1 hari yang sama atau gerbang itu berada di tempat terpencil seperti hutan, lembah, pegunungan atau di laut. Jika itu di kota, Asosiasi pasti akan langsung mengetahuinya. Bukan hanya dari satelit, namun juga dari laporan warga.
__ADS_1
Raymond yang awalnya tidak terlalu berharap, terkejut saat Alvin menyodorkan dokumen kontrak kerjasama padanya.
"K-kau serius?! Kau akan membayarku sebanyak 2.000.000 dollar dalam setahun?" ucap Raymond dengan mata terbelalak setelah ia membaca isi dokumennya.
"Ya. Aku juga akan membayar keenam rekanmu sebanyak 1.000.000 dollar per orang."
"Ap..."
"Ini setengah dari pembayarannya," ucap Alvin, sembari mendorong kotak karton kecil yang berisi uang elektronik.
"Di situ ada 4.000.000 dollar, itu adalah pembayaran setengah dari nilai kontrak yang tertera. Jika kau setuju, kau panggil saja mereka. CEO kita akan menyiapkan dokumen-dokumennya." Ucap Alvin seraya menoleh pada wanita yang duduk di sebelahnya.
Raymond menatap wanita cantik itu sambil menunduk kecil berkali-kali.
Vina yang entah bagaimana diminta untuk menjadi CEO hanya diam menatap Raymond dengan senyum canggung diwajahnya.
"P-pekerjaan kami hanya menambang kristal sihir dan mengangkut mayat monster? Kau yakin?"
"Ya. Apa ada masalah?"
"T-tidak... Tidak... Hanya saja untuk 2.000.000 dollar dengan pekerjaan seperti itu..., bayaran itu sangatlah besar."
Alvin tersenyum mendengarnya. Raymond masih belum menyadari sebanyak apa Dungeon yang nantinya akan mereka masuki.
Tapi, Alvin memilih Raymond juga bukan tanpa alasan. Sama seperti saat ia menilai Thomas dan Jack, Alvin tahu bahwa Raymond adalah orang yang ulet dalam bekerja dan juga jujur, walaupun pekerjaan yang dilakukannya dinilai ilegal oleh Asosiasi dan Pemerintah. Jadi, ia akan sangat senang jika bisa merekrutnya dan untungnya Raymond setuju untuk bekerjasama.
......................
"Alvin, bukankah kita harus mengurus izin terlebih dahulu ke pihak Asosiasi dan Pemerintah jika ingin membuka perusahaan yang bergerak di bidang komoditi hasil Dungeon?" tanya Vina, sesaat setelah Raymond pergi meninggalkan ruangan CEO di gudang yang Alvin sewa.
"Ya. Kenalanku akan membantumu mengurusnya?"
"Apa?! T-tunggu. Membantuku? Aku yang akan berurusan?"
"Tentu saja. Kau CEO nya, kan?"
Vina menghela nafas panjang sembari menghempas pelan tubuhnya di sandaran kursi.
"Ini terlalu mengejutkan...," ucap Vina pelan.
"Nikmati saja. Ayo kembali ke Kota S setelah bisnis kita berhasil. Kita harus membuat posisi kita sejajar dengan keluarga Lewis jika kita tidak ingin diganggu lagi seperti mereka tidak berani mengganggu keluarga Maxwell."
Vina akhirnya mengangguk pelan. Ia juga tidak menyukai keluarga itu karena telah membuat adiknya kesusahan selama 5 tahun belakangan ini. Ia juga baru mengetahuinya setelah Alvin bercerita baru-baru ini.
"Baiklah." Ucap Vina, yang kemudian menyodorkan tangannya pada Alvin untuk berjabat tangan.
"Tapi...," Vina kembali berbicara saat ia penasaran akan hal yang sangat penting dari perusahaan yang mereka dirikan, "Siapa yang akan menyediakan bahan mentah untuk diproduksi menjadi perlengkapan raid nya?"
__ADS_1
"..."
...****************...