Hunter System

Hunter System
Bab 157 - Pertemuan Dengan Dewi Ann


__ADS_3

Bukan hanya Alvin yang terdiam karena kehadiran wanita cantik itu. Tiga makhluk yang sangat bernafsu untuk membunuhnya pun sudah menghentikan serangan mereka dan terdiam, terbelalak melihat kehadiran sosok yang sangat terkenal di dunia para dewa sebagai dewa perang legendaris.


Mereka bahkan menarik semua pasukan monster untuk mundur menjauh agar terhindar dari bahaya yang akan bisa wanita itu timbulkan jika mereka sampai berani bersinggungan dengannya.


"Kenapa dia ada di sini?" bisik salah satu makhluk pada kedua rekannya. Seingatnya, wanita itu masih berada di dunia para dewa karena mereka masih bertemu dengannya di depan portal beberapa waktu lalu.


Namun, kedua rekannya, yang memiliki kemampuan di bawah makhluk itu, tidak menjawab. Tubuh dan kedua mata merah mereka gemetar, ekspresi putus asa nampak jelas di wajah mereka.


......................


"Bagaimana kau bisa membaca pikiranku?" tanya Alvin pada wanita itu.


Dewi Ann tersenyum sebelum menjawabnya, "Karena aku mendengarnya."


'Alasan macam apa itu?'


Melihat kebingungan di wajah Alvin, dewi Ann kembali tersenyum. Senyumannya sangat anggun, membuat Alvin sampai tergoda untuk menggunakan skill melihat poin kesukaan padanya, namun ia lupa jika skill itu tidak bisa digunakan karena Rimi telah kehilangan fungsi.



'Ya. Aku lupa.'



Alvin memfokuskan indranya untuk merasakan keberadaan gerbang sihir. Ia hampir bersorak riang saat merasakan adanya gerbang sihir yang baru muncul, mengabaikan kalimat akhir Rimi.


Alvin melirik pada wanita cantik itu lagi.


'Aku sampai lupa kalau mereka tadi sedang membuat Dungeon gara-gara wanita ini.'


["Karena kecantikannya? Ingat, kau sudah memiliki wanita impian."]


'Kau gila? Mana mungkin aku memikirkan hal itu di saat seperti ini?'


["Kau memikirkannya."]


'...'


Alvin menatap dewi Ann dengan penuh selidik.


Hal yang sama dewi Ann lakukan juga padanya. Ia memicingkan kedua matanya menatap Alvin sembari menyeringai aneh.


"Aku baru sadar," ucapnya, sembari melayang mendekati Alvin, yang sedang memulihkan tulang lengannya yang remuk, secara diam-diam.


["Wanita ini sangat berbahaya."]


Glup...

__ADS_1


'Aku tahu...,' sahut Alvin yang juga menyadari apa yang baru saja wanita itu lakukan walaupun ia tidak melepaskan tatapannya sama sekali dari wanita cantik itu.


Barusan, saat wanita itu menurunkan telapak tangannya, seluruh monster yang berada di darat tertekan masuk ke dalam tanah.


Tubuh-tubuh monster yang tidak terlalu kuat menahan airbender milik wanita itu langsung remuk seketika itu juga.


Hal yang sama juga terjadi pada ketiga malaikat yang sebelumnya bisa menyatukan tubuh kembali setelah Alvin memenggal mereka.


"D-dewi Ann... Apa yang Anda lakukan?! Jika Anda mrmbunuh kami... Dewan pengawas para dewa akan menghukum..."


Belum sempat salah satu malaikat menyelesaikan kalimatnya, suaranya tiba-tiba saja menghilang.


Tubuh mereka remuk dan menggumpal menjadi satu saat dewi Ann mengatupkan salah satu telapak tangannya, sembari terus memicingkan mata menatap Alvin tanpa memfokuskan diri pada semua monster dan ketiga malaikat tersebut.


Tidak ada suara apapun selama proses pembantaian itu seakan Dungeon tempat mereka berada saat ini adalah sebuah ruang hampa udara yang tidak bisa mengantarkan suara atau kesemua monster itu sedang berada di dalam ruang kedap suara yang tak terlihat.


Tidak ada suara tulang patah, juga tidak ada suara teriakan kesakitan dari mereka.


Semua monster dan ketiga malaikat itu mati dalam penderitaan tanpa bisa merintih dan bereaksi sama sekali.


'Gila! Bagaimana bisa dia meremukkan tubuh semua monster hingga menjadi debu tanpa terlihat berkonsentrasi pada mereka sama sekali?'


["Jika kau ingin menyerang, aktifkan Hunter Equipment dan serang dia dengan skill terbaikmu sebelum dia menyerangmu."]


'Haruskah kulakukan?'


'...'


"Jangan mencoba untuk menyerangku. Sudah kukatakan bahwa aku bukan musuhmu," ucap wanita itu lagi.


Glup...


'Dia benar-benar bisa membaca pikiranku.'


"Bukan cuma kau. Aku bahkan mendengar percakapanmu bersama makhluk asing bersuara aneh itu, juga roh wanita bersuara anak kecil itu."


Alvin terdiam. Mulutnya terbuka lebar.


Hal yang sama juga terjadi pada Mina dan Rimi yang benar-benar sangat terkejut karena wanita itu bisa mengetahui keberadaan mereka.


"Siapa kau sebenarnya?" tanya wanita itu.


"A-apa maksudmu?" Alvin bertanya balik dengan perasaan gugup. Tubuhnya kini tidak bisa bergerak, terbelenggu oleh airbender wanita itu.


Alvin yakin bahwa dirinya sudah sangat-sangat kuat. Ia bahkan tidak yakin ada hunter atau monster yang bisa mengalahkannya dengan mudah.


Hal itu juga diyakininya saat berhadapan dengan ketiga malaikat tadi. Walaupun mereka bisa menyatukan tubuh mereka kembali, namun Alvin yakin bahwa ia tinggal mencari cara saja untuk membunuh mereka semua.

__ADS_1


Tapi, tidak dengan wanita di hadapannya. Hanya dengan memanipulasi udara di sekitar mereka tanpa menggunakan sihir sama sekali, wanita itu bisa membuatnya benar-benar tidak bergerak.


Sebagai hunter yang sudah sangat kuat dan berpengalaman, Alvin tentu mengenal orang kuat lain juga.


"Aku tidak bertanya padamu. Aku bertanya pada gadis kecil yang berada di dalam tubuhmu," ucap wanita itu.


Tidak ada tatapan mengancam darinya. Yang Alvin lihat hanya tatapan heran penuh selidik.


Wanita itu juga tidak berbicara dengan nada mengancam, walaupun nada bicaranya sangat tegas.


.........


Sementara Alvin dan Mina masih kebingungan, sosok pria tampan muncul di sebelah wanita itu lalu berbicara padanya dengan sikap hormat, menggunakan bahasa yang tidak Alvin, Mina dan Rimi mengerti.


Wanita itu tiba-tiba tersenyum cerah setelah sepertinya baru saja mendapatkan informasi menyenangkan dari pria berambut pirang.


Ia kembali menatap Alvin dan tersenyum.


"Sayang sekali aku tidak memiliki banyak waktu."


Alvin hendak menghindari tangan wanita itu saat ia mengangangkat salah satu tangan, hendak memegang pundaknya.


"Jangan khawatir. Aku cuma mau melihat ingatan gadis kecil yang berada di dalam tubuhmu."


Dewi Ann menatap Alvin, tersenyum lembut padanya, lalu memegang pundak pria itu dengan sangat-sangat lembut.


Kreeetaaaakkk...


'F**k! Bukankah dia bilang tidak ingin menyakiti?'


Saat tangannya menyentuh pundak Alvin, seluruh tulang yang berada di bawah telapak tangan itu hancur. Untungnya Alvin memiliki Hunter Armor yang tak terlihat. Jika tidak, daging dan kulitnya pasti akan meleleh saat terkena sentuhan lembut wanita itu.


.........


Ekspresi wajah dewi Ann tiba-tiba berubah saat ia membaca ingatan masa lalu Mina. Ia tampak terkejut selama beberapa saat, lalu ekspresinya berubah sedih setelahnya.


Ia kemudian menoleh, menatap malaikat tampan yang berada di belakangnya dengan mulut sedikit terbuka sebelum akhirnya berbicara pada malaikat itu dengan nada suara terdengar sedih.


Ekspresi datar malaikat itu langsung berubah seketika dewi Ann berbicara padanya. Kedua bola mata jernihnya juga bergerak-gerak seakan baru saja menerima informasi yang sangat mengejutkan.


Dewi Ann menatap kembali pada Alvin, pada kedalaman kedua matanya.


Mina, yang berada di dalam tubuh Alvin, tersentak saat menyadari bahwa wanita itu kini sedang menatap langsung padanya, yang berada di dalam alam bawah sadar Alvin.


"Kau sudah bekerja keras. Kali ini kau tidak akan berjuang seorang diri lagi," ucap dewi Ann pada Mina.


Suaranya itu hanya ditujukannya pada Mina dan tidak bisa di dengar baik oleh Alvin, Rimi, maupun malaikat keluarga dewa Arnix yang ada di belakangnya.

__ADS_1


.........


__ADS_2