
Alvin hampir berhasil menangkap hunter yang dikejarnya sebelum sosok yang memiliki aura membunuh mengerikan tiba-tiba muncul dan menghadang jalannya.
Tidak seperti saat berhadapan dengan Beelzebub dan malaikat tertinggi dari pusaran ungu, kali ini Alvin lebih berhati-hati pada makhluk yang baru saja menghadangnya.
Walau demikian, Alvin tak lantas bersikap awas berlebih juga pada makhluk yang melayang rendah di atas tanah, di hadapannya itu, karena ia hanya merasa aura membunuh tanpa bisa merasakan energi Mana pada si penghalang itu.
Perhatiannya terfokus pada Reno Paul yang tadi dikejarnya dan tiba-tiba berhenti setelah kedatangan makhluk berjubah panjang hitam bermata merah itu.
"Kalau kau tiba-tiba berhenti, berarti kau adalah sekutu yang mengundang para monster datang ke Bumi," ucap Alvin, setelah mendecak kesal pada saudara kandung Jack Paul, kakak iparnya.
Makhluk bertudung hitam dengan topeng yang menutupi seluruh wajahnya itu berbicara pada Reno dengan bahasa yang tidak bisa Alvin mengerti.
Tapi, dari gelagat Reno yang langsung kabur di bawa oleh dua malaikat yang datang bersama makhluk berjubah hitam panjang itu, Alvin bisa menebak apa yang mungkin makhluk itu sampaikan.
Tebakan Alvin memang benar. Makhluk bertopeng itu meminta Reno untuk bersembunyi. Karena jika Reno tewas, maka gerbang cincin hitam yang terikat pada sihir pemanggilnya juga akan runtuh.
......................
Seperti yang pernah Li Wen Xia lakukan pada The Destroyer, Shiva dan Lawrence, makhluk dari pusaran ungu juga merekrut Reno Paul sebagai budak mereka.
Reno yang memiliki kebencian mendalam pada Alvin setelah dihajar habis-habisan dan mendapatkan pemecatan dari ZC group, bersedia bekerjasama dengan para malaikat dari pusaran ungu untuk memanggil mereka ke Bumi.
.........
"Jadi begitu cara kalian untuk bisa datang ke sini, ya..."
Makhluk bertopeng masih diam melayang di hadapan Alvin.
Sebagai dewa perang yang berasal dari pusaran ungu, yang sudah dewi Ann musnahkan, dewa Zei Bazlar datang ke Bumi dengan penuh kebencian dan niat yang sangat kejam.
Dewa Zei tidak bermaksud untuk langsung memusnahkan pusaran putih di mana Bumi berada. Dia ingin menyiksa dan menjadikan makhluk Bumi sebagai budaknya terlebih dahulu sebelum membalaskan dendamnya pada dewi Ann dan memusnahkan pusaran putih.
Tapi, sebagai sosok dewa yang bisa merasakan energi Mana Alvin walaupun sudah disembunyikannya dengan ghost skill, dewa Zei tidak pernah membayangkan jika ada makhluk ciptaan sekuat Alvin di Bumi.
"Dewan pengawas Ra tidak pernah menceritakan mengenai makhluk ini padaku. Apa dia ini tidak sehebat kekuatan yang dimilikinya?" pikir dewa Zei yang sudah bisa mengukur sejauh mana kekuatan lawan.
Belum lagi, ia juga bisa merasakan energi sihir besar yang bukan berasal dari para monster dari pusaran coklat yang dibawanya, di sisi lain gerbang cincin.
'Banyak sekali makhluk ciptaan kuat di sini.'
.........
Tap...
Dewa Zei menangkap pisau kecil yang Alvin lemparkan dengan sangat cepat ke wajahnya yang ditutupi topeng.
Serangan yang Alvin lakukan untuk menguji sehebat apa lawan yang akan dihadapinya itu, membuat dewa perang yang memiliki kedudukan mulia di dunia para dewa itu geram karena Alvin sudah berani mengganggu waktu yang ia ambil untuk berpikir.
"Kau lancang!" umpat dewa Zei. "Akan ada waktu untuk bermain-main dan kau malah menggangguku?!"
'Nah, ternyata dia bisa berbicara dengan bahasa manusia.'
"Kau bodoh. Kau pikir kau siapa sampai aku tidak boleh mengganggumu?" sahut Alvin.
Dewa Zei melemparkan kembali pisau kecil di tangannya pada Alvin.
.........
Tidak seperti saat Alvin menggunakannya, pisau itu beranak menjadi ribuan saat dewa Zei yang menggunakannya.
__ADS_1
Pisau itu juga tidak dilemparkan dengan energi sihir biasa seperti yang Alvin lakukan. Energi sihir besar terkandung dalam tiap-tiap pisau yang sedang melesat menghujani Alvin.
Alvin membuat gerbang skill tepat di depan tubuhnya.
Selain untuk melindungi dari serangan lawan, tentu saja untuk mengembalikan serangan tersebut pada lawan.
Wushhh... Wushhh... Wushhh...
Ribuan pisau yang sudah masuk ke dalam gerbang biru terlontar kembali menuju dewa Zei.
Biasanya, return gate yang bisa mengembalikan serangan berkali lipat pasti akan langsung menghabisi penyerang dengan serangan balik yang jauh lebih mematikan
Tapi berbeda untuk kali ini.
Dewa Zei mengepakkan jubahnya, membuka salah satu sisi jubah yang kemudian menelan seluruh pisau yang hampir mendarat di tubuhnya.
Wussssshhhh...
Alvin melompat mundur.
Melihat bagaimana lawan yang sama sekali tidak bisa ia rasakan energi Mananya itu berhasil 'menelan' serangan balik dari return gate, ia tahu jika lawan yang dihadapinya ini sudah pasti sangatlah kuat.
'Apa dia ini dewan pengawas Ra yang Anna beritahu pada kita?'
["Tanya saja."]
'...'
["Selamat berjuang."]
'Hah? Cuma itu?'
["Kau sudah jauh lebih kuat dibandingkan diriku. Lawan yang kau hadapi juga jauh lebih kuat dibandingkan lawan yang pernah kuhadapi."]
["Ku serahkan semuanya padamu. Kaulah tokoh utamanya sekarang."]
Baaaaaaaaaammmmm...!!!
Ledakan besar dari energi sihir yang dewa Zei lontarkan menghancurkan sebagian besar hutan di mana mereka berada.
Jika bukan karena kecepatan yang sudah berada di luar kemampuan mata manusia untuk mengikuti, Alvin sudah pasti telah menjadi korban ledakan sihir itu.
Alvin hendak membalas serangan, namun serangan susulan sudah ditembakkan dewa Zei lagi padanya.
Mendapat serangan bertubi-tubi, Alvin hanya bisa melesat kesana kemari untuk menghindari serangan-serangan itu.
Tapi, pelariannya pun berakhir setelah melihat ratusan hunter sedang melayang-layang di hadapan dewa Zei.
Sigh...
"Makhluk sekuat dia masih menggunakan sandera?"
Namun, apa yang Alvin pikirkan sama sekali berbeda dengan kenyataan yang dilihatnya.
Ia mengira jika lawan akan menggunakan ratusan hunter itu sebagai tameng agar dirinya tidak bisa membalas serangan.
Pada kenyataannya, dewa Zei malah 'menghilangkan' hunter-hunter itu dari hadapan mereka.
Sebuah kain raksasa tiba-tiba saja muncul di atas ratusan hunter dan menelan mereka semua dalam satu kali sapuan.
__ADS_1
Alvin : "..."
"Mereka kupindahkan ke pusaran coklat. Mereka akan menjadi budakku nanti," ucap dewa Zei, langsung menjawab rasa penasaran Alvin.
"Apa kau dewan pengawas Ra?" tanya Alvin sembari mengumpulkan energi Mana di kedua kaki dan tangannya secara diam-diam.
Alvin masih belum tahu jika dewa Zei sebenarnya bisa merasakan energi Mana miliknya yang seharusnya sudah dihilangkan ghost skill.
"Kau tidak perlu tahu," sahut dewa Zei.
["Dia bukan dewan pengawas Ra. Dewan pengawas Ra bisa kau temui di planet monster. Tunggulah sampai waktunya tiba."]
'Suara ini? Anna?'
["Ya."]
'Bagaimana kau bisa berada di dalam tubuhku?'
["Aku tidak... Ini telepati."]
'...Be-begi...'
Baaaammmmmmmmm!!!
Dewa Zei melancarkan serangannya lagi, memanfaatkan lawan yang tampaknya sedang tidak berkonsentrasi penuh padanya.
Ia merasa terhina karena itu.
Alvin menghindar dengan sangat cepat. Kali ini, dia bergerak bukan cuma sekedar menghindar. Ia langsung menyerang balik dewa Zei yang kebetulan baru saja turun dari ketinggian dan sedang terbang rendah di atas tanah.
Dengan kecepatannya, Alvin sudah tiba di hadapan dewa Zei hanya dalam waktu 0.01 detik.
Alvin mengarahkan pasak besinya ke tengah dada dewa itu, bersama dengan energi Mana besar yang sejak tadi dikerahkannya pada pasak besi sementara mereka diam saling berhadapan.
Sratttttt...
Pasak besi berhasil mengenai target. Namun, target yang dikenainya itu hanyalah kain hitam yang dewa Zei kenakan, sementara dirinya pindah ke belakang Alvin dan menyerang balik dengan sebuah pedang hitam.
Wushhhh...
Alvin lenyap dari hadapan dewa Zei. Ia berputar dengan gerakan yang sangat cepat dan muncul juga di belakang dewa Zei untuk menyerang balik.
.........
Kali ini, Alvin meningkatkan kecepatannya lagi dan bergerak jauh lebih cepat dari yang sebelumnya ia lakukan.
Ia tiba di belakang dewa Zei bahkan sebelum ayunan tangan dewa Zei mencapai tempatnya tadi berada dan berhasil sedikit menggores punggung dewa Zei dengan pasak besinya.
Sratttt...
Dewa Zei terdorong jauh.
Walaupun serangan itu cuma menyerempet jubahnya saja, namun energi sihir dari serangan membuatnya harus terlontar jauh.
Alvin tentu langsung mengejarnya untuk menyerang lagi.
Tapi, ia segera pindah dari jalur serangan saat kegelapan tiba-tiba menutupi seluruh area dimana mereka berada.
Alvin berusaha pergi sejauh mungkin dari kegelapan yang menutupi langit.
__ADS_1
Selain karena bayangan gelap itu, ia juga berasakan energi sihir besar yang berasal dari kegelapan itu.
Namun, walaupun sudah berusaha menjauhi bayangan tersebut, tetap saja ia tidak bisa lepas dan menghindarinya.