Hunter System

Hunter System
Bab 145 - Makhluk Mitos


__ADS_3

Sementara itu, Alvin yang masih berada di dalam kepulan debu tebal, langsung menutup lubang penghubung antara Dungeon dan Kota C setelah Mina memberitahu kedua lawannya akan segera berubah wujud.


Lubang yang awalnya tidak memiliki dinding pemisah itupun akhirnya terpisah kembali oleh sihir pelindung yang baru saja Alvin buat hingga hunter-hunter yang berada di luar sana tidak bisa lagi melihat keadaan yang sedang terjadi di dalam Dungeon, juga tidak akan menerima dampak dari kekuatan sihir yang berada di dalam Dungeon.


Setelah menutup lubang itu, Alvin menggunakan airbendernya untuk terbang meninggalkan daratan yang kembali bergetar hebat akibat aura sihir yang menyebar dengan sangat kuat karena proses perubahan wujud dua makhluk tersebut.


Daratan mulai terbelah, air yang sangat deras mulai bermunculan dari dalam retakan-retakan tanah.


Air yang datang semakin banyak dalam tiap detik itu akhirnya menenggelamkan hampir seluruh daratan hingga mereka kini seperti sedang berada di tengah lautan luas saja.


......................


Baru saja ia keluar dari kepulan debu, gelombang air yang membentuk sebuah tembok raksasa datang menerjang Alvin.


Gelombang besar yang dihasilkan dari naiknya air setelah salah satu makhluk mitos itu terjun kedalamnya, menyebar dan menyapu seluruh puncak bukit yang belum tenggelam oleh air yang datang entah dari mana.


Dengan memanipulasi udara di sekitarnya, Alvin terbang lebih tinggi lagi untuk mengindari tembok air yang datang dengan aura energi sihir yang sangat kuat.


Saat Alvin masih mendaki ketinggian untuk menghindari gelombang tsunami kedua, ia tiba-tiba menghentikan gerakannya saat menyadari ada sosok makhluk raksasa yang baru saja muncul di atas kepalanya.


Makhluk bertubuh singa dengan mulut menyerupai paruh burung elang itu terbang dengan kedua sayap raksasanya, tepat di atas Alvin.


Saat Alvin mendongak untuk melihat wujud makhluk tersebut, adalah saat yang bersamaan dengan makhluk itu membuka paruhnya dan menyemburkan nafas api yang keluar dari dalam tenggorokannya.


Woooshhhhhhhhh...


Api terus berkobar memenuhi udara, menelan Alvin yang tidak sempat lagi menghindarinya hingga ia tenggelam di dalam lautan api tersebut.


Api memenuhi udara, sementara air bah bagaikan lautan menggenangi daratan.


Api yang sangat panas membara itu bahkan menyerap dan menelan awan hitam yang sudah berhenti mengeluarkan petir semenjak makhluk yang lolos dari gerbang kematian Alvin tadi menghilang di balik gerbang raksasa yang juga ikut menghilang bersama kepergian makhluk itu.


.........


Setelah merasa cukup, makhluk bertubuh singa berparuh burung elang itu menghentikan serangan lalu terbang menjauh. Ia tahu, serangannya telah gagal.


Kedua mata merahnya menyipit, menatap Alvin yang masih terbang di tempatnya semula tanpa cidera sedikitpun.


Walau seluruh pakaian dan topengnya habis terbakar, namun Alvin sendiri tidak mengalami cidera sama sekali. Padahal, serangan berkekuatan sihir mengerikan itu akan bisa membakar dan menghancurkan sebuah kota dengan sangat mudahnya.


"Sudah kuduga, dia memang sangat kuat," gumam makhluk itu. Ia masih terus bergerak dan kini terbang menjauhi Alvin.


.........

__ADS_1


Setelah menerima serangan itu, Alvin membuka jendela statusnya untuk melihat health point yang tiba-tiba saja muncul dalam jendela status itu saat ia merasakan adanya kekuatan sihir dari serangan musuh yang sampai pada kulit tubuhnya.


"Jadi status health point akan muncul saat ada serangan yang bisa mencapai tubuhku?" tanya Alvin pada Mina sembari melihat health pointnya yang berkurang sebanyak 5% setelah menerima serangan mengerikan itu secara langsung.


["Kenapa kau tidak menghindarinya?"]


"Aku tidak merasakan bahaya dari serangan itu."


["Kau tidak memiliki pakaian lagi sekarang!"]


"Itu karena kau melarangku mengaktifkan wujud Hunter Equipment. Lagian, ada banyak set armor kan di dalam inventory. Aku akan meminjam satu set."


["..."]


"...Sudahlah. Aku cuma mau mengukur seberapa kuat pertahananku setelah berhasil melewati penyiksaan dalam quest selama satu bulan penuh."


["...Itu bukan penyiksaan. Makhluk hologram sedang melatihmu."]


"Melatih? Dia memenggal leherku setiap hari dan itu melatihku kau bilang?!"


["Bukankah kau sudah berhasil mengikuti apa yang dia ajarkan dan kau sudah sangat kuat sekarang?!"]


"Tapi bukan begitu cara melatih seseorang! Mana ada guru mengajari muridnya memenggal tubuh lawan dengan cara memenggal-menggal tubuh si murid secara langsung dan nyata?"


"Tapi setiap hari aku selalu dihantui perasaan kapan aku akhirnya akan mati! Dia memenggal leherku sebanyak 3 kali dalam sehari!"



"..." ["..."]


Alvin dan Mina terdiam.


Untuk pertama kalinya, mereka mendengar suara marah Rimi. Suara mekanik wanita muda itu menggelegar sangat nyaring di dalam kepala Alvin hingga Alvin merasakan sedikit sakit kepala.


Serangan suara itu bahkan lebih menyakitkan dibanding nafas api berkekuatan mengerikan yang baru saja ia terima.



"Y-ya..."


Alvin akhirnya membuka jendela inventory, mengambil sembarang set armor yang ada di sana hanya untuk menutupi tubuh 'polos'nya, sembari memerhatikan makhluk aneh yang sedang terbang di kejauhan.


Tubuhnya yang seperti gabungan dari beberapa hewan itu membuat Alvin teringat pada sosok makhluk mitos yang gambarnya terpampang di galeri situs Asosiasi Dunia.

__ADS_1


["Dugaanmu memang benar. Dia makhluk mitos, Ziz."]


"Jadi mereka itu benar-benar ada..."


["Mereka ada dan merekalah yang membuat Dungeon. Tapi, harusnya mereka baru bermunculan belasan tahun dari sekarang."]


Alvin menatap ke samudra luas di bawah, pada air yang lebih gelap dibandingkan warna air disekitarnya.


["Kalau yang di bawah itu Leviathan."]


"Kalau begitu..., wajahnya pasti sangat jelek, kan?"


["Jika yang kau bayangkan itu wajah dari gambar yang ada di situs Asosiasi Dunia, gambar itu memang sangat mirip dengan wujud asli mereka."]


"Darimana manusia bisa menebak wujud mereka? Apakah sudah ada yang pernah melihat wujud makhluk-makhluk mitos ini sebelumnya?"


["Ada satu makhluk mitos bernama Azazel yang sudah hidup sangat lama di Bumi dan berbaur dengan umat manusia. Dia adalah makhluk yang menyebarkan cerita tentang para makhluk mitos yang sebenarnya ada, dan dia juga yang menceritakan tentang rupa mereka,"]


["Di masa depan, Azazel akan muncul sebelum gerbang raksasa muncul di Bumi. Dia menceritakan bagaimana dirinya sebenarnya sudah memberitahu manusia sejak zaman dahulu akan adanya makhluk-makhluk mitos itu."]


"Dia seperti ingin mempermainkan manusia. Ngomong-ngomong, apa naga juga ada? Aku belum pernah mendengar ada tim raid dunia yang bertarung melawan naga."


["Jika yang kau maksud itu ular naga seperti yang diceritakan dalam legenda Tiongkok, mereka benar-benar nyata. Astareth, wanita yang pernah menghajarmu itu memiliki dua naga peliharaan."]


"Sial. Melawannya pasti akan sangat merepotkan."


Mina tertawa.


"Kenapa kau tertawa?"


["Sekarang, dia bukanlah lawanmu lagi."]


"Benarkah?!"


["Makhluk yang tadi melarikan diri itu bahkan sedikit lebih kuat darinya."]


"Makhluk itu, siapa namanya?"


["Beelzebub. Dia bukan yang paling kuat, tapi dia adalah sumber malapetaka."]



"Y-ya..."

__ADS_1


.........


__ADS_2