Hunter System

Hunter System
Bab 56 - 5 Pekerjaan Hunter (9)


__ADS_3

Alvin menyembuhkan Lex, Jack dan Ivory secara berurutan, setelah ia menyimpan belati milik bos Dungeon yang statusnya lebih tinggi dari belati milik Miranda Lewis.


Sedangkan hunter-hunter lainnya, ia menyeret mereka keluar gua dengan menggunakan jaring dan baru menyembuhkan semua hunter itu setelah mereka berada di mulut gua.


Terkecuali Joey dan Edmund. Alvin hanya menutup luka di perut Edmund dan membuang racun mereka saja tanpa menyembuhkan luka dalam yang mereka dapatkan dari bertarung dengan high orc di lokasi pertama.


"Hei... Kenapa kau tidak menyembuhkan kami seperti yang lain?!" umpat Joey, merasa kesal karena merasa luka dalamnya masih belum sembuh sama sekali.


Alvin mengabaikan ocehan itu. Ia malah tidak mau berbicara atau menatap Joey dan Edmund sama sekali seakan keduanya hanyalah benda mati yang tidak memiliki perasaan. Alvin malah langsung pergi dari hadapan kedua hunter itu untuk berbicara pada Lex Brown.


"Sudahlah. Anggap saja tuan Rufino masih kesal pada kalian karena kalian membuat masalah beberapa waktu lalu," ucap Ivory pelan, sembari mencari botol health potion dari dalam tas pinggangnya.


"Tapi..."


"Masih bagus tuan Rufino menutup luka luarmu dan menyembuhkanmu dari racun," Ivory kemudian menatap kedua hunter itu bergantian dan melanjutkan kalimatnya, "Anggap ini pelajaran bagi kalian. Lain kali jangan mencari masalah dengan hunter yang memiliki peringkat lebih rendah dari kalian. Kita tidak akan pernah tahu perkembangan seseorang kedepannya," ucap Ivory lagi. Ia kemudian memberikan 4 botol health potion miliknya pada kedua hunter itu. "Minumlah ini dulu. Aku akan menghubungi Healer-healer dari guild kita saat sudah berada diluar."


"Y-ya..., nona Ivory..." sahut kedua hunter itu sambil tertunduk malu, dengan hampir bersamaan.


................


Alvin menghampiri Lex dan Jack, yang sedang membahas hal apa yang akan mereka sampaikan pada awak media sekeluarnya tim raid dari Dungeon nanti.


"Tuan Brown, apakah saya boleh berbicara sebentar?"


"Y-ya? Oh... Ya... tentu saja. Ayo kita berbicara, tuan Rufino." Sahut Lex cepat. Ia juga langsung tersenyum ramah diakhir kalimatnya.


Dimintai izin berbicara oleh hunter kuat yang sudah menyelamatkan nyawanya, bahkan nyawa warga Kota T, tentu saja Lex sangat senang. Ia juga sebenarnya sudah sejak lama ingin bertemu Alvin, sejak Jack menceritakan bagaimana Alvin bisa membuka gerbang Dungeon. Namun kesempatan itu tak kunjung datang.


Lex juga ingin berbicara padanya tadi setelah mereka berada diluar gua, tapi Alvin masih sibuk menyembuhkan hunter-hunter lain, hingga ia memilih untuk berbicara pada Jack terlebih dahulu.


"Apa ada yang bisa saya lakukan untuk Anda, tuan Rufino?" tanya Lex, saat melihat Alvin tampak enggan berbicara kembali.


Alvin sebenarnya masih sedikit takjub pada sambutan baik pria paruh baya itu. Selama hidupnya, baru kali ini ia diperlakukan dengan sangat hormat oleh seorang yang memiliki kekuasaan tinggi di sebuah wilayah.


Menjabat sebagai ketua Asosiasi Hunter bukanlah sebuah jabatan yang biasa di zaman ini. Mereka bahkan jauh lebih terhormat dibandingkan seorang walikota yang sedang berkuasa.


Jika walikota masih dipilih oleh rakyat, ketua Asosiasi dari sebuah kota adalah jabatan yang dipilih langsung oleh kepala negara, setelah mendapat pertimbangan dari ketua Asosiasi Nasional.

__ADS_1


Asosiasi Nasional sendiri adalah lembaga yang kini telah menggantikan militer setelah gerbang Dungeon mulai bermunculan. Mereka adalah garis depan yang melindungi masyarakat sebuah negara. Karena itu, menjabat sebagai ketua Asosiasi Nasional sebenarnya lebih memiliki kuasa dibandingkan seorang presiden. Jadi, Lex sebenarnya adalah orang yang paling berkuasa di Kota T. Hal itulah yang membuat Alvin merasa dihargai.


Sebelumnya, ia hanya di pandang sebelah mata oleh hunter-hunter Asosiasi di Kota S. Sedangkan disini, seorang ketua Aosiasi berbicara padanya dengan sangat sopan bahkan bersikap hormat.


.........


Karena Alvin tak kunjung berbicara, Lex akhirnya berbicara terlebih dahulu untuk mencairkan suasana. Tapi, apa yang ia katakan, sebenrnya memang apa yang ingin diketahuinya, yang membuatnya sangat penasaran setelah melihat aksi mengagumkan yang Alvin lakukan.


"Tuan Rufino. Sebenarnya, bagaimana Anda bisa memiliki skill bertarung menggunakan 5 job hunter?"


"Y-ya?"


"Maaf karena kami telah lancang mengikuti Anda. Tapi, apa yang Anda lakukan itu benar-benar bukan hal biasa. Saya ragu di dunia ini apa ada yang bisa menggunakan skill dari 5 job sekaligus. Saya pernah mendengar ada yang bisa memiliki skill dari dua job setelah peringkat SS tapi saya belum pernah melihatnya,"


"Hari ini, tanpa diduga, saya malah mendapat kehormatan untuk melihat seseorang yang bisa menggunakan skill dari 5 job sekaligus! Ini sangat luar biasa!" puji Lex.


Alvin terdiam saat orang penting itu memujinya dengan sangat antusias.


["Kalau dia tahu kau sebenarnya memiliki 5 job hunter, dia mungkin akan pingsan,"] ucap Sistem yang kemudian tertawa dengan bangga.


'Diam dulu.'


"Itu hanya sebuah keberuntungan." Sahut Alvin.


"Keberuntungan?"


["Oh kau kini mengakuinya. Kau beruntung bisa bertemu denganku, kan?"]


"Ya."


["Good boy."]


'Aku tidak berbicara padamu!'


Lex dan Jack saling melirik. Mereka tahu Alvin sepertinya tidak ingin mengatakan rahasianya. Padahal, Lex masih ingin bertanya apa peringkat Alvin sebenarnya. Ia curiga bahwa Alvin mungkin saja seorang hunter peringkat S yang sedang menyembunyikan peringkat.


Lex akhirnya mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Jadi..., apa yang ingin Anda bicarakan, tuan Rufino?"


"Sebenarnya...," Alvin menghentikan kalimatnya saat menyadari semua orang kini sedang menatap ke arah mereka.


Menyadari itu, Lex meminta semua hunter untuk pergi mendahului mereka keluar dari Dungeon ini sekalian menginformasikan pada para penjaga gerbang bahwa Dungeon telah ditaklukkan.


.........


Setelah semua hunter itu pergi, hanya menyisakan Lex dan Jack, barulah Alvin kembali berbicara.


"Sebenarnya, apa saya boleh memiliki hak untuk Dungeon ini, tuan Brown?"


"Hak?"


"Maksud saya, saya ingin membeli Dungeon ini dari semua hunter yang telah melakukan raid. Saya ingin menggunakannya sebagai gudang penyimpanan hasil raid."


Lex terdiam. Ia menatap Alvin sambil sesekali melirik pada Jack yang berdiri di sebelah pria kurus itu.


"Untuk tetap membuka sebuah gerbang, Anda harus memiliki izin, tuan Rufino."


Alvin mengangguk pelan. Ia sudah memelajari hal itu. Karena itulah dia meminta waktu ketua Asosiasi untuk berbicara padanya, karena ia rasa ini adalah saat yang paling tepat.


Lex melanjutkan, "Biasanya, Anda harus memiliki sebuah guild atau perusahaan terlebih dahulu karena pihak Asosiasi dan Pemerintah tidak bisa menerima permintaan izin untuk tetap membuka gerbang Dungeon bagi perorangan."


"Dia sudah memilikinya, tuan Brown." Jack menggantikan Alvin untuk menyatakan bahwa Alvin sudah memenuhi persyaratan itu.


"A-apa?"


"Tuan Rufino sudah memilikinya," sahut Jack lagi sembari mengangguk pelan.


Lex terdiam sesaat sambil masih menatap Jack.


'Kau bahkan sudah membantunya untuk membuat izin pendirian perusahaan? Kau sungguh pintar mencari orang yang tepat untuk dijadikan sekutu.'


"Kalau begitu, Anda tinggal mengurus perizinan pada dua pihak lagi, tuan Rufino. Saya akan menyetujui permintaan izin pada Asosiasi jika Anda sudah berhasil mendapatkan izin dari dua pihak itu."


Alvin mengerutkan kening.

__ADS_1


"Dua pihak? Bukannya saya hanya perlu meminta izin pada Asosiasi dan Pemerintah, tuan Brown?" tanya Alvin.


Ia ingat, dari informasi yang sudah dipelajarinya, dia hanya perlu izin dari dua pihak tersebut.


__ADS_2