
Kekuatan itu menarik dan memindahkan mereka dari lokasi satu ke lokasi lain dengan sangat cepat.
Alvin bisa merasakan gesekan antara self defence yang melindungi seluruh tubuhnya dengan udara beraliran sihir di sekitarnya, hingga membuat ghost skillnya tidak aktif secara otomatis.
Dalam perjalanan mereka, Alvin juga melihat hutan-hutan dan perbukitan di bawah kakinya bergerak dengan hampir tak terlihat oleh pandangan matanya.
'Kecepatan apa ini?!'
Dalam waktu kurang dari 5 menit kemudian, Alvin dan Mina akhirnya dilemparkan ke daratan kembali, di hadapan sebuah gunung yang menjulang sangat tinggi.
"Wilayah hukuman ini menarik kita," ucap Mina, sembari mengebas-ngebaskan asap yang mengepul keluar dari tubuhnya.
"Wilayah hukuman?"
"Kau akan tahu nanti."
Alvin juga melakukan gerakan sama seperti yang Mina lakukan. Ia mengebas-ngebaskan kedua tangan ke seluruh tubuh, mengusir asap yang memenuhi seluruh tubuhnya yang terasa sangat panas oleh gesekan yang terjadi.
Jika bukan karena self defence yang sangat kuat, seluruh tubuhnya pasti sudah hangus terbakar.
.........
"Tsk... Padahal bukan ini rencanaku," desis Mina sembari menatap gunung yang menjulang tinggi di hadapan mereka.
"Rencana?"
"Sudahlah, tidak usah kau pikirkan."
Alvin mengangguk pelan lalu menatap gunung yang menjulang tinggi di hadapan mereka.
Ia sudah tidak asing dengan gunung tersebut. Ingat jika dia pernah berencana untuk pergi ke kastil yang berada di puncak gunung saat pertama kali tiba di tempat ini.
"Sudah ku duga tempat ini pasti sarang si penguasa planet," ucap Alvin sembari menatap ke puncak gunung di mana kastil megah berada.
"Kau salah. Tidak ada siapa pun di sana."
"Lalu untuk apa mereka membangun kastil di sana?"
"Hanya untuk hiasan dan jebakan."
"..."
"Aku tidak menyarankanmu pergi ke sini karena ada makhluk berbahaya di dalam gunung. Jika dia sampai terbebas, kiamat kecil akan terjadi pada benua tempat kita berada. Karena itulah tempat ini disebut sebagai wilayah hukuman."
"Maksudmu, dia penjaga benua ini?"
"Bukan penjaga. Lebih tepatnya, dia akan menghancurkan benua ini jika ada penyusup sepertimu yang mengacaukan kehidupan di dalam benua,"
"Ada 32 benua di planet ini. Semuanya memiliki penjaganya masing-masing."
"Tapi aku tidak melakukan apa pun. Kau kan yang melakukannya?"
"Tsk... Sudah ku katakan ini bukan hasil dari rencana yang ku jalankan. Aku membuat kekacauan untuk mengundang malaikat penjaga atau dewa penguasa planet agar mereka datang. Bukan untuk di tarik ke sini."
"Membuat kekacauan? Bukankah kau hanya menjalankan quest?"
Belum sempat mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, daratan tiba-tiba bergetar dengan begitu hebat.
Energi sihir yang sangat besar juga tiba-tiba terasa dari dalam gunung besar di hadapan mereka.
__ADS_1
Alvin menyambar lengan Mina, membawanya terbang menjauhi tanah yang terbelah dan rusak parah dalam sekejap.
Gunung di hadapan mereka juga terbelah.
Lalu, dari dalamnya, keluarlah sosok golem yang langsung menembakkan energi sihir dari mulutnya yang terbuka lebar pada mereka.
Wooooooossssshhhhh...
Booooooooommmmmm...!!!
Alvin terseret mundur beberapa puluh meter setelah menangkis dan menyerap serangan golem secara langsung ke dalam dirinya.
Sesuai apa yang Mina katakan, serangan sihir itu sangatlah kuat. Jika ia tidak segera menyerap energi sihir itu ke dalam tubuhnya sendiri, benua tempat mereka berada pasti hancur karenanya.
.........
Alvin meludahkan lendir yang merupakan bekas paru-parunya yang telah hancur setelah semua ledakan sihir golem dialihkannya ke sana.
"Kau sudah sejauh ini...," ucap Mina pelan setelah melihat gumpalan darah yang baru saja Alvin ludahkan ke tanah.
"Ya?"
"Dunia kedokteran di Bumi pasti akan frustasi jika tahu ada orang yang bisa mengganti paru-paru sesuka hati. Tidak, bahkan aku yang sudah lebih dulu memiliki inti Mana saja takjub padamu."
"Benarkah?"
"Tsk... Kau pikir aku bisa tetap hidup jika paru-paruku hancur atau leherku terpenggal seperti yang pernah kau alami?"
"Apa kau akan mati? Bukankah kita memiliki inti Mana sejenis yang bisa menyatukan...," Alvin terdiam saat ingat inti Mananya berasal dari Sistem dan telah dipadukan dengan inti Mana Lorelei.
"Sekarang kau mengerti?"
Cuihhh...
Alvin meludahkan kembali paru-parunya yang telah rusak.
"Aku benar-benar tidak menyukai golem. Apa dia ini penghukumnya?"
"Serahkan padaku. Jika ada musuh lain yang muncul, jangan lakukan serangan apa pun kecuali menangkis," ucap Mina yang kemudian melesat berlari menuju golem.
"Aku masih harus diam saja?!"
"Jangan lakukan apa pun!" seru Mina sebelum menambah kecepatannya, pergi menghampiri golem setinggi 800 meter itu.
Mendengar peringatan itu, Alvin hanya bisa menghela napas dengan rasa mendongkol di hatinya.
Walaupun ia tahu Mina jauh lebih kuat dibandingkan golem, namun ia sangat ingin menghancurkan golem tersebut. Ia memiliki dendam pada ras itu.
Hanya dalam waktu kurang dari 20 detik, Mina sudah berhasil membelah tubuh golem menjadi ribuan bagian sebelum menghancurkan jantung sihir makhluk tersebut dan kembali lagi ke sisi Alvin.
......................
"Apa yang tadi kau maksud dengan membuat kekacauan?"
"Seperti yang kukatakan tadi. Aku sengaja menghancurkan sebuah desa dalam waktu singkat untuk mengundang malaikat atau dewa penguasa planet ini agar mereka datang menemuiku."
"Bukankah Anna pernah mengatakan jika malaikat dan dewa hanya boleh mengawasi dan tidak diizinkan ikut campur urusan makhluk ciptaan? Mereka tidak mungkin datang."
"Dunia ini berbeda."
__ADS_1
"Hmmm..., benar juga."
"Di dunia kita, kita tidak menerima visi apa pun dari penguasa planet. Hal yang sama juga terjadi di dunia lain. Di sini, berbeda."
Alvin mengangguk pelan.
"Kalau begitu, bagaimana jika kita melakukan kekacauan besar-besaran?" Alvin memberi saran.
"Kalian sudah melakukannya," sahut suara asing yang tiba-tiba hadir di antara Alvin dan Mina.
......................
Sosok berjubah putih yang memiliki wujud manusia dengan 4 sayap itu terbang tepat di hadapan mereka.
Dengan tatapan dan ekspresi dingin, ia mengawasi Alvin dan Mina seperti seorang hakim yang sedang mengawasi terdakwa di sebuah ruang sidang.
"Akhirnya kau datang juga," ucap Mina dengan seringai lebar di bibirnya.
Makhluk yang tak lain adalah malaikat penjaga planet pengasingan itu mengernyitkan kedua alisnya, tidak senang dengan senyum sinis yang diberikan Mina padanya.
"Kau berbicara seolah kau tahu aku akan datang."
"Aku memang tahu kalau kau akan datang jika aku menghabisi beberapa desa dengan cepat. Apa kau malaikat penjaga planet ini? Atau kau malah dewa penguasa planet ini?"
Malaikat itu tampak terkesiap saat Mina menanyakan hal terakhir.
'Dia bisa menebak dengan benar. Apa dia sudah pernah bertemu malaikat dan dewa?'
"Kau tidak memiliki hak bertanya."
Sigh...
"Jika kau tidak menjawab pertanyaanku, aku akan menghancurkan desa-desa lain lagi. Dengan begitu bukankah keseimbangan antar benua akan terganggu?"
"Kalau begitu kalian benar-benar datang untuk jadi pengacau!" ucap sang malaikat dengan menggeram. Kali ini ia berbicara sambil melirik pada Alvin.
Ia sudah memantau kedatangan Alvin. Ia tahu jika Alvin adalah makhluk penyusup yang datang tanpa melewati kematian, berbeda dengan Mina yang datang ke planet pengasingan secara resmi setelah melalui kematian.
Awalnya sang malaikat masih memantau pergerakan mereka. Namun, setelah Mina menghabisi seluruh warga dari 3 desa, ia menyadari jika di antara Alvin dan Mina mungkin ada sebuah persekongkolan.
Menurut pertimbangannya, mungkin saja kedua makhluk itu ingin mengirimkan semua makhluk di planet pengasingan untuk pergi ke neraka lebih cepat.
Ia pun dengan terpaksa turun tangan untuk mencegah agar hal itu tidak terjadi, sekaligus mencari tahu mengapa mereka melakukannya.
.........
"Benar-benar untuk jadi pengacau? Pemikiranmu itu seakan menuduh kami sebagai pengacau sejak awal," sahut Mina, merasa tidak senang dengan kata-kata yang ia anggap sebagai sebuah tuduhan.
Padahal ia dan Alvin datang bukan atas kehendak mereka sendiri.
"Untuk kau ketahui, kami datang ke sini bukan atas keinginan kami. Kami tidak sengaja jatuh ke dalam gerbang sihir yang membawa kami ke tempat ini," lanjut Mina.
"Apa maksudmu?"
"Ada yang membuka gerbang sihir dan menjerumuskan kami ke planet ini."
Malaikat itu menatap Mina dengan penuh selidik. Apa yang Mina katakan mungkin saja terjadi jika ada malaikat pengkhianat di antara mereka.
Tapi, hal seperti itu hanya bisa terjadi di dunia para dewa, tidak dengan dunia pengasingan para makhluk ciptaan.
__ADS_1