Hunter System

Hunter System
Bab 33 - Pusat Pengolahan


__ADS_3

Raymond Wildan langsung berjalan dengan langkah lebar menghampiri Alvin lalu berbicara padanya dengan setengah berbisik.


“Mereka memergoki kita,” ucap Raymond.


“Apa yang mereka katakan? Apa mereka ingin menyita semua hasil raid kita?”


“Permisi tuan hunter…”


Sapa salah satu hunter Asosiasi sebelum Raymond sempat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.


Hunter itu berdiri di hadapan Alvin dan ingin melanjutkan pertanyaannya, namun ia terdiam saat sudah saling bertatapan dan melihat kilatan kemarahan di mata Alvin, yang masih merasa mendongkol dengan Sistem Hunternya.


Saat itu juga, ia merasa seluruh bulu halus di tengkuknya meremang. Selain karena tatapan mengerikan itu, ia juga dapat merasakan aura dari energi Mana Alvin.


‘Apa dia hunter peringkat tinggi?’


Saat hunter itu akhirnya menyadari siapa Alvin, ia bahkan lebih terkejut lagi.


Ia tahu, pria di hadapannya ini adalah orang yang telah menjadi buronan Asosiasi Kota S, yang wajahnya berwara-wiri di banyak media lokal Kota S, juga di halaman utama situs resmi Asosiasi Kota S.


Walaupun dia berada di Kota T, namun karena viralnya berita mengenai Alvin, ia sampai mengetahuinya juga.


.........


“Anda…”


“Apa ada yang Anda perlukan dari saya?” tanya Alvin memotong kalimatnya. Ia sebenarnya sangat tidak ingin diganggu untuk saat ini.


Alvin bisa menebak bahwa hunter Asosiasi itu pasti sudah menyadari siapa dirinya. Walaupun Asosiasi Kota S menutup diri dari bekerjasama dengan Asosiasi kota lain, tapi tidak ada yang bisa mencegah beredarnya berita di media sosial.


“Ah…, itu…”


Hunter itu tiba-tiba merasa canggung.


Ia tadinya ingin membawa para hunter yang melakukan raid ilegal ini ke kantor Asosiasi Kota T untuk diinterogasi dan menindak tegas atas pelanggaran yang telah mereka lakukan.


Tapi, karena pengalamannya yang sudah biasa menghadapi berbagai macam hunter, ia tahu jika hunter di hadapannya ini mungkin akan berbahaya jika dia memaksa membawanya dengan paksa.


Selain berbahaya, dia juga merasa ada hal spesial dari Alvin yang mungkin akan bisa menguntungkan Asosiasi Kota T jika ia bisa memberikan kesan baik untuk mendapatkan respek darinya.


Wajahnya yang sebelumnya tidak bersahabat pun akhirnya melunak.


.........


“Maaf sebelumnya,” pria itu mengambil kartu nama dari balik jas nya, “Saya Jack Paul,” ucap Jack memperkenalkan dirinya sembari menyodorkan kartu namanya pada Alvin.


Alvin menatap kartu nama di tangan pria itu sebentar sebelum akhirnya mengambilnya.


Jack juga mengajak Alvin untuk berjabat tangan, setelah melihat Alvin memasukkan kartu nama itu ke dalam kantong jaketnya.

__ADS_1


“Alvin Rufino.”


Jack mengangguk pelan. “Jadi benar Anda.”


Alvin tidak menanggapinya. Ia mengalihkan tatapannya ke beberapa hunter berstelan jas hitam di belakang Jack yang kesemuanya memiliki raut wajah terkejut setelah ia menyebutkan namanya.


“Apa Anda sendiri yang menyelesaikan raid ini, tuan Rufino?” tanya Jack yang berhasil membuat perhatian Alvin kembali padanya.


“Ya,” sahut Alvin tanpa ingin menutupinya.


Ia bisa menebak. Cara hunter Asosiasi di Kota T memperlakukan seseorang yang dinilai kuat tidaklah jauh berbeda dari Asosiasi di Kota S.


Tebakannya ternyata tepat. Jack langsung tersenyum setelah mendengar jawaban itu.


“Begitu…, Anda sangat luar biasa, tuan Rufino.”


Jack kemudian menoleh dan memanggil beberapa anak buahnya, “Tolong bantu tuan Rufino dan rekan-rekannya jika mereka membutuhkan bantuan untuk membawa mayat monster-monster dan kristal sihir ini,” perintah Jack pada mereka.


Jack kembali menatap Alvin.


“Apa Anda sudah menyewa truk untuk mengangkut mayat monster-monster dan kristal sihirnya ke Pusat Pengolahan, tuan Rufino? Jika Anda belum memesannya, kami akan membantu Anda menyediakan truk pengangkut jika Anda membutuhkannya.”


Alvin menoleh pada Raymond yang kini memiliki ekspresi senang di wajahnya.


Sebelum Alvin keluar dari gerbang Dungeon tadi, ia bersama keenam rekannya merasa sangat tertekan saat hunter-hunter dari Asosiasi itu bertanya banyak hal pada mereka.


Raymond tahu, mereka tidak akan berani bersikap keras jika Alvin berada disana karena hunter kuat akan selalu lebih dihargai apa pun yang mereka lakukan. Itulah prinsipnya.


......................


Alvin, Raymond dan keenam hunter lain akhirnya setuju untuk membawa mayat monster dan kristal sihir menuju lokasi Pusat Pengolahan hasil raid, yang merupakan fasilitas milik Pemerintah yang memang disediakan khusus untuk mengolah hasil raid.


Biasanya, Asosiasi atau guild swasta yang baru saja selesai melakukan raid akan membawa hasil raid ke tempat itu.


Pusat Pengolahan akan membantu memilah semua hasil raid.


Yang pertama, pada mayat monster. Ada dua proses pengerjaan yang akan mereka lakukan pada mayat monster.


Proses pertama, mayat monster akan dimasukkan ke sebuah ruangan khusus untuk menyerap inti Mana nya. Inti Mana itulah yang nantinya akan diekstrak menjadi bahan untuk menaikkan experience point seorang hunter sehingga mereka nantinya akan mendapatkan kenaikan peringkat.


Biasanya, hasil penyerapan inti Mana dari mayat monster yang sudah berbentuk hasil ekstrak experience point, akan dibagikan pada semua hunter yang melakukan raid.


Pembagian itu akan dilakukan berdasarkan perjanjian awal tim yang telah melakukan raid.


Biasanya hanya ada dua jenis perjanjian pembagian. Yang pertama, pembagian akan dilakukan sesuai dengan siapa yang berkontribusi paling banyak, maka ia yang akan mendapatkan experience point terbanyak. Pilihan kedua adalah dibagikan secara merata.


Opsi pertama biasanya selalu menjadi pilihan. Hunter-hunter yang paling banyak memiliki kontribusi biasanya akan merasa dirugikan jika pembagiannya dilakukan secara merata.


Biasanya lagi, hunter-hunter baru atau mereka yang masih merintis pekerjaan hunter profesional, akan menjual experience point jatah mereka. Tentu saja akan ada banyak hunter kaya yang mau membelinya agar mereka mendapatkan kenaikan peringkat tanpa melakukan raid.

__ADS_1


......


...


Setelah mayat monster tadi diserap inti Mana nya, barulah mayat-mayat tersebut akan memasuki proses pengolahan kedua.


Walaupun inti Mana sudah di serap, energi Mana pada mayat monster akan selalu tersisa di bagian kulit, tulang dan dagingnya. Jadi, mereka melakukan 3 hal lagi pada mayat-mayat itu.


Mereka akan memisahkan kulit, tulang dan daging dari monster yang telah diambil inti Mana nya.


Kulit dan tulang monster akan langsung dibeli dan dibayar tunai oleh pemerintah. Kedua komoditi itu nantinya akan diolah kembali menjadi perlengkapan raid seperti set armor dan juga senjata.


Khusus untuk dagingnya, akan di alihkan lagi ke Pusat Pengolahan Energi untuk diolah menjadi sumber energi pembangkit listrik.


Karena itulah mayat-mayat monster sangat dihargai. Semakin tinggi peringkat monster, maka akan semakin mahal harganya.


......


...


Untuk kristal sihir, pemerintah akan membayarnya secara tunai dengan harga 5 dollar per kilogram. Itu adalah harga yang berlaku secara internasional.


Kristal-kristal itu kemudian akan diolah dan nantinya akan menjadi barang yang bahkan lebih berharga dibandingkan emas. Jika sudah di olah, harga kristal sihir akan meningkat dengan sangat drastis menjadi 50 dollar per gram.


......................


Karena Alvin kebetulan belum pernah pergi ke Pusat Pengolahan, ia akhirnya setuju untuk membawa semua hasil raid kesana dengan menggunakan truk khusus milik Asosiasi.


Para pekerja yang berada di sana mengira bahwa ada salah satu guild besar, dari 3 guild besar di Kota T, yang baru saja selesai melakukan raid saat mereka melihat jenis monster yang dibawa.


Mereka tahu bahwa lizardman adalah jenis monster yang ada di Dungeon peringkat C.


Namun, saat mereka melihat hunter-hunter yang melakukan raid hanyalah hunter-hunter tak ternama, mereka tentu saja sangat terkejut.


“Pak, apa benar mereka yang telah melakukan raid?” tanya seorang penanggung jawab di Pusat Pengolahan pada Jack Paul.


Jack mengangguk lalu berbicara dengan pelan padanya, “Tolong rahasiakan ini dari siapa pun. Kau mengerti?”


Pria berusia awal 40an itu mengangguk.


......


...


Alvin, Raymond dan rekan-rekannya masih berada di Pusat Pengolahan sampai hari berikutnya, menunggu semua mayat monster itu selesai diekstrak.


Sementara mereka berada disana, Pusat Pengolahan juga menyediakan segala bentuk layanan seperti layanan makan dan tempat menginap yang sangat mewah untuk kedelapan hunter tersebut.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2