Hunter System

Hunter System
Bab 164 - Identitas Sistem (3)


__ADS_3

["Dia Rimi."]


"A-apa?!"



"Tapi... Kenapa kau tidak terkenal? Maksudku... Aku tidak pernah mendengar namamu."



"Kenapa kau memiliki banyak skill jika kau bukan hunter?"


["Dia pilot avatar hunter. Semua skill yang dia miliki hasil penemuanku dan aku mengembangkan semua skill pada avatar hunter miliknya."]


"Begitu... Jadi, apa kau memang tidak pernah menunjukkan dirimu?"



"Ya?"



["...Kami harusnya belum bertemu pada tahun ini,"] sahut Mina, mewakili Rimi yang merasa tidak enak pada Alvin.


"Ya? Tapi... Bukankah kalian sekarang sedang bersama?" tanya Alvin sembari menunjuk ke layar ponselnya.


Di sana ada avatar hunter yang Mina dan Rimi maksud. Juga ada Gina Stewart, Kevin Jung, Bimo Gandri dan gadis berparas imut yang fotonya berada di bagian kanan bawah layar transparan di hadapan Alvin. Alvin bisa menebak, gadis imut itu pastilah Mina.


["Rin baru akan terekspos saat aku menciptakan avatar hunter pada tahun 2060 nanti."]


"Kau membuatku bingung. Bukankah kau di masa sekarang sudah menciptakannya?"


["Seharusnya belum. Pada tahun ini aku baru bertemu Bimo. Aku menyelamatkan dia setelah dia yang hampir mati dibuang di sebuah bangunan kosong oleh keluarga Lloyd."]


"Keluarga Lloyd yang terkenal di Kota C?"


["Ya. Keluarga dari Anna Lloyd. Tsk... Aku bahkan melupakan nama majikan Bimo itu."]


"Lalu, bagaimana kalian bisa bertemu? Maksudku, kau dan Rimi"


["Harusnya aku dan Rin baru bertemu tahun depan. Aku datang ke Kota C setelah melakukan kontak rencana kerjasama dengan Chris Meyers. Maksudku, Chris Maxwell. Karena itulah aku tahu kalau dia adalah salah satu pengikut para pembuat Dungeon."]


"Apa kalian sempat bekerjasama?"


["Tidak. Aku tidak menyukai tawarannya."]


"Kau membunuhnya?"


["Kenapa kau berpikir begitu?"]


"...Tempramenmu."



"Hah? Kenapa kau lakukan itu?"


["Itu kesalahanku. Waktu itu aku sangat malas berurusan dengan monster-monster. Karena itu aku ciptakan avatar hunter."]


"...Kau bodoh."


["..."]


"Lanjutkan."


["F**k!"]


"..."


Mina mendengus kesal.


["Kami semua bertemu secara tidak sengaja di antara tahun 2051 sampai 2060 dan akhirnya membentuk tim raid sendiri untuk menghabisi semua Dungeon di Kota C,"]


["Pada akhirnya kami menjadi hunter sewaan yang menerima kontrak untuk menaklukkan Dungeon di seluruh dunia,"]


["Saat itu kami tidak pernah berpikir untuk memberantas akar dari masalah. Kami cuma mementingkan nilai bisnisnya,"]


["Sampai akhirnya para makhluk mitos..., maksudku para pembuat Dungeon itu menunjukkan diri mereka, barulah kami sadar jika Dungeon sebenarnya bisa dimusnahkan dari muka Bumi asalkan kami membunuh mereka."]


["Sayang sekali semua sudah terlambat. Teman-temanku sudah cukup tua pada saat itu."]

__ADS_1



["Yah..., tapi sayangnya aku meloloskan Beelzebub"]


"Ada apa dengannya? Kenapa dari semua pembuat Dungeon cuma dia yang paling kau incar?"


["Dia bisa membuka gerbang yang besarnya seukuran keliling Bumi."]


"..."


["Kalau kau tahu cincin planet Saturnus, dia akan membuat gerbang sebesar itu."]


"F**k!"


["..."]


"Di mana dia bersembunyi? Apa kau tidak tahu itu?"


["Aku tidak tahu. Dia sepertinya memiliki tempat persembunyian yang berada di luar jangkauan sihir gerbang kematian."]


"..."


["Sudahlah. Ayo kita bantu diriku dan teman-temanku di masa kini."]


"Aku belum selesai."


["Apa lagi yang ingin kau ketahui?"]


"Apakah kau... Apa kau ini arwah penasaran?"


["..."]


"Aku benar, kan?"


["Apa alasanmu berpikir begitu?"]


"Skill Main Jobs bagian lima."


Mina tersenyum.


["Kau benar. Aku memisahkan diri dari tubuhku dan pergi ke masa kini dengan mesin waktu yang sudah terisi oleh 3 inti Mana temanku dan 1 inti Mana avatar hunter."]



"Jangan mengada-ada."



"Benarkah?"


["Tsk... Kau harusnya sudah tahu. Hunter Equipment itu inti Mana milikku."]


Alvin tiba-tiba merinding. Karena Mina kebetulan baru menyebutkan Hunter Equipment, dia akhirnya ingat dengan pertanyaan yang sudah selama beberapa hari ini ingin diajukannya.


"Baiklah, aku sudah mengerti hal itu..., Sekarang aku penasaran dengan kapasitas energi Mana ku yang sudah sangat besar. Tapi kenapa aku belum bisa menyaingi kapasitas energi Mana Hunter Equipment? Sebenarnya..., berapa lama kau mengembangkan energi Mana mu?"


["Tiga tahun."]


"Pantas saja."


["Apa yang pantas saja? Kau tidak akan bisa mengumpulkan sebanyak itu walaupun kau berjuang selama ratusan tahun."]


"Ya? Lalu..., kenapa kau bisa mengumpulkan sebesar itu hanya dalam 3 tahun?"


["Awalnya aku juga tidak mengerti. Tapi, setelah aku bertemu dengan wanita di Dungeon itu, aku sepertinya tahu alasannya."]


"Maksudmu yang dia katakan tentang inti Mana milik Serafim itu?"


["Ya."]


"Kau pernah bertemu malaikat kasta tertinggi?!"


["Mungkin..."]


"..."


["Ada seorang wanita cantik yang menolongku dari kematian saat aku berusia antara 13 sampai 15 tahun. Aku lupa. Dia..."]


Mina mengingat kembali wajah penolongnya. Dia adalah seorang wanita yang sangat cantik, bahkan kecantikannya bisa menyaingi kecantikan dewi Ann.

__ADS_1


Ia juga mengingat saat pertama kali bertemu Cyntia dan terkejut pada kesamaan wajah antara Cyntia dengan penolongnya.


Mina bahkan hampir mengira jika Cyntia adalah wanita itu andai tidak menyadari jenis energi Mana mereka yang berbeda.


"Mina?"


["Sudahlah. Ayo kita pergi. Kau bisa bertanya lagi dalam perjalanan."]


"Baiklah."


Alvin menatap sekali lagi pada foto gadis imut di bagian kanan bawah layar.


"Miyuki Nakano, usia sekarang 19 tahun."


["Jangan katakan kalau kau tertarik padaku."]


"Kau sanagat cocok jika menjadi seorang idol."


["Kau f**k mesum!"]


Alvin mengangguk-angguk pelan. Ia juga memerhatikan kembali wajah Rimi yang memiliki nama asli Rin, juga wajah Gina. Ia juga mengingat wajah dewi Ann dan Cyntia.


"Kalian harusnya membentuk sebuah grup idola."


["Persetan! Cepat pergi!"]


"B-baiklah..."


......................


Alvin langsung bertatapan dengan Vina setelah keluar dari kamarnya. Ia menatap wajah cantik kakaknya sebentar sebelum tatapannya turun ke perut wanita itu.


'Dia juga bisa bergabung dalam grup idola jika tidak hamil.'


["F**k! Kau gila! Bimi benar, harusnya kami berada di tubuh Anna saja!"]


'Aku dulu sering berhayal bertemu dengan para gadis idola. Jangan salahkan aku. Pria merana dan terundung sering berhayal seperti itu.'


["Kau menyedihkan!"]


'Ngomong-ngomong..., apa mulai sekarang sebaiknya aku memanggilmu Miyuki saja?'


["Jangan sebut namaku dengan mulut kotormu."]


'Aku berbicara menggunakan pikiran.'


["Jangan pernah memikirkan namaku."]


"Kenapa kau senyum-senyum sendiri? Wajahmu mengerikan," ucap Vina, membuyarkan hayalan Alvin.


Alvin tersenyum padanya dengan senyum yang mengerikan, lalu melangkah mendekati kakaknya itu.


Ia memegang perut Vina.


"Ku harap kau lahir menjadi seorang gadis cantik. Paman akan menjadi manager mu nanti."


"Apa yang kau pikirkan?"


"Sebuah grup idola."


"..."


Pada saat itu Jack keluar dari kamar.


Wajah ceria Alvin berubah marah saat bertatapan dengan Jack.


"Ingat. Aku masih menunggumu berbuat salah dan aku akan langsung menghabisimu!"


"B-bro... Bisakah kau tidak mengulangi kalimat itu setiap hari?"


"Aku mengatakannya setiap hari agar kau memasukkannya ke alam bawah sadarmu!"


"..."


"Dan kenapa kau masih di Kota S? Kembalilah ke Kota T."


"Kami sudah pindah kesini... Kau lupa?"


Sigh...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2