Hunter System

Hunter System
Bab 42 - Pembalasan Pada Joey dan Edmund


__ADS_3

"Alvin! Tolong bawa dia menyingkir dari sana!" seru Jack, sambil berusaha menahan serangan golem raksasa yang tadi mementalkan Edmund dengan tinju besarnya.


Mendengar itu, Alvin akhirnya mengabaikan tatapan marah Edmund padanya dan menarik kerah armor Edmund untuk membawanya menyingkir dari tempat itu.


.........


"Hei daripada kau menyeretku, kenapa kau tidak melakukan penyembuhan dulu?!" teriak Edmund saat merasakan ngilu di sekujur tulangnya yang patah saat Alvin menyeretnya dengan kasar.


"Aku tidak yakin kau akan pulih karena aku Healer peringkat F. Apa kau lupa?"


Edmund terdiam saat menyadari apa yang Alvin katakan memang benar. Setidaknya membutuhkan Healer peringkat C untuk bisa memulihkan kondisi patah tulangnya yang parah.


"Dasar tidak berguna!" umpat Edmund akhirnya.


"Kau sendiri yang membawa hunter tidak berguna ini ke sini, kan?" sahut Alvin sembari menatap Edmund yang sedang ia seret dengan hanya menggenggam kerah armor pria itu dengan tangan kirinya.


Saat ia sampai di tempat tujuannya, Alvin kemudian mengangkat tubuh Edmund dengan memegangnya di tengkuk dan belakang kedua lututnya.


"Kau...! H-hei apa yang kau lakukan...!"


Tanpa memerdulikan geraman Edmund, Alvin melemparkan tubuh pria itu ke dalam semak belukar di hadapannya.


Semak belukar yang memang sangat banyak terdapat di sebuah Dungeon, adalah tempat persembunyian teraman yang dianjurkan oleh semua hunter kelas dunia di saat ingin bersembunyi dari kejaran monster. Pengetahuan itu juga diajarkan di Akademi Hunter.


Tapi, Alvin tidak melemparkan Edmund ke semak belukar biasa. Ia tahu, ada jurang di balik semak tersebut.


["Ternyata kau sangat pendendam,"] ucap Sistem di dalam kepalanya.


"Padahal aku berencana meminta mu untuk meracuninya seperti yang kau lakukan pada Brondy."


["..."]


.........


"Hei, kenapa kau melemparnya kesana?!" Bentak Joey yang baru tiba di dekat Alvin.


Joey tadinya ingin menjemput Edmund yang terluka parah untuk di bawa ke Healer peringkat C yang berada di dalam formasi perlindungan hunter-hunter Tank. Namun, ia terlambat karena Alvin sudah terlebih dahulu melemparkan Edmund ke dalam jurang di balik semak.


"Aku hanya mengikuti petunjuk yang pernah kupelajari di Akademi dulu."


"Apa kau pura-pura tidak tahu? Di belakang sana ada jurang!"


Alvin tidak menanggapi bentakan Joey.


Saat itu, ia dapat merasakan salah satu dari dua golem yang tersisa sedang berlari ke arah mereka dari belakangnya dan ia pun segera menyingkir dari tempat itu.

__ADS_1


Joey yang berdiri menghadap ke arah golem, tentu melihat kedatangan golem itu. Ia kemudian berbalik untuk melarikan diri, namun kedua kakinya tersangkut pada sesuatu hingga ia pun akhirnya terjatuh.


Naas bagi Joey. Golem itu akhirnya tiba di dekatnya dan mengangkat salah satu kakinya untuk menginjak tubuh Joey yang jatuh tertelungkup.


Wussshhhh...


"Tidddaaakkkk...!"


Baaammmm!!!


Untungnya, kaki Joey tiba-tiba ditarik oleh seutas tali sutra yang berhasil menghindarkannya dari injakan golem yang mungkin saja akan membuatnya langsung tewas jika sampai terkena injakannya.


"A-apa... Siapa yang..." Joey masih kebingungan saat melihat tali seperti jaring laba-laba raksasa melilit di kedua pergelangan kakinya.


Ia kemudian menelusuri arah tali itu dan menemukan Alvin berada di ujung tali sedang menyeringai lebar padanya.


"Dia mungkin akan kesepian jika tinggal sendirian di bawah sana," ucap Alvin yang kemudian melemparkan Joey juga ke tempat yang sama dengan tempatnya melemparkan Edmund.


["Kau jahat juga ya?"] ucap Sistem sambil tertawa kecil. Ia tahu bahwa Alvin yang tadi membuat Joey jatuh lalu menariknya dengan jaring laba-laba saat Joey hampir diremukkan golem.


"Aku hanya membalas sedikit saja. Mereka membawaku ke sini untuk menakut-nakuti ku," sahut Alvin sembari berlari menuju Jack yang sedang berusaha untuk bangkit berdiri setelah golem yang ingin menginjak Joey tadi sudah melukainya terlebih dahulu.


.........


Alvin langsung melakukan penyembuhan pada Jack yang mengalami patah tulang di sekujur tubuhnya.


"Jack, tolong bawa semua orang pergi dari tempat ini. Monster ini sangat berbahaya." Ucap Alvin, sambil menatap golem raksasa yang sedang berlari ke arah mereka.


"Bagaimana dengan mu?"


"Aku akan menghadang yang ini."


"A-apa?! Tapi dia itu bos Dungeon nya."


"Cepat pergi saja!"


Tepat setelah Alvin berteriak, golem itu sudah tiba di dekat mereka dan langsung mengarahkan tinjunya pada Alvin.


Wussshhh... Srattt... Srattt... Srattt...


Alvin menahan tangan golem dengan menjeratkan jaring laba-laba di tangannya lalu menembakkan jaringnya lagi ke seluruh tubuh golem, hingga golem itu kesulitan untuk bergerak.


Alvin menembakkan jaring lagi ke kedua kaki golem, lalu menariknya hingga golem itu akhirnya jatuh berdebum di tanah.


Bammmm...!

__ADS_1


Melihat apa yang baru saja Alvin lakukan, Jack tidak bertanya apa pun lagi. Ia kemudian berlari menuju hunter-hunter yang sedang berlindung di belakang formasi bertahan para Tanker untuk mengajak mereka pergi meninggalkan lokasi itu.


......................


Jaring laba-laba yang tampak rapuh itu ternyata cukup susah untuk golem hancurkan. Makhluk itu tampak sibuk membebaskan dirinya dari jeratan jaring di tubuhnya.


"Tsk... Makhluk keparat ini...," Alvin menggumam dengan perasaan marah saat ingat dulu ia pernah diremukkan oleh makhluk sejenis.


Ia kemudian menoleh untuk melihat hunter-hunter dari guild Flames sudah di bawa Jack pergi meninggalkan area bos Dungeon itu.


Alvin bisa langsung tahu jika hunter-hunter itu bukanlah tandingan bos Dungeon saat formasi mereka kacau balau.


Di awal mereka masuk ke Dungeon tadi, Alvin terkagum-kagum pada mereka karena ia tahu bahwa hunter-hunter itu sebenarnya hanya berada di kisaran peringkat D dan C.


Ia juga tahu bahwa kekuatan mereka sebenarnya tidak sebanding dengan sihir Dungeon, dari melihat status Dungeon di peta miliknya.


Sebenarnya, Dungeon ini lebih pantas dimasuki oleh hunter yang setidaknya memiliki peringkat B seperti Edmund dan Joey, bukan untuk hunter lain dalam tim raid yang rata-rata di bawah itu.


Rasa kagumnya terbentuk hanya karena melihat hunter-hunter itu bisa bekerjasama dengan baik dalam mengatasi monster-monster dengan mengandalkan serangan yang dilakukan secara bersama-sama dan itu sangat hebat di mata Alvin. Mereka sangat profesional karena bisa memaksimalkan kekuatan minim mereka dengan kerjasama yang sangat baik.


Tapi, seperti yang Sistem sebelumnya katakan, kerjasama itu akan hancur saat formasi mereka berhasil di tembus.


......................


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Ivory begitu ia tiba di dekat Alvin. Yang ia maksud adalah bos Dungeon yang saat ini sedang mengaum marah sambil berusaha melepaskan jerat jaring laba-laba yang mengandung energi sihir, dari seluruh tubuhnya.


Alvin tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Ia menoleh ke arah tumpukan batu, yang sebelumnya adalah tubuh golem, saat ia merasakan inti Mana menyerap kedalam tubuhnya. Golem itu baru saja di hancurkan Ivory dengan sihir api nya.


Sementara menunggu jawaban Alvin, Ivory juga menoleh ke arah rekan-rekannya yang sudah pergi menjauh dengan Jack sebagai pemandu mereka.


"Aku menjeratnya," sahut Alvin kemudian, sembari menatap pada Ivory kembali dengan tatapan kagum. Ia mengagumi bagaimana Ivory bisa mengalahkan makhluk raksasa berperingkat B itu hanya seorang diri.


Ivory membalas tatapan Alvin tanpa mengomentari apa yang barusan ia katakan. Ia kemudian menatap ke arah golem yang masih berjibaku dengan benda yang mirip benang-benang sutra di tubuhnya.


"Apa Anda sebenarnya sedang menyembunyikan kekuatan, tuan Rufino?" tanya Ivory tanpa memalingkan wajahnya dari golem.


Wanita itu kemudian mengarahkan kedua telapak tangannya pada tubuh golem dan menembakkan sihir api pada makhluk itu.


Swoooossshhhh...


Api yang keluar dari kedua tangan Ivory melesat menuju tubuh bos Dungeon itu dan membakarnya selama beberapa saat.


Namun, api itu justru membantu golem menyingkirkan jaring-jaring dari tubuhnya.


Saat semua jaring di tubuhnya menghilang, bos Dungeon yang sama sekali tidak terpengaruh oleh api yang membakar tubuhnya langsung bangkit berdiri dan menyerang kedua hunter tersebut.

__ADS_1


"Sihirku tidak berpengaruh padanya?" gumam Ivory dengan menatap tak percaya pada bos Dungeon itu.


__ADS_2