
Setelah mencukur bersih jenggot dan kumisnya, Alvin pergi ke satelit luar angkasa milik Asosiasi Dunia.
Menyelamatkan 3 kota yang tersisa tentu hanyalah alasan yang ia berikan pada Cyntia agar wanita itu tidak tahu kemana ia akan pergi.
Dengan memiliki Hunter Equipment dan setelah mengaktifkan wujudnya, Alvin tidak perlu mengkhawatirkan oksigen yang tidak ada di luar angkasa saat ia berdiam diri di ruang hampa udara sembari menunggu Mina meretas satelit milik Asosiasi Dunia untuk mencari informasi yang terjadi selama ini.
Sayangnya, Mina tidak banyak mendapatkan informasi penting dari peretasan itu. Yang ia dapatkan hanyalah nama-nama dari beberapa pengusaha terkaya dunia dan beberapa nama ketua Asosiasi sebuah negara yang selama ini ternyata telah mengendalikan sistem hunter dunia.
Para orang terkaya dunia dan para ketua Asosiasi negara besar itu ternyata adalah para pembuat gerbang yang menyamar dan berbaur dengan umat manusia.
.........
Selama Mina melakukan peretasan, Alvin hanya berdiam diri sambil melakukan semedi untuk memperdalam teknik penyaluran energi Mana agar ia bisa memaksimalkan kecepatan dalam penggunaan skill yang dimilikinya.
Rimi juga terus bekerja mengubah racun yang tersimpan pada energi Mana Alvin untuk menjadi energi Mana murni baginya.
.........
Setelah Mina menyelesaikan pekerjaannya pada satelit utama milik Asosiasi Dunia, Alvin berpindah lagi ke satelit milik 9 AM. Satelit tercanggih di dunia yang dimiliki oleh perusahaan baru asal Kota C, 9 AM.
"Jadi Li Wen Xia sudah mati," ucap Alvin berusaha mengajak Mina berbicara sementara Sistem Pemburu itu melakukan pekerjaannya. Sayangnya, ia tidak mendapat jawaban apa pun.
Sudah hampir 24 jam Mina tidak berbicara sama sekali padanya. Bahkan, untuk pergi ke luar angkasa pun, Mina meminta Rimi untuk menyampaikannya pada Alvin.
Alvin menyadari bahwa ada hal penting yang sedang Mina sembunyikan darinya, terutama setelah mereka bertemu dengan dewi Ann.
Mina mulai diam sejak saat itu.
Rimi menyahuti ucapan Alvin, menggantikan Mina dan Alvin mendengus pelan karena Rimi selalu menggantikan Mina saat ia bertanya padanya.
...****************...
Satu bulan telah berlalu sejak pasukan lich berhasil diatasi.
Kelima kota besar yang berada di pulau Borneo telah melakukan pemulihan dari segala sektor agar kehidupan dan perekonomian mereka bisa berjalan kembali seperti sediakala.
Setelah koneksi internet di Kota S telah tersedia kembali, semua warga Kota S akhirnya mengetahui hal besar yang kini terjadi di dunia.
Dulu, tidak ada satupun warga yang tahu perkembangan dunia, juga tidak ada warga dunia yang mengetahui apa yang terjadi di Kota S karena Norman Lewis telah memutus hubungan antara Kota S dan dunia.
Kini, walaupun keadaan pulau Borneo masih tertutup dari mata dunia karena Mina sengaja melakukannya saat meretas satelit milik 9 AM, namun warga Kota S tetap dapat mengetahui berita yang beredar dari seluruh dunia.
.........
Tapi, pada suatu pagi, Mina akhirnya berbicara kembali pada Alvin setelah selama satu bulan penuh ia diam.
["Kau sudah bangun?"]
__ADS_1
"Ya?"
["..."]
"W-wow... Kau akhirnya mau berbicara? Kemana saja kau selama ini?"
["Tsk... Sudahlah. Cepat nyalakan ponselmu dan lihat apa yang sedang terjadi di Beijing."]
Alvin mengambil ponselnya dan membuka saluran berita terbesar dunia, WABC, untuk melihat berita terbaru apa yang Mina maksud.
"Apa ini?!" seru Alvin setelah melihat tayangan yang di ambil dari satelit.
Di sana ia melihat ada banyak gerbang besar yang terbuka di pusat kota Beijing. Ia semakin kaget saat membaca keterangan bahwa ada 99 gerbang yang telah terbuka di satu lokasi.
"Gila! Gerbangnya banyak sekali."
["Hal seperti ini akan terjadi selama berulang kali di masa depan."]
"...Apa di masa depan ada yang bisa menanganinya?"
Mina tidak menjawab. Namun, sebagai gantinya, Rimi yang menjawab pertanyaan tersebut.
Alvin memerhatikan gadis remaja berparas manis yang Rimi maksud.
"Remaja ini?"
"..."
Alvin tidak bertanya lagi. Ia membaca komentar-komentar penduduk dunia yang berada di bawah video siarang langsung itu dan baru mengetahui bahwa ada makhluk mitos yang secara terang-terangan telah muncul di depan publik dan sedang melakukan siaran langsung di kantor Asosiasi Dunia bersama ketua Asosiasi Dunia.
"Aku harus membantu mereka," ucap Alvin.
["Tentu saja. Ayo pergi kesana. Sudah saatnya hunter-hunter itu tahu jika mereka masih memilikimu untuk membantu."]
Alvin hendak bangkit dari tempat tidur namun ia mengurungkan niatnya saat mendengar Rimi berbicara.
["Ini saat yang tepat. 99 gerbang sudah muncul."]
Mina diam beberapa saat sebelum menanggapi pertanyaan Rimi.
__ADS_1
["Dia akan keluar sendiri jika kita berhasil menghabisi rekan-rekannya."]
Saat tidak mendengar adanya tanggapan dari Rimi, Alvin akhirnya bertanya, "Sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan? Bisakah kalian memberitahuku?"
["Selama satu bulan terakhir ini, aku membaca semua artikel yang kudapatkan dari meretas satelit milik Asosiasi Dunia. Aku baru tahu jika musuh yang selama ini ku lawan adalah para malaikat tersesat."]
"Malaikat tersesat?"
["Setidaknya itulah yang dia katakan."]
"Dia? Siapa?"
["Seorang gadis remaja yang harusnya tidak ada di masa depan."]
Setelah Mina selesai berbicara, sebuah layar transparan dengan foto seorang remaja cantik yang wajahnya sudah tidak asing dalam ingatan Alvin, muncul di hadapannya.
"Dia ini...," Alvin memerhatikan wajah gadis itu lagi lekat-lekat. Walaupun memiliki warna rambut dan warna manik mata berbeda, ia yakin bahwa gadis itu adalah orang yang sama yang pernah ditemuinya di dalam Dungeon.
"Bukannya dia ini wanita berkekuatan mengerikan itu?"
["Walaupun dia tidak sedang menggunakan kontak mata dan menyemir rambutnya, tapi aku juga yakin kalau mereka adalah orang yang sama."]
Alvin mengangguk-angguk pelan sambil membaca informasi di bawah foto.
"Anna Lloyd, usia 19 tahun," gumam Alvin sambil terus membaca banyak informasi yang telah Mina sediakan untuknya.
["Tapi ada yang membuatku agak bingung dari gadis ini. Dia sepertinya cuma manusia biasa sama sepertimu."]
"Apa yang salah dengan itu?"
["Justru di situ keanehannya. Wanita yang berada di Dungeon itu sepertinya bukan manusia."]
"Apa?!"
["Dia terlalu kuat untuk bisa disandingkan dengan manusia bahkan dengan para fallen angel itu, sedangkan gadis ini benar-benar dilahirkan sebagai manusia normal."]
Alvin membaca informasi kelahiran dan kehidupan Anna yang tertera pada layar.
seru Rimi tiba-tiba.
["Maksudmu?"]
["Huh?! Lalu kenapa kita bisa berada di sini?"]
<...Dia menolaknya. Dia menolak tawaran Bimi>
__ADS_1