Hunter System

Hunter System
Bab 172 - Ujian Terakhir (3)


__ADS_3

["Jangan memaksakan untuk langsung bangun. Biarkan self healing dan Rimi memperbaiki kerusakan otot tubuh dan tulangmu terlebih dahulu."]


'Bertarung melawanmu yang asli ternyata benar-benar membuatku bersemangat. Sudah lama aku tidak menemukan lawan sesulit ini untuk dikalahkan.'


["Itu bukan semangat."]


'Aku benar-benar sedang bersemangat.'


["Tidak. Kau sedang marah."]


'...'


["..."]


'...Diamlah!'


.........


Alvin masih berada di bawah reruntuhan gedung rusak yang sedang mengantri untuk diruntuhkan oleh para pekerja pembangunan kota. Jika pihak pengerja proyek tahu bahwa Alvin sudah meruntuhkan gedung rusak ini, mereka pasti akan sangat berterima kasih karenanya.


Apalagi jika mereka tahu bahwa Alvin juga sudah menyingkirkan puing-puingnya dari sana. Mereka pasti akan jauh lebih berterima kasih lagi.


Hal itu terjadi beberapa saat kemudian, saat Alvin mendongkol setelah isi hatinya yang penuh dendam pada Miyuki diketahui Mina.


Puing-puing yang menimbunnya meledak menjadi butiran pasir tepat setelah seluruh cidera di tubuh Alvin pulih.


Ia meledakkan puing yang menimbunnya tersebut dengan sihir yang begitu kuat hingga besi-besi tebal dari rangka bangunan pun juga ikut hancur dan tak ada yang tersisa.


Beberapa detik berselang, Alvin dan Miyuki kembali berhadapan.


.........


Sambil membersihkan sisa-sisa reruntuhan di sekitarnya, Alvin terus memerhatikan Miyuki yang sudah menunggunya di tempat yang agak jauh, dengan menatapnya tanpa ekspresi.


'Wajahmu itu...'


["Ada yang salah?"]


'Sangat menjengkelkan.'


["..."]


'Ngomong-ngomong, apa kau belum pernah kalah bertarung selain melawan Beelzebub?'


["Aku tidak pernah kalah bertarung melawannya."]


'Bukankah kau mengatakan bahwa dia bertambah kuat?'


["Aku bersembunyi setelah kami bertarung habis-habisan selama 10 hari penuh. Tapi aku bukan mati karena kalah bertarung melawannya."]


'Apa yang terjadi? Apa kau dengan sukarela memisahkan tubuh dan rohmu menggunakan skill?'


["Tentu saja. Kau pikir ada yang bisa mengalahkanku?"]


'Kau benar-benar sombong. Bagaimana dengan wanita berambut pirang-platinum itu?'

__ADS_1


["...Kecuali dia."]


'Jadi, kau mati karena ingin pergi ke masa kini?'


["...Ya. Aku mati karena menggunakan skill kelima untuk kembali ke masa kini."]


'Begitu...'


["Untuk apa kau menanyakan itu?"]


'Aku cuma mau tahu. Apa mungkin ada yang pernah mengalahkanmu selain aku.'


["Huh?"]


'Kau akan merasakan kekalahan pertamamu hari ini.'


["..."]


......................


Alvin mengaktifkan penghilangan wujud dari ghost skill yang sejauh ini hanya digunakannya untuk menghilangkan aura keberadaan energi Mana saja dan langsung merasa senang saat melihat kerutan di kedua alis Miyuki setelahnya.


'Kau pasti tidak pernah bertarung melawan musuh yang tak terlihat, kan?'


Alvin menyeringai lebar sembari maju menyerang, berharap serangannya kali ini dapat mengenai lawan yang belum berhasil disentuhnya sama sekali.


Namun, tebasan super cepatnya tetap dapat dihindari gadis itu. Ia bahkan mendapatkan serangan tak terduga yang membuatnya harus terkena tebasan keras lagi dan terseret mundur sampai belasan meter.


Alvin melihat jejak yang ditinggalkannya di tanah dan mendecak setelahnya.


Daaaaannnggg...!


Miyuki tiba-tiba muncul di hadapannya dan menendangnya lagi dengan sangat keras hingga ia harus terpental dan jatuh menghantam bangunan lain yang langsung roboh setelah menerima benturan keras dari tubuhnya.


'Suara decakan kecil juga bisa didengarnya?'


Wushhhh...


Bammmmm...!


Alvin sudah menerima serangan lagi setelah Miyuki memerhatikan letak tubuhnya terjatuh dari bekas yang ia tinggalkan pada puing bangunan.


Gadis itu terus menyerang dengan kekuatan penuh hingga Alvin harus mengaktifkan wujud Hunter Equipment setelah satu tangannya terpenggal akibat self defence dan pengurangan critical damage yang sudah tidak bisa melindungi dirinya lagi.


.........


Saat Alvin mengaktifkan wujud Hunter Equipment, hingga wujudnya nampak kembali, Miyuki melompat mundur sejauh belasan meter, menelengkan kepala dan menatap Alvin dengan mata berbinar.


"Jadi energi Mana ku bisa diubah menjadi kostum itu...," gumam Miyuki dengan penuh kekaguman.


Beberapa saat yang lalu, Miyuki mendapatkan pesan telepati dari Anna yang sedang berada di Tiongkok dan mengatakan bahwa rohnya dari kehidupan sebelumnya juga berada di dalam tubuh Alvin bersama dengan Sistem Kecerdasan yang dikirimnya.


Karena itulah dia menyadari kenapa Alvin tidak terlalu mahir dalam menggunakan teknik bertarung hingga ia akhirnya menyerang secara habis-habisan untuk mengajari Alvin agar mengerti bagaimana cara menggunakan teknik bertarung yang ia tinggalkan di dalam Sistem dengan baik dan benar.


Karena informasi yang Anna berikan juga, Miyuki menyadari jika Alvin masih menyimpan energi Mana yang berasal dari inti Mana miliknya di kehidupan sebelumnya. Itu juga menjadi alasannya untuk menyerang dengan sangat serius. Ia ingin tahu semaju apa dirinya di tahun 2129 nanti.

__ADS_1


Setelah melihat energi Mananya bisa dibentuk menjadi sebuah kostum yang sangat sesuai dengan seleranya, gadis itu sangat terkagum-kagum.


Ia juga memerhatikan bagaimana tangan Alvin yang baru saja dipenggalnya sudah pulih secara instan.


'Bagus... Temuanku berhasil...'


......................


Alvin mencabut pedang sihir dari ujung kepalan tangan kirinya.


Pedang sihir yang berwujud sinar biru itu didapatkannya setelah berhasil melalui quest level 101 dan ini adalah pertama kalinya ia sampai harus menggunakan pedang sihir tersebut dalam sebuah pertarungan.


Lawan yang begitu kuat membuatnya harus menggunakan pedang sihir yang ia pikir tidak akan pernah digunakannya sama sekali karena malaikat tertinggi dari pusaran ungu itu saja tidak membuatnya kerepotan.


Mina juga pernah memberitahunya jika ia mungkin tidak akan memerlukan pedang sihir itu kecuali saat melawan Beelzebub kelak.


"Tidak ku sangka aku akhirnya menggunakan senjata ini hanya untuk melawan manusia," ucap Alvin sembari membungkukkan tubuhnya, memasang kuda-kuda untuk menyerang.


Sementara itu Miyuki yang berdiri belasan meter darinya, menyimpan kembali kedua tanto yang sebelumnya ia gunakan sebagai senjata ke selongsong yang ia letakkan di belakang pinggang.


Sebagai gantinya, gadis itu menyentuh dan menggenggam gagang wakizashi yang tersarung di samping pinggang rampingnya.


Ia juga memasang kuda-kuda yang sama persis seperti yang Alvin gunakan, juga dengan posisi tubuh membungkuk yang sama.


Siapapun yang melihat kedua hunter itu saling berhadapan pasti akan langsung tahu jika keduanya sedang bertarung dengan menggunakan teknik membunuh yang sama.


Bedanya hanyalah senjata yang mereka gunakan. Alvin menggunakan pasak besi sebagai pengganti tanto yang Miyuki gunakan, juga menggunakan pedang sihir sebagai pengganti wakizashi.


.........


Saat keduanya mengaktifkan energi sihir dalam jumlah besar, segala macam benda yang tidak melekat di Bumi mulai beterbangan.


Reruntuhan gedung yang tidak memiliki pondasi kuat pun ikut tercabut dan terbang ke udara, bahkan melebur setelahnya.


Aspal dan lantai beton yang melapisi tanah meleleh dan pecah sampai membentuk partikel kecil akibat terbakar oleh energi sihir kedua hunter tersebut.


Daratan di pusat Kota S juga tak luput dari bencana yang disebabkan oleh energi sihir tersebut. Sebagian tanah yang tidak padat terperosok, sementara bagian tanah yang keras mengalami keretakan dan pecah menggembur.


.........


["Kau yakin ingin menggunakan serangan berkekuatan penuh?"]


'Sudah kukatakan, kau akan merasakan kekalahan hari ini. Aku ingin dirimu yang berada di masa kini akan mengingat kekalahan ini sepanjang sisa hidupnya.'


["...Ku rasa dia cuma ingin mengujimu."]


'Hal yang sama juga ingin kulakukan. Aku ingin tahu sehebat apa Sistem Pemburu yang sebenarnya.'


["Ya?"]


'Aku ingin menguji sekuat apa dirimu.'


["...Dia bukan aku walaupun aku pernah hidup sebagai dirinya."]


'Aku tidak peduli.'

__ADS_1


["..."]


__ADS_2