
Hunter-hunter terbaik Kota T menatap gerbang yang memiliki ukuran tiga kali lipat lebih besar dibandingkan sebuah gerbang Dungeon peringkat A itu dengan pikiran kosong.
Jika Dungeon peringkat A saja sudah membuat mereka frustasi, tentu saja Dungeon peringkat S itu membuat mereka tidak bisa berpikir lagi tentang apa yang akan bisa mereka lakukan selain hanya berjaga-jaga di luar gerbang saja sembari menikmati sisa hidup mereka yang berharga.
Dungeon peringkat S yang terkenal sangat berbahaya itu tidak hanya memberikan ancaman dari monster-monsternya saja. Bahkan aura sihir yang berasal dari lingkungan Dungeonnya akan cukup untuk membuat seorang hunter peringkat C langsung lumpuh karena tekanan energi sihir kuat begitu mereka masuk ke dalamnya.
.........
Robbie Cale memerhatikan wajah-wajah frustasi hunter-hunter dari guildnya yang bersedia datang untuk membantu. Ia memang tidak memaksakan mereka semua untuk datang, namun ada 30 lebih hunter peringkat A dan B dari guildnya yang datang dengan sukarela.
"Padahal aku tidak meminta mereka untuk datang membantu," ucap Robbie pelan.
"Aku juga," sahut Ivory sembari menatap 25 hunter dari guildnya yang juga datang dengan sukarela.
"Kalian berdua harus bangga. Mereka menunjukkan bahwa mereka adalah hunter sejati. Lihat, hanya ada 5 hunter dari guild ku yang datang secara sukarela," ucap Revi McCoy dengan nada suara tak bersemangat.
Ia memang tidak memaksa para membernya untuk datang dan tidak menyangka jika mereka benar-benar tidak datang. Padahal, kebanyakan hunter yang tidak datang itu adalah hunter idola para warga Kota T.
"Setidaknya jika kita semua mati, Kota T masih akan memiliki hunter," sahut Robbie, setengah bercanda.
"Ku harap mereka tidak akan menyesal setelah kehilangan rekan-rekan seperjuangannya nanti," Ivory menanggapinya dengan wajah serius namun ia akhirnya tertawa lirih.
"Tsk... Mereka bahkan tidak peduli pada Kota T. Ku rasa mereka juga tidak akan peduli pada rekan-rekan lama yang gugur disini," keluh Revi.
"Kenapa kau membicarakan mereka? Mereka itu anggota guildmu. Kau harusnya memaksa mereka untuk datang dari pada mengeluh," sindir Robbie.
Revi tertawa pahit, menanggapi sendau gurau kedua temannya yang sangat hambar.
"Yah..., jelas saja mereka takut. Lihat, bahkan tidak ada warga yang memberi kita semangat seperti biasanya," ucap Robbie lagi.
Kali ini giliran Ivory yang tertawa.
__ADS_1
"Bahkan para jurnalis yang biasanya kuhindari itu juga tidak tampak sama sekali," ucap Ivory dengan nada sedih.
Tidak seperti biasa, awak media yang selalu datang berbondong-bondong untuk meliput berita di sekitar gerbang, kali ini tidak nampak sama sekali batang hidungnya.
Karena itulah area gerbang kini tampak sangat sepi.
Awak media yang tahu seberapa berbahayanya sebuah gerbang peringkat S, memilih untuk tidak meliput di sekitar gerbang.
Mereka lebih memilih untuk membantu Asosiasi dan Pemerintah mengabarkan berita buruk itu dari lokasi yang sangat jauh sambil memantau keadaan di sekitar gerbang melalui rekaman langsung satelit yang telah Asosiasi berikan pada mereka.
Dengan menyiarkan kabar buruk itu, media-media secara tidak langsung juga membantu warga untuk melakukan evakuasi mandiri.
Saat berita adanya gerbang Dungeon peringkat S itu tersebar di seluruh Kota T. Para warga dengan sadar diri langsung melakukan evakuasi mandiri.
Mereka tahu, Dungeon peringkat S tidak sama seperti Dungeon lain. Dungeon peringkat S hanya memiliki waktu 24 jam sebelum sihir pengunci gerbangnya terbuka dan para monster keluar dari sana.
Karena itulah tidak ada yang berani berada di sekitar gerbang. Karena itu juga, banyak hunter-hunter dari Asosiasi dan anggota militer yang tidak bisa membantu menertibkan evakuasi karena mereka bersiap untuk menjaga keamanan dalam radius 1–5 kilometer dari lokasi gerbang berada.
......................
Mereka ada di sini hanya karena ingin sedikit memperlambat laju monster agar tidak terlalu cepat pergi jauh dari area gerbang. Setidaknya mereka bisa mencegah para monster menghancurkan area lebih luas sampai hunter-hunter bantuan berdatangan.
“Tuan Brown... Bagaimana? Apa tuan Rufino akan datang?” tanya Revi, yang biasanya tidak banyak bicara, saat Lex akhirnya tiba di lokasi gerbang.
Lex tersenyum pahit.
Revi McCoy menelan ludahnya saat melihat senyuman itu, mengira Alvin menolak untuk datang membantu.
“Y-ya... Apa boleh buat...,” ucap Revi dengan memaksakan senyumnya.
Ia tahu, hunter peringkat S saja mungkin akan berpikir bedulang kali jika dimintai bantuan untuk menangani sebuah Dungeon peringkat S. Bukan karena bayaran namun karena mereka sudah pasti menyayangi nyawanya sendiri.
__ADS_1
Seperti yang pernah terjadi beberapa kali, jika ada sebuah Dungeon peringkat S, biasanya akan terjadi Dungeon Break setidaknya 1–2 minggu sebelum hunter-hunter peringkat SS dari seluruh dunia datang dan mengatasinya.
Semua orang tahu, dibutuhkan 12 hunter peringkat SS untuk mengatasi sebuah Dungeon peringkat S, juga harus ada puluhan hunter peringkat S untuk membantu.
“Sebenarnya dia akan datang,” ucap Lex pelan. Suaranya agak tidak jelas karena sempat tersangkut di tenggorokannya.
“Apa?!”
“Dia sedang dalam perjalanan,” Lex menambahkan. Wajahnya masih kusut.
Hunter-hunter terbaik Kota T menatap Lex yang tanpa semangat dan terlambat menyadari kenapa pria paruh baya itu tampak lesu walaupun tahu Alvin akan datang.
Alvin mungkin hanya datang untuk mati.
Jadi mereka tidak boleh senang dengan kedatangannya. Mereka harusnya merasa malu karena harus mengorbankan hunter dari kota lain untuk mati bersama mereka.
......................
Sudah 2 jam berlalu sejak kemunculan gerbang itu. Lex juga sudah meminta bantuan pada Asosiasi Pusat untuk menghubungi 12 hunter terbaik dunia agar datang membantu, sementara mereka akan berjaga di sekitar gerbang hanya untuk berusaha memperlambat laju monster jika sudah keluar dari gerbang.
Tentu saja tidak ada yang bodoh dan berani masuk ke dalam Dungeonnya. Bukan hanya karena monsternya yang sudah pasti mengerikan, tapi karena aura sihir di dalam Dungeon yang sudah dijamin sangat mengerikan.
Satu-satunya cara untuk bisa bertarung melawan mereka tanpa adanya tekanan sihir Dungeon adalah dengan cara membiarkan monsternya datang dan bertarung di luar Dungeon.
Jadi, para hunter hanya tinggal memikirkan bagaimana caranya mengatasi mereka tanpa perlu khawatir tertekan aura sihir mengerikan dari Dungeon.
“Ngomong-ngomong, di mana tuan Paul? Dia bukan tipe orang yang akan melarikan diri dari situasi bahaya seperti ini, kan?” tanya Robbie.
“Dia sedang pergi ke Kota S," sahut Lex.
“Apa dia yang menjemput tuan Rufino?” tanya Ivory.
__ADS_1
Lex hendak menyahut namun ia mengurungkan niatnya saat melihat sebuah mobil sport berwarna dark-pink metalik datang mendekat.
Tak lama kemudian, mereka melihat Alvin keluar dari dalam mobil bersama seorang wanita cantik yang berpakaian ala seorang idol.