
Alvin menatap Bulan merah di atas kepala mereka sebelum menoleh pada ketua tim yang memanggil mereka dan meminta barisan petarung jarak dekat untuk bersiap.
Ia kemudian melayangkan pandangannya pada ribuan pasukan lawan yang sedang berlari mendekati benteng desa dengan berteriak-teriak memacu semangat tempur.
Mereka adalah para petarung jarak dekat yang datang dengan berbagai macam senjata yang cocok digunakan dalam pertarungan jarak dekat.
"Pasukan mereka lebih kuat."
"Jangan gunakan sihirmu dengan berlebihan. Jangan terlalu mencolok," ucap Mina mengingatkan.
"Kau takut mereka akan tahu kalau aku seharusnya belum berada di sini?"
"Selama kau tidak berbicara pada ras lain, mereka tidak akan menyadarinya. Tapi mereka nanti akan menyadari saat kau sudah tidak berada di sini lagi."
"Begitu. Baiklah."
"Biar aku saja yang bertarung. Kau bertahan saja. Mengerti?"
"Baiklah."
......................
Alvin dan Mina melompat belakangan, setelah hampir semua petarung jarak dekat melompat terlebih dahulu dari atas tembok desa.
Setelah semua petarung jarak dekat berkumpul di bawah tembok, sosok high orc yang biasanya bertindak sebagai pemimpin para petarung jarak dekat bergerak maju bersama pasukan khususnya terlebih dahulu.
Setelah pemimpin mereka sudah berjarak beberapa puluh meter, barulah semua pasukan berlari mengikuti.
.........
Di dekat Alvin dan Mina, Wang Zhu Ming dan Ronald Stewart berlari mengiringi mereka.
"Miyu, jangan berada jauh dari saya. Saya akan melindungi Anda!" pinta Ronald pada Mina.
Sebelum kematiannya, Ronald mengenal Miyuki sebagai hunter peringkat F tipe Assassin yang handal dalam menggunakan avatar hunter sebagai alat untuk melakukan raid.
Ronald menebak, Miyuki mungkin tewas saat ia pergi ke Dungeon dengan tidak menggunakan avatarnya. Ia belum tahu jika selama itu Miyuki hanya menyimpan kekuatannya saja dan baru menunjukkannya setelah Ronald telah tiada.
.........
Zhu Ming melompat maju menghadang beberapa musuh yang sedang berlari ke arah Alvin dan Mina.
Mina yang sudah terbiasa menyamarkan energi Mana dan Alvin yang juga sedang melakukan hal yang sama, tentu saja menjadi incaran lawan.
Akan ada hadiah yang nantinya dikirimkan secara otomatis ke rumah petarung yang berhasil membunuh lawan.
Karena itulah belasan musuh itu langsung mengincar Alvin dan Mina setelah tanpa sengaja merasakan jika energi Mana mereka adalah yang paling kecil dibandingkan petarung lain.
__ADS_1
Zhu Ming langsung menggunakan skill andalannya untuk menghalau sekaligus menghabisi lawan.
Dengan pedang hitam bermata dua yang merupakan senjata andalannya semenjak masih hidup, ia bergerak dengan lincah kesana kemari.
Selain untuk menyerang, ia juga berusaha melindungi rekan-rekan sesama ras manusia yang ia tahu tidak sekuat dirinya dan Ronald.
.........
"Kami akan membagikan jatah makanan pada kalian. Jangan khawatir. Yang penting berhati-hati dan tetaplah hidup," ucap Ronald sembari menatap Alvin dan Mina bergantian.
"Baiklah. Hati-hati, tuan," sahut Alvin setelah melihat Mina tampak tidak mau repot-repot menjawabnya.
.........
Zhu Ming dan Ronald adalah dua petarung terkuat di antara prajurit manusia.
Kehebatan mereka pada akhirnya dimanfaatkan petarung lain untuk berlindung demi keselamatan diri.
Namun, setelah lebih dari setengah jam bertarung sambil harus melindungi rekan-rekan mereka, Zhu Ming dan Ronald akhirnya mulai kehabisan stamina.
Seperti biasa, salah satu petarung jarak jauh yang sudah bisa memperkirakan hal itu akan terjadi di antara 30-45 menit setelah Zhu Ming dan Ronald beraksi, mengarahkan bola kristal sihir ke arah mereka.
Petarung jarak jauh itu mulai menembaki lawan dengan bola es demi memberikan waktu pada Zhu Ming dan Ronald untuk memulihkan stamina mereka.
.........
"Mereka saling melindungi dengan sangat baik," ucap Alvin yang sejak tadi berdiri berpunggungan dengan Mina.
"Tapi sangat membosankan."
"Kau terlalu kasar. Mereka cuma ingin membantu kita."
"Aku mengatakan kenyataan."
Alvin tertawa.
'Benar-benar seperti Mina yang ku kenal.'
"Kalau mereka mendapat makanan dari membunuh, bagaimana dengan hunter bertipe Healer? Bukankah mereka akan ketergantungan dari belas kasihan orang lain?"
"Di tempat ini, Healer justru menjadi petarung support yang sangat berharga. Mereka akan dicari dan dibayar dengan sangat baik oleh para petarung yang terluka. Tidak ada yang ingin mati, kan?"
"Begitu..." Alvin tersenyum pahit. "Kalau dulu aku mati, hidupku mungkin akan lebih berguna saat berada di sini dibandingkan hidup di dunia."
"Kalau kau mati, tidak ada yang membantu Anna membunuh dewan pengawas Re. Setengah dari Bumi akan mengalami kiamat."
"Bimi pasti akan menemukan orang lain, kan?"
__ADS_1
"Pasti. Tapi mungkin tidak akan sebaik dirimu."
Alvin tersenyum. Membuat lawan yang sedang dihadapinya tersinggung karena mengira Alvin sedang mengejeknya karena ia sejak tadi tidak berhasil menembus pertahanan pria bertubuh ramping itu.
"Baru kali ini kau memujiku."
Tidak ada jawaban dari Mina.
Penasaran, Alvin bergeser sedikit dan mundur beberapa langkah untuk melihat ekspresi Mina.
Hanya ekspresi datar yang bisa dilihatnya dari wajah gadis itu. Kedua mata Mina tertuju pada suatu arah, mengabaikan lawan yang sedang berusaha menghabisinya.
Ia pun menoleh dan tertawa saat melihat lima orang yang dikenalnya berada di pihak musuh dan sedang berada tak jauh dari mereka.
Alvin akhirnya memukul dan meledakkan kepala petarung yang sejak tadi berusaha untuk membunuhnya.
"Brondy, Shiva, Miranda, George dan Duncan. Kebetulan sekali, kan?"
"Di atas menara sana juga ada Norman Lewis."
Alvin mengikuti arah tatapan Mina dan menemukan Norman Lewis di kejauhan.
"Dan... Si muka topeng."
Alvin menurunkan pandangannya, melihat The Destroyer yang sedang berlari cepat ke arah mereka.
"Kalau kita membunuh mereka, mereka akan langsung pergi ke neraka, kan?"
Gikiran Mina yang tertawa.
"Biar aku yang urus mereka. Kau bersikaplah yang tenang."
Alvin mengangguk.
"Aku cuma bertanya. Aku juga sudah tidak memiliki dendam apa pun pada mereka." Alvin berbohong.
Dia sebenarnya sangat ingin menghabisi semua orang yang sudah menjadi musuh dalam kehidupannya itu untuk kedua kalinya.
Tapi, dia juga ingin melihat Mina yang sedang berada dalam wujud aslinya, bertarung.
Tapi, Zhu Ming dan Ronald yang sudah tahu sehebat apa The Destroyer yang terkenal di wilayah dua desa, langsung melompat kehadapan Mina.
Mereka tahu jika Mina tidak akan sanggup menghadapi pria bertopeng itu karena The Destroyer sudah terkenal akan kesadisannya. Sudah ribuan warga desa mereka yang pria itu habisi.
Zhu Ming dan Ronald pun biasanya selalu berusaha untuk menghindari pertarungan langsung melawan The Destroyer. Mereka akan selalu meminta bantuan pada elf dan high orc terkuat untuk menghadapinya.
Tapi, kali ini, akibat situasi yang sangat mendesak karena mereka harus melindungi Mina, mereka terpaksa menghadang petarung mengerikan itu.
__ADS_1
"Menyingkir! Cepat menyingkir dari sini! Biar kami yang akan menghadapinya!" seru Ronald dengan wajah panik.
Pria tua itu tahu jika Gina, putrinya, berteman baik dengan Miyuki. Karena itulah dia sangat ingin melindungi gadis itu.