Hunter System

Hunter System
Bab 126 - Monster Berwujud Manusia


__ADS_3

Puluhan hunter profesional yang lebih senior lagi mulai berdatangan. Mereka adalah hunter-hunter Asosiasi peringkat A dan B yang bertugas untuk menjaga keamanan kastil.


Melihat Alvin datang dengan menyeret mayat puluhan rekan mereka di dalam 3 jaring, kapten dari tim itu sebenarnya agak merasa ngeri. Namun, saat melihat semua hunter menatap dirinya menunggu perintah, ia akhirnya memberanikan diri untuk maju dan membentak Alvin.


"Kau berani jug..."


Zlaaarrr... Zlaaarrr... Zlaaarrr...!!!


Suara petir mengelegar bersahutan, menghanguskan tubuh puluhan hunter yang tidak Alvin berikan kesempatan untuk menambah kemarahannya dari gertakan kosong mereka.


Tidak satupun dari hunter Asosiasi itu yang ia biarkan hidup selain hunter-hunter muda tadi, yang kini sudah terkurung di dalam jala dan digantungnya di atas pintu gerbang benteng.


Melihat senior, keluarga dan orang tua mereka tewas dengan tubuh diremukkan menjadi satu juga hangus terpanggang petir, sebagian dari hunter-hunter muda itu merasa marah, walaupun rasa takut yang mereka miliki jauh lebih besar dibandingkan kemarahan tersebut.


["Mereka mungkin akan membalas dendam di masa depan. Bunuh saja,"] Mina memberi saran.



'...Tumben kalian tidak bersepakat?'


Alvin menatap hunter-hunter muda yang tergantung di atas gerbang itu dengan tatapan dingin.


Ada sedikit perasaan kasihan pada para anak remaja yang masih berada di rentang usia 15-18 tahun itu.


Dia tidak mempermasalahkan jika dirinya di cap buruk sebagai orang keji yang sudah menghabisi seluruh keluarga mereka. Namun, ia memang harus menghabisi hunter-hunter Asosiasi yang berada di dalam benteng ini karena ia tahu mereka adalah hunter-hunter kaki tangan Norman Lewis yang kejam dan korup.


.........


Alvin menatap wajah marah para remaja itu. Ia tahu, jika membiarkan mereka hidup, mungkin kelak balas dendam juga akan datang dari mereka-mereka ini yang pastinya akan di arahkan pada ayah atau kakaknya.


Alvin akhirnya pergi mendatangi mereka sambil masih menyeret tiga jala yang berisi gumpalan puluhan mayat hunter.


Ia menatap agak lama pada hunter-hunter muda itu dalam diam untuk memancing kemarahan mereka dan pancingannya berhasil.


Hunter-hunter muda itu mulai memaki-maki dan menyumpahinya.


Namun, saat mereka melihat ratusan monster serangga tiba-tiba muncul entah dari mana, semua hunter remaja itu terdiam beberapa saat sebelum berteriak-teriak histeris.

__ADS_1


Berbeda dengan Alvin yang energi Mana nya telah disamarkan Rimi, serangga-serangga itu datang dengan aura sihir yang terasa sangat mengerikan bagi mereka.


"Jika kalian ingin membalas dendam, carilah aku di Dungeon," ucap Alvin dengan seringai jahat di wajahnya.


"M-monsterrrr...!!!"


"D-dia monster!"


Setelah keinginannya untuk menakut-nakuti para remaja itu tercapai, Alvin mengabaikan teriakan ketakutan mereka.


Ia kemudian berbicara pada puluhan laba-laba raksasa untuk berjaga dengan membentuk lingkaran mengelilingi kastil agar mencegah jika ada hunter pengikut keluarga Lewis yang ingin melarikan diri.


Setelah semua laba-laba raksasa beracun itu pergi menyebar, ia akhirnya masuk ke wilayah kastil bersama pasukan nyamuk, belalang, dan belalang sembah yang berjalan layaknya manusia, tepat di sampingnya.


.........


Puluhan hunter sudah berdatangan lagi dengan niat ingin mengepungnya. Namun, saat mereka melihat ada monster-monster serangga datang bersama Alvin, mereka menjadi ragu untuk datang mendekat.


Beberapa dari mereka bahkan langsung gemetar ketakutan saat melihat monster-monster, yang sengaja Alvin 'tampilkan' tanpa kostum, sudah beterbangan menyerang.


Alvin menepuk-nepuk punggung belalang sembah.


Belalang sembah terbang menghampiri puluhan hunter yang langsung berteriak-teriak pilu saat tangan berbentuk sabit belalang sembah mulai membuntungi anggota tubuh mereka.


Alvin akhirnya meninggalkan hunter-hunter Asosiasi itu pada pasukan serangganya sementara ia sendiri langsung masuk ke dalam kastil setelah menghancurkan pintunya, sambil masih menyeret 3 gumpalan mayat di dalam jalanya.


......................


Alvin langsung melihat Norman Lewis yang sedang berdiri di dekat Vina saat baru masuk melewati pintu yang telah hancur itu.


Ia kemudian melemparkan 3 jala penuh mayat itu ke hadapan musuh-musuhnya lalu berdiri tegak di depan mereka.


Semua hunter, terutama Duncan, menatap ngeri pada isi jala, melihat bagaimana mayat-mayat orang yang mereka kenal berada di dalam sana menggumpal menjadi satu.


"Kau! Apa kau ini monster?!" ucap salah satu hunter peringkat SS setelah melihat bagaimana pria di hadapannya dengan keji membantai habis puluhan hunter dan menyatukan mayat mereka dengan tidak layak seperti itu.


Tapi, hunter itu langsung kaget saat melihat monster-monster serangga beterbangan di luar sana, mengejar hunter-hunter dan membunuh mereka.

__ADS_1


'Apa mereka itu dia yang membawanya? Apa dia benar-benar monster yang berwujud manusia?'


Alvin tidak memerdulikan hunter itu. Ia menatap ke arah lain, pada ketiga temannya yang terkapar di lantai dengan wajah babak belur dan pakaian yang hancur akibat penyiksaan yang mereka alami.


.........


Sementara itu, setelah ia melihat cara kemunculan Alvin, juga setelah merasa ngeri dengan tatapan mata pria itu padanya setelah menunjukkan mayat-mayat dalam jala pada mereka, Duncan dengan cepat menghampiri Vina.


Ia mengeluarkan pisau kecil dari balik jasnya lalu menodongkan pisau itu ke leher Vina.


"Jangan bergerak atau aku akan membunuh..."


Kalimat Duncan terputus saat melihat seutas benda berwarna putih berkelebat ke arah Vina dan menyambar tubuh wanita itu lalu menerbangkannya tepat ke arah Alvin.


Alvin menangkap kaki kursi di mana Vina terikat, lalu meletakkannya di lantai. Ia juga menyambar tubuh ketiga temannya dengan jaring, lalu mendaratkan mereka di dekat Vina.


Alvin menatap Duncan sembari mengangkat tangan kirinya, meninjukkan pisau milik Duncan yang tadi diambilnya dari balik jas.


Alvin tahu Duncan akan menggunakan pisau tersebut untuk mengancam dirinya melalui Vina. Jadi, ia sudah merampas pisau itu terlebih dahulu dengan airbender sebelum Duncan sempat menodongkannya di leher Vina.


"Ini akan ku gunakan padamu nanti," ucap Alvin sembari menatap Duncan dan tersenyum sinis.


Ia kemudian menggunakan pisau itu untuk memotong tali ikatan Vina, lalu menyimpan pisau tersebut di kantong jaketnya.


Kedua mata Duncan melebar saat melihat pisau di tangannya telah berpindah ke tangan Alvin tanpa tahu kapan pria itu mengambilnya.


"B-bagaimana caranya... Woooaaahhh...!"


Duncan terkejut saat seutas jaring sebesar tambang tiba-tiba melilit tubuhnya, juga tubuh Norman Lewis.


Keduanya kemudian terlontar tinggi ke langit-langit kastil dan melekat disana saat Alvin melemparkan kedua hunter itu ke sana.


.........


Keenam hunter peringkat SS itu terkejut dan terpana menyaksikan bagaimana kecepatan Alvin dalam mengambil tawanan, juga kecepatannya dalam menangkap keluarga Lewis.


Alvin melakukan semuanya dengan sangat cepat hingga mereka bahkan tidak sempat mencegah apa yang Alvin lakukan akibat terlalu kaget dan merasa takjub.

__ADS_1


"S-skill apa itu? Apa itu jaring laba-laba? Tapi kenapa jaringnya tebal sekali?"


__ADS_2