
Pasukan dari Asosiasi yang dipimpin oleh Norman Lewis sudah pergi sangat jauh saat lich dari gerbang lain datang menyergap tim pengawas yang memilih untuk tetap tinggal demi bisa menyelamatkan para warga sipil yang bersembunyi ketakutan di bangunan-bangunan yang berada di sekitar situ.
Melihat kedatangan pasukan lich berwujud manusia, para warga sipil yang baru diselamatkan awalnya tidak terlalu takut. Tapi, saat melihat para hunter Asosiasi yang sedang bersama mereka tampak ketakutan, para warga akhirnya tahu bahwa manusia-manusia dengan tatapan kosong itu pastilah monsternya dan mereka pun mulai berteriak histeris sambil lari berhamburan tak tentu arah.
.........
Apa yang terjadi di pusat Kota S itu akhirnya mulai disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi lokal setelah ketua tim pengawas memberikan hak siar tanpa izin Norman Lewis.
Melihat monster-monster berwujud manusia itu mengamuk dan membunuh semua warga dan hunter, warga Kota S awalnya mengira bahwa yang terjadi itu adalah peperangan antar hunter saja dan mereka tidak begitu mengkhawatirkannya.
Namun, saat reporter menjelaskan situasinya, para warga mulai panik.
Banyak dari mereka mulai pergi meninggalkan tempat kerja, rumah dan semua aktifitas mereka untuk melarikan diri ke luar kota.
.........
Kepanikan tidak hanya terjadi di antara warga sipil. Hunter-hunter Kota S yang jauh lebih mengerti situasi yang terjadi di kota mereka juga tak kalah panik bahkan mereka jauh lebih panik dibandingkan warga sipil yang tidak tahu apa arti dari mengerikannya monster peringkat S tersebut.
Bukannya berusaha melindungi warga sipil dan membantu pihak militer yang berusaha menertibkan evakuasi, hunter-hunter dari guild terbaik ke 2 sampai guild terbaik ke 10 Kota S justru mulai melarikan diri dari kota mereka.
......................
Pasukan Asosiasi dari tim pengawas berusaha sebisa mungkin untuk mencegat gerombolan lich yang sedang mengejar warga. Tapi, karena mereka kalah sangat jauh dalam hal kekuatan, pasukan itu akhirnya mulai menjadi korban keganasan lich.
Hanya dalam beberapa menit saja, sudah mulai banyak dari mereka yang berguguran.
Loman Griffin bahkan sudah terjatuh dan hampir mati tertembus pedang salah satu lich andai sosok berkostum robot tidak datang menyelamatkan.
Wussshhh...
Crak... Crak... Crak...!
Robot yang memiliki postur tubuh seperti belalang sembah itu memenggal kepala 3 lich yang sedang mengeroyok Loman hanya dengan satu kali tebasan.
Ia juga langsung pergi lagi membunuh lich-lich lain yang sudah membuat hunter-hunter Asosiasi sekarat.
Setelah robot itu, ada banyak robot-robot lain yang juga berdatangan dan langsung menyerang gerombolan lich.
"Apa yang terjadi? Kenapa monster-monster itu saling membunuh di antara mereka?"
Loman dan anak buahnya terdiam saat melihat robot-robot terbang dan robot berwujud laba-laba yang memiliki tinggi sekitar dua lantai bangunan itu lewat di depan mereka, mengejar semua lich dan menghabisi mereka satu per satu sampai area itu akhirnya bersih dari lich.
Tapi, hanya dalam berapa menit kemudian, pasukan lich bangkit kembali saat sosok lich dengan tubuh kurus berjubah hitam menengadahkan kedua tangannya ke langit.
Bos Dungeon itu membangkitkan ratusan lich itu lagi dan mereka pun kembali bertempur dengan pasukan robot serangga.
Pertempuran antara pasukan robot serangga dan pasukan lich kini cukup seimbang. Lich yang masih memiliki kepala dan baru dibangkitkan itu memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dibandingkan saat mereka masih berwujud manusia.
Tapi, pertarungan itu segera berakhir saat seekor robot laba-laba raksasa datang dan menjerat semua lich dengan jaring-jaringnya.
Memiliki duplikat kekuatan dan mendapat perintah melalui telepati dari Alvin, laba-laba raksasa mulai meremukkan semua lich yang terperangkap dalam jaringnya.
Di atas tubuh laba-laba, Alvin yang juga dalam kostum robotnya berjongkok. Ia mengelus pelan bagian kepala laba-laba itu setelah berhasil menyelesaikan misinya.
__ADS_1
"Nah, kau kelilinglah ke setiap tempat dan carilah lich-lich itu. Remukkan mereka semua," ucap Alvin pada laba-laba raksasa, memberikan misi baru padanya.
Setelah itu, Alvin melompat turun dari atas tubuh laba-laba dan langsung menarik lich Mage, sang bos Dungeon, dengan airbender lalu memenggal kepalanya.
Saat necromancer itu mati, seluruh lich yang berada dalam kepemimpinanya, langsung roboh. Daging-daging busuk mereka meleleh dan hanya menyisakan tulang-tulangnya saja.
.........
"Oh, mereka semua langsung mati saat necromancer nya mati?"
["Bukankah kau sudah mempelajarinya di Akademi?"]
"Ya, aku tahu itu. Tapi ku kira mereka berbeda karena mereka diciptakan dengan cara berbeda."
["Mereka sama saja."]
"Berarti dua pendampingnya mati juga?" tanya Alvin saat ia tidak melihat kedua pendamping bos ada di tempat itu.
["Ya."]
"Baguslah."
Alvin akhirnya menatap hunter-hunter Asosiasi yang diam membeku menatap ke arahnya, juga pada laba-laba raksasa yang akhirnya kembali lagi saat Alvin memanggilnya kembali. Ia tahu bahwa area itu sudah bersih akibat necromancer nya telah mati, jadi ia membatalkan misi laba-laba.
.........
Loman Griffin menatap sosok manusia berkostum robot di hadapannya dengan kedua mata melebar.
Ia bahkan terdiam cukup lama sebelum menerima uluran tangan Alvin yang ingin membantunya berdiri.
‘Ada apa dengan suaraku? Ini mirip suara… siapa namanya? Bimi?’
[“Bersyukurlah karena kau sekarang dalam kostum ini. Rimi juga sudah menyamarkan suaramu. Ini untuk menghindari masalah dari Asosiasi yang akan kebingungan saat tahu kekuatanmu dan pada akhirnya menyelidikimu. Kau akan repot.”]
‘Aku tidak masalah dengan hal itu. Aku kembali ke kota S juga karena ingin membereskan urusan dengan Norman Lewis agar kedepannya tidak mengganggu perburuan kita lagi.’
[“Datang tanpa mereka tahu bahwa kau sudah berbeda adalah hal yang lebih baik.”]
‘…Baiklah.’
...…...
“T-tuan… s-siapa Anda?” tanya Loman, setelah ia berhasil sadar dari rasa terkejutnya. Ia mengira Alvin dan pasukannya itu mungkin monster Dungeon juga. Tapi saat Alvin berbicara padanya dalam bahasa manusia, ia merasa sedikit lega.
Loman kemudian menatap robot-robot berwujud serangga di belakang Alvin yang sedang menghabisi para lich dari gerbang lain yang baru berdatangan lagi. Mereka adalah pasukan lich yang memisahkan diri dari pasukan yang sedang mengeroyok Cyntia.
Loman heran bagaimana bisa makhluk-makhluk itu membantai para lich dengan mudah padahal ia tidak merasakan energi Mana apa pun dari makhluk-makhluk berkostum robot tersebut.
...…...
Alvin menatap wajah takut sekaligus takjub Loman selama beberapa saat. Ia sudah pernah mendengar tentang Loman yang merupakan salah satu orang kepercayaan Norman Lewis.
Dia adalah salah satu hunter terkuat di Kota S dan dia kini dalam keadaan yang tidak baik setelah dihajar habis-habisan oleh lich.
__ADS_1
'Ternyata dia tidak sekuat yang sering orang bicarakan. Tapi...'
Alvin kemudian menatap pasukan Asosiasi yang masih duduk di aspal juga yang sedang terkapar lemah.
Ia kemudian memandang sekeliling tempat itu, lalu membuka peta pertemanan. Tidak banyak titik hijau buram di sana.
'Apa cuma mereka ini saja hunter Asosiasi yang datang membantu?'
["Sepertinya begitu. Orang ini... Dari tatapan mata dan mimik wajahnya, sepertinya dia baru saja mengkhianati atasannya. Mungkin atasannya meminta untuk membiarkan situasi ini tapi dia menentangnya."]
'Sudah kuduga...'
Alvin menatap Loman lagi dengan tatapan penuh respek.
["Walaupun tahu jika dia dan pasukannya tidak sanggup melawan lich-lich itu, setidaknya dia tidak meninggalkan warga sipil. Dia benar-benar berjiwa kesatria."]
'Kau benar.'
.........
“Saya hunter,” sahut Alvin, sembari menepuk pelan pundak Loman.
Loman terkejut saat merasakan sihir penyembuh masuk ke dalam tubuhnya dan memulihkan semua luka yang ia derita.
Bukan hanya dia saja. Alvin juga menyembuhkan semua anak buah Loman yang masih hidup, lalu berbalik pergi tanpa mengucapkan apa pun lagi.
“Tuan… s-siapa nama Anda?”
Alvin menghentikan langkah kakinya.
“Anda akan tahu nanti. Beristirahatlah, tuan. Serahkan sisanya pada kami.” sahut Alvin tanpa menoleh padanya.
Setelah mengucapkan kalimat itu, ia dan semua pasukannya tiba-tiba saja menghilang dari hadapan Loman dan para anak buahnya setelah ia mengaktifkan ghost skill yang didapatnya dari anak buah The Destroyer.
“Ap… k-ke… kemana dia?!”
[“Tsk… kau tinggal pergi saja. Untuk apa mengaktifkan skill hantu?”]
‘Supaya terkesan misterius.’
[“…Pemborosan energi Mana.”]
‘Tidak masalah, kan? Recovery energi Mana ku sangat cepat saat tampilan kostum aktif.’
[“Tsk… kau lihat saja nanti.”]
‘Apa akan ada masalah?’
[“…”]
‘Mina? Apalagi yang kau sembunyikan? ...Rimi?'
<...>
__ADS_1
......................