Hunter System

Hunter System
Bab 104 - Mana Point Alvin


__ADS_3

Alvin terkejut saat melihat tubuhnya kini memiliki otot-otot menonjol yang sebelumnya tidak nampak di dada, perut dan kedua lengan yang sebelumnya kurus dan masih dalam tahap pembentukan.


‘Wow! Mina, apa ini pekerjaanmu?’


[“Tsk... Tidak perlu berterima kasih.”]


‘Terima kasih.’


[“Bukan apa-apa. Fokuslah dulu pada wanitamu."]


Tapi saat Alvin hendak berbicara lagi pada Cyntia, wanita itu tiba-tiba berdiri dari kursi di hadapannya.


“Aku keluar dulu,” ucap Cyntia setelah ia berdiri.


Ia kemudian pergi meninggalkan Alvin dengan wajah merah merona, malu saat mengira Alvin pasti menyadari ia terlalu lama menatap tubuhnya. Padahal Alvin tidak memerhatikan hal tersebut.


“Y-ya...”


'Sialan! Siapa yang membawaku ke sini dan membiarkanku hanya mengenakan pakaian dalam?'


["Dia yang membawamu. Saat kau pingsan, seorang hunter Asosiasi yang sedang berpatroli tidak sengaja menemukanmu di gang. Saat kau di bawa, dia kebetulan melihatmu. Vina yang saat itu bersamanya menyarankan agar kau di bawa ke rumah ini saja."]


'Jadi? Siapa yang membiarkanku seperti ini?'


["..."]


'Mina?'


["Vina yang mengganti pakaianmu tapi dia yang melepasnya."]


''Kau ingin menipuku?!'


["Untuk apa aku menipumu?!"]


'...'


["Dia cuma mau mengganti pakaianmu yang basah karena keringat saat aku membentuk otot-ototmu, tapi dia terlalu malu untuk memasangkan pakaian baru lagi."]


'...Kenapa tidak kau katakan sejak tadi?'


["Aku sedang memberi tahu alurnya! Kau f**k!"]


'...'


.........


‘Sudahlah. Sekarang beri tahu aku. Apa yang sebenarnya terjadi?’


[“Hasil latihan fisikmu selama pertarungan hari itu sudah ku bentuk menjadi otot.”]


‘Bukan. Aku tahu itu.’


[“Keren kan? Dia sampai terpesona pada tubuhmu.”]


‘Kau...’


[“Hnnn?”]


‘Lupakan. Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku tiba-tiba pingsan?’


[“Kau kelelahan dan kehabisan energi Mana. Coba lihat status mu.”]


Alvin segera memanggil jendela status dan berteriak nyaring setelah melihat status mana pointnya.


“Apa ini?!”


Mendengar suara teriakan Alvin, Cyntia muncul di depan pintu. Tapi ia langsung memalingkan wajah saat melihat Alvin masih belum berpakaian.


“Apa yang terjadi?” tanya Cyntia dengan wajah memerah, tanpa berani menatap Alvin sama sekali.


“T-tidak ada...”

__ADS_1


Mereka diam agak lama sampai Cyntia akhirnya pamit untuk menunggunya di ruang tamu.


Alvin menatap kembali pada layar status.


...■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■...


...Mana point :...


...- 9.238.484.341.286.721.991.269.251.168...


...■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■...


‘Kenapa mana point ku minus sebanyak ini dan apa-apaan angka ini? Mana poin ku sebelumnya bahkan cuma puluhan juta. Ini... nominal dari mana? Apa Rimi sedang error?'



'...Senang mendengarnya. Lalu, apa yang terjadi?'


[“Kau sebenarnya sudah kehabisan energi Mana saat menggunakan banyak skill mu waktu itu.”]


‘Apa?! Kenapa kau tidak memberi...’


Alvin akhirnya teringat kembali saat Mina mengatakan bahwa dia memboroskan energi Mana nya.


‘Kau...!’


[“Hnnn?”]


‘Tidak. Maaf. Maksudku, kenapa kau tidak memberitahuku?’


[“Karena itu bukan masalah besar. Itu hanya berpengaruh ke seberapa lama kau pingsan.”]


‘B-begitu.’


Alvin menatap layar statusnya kembali.


'Jadi, kalau saat itu aku kehabisan energi Mana, bagaimana aku bisa menggunakan sihir?'


'Hah?'


["Hunter Equipment itu terbentuk dari kumpulan energi Mana yang sangat besar. Karena ia menyatu di tubuhmu, kau bisa meminjam energi Mana darinya saat kau mengaktifkan wujudnya."]


'Begitu...'


Alvin menggaruk-garuk rambut gondrongnya sambil masih menatap jendela status pada bagian mana point.


‘Lalu ini..., apa ini sejenis utang yang harus ku bayar? Apa sebanyak ini energi Mana yang ku pakai saat itu?’


[“Kau pikir Hunter Equipment sejenis rentenir dan menagih utang dengan bunga sebanyak ini?”]


‘...’


[“Itu kapasitas energi Mana yang bisa kau pakai. Tapi, itu jika kau mengaktifkan wujud Hunter Equipment. Mana point itu baru terbuka setelah kau meminjam energi Mana darinya untuk pertama kali pada waktu itu."]


‘Jadi begitu... Tapi...,’ Alvin memerhatikan recovery sistem nya, ‘Sampai kapan angaka ini akan kembali ke nol? Apa selama angkanya belum plus maka aku tidak bisa menggunakan sihir?’


Mendengar suara detak jantung gugup Alvin saat bertanya, Mina dan Rimi tertawa.


Mendengar suara tawa mereka, Alvin terdiam. Ia baru sadar bahwa ia memiliki energi Mana yang sama banyaknya seperti yang ia miliki sebelumnya.


‘Kau tinggal mengatakannya saja.’


[“Kau lucu. Apa angka itu membuatmu panik?”]


‘T-tentu saja. Ini lebih mengerikan daripada melihat saldo rekening ku nol.’


Ia mendengar Mina dan Rimi menertawakannya lagi setelah itu.


Setelah keduanya puas tertawa dan diam, Alvin mengajukan pertanyaan lagi.


‘Kalau ku kalkulasikan dengan recovery system ku, bukankah mana point ini akan kembali ke nol dalam 3 tahun lagi?’

__ADS_1


[“Oh, matematika mu bagus.”]


‘...Mana point sekarang lebih berharga dari uang. Yah..., kau tahu itu.’


[“Kau benar. Mana point yang tertera itu tidak akan pernah mencapai angka nol sebelum 1.097 hari jika harus memulihkannya menggunakan recovery system. Tapi, mana point itu akan langsung penuh saat kau menyelesaikan quest level 101.”]


‘Apa?! Sesimpel itu?’


[“Simpel?”]


‘...’


[“Ku harap kau tidak menangis nanti.”]


Glup...


‘Tapi, kalau aku memiliki energi Mana sebanyak ini...’


[“Kau bisa menarik bulan dengan jaring mu.”]


‘...’


[“Sebagai seorang hunter, kau tidak akan tertandingi di antara manusia. Tapi, karena energi Mana mu sebanyak itu, kau pasti tahu kan sehebat apa monster yang akan kau hadapi nanti?”]


Alvin mengangguk pelan.


'Berarti aku tidak bisa melihat seberapa besar energi Mana ku sekarang karena tertutup angka minus ini, kan?'


["Ya. Jika kau sedang tidak mengaktifkan wujud Hunter Equipment, kau hanya perlu merasakannya saja sebanyak apa energi Mana yang kau gunakan agar kau tidak menghabiskan seluruh energi Mana mu."]


'Baiklah. Aku mengerti. Terima kasih.'


[“Nah, aku sudah memperjelas tujuan kami datang, kan? Kami membutuhkanmu untuk masa depan yang lebih baik.”]


‘Tapi..., apa aku boleh menyelesaikan urusanku terlebih dahulu sebelum itu?’


[“Membereskan keluarga Lewis?”]


‘Ya. Juga ada George Maxwell yang membuatku sangat marah."


[“Tsk... mereka cuma butiran debu.”]


‘...Butiran debu juga bisa mengganggu jika dibiarkan.’


[“Itu tidak akan terjadi."]


‘Mereka bisa menyebabkan bersin.’


[“...Kalau begitu bersihkan mereka terlebih dahulu.”]


'Terima kasih.'


......................


Setelah selesai berbicara pada Mina, barulah Alvin pergi ke lemari pakaiannya yang berdebu untuk mencari pakaian lama yang ia tinggalkan.


Sambil mengenakan pakaian yang berbau lemari itu, Alvin mendengar musik progresif metal yang berasal dari ruang tengah dimana Cyntia saat ini berada.


Ia membuka peta pertemanan untuk melihat apakah ada orang lain di dalam rumahnya dan ia tidak menemukan siapapun lagi selain dirinya dan Cyntia.


'Apa ini lagu kesukaannya?'


Alvin mendengarkan suara musik itu dengan seksama dan bisa mengenal suara yang dihasilkan dari spreaker itu. Ini adalah suara yang dihasilkan oleh speaker lama milik ibunya yang sudah berusia lebih dari 35 tahun. Speaker kenang-kenangan yang ditinggalkan ibunya yang merupakan seorang penari modern di masa mudanya.


Saat mengingat ibunya, Alvin menoleh ke arah meja kecil di samping ranjang di mana ponselnya berada.


Ia kemudian mengambil ponsel itu dan hanya menggenggamnya saja sambil mengingat-ingat daftar lagu kesuakaan ibunya yang sudah ia beli dan berada di ponselnya.


Lagu-lagu yang sering ia dengarkan di saat-saat sendiri dan kesepian ketika ia masih berada di Akademi dulu, juga saat ia ingin 'menulikan' telinganya agar tidak mendengar hinaan orang-orang setiap sedang menunggu jadwal masuk ke dalam Dungeon.


......................

__ADS_1


__ADS_2