
Walaupun Lex dan Jack pada awalnya memiliki keyakinan bahwa Alvin akan datang membantu, namun Alvin tak kunjung kembali juga dari perjalanan luar kotanya setelah gerbang Dungeon peringkat A itu muncul di Kota T selama 4 hari.
Hal itu membuat hunter-hunter peringkat A dan B yang sudah menunggu di depan gerbang Dungeon selama 2 hari belakangan ini mulai khawatir karena orang yang dikatakan oleh ketua Asosiasi akan datang untuk membantu mereka, tak kunjung menampakkan batang hidungnya juga.
.........
"Tuan Brown. Sebenarnya siapa hunter itu? Kenapa dia belum datang juga? Cuma tersisa 3 hari lagi sampai terjadi Dungeon Break. Jika kita tidak masuk ke dalam gerbang hari ini, semuanya mungkin akan terlambat." Ucap Robbie Cale dengan sikap menuntut kecekatan ketua Asosiasi itu.
Lex Brown tidak langsung menanggapinya. Pria paruh baya itu malah melirik pada Jack Paul, yang baru saja menutup panggilan teleponnya pada Vina untuk menanyakan keberadaan Alvin.
Melihat tatapan Lex padanya, Jack langsung menggelengkan kepalanya dengan sangat samar hingga gerakannya itu hanya disadari oleh Lex seorang.
Sigh...
Mengetahui hal itu, Lex akhirnya mengumpulkan semua hunter yang memang sudah siap untuk melakukan raid semenjak dua hari yang lalu untuk bersiap-siap memasuki gerbang.
"Tuan-tuan. Kita akan masuk sekarang." Ucap Lex pada mereka.
Mendengar itu, salah satu hunter peringkat A yang biasanya tidak banyak berbicara, maju menghampiri Lex.
"Kenapa kita tiba-tiba masuk saat orang yang sudah kita tunggu selama dua hari ini belum datang, tuan Brown? Dimana hunter yang Anda katakan akan membantu kita?" tanya hunter itu dengan menyertakan tatapan dingin pada Lex.
Dia adalah salah satu hunter peringkat A yang dijuluki sebagai yang terkuat di Kota T. Ketua dari guild Devils Shadow, Revi McCoy.
"Dia akan datang terlambat," sahut Lex pelan.
"Bagaimana mungkin seorang hunter datang terlambat saat dia sangat dibutuhkan? Kita dalam keadaan darurat!" sahut Revi dengan suara menggeram tertahan dimulutnya.
Lex agak tidak suka dengan gaya Revi yang selalu ingin mengintimidasi lawan bicaranya. Revi sudah dikenal seperti itu sejak dulu.
Lex akhirnya membalas tatapan dingin Revi dengan tatapan yang serupa, sebelum berbicara padanya dengan nada menggeram pula, "Ingat, kita tidak menyewanya. Dia hanya ingin membantu Kota T saja!"
"Lalu kenapa Anda tidak menyewa hunter dari kota lain? Kemana uang pajak yang kami berikan pada Asosiasi? Tolong jangan seperti ketua Asosiasi Kota S yang korup itu!"
"Hunter Revi! Anda..."
"Tuan-tuan, tolong hentikan!" seru Ivory yang langsung berdiri diantara Revi dan Lex. Ia bisa melihat bakal akan ada keributan jika kedua hunter itu terus beradu argumen. Ivory kemudian menoleh pada Revi lalu berbicara kembali, "Akan lebih banyak waktu terbuang jika Anda dan tuan Brown terus berdebat disini."
Revi dan Lex akhirnya menghentikan keributan kecil itu terutama saat mereka menyadari tatapan semua orang termasuk para jurnalis kini tertuju pada mereka.
Lex akhirnya berbalik untuk menatap hunter-hunter yang sudah berkumpul dibelakangnya.
"Ayo kita masuk sekarang." Ucap Lex, yang kemudian berjalan terlebih dahulu menuju gerbang.
__ADS_1
Mendapat perintah itu, semua hunter yang akan melakukan raid akhirnya pergi menuju gerbang.
.........
Warga sipil yang ikut hadir disana untuk menyemangati para pahlawan itu dapat melihat ketegangan pada raut wajah seluruh hunter yang akan melakukan raid.
Biasanya, hunter-hunter akan bersikap gagah dan penuh percaya diri saat melihat banyak orang mengantarkan kepergian mereka seperti saat ini. Namun sekarang, para hunter melihat orang-orang itu seperti sedang mengantarkan kepergian mereka ke sebuah pemakaman.
.........
Sementara para hunter berjalan masuk kedalam gerbang, televisi lokal yang sedang menayangkan langsung kondisi di depan gerbang merilis daftar-daftar hunter yang akan melakukan raid.
Bersamaan dengan itu, kru kamera juga mengarahkan kamera mereka pada Hunter-hunter yang sedang berjalan ke gerbang.
Hunter dengan peringkat tertinggi, peringkat A, masuk terlebih dahulu, disusul oleh hunter-hunter dengan peringkat B. Sementara para hunter peringkat B yang berperan sebagai hunter cadangan, menunggu diluar gerbang apabila nanti ada hunter peringkat B yang cidera parah dan ingin digantikan.
Di antara mereka semua ada hunter-hunter peringkat A seperti Lex Brown, ketua Asosiasi Kota T yang kini telah berusia 65 tahun. Ia merupakan seorang hunter tipe Tank yang juga bertindak sebagai kapten tim raid.
Kemudian hunter peringkat A kedua adalah Robbie Cale. Pria berusia 35 tahun itu adalah hunter tipe Warrior. Ia merupakan ketua dari guild terbaik kedua di Kota T, Iron Wall.
Berikutnya Revi McCoy, Assassin peringkat A berusia 38 tahun yang merupakan ketua dari guild Devils Shadow, guild nomor satu di Kota T.
Lalu Ivory Cruz, hunter Mage peringkat A berusia 28 tahun yang merupakan ketua dari guild Flames, guild terbaik ketiga di Kota T.
Sisanya adalah hunter-hunter peringkat B seperti Jack Paul, Joey Garin, Edmund Green dan hunter peringkat B terbaik dari gabungan 3 guild besar Devils Shadow, Iron Wall dan Flames.
Gerbang Dungeon yang berupa spiral sihir yang sangat lembut itu akan mengeras seperti tembok kristal saat 30 hunter sudah masuk melewatinya. Itu adalah hal aneh yang sampai sekarang belum ditemukan penyebabnya.
Saat 29 hunter sudah masuk, awak media yang menghitung jumlah hunter yang telah masuk itu bertanya pada kapten tim penjaga gerbang.
"Kenapa hanya 29 hunter saja yang masuk? Apakah kapten tim salah menghitung jumlah hunter nya?"
"Tidak. Tuan Brown tidak mungkin melakukan kesalahan seperti itu."
"Lalu, kenapa masih ada 1 tempat kosong? Bukankah akan jauh lebih baik jika lebih banyak hunter yang membantu?"
"Sudahlah. Diam dan doakan saja agar mereka berhasil mengatasi Dungeon ini sebelum sihir pengunci gerbangnya terbuka atau kita semua akan mati!" sahut kapten tim penjaga gerbang dengan wajah gusar.
Sebenarnya, Lex memang meminta untuk mengosongkan 1 slot. Ia masih memiliki harapan bahwa Alvin akan datang untuk membantu.
......................
Di tempat lain.
__ADS_1
Alvin terkapar dengan nafas tersengal. Seluruh tulang di tangan dan kakinya patah-patah. Tulang rusuknya juga remuk.
Sementara ia hampir mati dengan health point hanya tersisa 8% lagi, Sistem malah terus memujinya.
["Aku tidak percaya kau bisa berhasil tanpa bantuan dari kekuatan rahasia ku. Selamat, kau telah menguasai tutorial dari 5 pekerjaan hunter. Kurasa kau akan sangat fasih dalam menggunakan semua job mu mulai sekarang."]
Mendengar itu, Alvin hendak tertawa karena bangga pada dirinya sendiri. Namun, tulang rahangnya yang retak membuat tawanya langsung berubah menjadi sebuah ringisan.
'Kau sudah banyak membantuku. Jika kau tidak memberikanku banyak arahan, Assassin itu pasti sudah memenggal leherku.'
["Oh..., tumben kau memujiku?"]
Alvin yang tanpa sengaja memuji Sistem, akhirnya menyadari bahwa ia salah bicara. Ia hendak mendamprat namun tak kuasa melakukannya karena menyumpah dan mencaci maki tanpa bersuara benar-benar tidak akan membuatnya puas.
.........
Alvin masih terus berbaring sementara recovery sistem dan self healing menyembuhkan semua luka ditubuhnya.
Karena pertarungannya yang sangat berat, yang meninggalkan banyak luka dalam dan luka luar, proses penyembuhannya pun sangat lambat dari biasanya.
Tapi, saat seluruh tulang di tubuhnya telah tersambung dan menyatu kembali dengan hampir sempurna, Alvin akhirnya bangkit berdiri dan pergi menuju gerbang.
["Kau ingin pergi? Kondisimu vitalitasmu masih berada di bawah 25%. Baru tulang-tulangmu saja yang pulih."]
"Aku harus segera keluar. Mereka mungkin sedang menungguku."
Sistem terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya berbicara lagi. ["Sudah 6 hari berlalu sejak kemunculan gerbang peringkat A. Mereka semua mungkin sudah mati."]
"Darimana kau tahu mereka semua sudah mati?"
["Aku mengatakan 'mungkin'."]
"Manusia memiliki semangat juang untuk bertahan hidup. Jangan khawatir."
["..."]
Alvin akhirnya melangkah keluar dari gerbang dan muncul kembali di toilet lantai 5 di gedung kantor perusahaan Rufino.
Seorang petugas kebersihan yang kebetulan sedang membersihkan toilet itu tentu saja terkejut saat melihat Alvin tiba-tiba muncul dari salah satu ruangan yang baru ia bersihkan dan ia tahu tidak ada siapa-siapa disana sebelumnya.
Pria malang yang sangat terkejut itu tentu saja langsung jatuh terduduk ketika melihat penampilan Alvin yang sangat berantakan dan mengerikan.
"S-si-siapa k-kau..."
__ADS_1
"Hantu penasaran." Sahut Alvin yang kemudian pergi meninggalkan pria muda yang masih menatap punggungnya sambil menggertakkan gigi.
...****************...