Hunter System

Hunter System
Bab 43 - Batu Memang Seharusnya Keras


__ADS_3

Alvin dan Ivory melompat mundur untuk menghindari terjangan golem raksasa.


["Wanita itu akan mati jika kau membiarkannya ikut bertarung. Pertahanannya pada serangan fisik sangat lemah,"]


["Golem ini memiliki pertahanan magic yang sangat kuat dan serangan fisik yang mengerikan untuknya. Kau juga berhati-hatilah. Levelnya berada di atasmu."]


'Aku mengerti. Tapi, di kisaran peringkat apa makhluk ini sebenarnya?'


["Jika disamakan dengan hunter pada zaman ini, dia ada di antara peringkat A dan S."]


"Pantas saja." Gumam Alvin, sembari menarik Ivory yang menjadi incaran golem, dengan jaringnya.


Tap...


Alvin menangkap tubuh Ivory yang hampir bertabrakan dengannya, kemudian membawanya berlari pergi meninggalkan golem, yang tentu saja langsung mengejar mereka.


"Dia sangat kuat." ucap Alvin sambil menggandeng Ivory untuk berlari bersamanya.


"Y-ya... Apa kita sebaiknya meminta bantuan saja?"


Alvin menggelengkan kepalanya.


"Saya akan coba menanganinya sendiri. Anda pergilah terlebih dahulu. Andai saya tidak keluar dalam 3 jam, tolong cari bantuan."


"A-apa?!"


"Tolong percaya saja."


Ivory menatap wajah Alvin lekat-lekat. Ia bisa melihat keyakinan dalam tatapan mata pria itu.


"Baiklah. Berhati-hatilah, ok?"


Alvin mengangguk pelan.


Ia kemudian melepaskan genggamannya dari pergelangan tangan Ivory, lalu berbalik untuk menghadang golem yang sedang mengejar mereka.


Alvin langsung menembakkan spider webs pada kedua kaki golem, yang menyadari serangan itu dan langsung melompat untuk menghindarinya.


Golem itu melompat tinggi melewati Alvin. Ia sepertinya tahu bahwa Alvin adalah lawan yang merepotkan karena jaring-jaringnya dan memilih untuk mengejar Ivory yang tadi membakarnya, juga telah membunuh dua pengawalnya.


"Sialan. Apa monster juga bisa memiliki perasaan dendam?"


Alvin mengejar golem itu sambil terus menembakkan jaring-jaringnya lagi pada kedua kaki makhluk itu.


Setelah melakukan usaha sampai beberapa kali, Alvin akhirnya berhasil menjerat kedua kaki golem, hingga makhluk itu akhirnya terjatuh kembali. Tidak sampai disitu, Alvin menembakkan banyak jaring lagi ke tubuh makhluk raksasa itu, hingga seluruh tubuhnya terbungkus seperti seekor kepompong.


["Jangan gunakan serangan magic padanya. Dia tidak akan terpengaruh dengan itu,"] Sistem mengingatkan.


Alvin mengangguk pelan. Ingat bagaimana monster itu juga sama sekali tidak terpengaruh sihir api Ivory yang bahkan bisa menghancurkan tubuh pengawalnya hanya dalam 1 sampai 2 kali serangan saja.


"Bagaimana dengan poison skill?"


["Dia tidak memiliki darah dan jaringan otot. Tubuhnya terbentuk dari sihir. Menghancurkan jantungnya adalah satu-satunya cara untuk membunuhnya."]


"Baiklah."


Alvin mengambil belati Miranda dari dalam jendela inventorynya lalu menggunakan puncture skill job Assassin nya dan menikam dada golem berkali-kali.


Crank... Crank... Crank... Crank...


Bunga api bertebaran setiap kali kedua belati di tangannya menghujam tubuh batu golem raksasa.


Tapi, semua serangan yang ia lakukan sama sekali tidak berpengaruh pada golem itu.


"Sihir pelindungnya kuat sekali," gumam Alvin saat tusukan-tusukkannya tidak berhasil menembus bahkan menggores tubuh golem.


["Berusahalah. Sudah seharusnya batu itu keras, kan?"]


"..."

__ADS_1


......................


Kali ini, golem tidak ingin lawannya menganiaya begitu saja. Dengan teriakan nyaring, golem itu menembakkan sihir dari mulutnya yang berhasil menembus jaring dan menghujam tepat ke tubuh Alvin.


Dannnnggggg!!!


Alvin terpental jauh dan baru terhenti saat tubuhnya menghantam dan menghancurkan sebuah pohon besar dengan punggunggnya.


"Gila... Dia menghabiskan setengah health point ku hanya dengan satu serangan," gumam Alvin, terkejut dengan daya serang lawan, padahal ia sudah sempat mengganti job dan menggunakan self defence dari job Tank nya.


Melihat golem berusaha mengoyakkan jaring dengan mulutnya yang kini telah bebas, Alvin langsung berlari menuju golem dan menyerangnya kembali menggunakan puncture skill lagi dengan energi Mana yang lebih besar dari serangan sebelumnya.


Crank... Crank... Crank... Crank...!!!


Tapi, usahanya itu tak kalah jauh sia-sia dari serangan sebelumnya karena serangannya hanya bisa menggores tubuh golem.


Serangan-serangannya itu justru membuat jaring-jaring yang berada di tubuh golem mulai terlepas dan golem itu langsung menyerangnya lagi.


Alvin akhirnya membuka portal pasukan serangga dan menggunakan belalang-belalangnya untuk menahan serangan golem yang mengamuk dengan mengerikan.


Bang... Bang... Bang...!


Belalang-belalang yang berusaha menghadang golem langsung terpental saat makhluk itu memukuli mereka.


Alvin juga memanggil belalang sembahnya untuk membantu menghancurkan tubuh golem karena ia tahu belalang ssmbah itu memiliki serangan fisik yang kuat.


.........


Sementara golem sedang disibukkan oleh pasukan belalangnya, Alvin mulai mengamati monster itu.


Ia melihat kedua kaki golem yang terseok-seok saat secara kebetulan tersangkut di jaring-jaring hancur yang berhamburan di tanah.


Pada saat itu, Alvin menyadari sesuatu. Golem itu sangat kuat tapi dia kesulitan saat terkena jerat dari jaringnya.


"Sistem, kenapa dia seperti melemah saat terkena spider webs yang rapuh tapi bisa bertahan dari serangan fisik lain?"


["Spider webs memang agak rapuh tapi memiliki sihir fisik penghisap yang kuat."]


Alvin mengangguk pelan.


Ia kemudian menggunakan jerat spider webs lagi di keempat pergelangan tangan dan kaki golem itu, juga di lehernya. Alvin kemudian meminta 18 belalang yang masih hidup untuk menarik jaring itu ke 5 arah berbeda.


Ia juga mengeluarkan dan memerintahkan nyamuk-nyamuknya untuk terus-terusan menghisap energi Mana golem di dadanya, sebelum akhirnya menyerang golem lagi saat energi Mana nya sudah terisi penuh kembali.


Alvin menembakkan jaring lagi ke dada golem, tepat di tempat nyamuk-nyamuk tadi menyerap energi Mana.


Setelah melakukan itu, ia mengganti job ke Warrior, mengambil pedangnya dan menikam dada golem, yang telah ia tandai dengan spider webs, dengan kekuatan penuh serangan fisiknya.


Wusshhh... Stab...!!!


Serangan itu berhasil menembus tubuh batu golem dan menghujam tepat di jantungnya.


Tubuh batu golem akhirnya runtuh setelah jantungnya yang tertembus pedang Alvin terhenti.





"Wow... Dua level sekaligus?"


["Dia sangat kuat dan inti Mana nya menghasilkan banyak experience."]


Alvin yang tadinya gembira saat tahu ia mendapatkan kenaikan dua level sekaligus, hingga ia kini berada di level 62, tiba-tiba terdiam saat Sistem menyebutkan inti Mana.


Ia ingat kembali bahwa semua inti Mana dari monster-monster di Dungeon ini telah diserapnya.


"Mereka pasti bingung saat monster-monsternya tidak memiliki inti Mana, kan?"

__ADS_1


["Itu bukan urusan kami."]


"A-apa? Tapi Rimi yang telah menyerapnya."


["Kau meminta makhluk tanpa wujud untuk bertanggung jawab? Mereka akan mengira kau sudah gila."]


'Sial. Kapan aku pernah menang berdebat dengannya.'


Saat Alvin masih memikirkan cara untuk lolos dari masalah itu, jantung golem di hadapannya tiba-tiba berubah wujud menjadi kristal berwarna abu-abu dan mencuat keluar dari dalam tubuhnya.



Dengan bersemangat, Alvin langsung mengambil item itu dan melihat jendela status item yang muncul di hadapannya.


.........


...°•°•°•°•°•°•°...


...Item Name : Stone Shell...


...Rarity Level : A...


...Function : Increases resistance to magic attacks...


...•°•°•°•°•°•°•...


.........


"Meningkatkan pertahanan dari serangan magic?"


["Ini bagus. Kau tinggal mencari kekebalan tambahan pada pertahanan fisik."]


Alvin kemudian memecahkan kristal itu di genggamannya untuk langsung menggunakan item tersebut.



"Seluruh job?"


["Ya. Itu status pasif untuk semua job."]


"Ini bagus. Aku tidak perlu mengubah-ubah job lagi saat bertemu lawan yang menggunakan serangan magic, kan?"


["Tidak juga. Akan lebih baik jika kau bertahan dengan menggunakan job Tank."]


"B-begitu..."


......................


Saat ia sudah selesai memeriksa status dan kenaikan levelnya, Alvin akhirnya menyadari ada orang yang sedang bersembunyi di dalam semak-semak dan sedang memerhatikannya.


Bahkan bukan hanya satu orang, tapi dua.


Alvin menoleh ke arah semak-semak dan batu besar yang berada agak jauh darinya.


"Siapa disana?"


Ia kemudian melihat Jack Paul dan Ivory Cruz keluar dari semak belukar dan dari balik batu besar saat ia berjalan menghampiri lokasi itu.


'Ah, aku lupa bagaimana harus menjelaskan kekuatan ku pada mereka.'


["Untuk apa repot-repot menjelaskan?"]


'Kau benar. Aku tinggal mengancam mereka saja, kan?'


["Kau tidak perlu mengancam mereka. Mereka memiliki tingkat kesukaan tinggi pada mu."]


'Hah? Bagaimana kau bisa tahu itu?'


["Itu rahasia perusahaan."]

__ADS_1


'...'


...****************...


__ADS_2