
Alvin menatap kembali ke arah samudra buatan yang berada jauh di bawahnya.
Air berwarna gelap yang sebenarnya wujud Leviathan yang terlihat dari tempat Alvin berada itu berenang kesana-kemari.
Leviathan melakukannya dengan maksud untuk mengacaukan konsentrasi Alvin yang bisa saja membuka gerbang kematian saat ia diam tak bergerak. Padahal, Alvin tidak sedang berkonsentrasi untuk mengincarnya. Ia sejak tadi diam karena sedang berbicara dengan Mina.
Sejak mendapatkan Main Jobs, Alvin merasa kekuatannya meningkat secara berlebihan hingga makhluk sekuat dua raksasa yang saat ini sedang ada bersamanya di dalam Dungeon, nampak masih terlalu lemah untuk bisa melawannya.
Padahal, jika kedua makhluk tersebut sampai keluar dari Dungeon, sudah dipastikan bahwa dunia akan kiamat.
.........
Alvin mengalihkan perhatiannya, menatap kembali pada makhluk yang terbang di kejauhan. Ia memutuskan untuk membunuh makhluk itu terlebih dahulu.
Saat Alvin hendak menyerang Ziz, Ziz terlebih dahulu menyerangnya menggunakan kepakan kedua sayap raksasanya yang masing-masing memiliki lebar hampir sebesar sebuah kapal pesiar.
Badai tornado raksasa dengan petir yang menyambar-nyambar di dalamnya terbang dengan sangat cepat menuju Alvin yang baru saja ingin menyerang makhluk itu.
Alvin dapat merasakan kekuatan serangan yang datang kali ini jauh lebih mengerikan dibandingkan badai api yang tadi diterimanya.
Tapi, sebuah gerbang biru metalik raksasa tiba-tiba saja muncul di hadapan Alvin, menelan kedua badai tornado tersebut saat Alvin mengaktifkan salah satu sub-skill nya.
"The Art of Killing, part 1... Return Gate!"
Bersamaan dengan kemunculan gerbang raksasa tersebut, gerbang raksasa lain juga muncul di atas tubuh Ziz.
Lalu, dua pusaran tornado yang tadinya mengilang di balik gerbang yang berada di hadapan Alvin, muncul dari gerbang yang berada di atas tubuh Ziz dan menelan tubuh raksasa Ziz ke dalamnya.
Suara ledakan terdengar bersahutan dari dalam pusaran tornado yang telah menyatu, menelan tubuh Ziz.
Alvin dapat melihat bagaimana efek tornado sihir itu saat ia memerhatikan petir yang berada di dalam badai itu meledak-ledak menghancurkan setiap bagian tubuh Ziz.
Ziz yang sedang berada di dalam sihir buatannya pun tak kuasa menahan kekuatan sihir yang ia lontarkan dengan menggunakan lebih dari setengah energi Mana nya.
"Gila. Bagaimana jika sihir itu dia gunakan di luar Dungeon?"
["Yang pasti Kota C akan langsung hancur lebur."]
.........
Sementara Alvin masih memerhatikan Ziz yang sedang tersiksa di dalam badai tornado ciptaannya sendiri, sosok raksasa dengan mulutnya yang sangat besar muncul dari dalam air.
Leviatan menggunakan kesempatan saat ia melihat Alvin sedang lengah, untuk menyerang.
__ADS_1
Dari mulutnya yang lebar, jauh lebih lebar dari gerbang hitam yang diciptakan Beelzebub, Leviathan menembakkan energi sihir besar yang langsung melesat cepat menuju Alvin.
Alvin tidak lengah. Ia memang sengaja menunggu Leviatan menyerang. Ia ingin memanfaatkan daya serang yang sangat menghancurkan dari makhluk mitos itu hanya untuk menghemat energi Mana nya.
Alvin mengaktifkan kembali sihir gerbang kematian.
Pada saat yang sama, Ziz yang sedang tersiksa oleh sihirnya sendiri tersedot masuk ke dalam gerbang, lalu muncul kembali dari gerbang raksasa yang berada di hadapan Alvin.
Proses kemunculan gerbang dan berpindahnya tubuh Ziz itu hanya terjadi dalam 1 detik, hingga Ziz yang malang itu kini harus menerima serangan maut Leviatan juga saat Alvin menggunakannya sebagai tameng hidup.
Ziz yang tidak sempat lagi menggunakan sihir untuk mempertebal pertahanannya, berteriak nyaring saat serangan Leviathan menghujam dan meledakkan tubuhnya.
Booooooommmmm!!!
Melihat rekannya tewas terkena dua gelombang serangan, Leviatan hendak menyelam kembali kedalam laut buatannya. Namun, sebuah gerbang raksasa yang jauh lebih besar dibandingkan tubuhnya muncul di atas kepalanya dan menghisap tubuhnya.
Leviatan yang sudah tersedot kedalam gerbang kematian itu akhirnya muncul kembali pada gerbang yang berada di hadapan Alvin sebelum akhirnya sebuah kilatan cahaya kebiruan melesat cepat dari bagian ekor sampai kepalanya, mengikuti gerakan tangan Alvin yang sedang membelah tubuhnya.
Ziiiiiiinnnnggggg!!!
Setelah cahaya kebiruan itu menghilang, tubuh raksasa Leviatan perlahan mulai terpisah.
Tubuh yang terbelah dua tanpa nyawa itu akhirnya jatuh kembali ke dalam laut buatan dan tenggelam kedalamnya.
.........
["Tsk... Kau cuma menggunakan 12% dari kapasitas energi Mana mu dan semuanya akan kembali hanya dalam 5 menit."]
"Maksudku... Aku bahkan tidak menggunakan energi Mana lebih dari 3% kapasitas yang kumiliki semenjak aku keluar dari quest bedebah itu."
["Berarti, kau harus bersyukur pada latihan yang sudah kau jalani, kan?"]
"Hei! Jangan jadikan itu sebagai pembelaan diri!"
["Huh?! Kenapa kau marah padaku? Coba pikirkan baik-baik. Bukan aku yang menyiksamu, kan?!"]
"Itu kau! Aku tahu itu!"
["Bagaimana kau bisa menuduhku tanpa bukti? Saat itu aku berbicara di dalam kepalamu, kan?"]
"Kau bisa berbicara di dalam kepalaku sambil menyiksaku!"
__ADS_1
"..." ["..."]
["Sayang sekali Beelzebub melarikan diri."]
"K-kau benar... Tapi, itu salahmu. Andai kau tidak mengatakan bahwa dia sudah terkena kutukan, aku pasti akan menyerangnya terlebih dahulu."
["Mana aku tahu jika kutukannya tidak bekerja?! Jika aku tahu..."]
"..."
["Racun itu sudah tidak bekerja lagi padanya."]
["A-aku akan diam."]
.........
Alvin kemudian pergi ke tempat di mana pilar sihir berada lalu menghancurkannya.
Sementara menunggu air yang menggenangi daratan itu surut, karena air itu ikut surut bersama menghilangnya mayat Leviathan, Alvin menyerap semua inti Mana dari kristal sihir yang berada di dalam Dungeon.
Barulah setelah air benar-benar surut, ia akhirnya keluar dari Dungeon dengan mengaktfkan ghost skill, yang kini telah menjadi skill pasifnya.
......................
Saat Alvin sudah membuka penghalang gerbang, ia langsung bisa merasakan adanya aura sihir monster di kejauhan.
Aura sihir itu berasal dari tempat yang sama yang ia rasakan sebelum masuk ke dalam Dungeon di mana Beelzebub, Ziz dan Leviathan berada.
"Kenapa energi sihir di sana terasa semakin kuat? Apa hunter-hunter itu gagal menangani monster-monsternya?"
["Pergilah kesana dan bantu mereka."]
Alvin menatap sebentar pada Lucy Logan yang sedang berlari menuju bibir gerbang dimana ia sedang berdiri.
Ia terus memerhatikan Lucy sampai gadis itu berlari melewatinya dan masuk ke dalam gerbang bersama rekan-rekannya untuk melihat apa yang telah terjadi di dalam Dungeon.
Alvin sebenarnya ingin berbicara sedikit padanya, menceritakan bagaimana kakaknya yang telah difitnah Norman Lewis sebagai hunter serakah itu sebenarnya adalah orang yang sangat bertanggung jawab.
Andai saat itu Nathan tidak mengulur waktu, ia mungkin akan mati lebih cepat dan mungkin saja Sistem tidak akan sempat bertemu dengannya.
__ADS_1
Alvin kemudian mengambil selembar kulit monster dari jendela inventory dan menuliskan sebuah pesan, lalu menyelipkannya di tas pinggang Lucy sebelum ia akhirnya pergi ke lokasi lain untuk menolong hunter-hunter di sana.
...****************...