
"Kau akan menyesali perbuatanmu ini!" bentak Reno Paul saat Alvin tiba didekatnya. "Jack! Bukankah kau polisi para hunter kriminal? Kenapa kau membiarkan seorang kriminal menganiaya hunter lain?!"
"Kau terdaftar sebagai Warrior peringkat A dan dia hanyalah Healer peringkat F. Kau mau memasukkan laporan seperti itu? Kau mau aku melakukan konferensi pers dengan tuduhan begitu?" sahut Jack, berusaha membela Alvin.
Walaupun Reno kaget dan menyadari jika itu sampai terjadi maka dialah yang akan malu, namun ia tidak kehabisan akal. Bagaimana mungkin dia akan kalah dalam hal menggertak seseorang? Dia bisa hidup mewah karena ahli dalam memutarbalikkan kata-kata dengan lidah emasnya.
Reno berusaha menekan rasa marahnya lalu menatap Alvin.
"Dengarkan aku...," ucap Reno pelan, sambil tersenyum sinis. Ia akan memulai triknya dalam membuat seseorang mulai tertekan. Hal itu adalah keahliannya.
"Tidak. Kau yang dengarkan aku."
Stab... Stab...!
"Arghhh...! Hei apa yang kau... Arghhh...!"
Alvin kembali menusukkan pasak tulang di dada Reno saat pria itu meneriakinya.
'Tunggu dulu. Aku tidak punya bonekanya. Bagaimana ini?'
Tanya Alvin pada Sistem sambil melihat darah Reno yang berada di pasak. Ia bingung harus mengoleskannya kemana.
["Ambil di jendela inventory. Aku sudah membuatnya..., hehehe,"] sahut Sistem yang kemudian tertawa jahat diakhir ucapannya.
'Kau... Sejak kapan kau membuatnya?'
["Aku memiliki feeling bahwa kau akan menggunakan sihir itu padanya. Jadi aku menyiapkan boneka itu."]
'Ternyata kau berjiwa psikopat. Apa kau ini sebenarnya penjahat yang melarikan diri dari masa depan?'
["Hei, aku ini cuma pendukungmu. Kau yang memutuskan akan menggunakannya atau tidak."]
'Bagaimana mungkin aku tidak menggunakan barang yang sudah kau sediakan? Sama saja kalau aku tidak menghargaimu, kan?'
["Kau mengerikan! Kau berbakat menjadi seorang provokator!"]
"Brengsek! Berani-beraninya kau melukai seseorang dengan sangat..."
Reno terdiam saat melihat sesuatu muncul di udara saat Alvin sepertinya baru saja menarik benda itu dari dalam tempat persembunyian tak kasat mata.
Kedua mata Reno melebar saat melihat wujud benda mirip sebuah boneka yang sangat mengerikan itu. Begitu juga dengan Jack. Bahkan, Alvin yang mengambil boneka itu pun kaget saat melihat wujud boneka yang sangat mengerikan.
'Kau... Apa kau benar-benar psikopat?'
["Hei itu imut. Cepat gunakan saja!"]
'...'
Alvin akhirnya mengoleskan darah Reno pada boneka tersebut.
"Apa kau pernah mendengar ilmu hitam bernama voodoo?" tanya Alvin. Ia menatap Reno dengan tatapan dingin dengan ekspresi datar.
Reno memelototi boneka di tangan Alvin. Ia masih ngeri dengan wujud boneka itu.
"A-apa maksudmu?"
"Jika kau berani melaporkanku pada Asosiasi Kota S dan pada bos mu...," Alvin kemudian menusuk pasak tulang ditangannya pada boneka.
__ADS_1
Stab...!
"Aaaaahhhhh...!
Stab...!
"Aaaaahhh... Apa yang kau lakuk... Aaaaaaaargh!"
Alvin terus menusuk boneka itu saat Reno hendak mengumpat.
Ia baru menghentikannya saat Reno sadar bahwa ia harus menjaga mulutnya agar Alvin tidak menusuk boneka itu lagi.
'Astaga, ini menyenangkan.'
["Tentu saja... Hehe..."]
.........
"Cukup? Kau tidak ingin mengumpat lagi?" ucap Alvin, saat ia sudah puas melihat wajah tersiksa Reno.
"Kau... Arghhh...! T-tidak... T-olong he-hentikan..." pinta Reno saat tahu bahwa pria berwajah dingin dihadapannya ini sepertinya benar-benar seorang psikopat yang tidak bisa diancam ataupun diajak kompromi.
Bahkan, saat ia melihat reaksi Jack, adiknya itu juga tampak terkejut dengan sifat mengerikan Alvin.
"Nah, kalau kau sudah bisa diam, sekarang aku akan berbicara. Dengarkan saja dan patuhi. Kau mengerti?"
"Ap... Arrrggghhhh...! Kau bajing... Aaaaahhhh!!! A-aku mengerti...!!!"
"Bagus. Sekarang aku mau bertanya padamu. Apakah mungkin ZC group memberiku izin untuk tetap membuka gerbang Dungeon ini?" tanya Alvin, tapi sambil mendekatkan pasaknya pada kepala boneka dengan perlahan. Sejak tadi ia belum sekalipun menusuk bagian kepala boneka. Ia hanya menusuk di bagian perut, dada, tangan dan kaki saja.
"B-bisa... K-kau bisa mendapatkan izin. T-tapi kau harus memintanya langsung dari CEO kami," sahut Reno dengan cepat.
"Bukankah kau tadi mengatakan bahwa kau bisa mengurus semuanya?"
"T-tidak... Untuk urusan besar seperti ini, kau harus berbicara langsung pada CEO."
"Tsk... Ternyata wewenang yang kau miliki tidak terlalu besar, kan?" Alvin menoleh pada Jack yang sejak tadi menatap bergantian pada boneka dan Reno dengan ekspresi kaku. "Lihat, dia sepertinya tidak memiliki banyak wewenang di perusahaannya sepertimu."
"Kau...! Kau pikir kami adalah perusahaan kecil?!"
"Diam. Sekarang aku ingin kau mempertemukanku dengan pimpinanmu."
"A-apa?! Kau pikir bisa seenaknya saja mengatur janji dengan CEO kami?!"
"Harus bisa seenaknya," Alvin mengangkat boneka di tangan kirinya dan melambaikannya di hadapan Reno. "Atau aku akan menusuk-nusuk boneka ini sepanjang hari. Kau pikir kau akan bisa beraktifitas dengan nyaman saat tubuhmu sakit setiap saat?"
"Kau breng... Arrrggghhhh...!"
"Jaga bicaramu. Jangan pernah mengumpat lagi dihadapanku!" umpat Alvin sembari mengarahkan pasaknya langsung pada leher Reno.
Pasak itu menembus sihir pelindung tipis yang Reno aktifkan untuk melindungi lehernya. Tapi, karena dia bukanlah seorang Tanker, sihir itu tidak terlalu memiliki daya tahan yang baik hingga pasak yang Alvin hujamkan padanya dapat dengan mudah menembus sihir pelindung dan menancap di lehernya.
"Aaaaaaaaahhhhhhh...!"
Raymond dan anak buahnya yang sedang melewati tempat terjadinya penyiksaan, bergidik ngeri saat mendengar teriakan pilu Reno.
Apalagi Jack, yang berada tepat disebelah Alvin. Ia sampai berbalik untuk tidak melihat bagaimana Alvin menyiksa saudaranya itu.
__ADS_1
Setelah puas menyiksa Reno dan menghancurkan mental angkuhnya, Alvin melepaskan tubuhnya dari jerat pada pohon dan membawanya lagi keluar Dungeon.
Sebelumnya, Reno sempat mengatakan bahwa bos nya baru memiliki jadwal kosong dalam 4 bulan kedepan jika Alvin ingin bertemu dengannya. Tapi Alvin malah mengatakan bahwa ia tidak memerdulikannya lagi. Dia tetap akan membiarkan gerbang terbuka dan meminta Reno dan ZC group harus memaklumi itu atau dia akan menggunakan sihir voodoo nya pada mereka dengan senang hati.
......................
"Bro, aku tahu kau sangat kuat. Tapi, kau sudah membuat masalah yang terlalu besar," ucap Jack sambil menatap Reno yang sedang berjalan dengan tertatih-tatih menuju mobilnya.
Alvin tidak menanggapi apa yang Jack ucapkan. Ia berjalan ke pinggir sungai untuk memerhatikan kedalaman sungai yang memiliki tebing di tiap sisinya. Itu adalah sungai yang sama, yang terlihat dari gudang perusahaan miliknya.
Saat Reno sudah menjalankan mobilnya, Alvin menjerat mobil itu dengan jaring-jaringnya, lalu melemparkan Reno beserta mobilnya ke pinggiran sungai dan menabrakkannya di tebing.
Melihat itu, Jack yang sebelumnya merasa bahwa tindakan yang Alvin lakukan sudah terlalu jauh, terdiam. Ia tahu, Alvin sekarang benar-benar dalam masalah yang sangat besar. CEO ZC group tidak akan pernah membiarkan seseorang mengganggu orang-orangnya.
"Untuk seorang hunter peringkat A bisa mendapatkan luka-luka ringan seperti itu, dia harus mengalami sebuah kecelakaan besar, kan?" ucap Alvin pada Jack sambil berjalan pelan melewatinya. "Dia sudah terlihat seperti mengalami kecelakaan yang bisa membuatnya cidera selain di Dungeon."
"Bro... Kau sudah berlebihan..."
"Maaf karena sudah menyiksa saudaramu. Tapi aku menjadi lebih kesal sejak tahu bahwa ada hunter peringkat tinggi yang Asosiasi bebaskan untuk menjalankan kewajiban saat ada sebuah Dungeon peringkat tinggi muncul dikotanya."
Mendengar itu, Jack yang sebelumnya hendak mengejar Alvin, berangsur-angsur menghentikan langkah kakinya.
Alvin kemudian berbalik dan menatap Jack dengan tatapan dingin.
"Tugas seorang hunter adalah untuk menjadi hunter. Berburu monster agar tidak menyerang warga. Apakah Asosiasi disini sama saja seperti di Kota S?" ucap Alvin yang kemudian berbalik lagi lalu pergi meninggalkan Jack.
["Apa benar hal itu yang membuatmu marah?"]
"Sedikit. Aku sebenarnya hanya membenci orang-orang angkuh seperti itu. Mereka mengingatkanku pada Brondy."
......................
Sementara itu ditempat lain, di sebuah rumah sakit hunter di kota S.
Pria berperawakan tinggi kekar itu memerhatikan seorang pria berusia pertengahan 20an yang sedang menangis sambil menatapnya dalam keadaan tak berdaya.
"Sudah berapa lama dia seperti ini?" tanya pria bertubuh kekar itu pada dokter pendamping pria yang sedang terbaring karena mengalami lumpuh syaraf.
"Hampir dua bulan, tuan Lewis," sahut dokter itu pelan tanpa berani bertatapan langsung dengan Duncan Lewis.
Duncan kemudian mengelus-elus kepala Brondy, yang masih menangis karena takut padanya, dengan kasar.
"Kau benar-benar pria lemah tak berguna. Aku sampai tak percaya kau ini adikku," ucap Duncan dengan nada menghina.
Setelah mengucapkan itu, Duncan berbalik dan pergi diikuti oleh asisten pribadinya.
"Dimana bocah Rufino itu berada?"
"Kami belum menemukannya, tuan. Kami akan mengerahkan semua yang kami bisa untuk segera menemukannya.
Duncan menghentikan langkah kakinya.
"Lakukan dengan sangat cepat sebelum pewaris dari keluarga Maxwell itu kembali. Dia mungkin akan melindungi bocah brengsek itu jika tahu kita ingin membunuhnya."
"Ya, tuan."
...****************...
__ADS_1