Hunter System

Hunter System
Bab 169 - Berhadapan Langsung Dengan Sistem


__ADS_3

'Ya?'


["Jika gerbang itu sudah muncul, Beelzebub akan muncul dalam waktu dekat. Kemunculannya adalah di Kota S."]


.........


"Sepertinya waktu kemunculan iblis yang ramai diberitakan Asosiasi Dunia itu adalah tepat hari ini. Coba lihat," ucap Cyntia sembari mengarahkan layar ponselnya pada Alvin.


Alvin melihat pertempuran antara ratusan ribu pasukan kloning dan para hunter dari Kota C di sana.


"Apa kita harus membantu mereka?" ucap Cyntia lagi.


Alvin masih diam menatap ke arah layar ponsel sebelum menggelengkan kepalanya.


"Tidak. Ayo kita tetap berjaga di sini saja."


"Berjaga? Apa gerbang seperti ini akan muncul di kota kita juga?"


"Ya. Kita tidak boleh meninggalkan Kota S."


Cyntia mengangguk pelan, menatap ke layar ponselnya lagi, lalu terkejut saat melihat seorang wanita berambut pirang yang baru saja keluar dari dalam sebuah gerbang untuk menghadapi ratusan ribu pasukan kloning itu.


Alvin menatapnya saat merasakan ekspresi terkejut Cyntia, lalu ikut menatap ke layar ponsel wanita muda itu.


["Itu nona Lo. Dia pasti kaget melihat orang yang sangat mirip dengannya."]


Alvin tersenyum, lalu berpaling pada layar ponselnya sendiri.


'Ini adalah zaman yang membuat terlalu banyak kejutan. Ku harap dia akan terbiasa.'


......................


Pertempuran yang berlangsung di 5 benua itu berjalan dengan sangat baik. Ketenaran hunter-hunter dari Kota C bukan hanya omong kosong.


Mereka bisa mengatasi jutaan pasukan kloning dengan sangat cepat tanpa ada korban di pihak mereka sama sekali.


Monster-monster yang keluar dari gerbang kristal merah dengan aura sihir mengerikan juga bisa diatasi dengan sangat baik, malah terlalu mudah seakan mereka hanyalah monster peringkat F saja.


Alvin menggeleng-gelengkan kepalanya, memerhatikan betapa kuatnya gadis remaja bernama Anna Lloyd itu, yang sedang menghadang monster di depan gerbang merah seorang diri.


["Andai kau dan dia ada di masa depan, aku mungkin tidak sampai harus kembali ke zaman ini."]


'Aku tidak akan seperti sekarang jika kau tidak kembali.'


Mina tersenyum.


["Kau akhirnya tahu terima kasih."]


'...Tentu saja.'


.........


Seharian itu hanya digunakan Alvin dan Cyntia untuk menyaksikan pertempuran yang berada di lima benua, di puluhan kota, melalui ponsel mereka.


Keduanya duduk berdampingan di puing-puing bekas bangunan Asosiasi Hunter Kota S, sambil membahas pertempuran yang terjadi.


"Ternyata banyak hunter kuat di dunia ini yang sebelumnya cuma menyembunyikan diri," ucap Cyntia.


"Mungkin karena Norman Lewis memutus berita yang masuk ke Kota S hingga kita tidak tahu."


"Tidak. Saat aku tinggal di Jerman, aku juga belum pernah mendengar informasi tentang mereka. Kevin Jung yang terkenal itu juga baru saja muncul ke permukaan belakangan ini."


Alvin mengangguk-angguk pelan.

__ADS_1


Pembicaraan mereka terhenti lagi saat Rimi yang bersuara robot memberikan peringatan.



Alvin hendak mendongak, namun Mina dengan cepat mencegahnya.


["Jangan dilihat."]


'Ya?'


["Abaikan saja. Kita sepertinya sudah ketahuan."]


'Pantas dia tidak terlihat di antara mereka. Apa dia sedang menyelidikiku?'


["Mungkin. Diam saja dan pura-pura tidak tahu."]


Alvin juga menyadari kehadiran drone yang terbang tinggi di atas mereka. Drone itu berputar-putar di atas mereka setelah berkeliling untuk memantau keadaan Kota S.


Ia juga tahu jika Mina telah meretas 3 satelit milik pemilik drone untuk menutupi informasi pulau Borneo agar Asosiasi Dunia tidak bisa mengendus keberadaan dirinya.


Tapi, Alvin akhirnya berdiri saat seorang hunter Asosiasi yang sedang berpatroli dan melintas di bawah puing menyadari kehadiran drone yang ia kira monster, lalu menghancurkannya.


'Orang itu...!'


["Kau kebanyakan melamun."]


'...Kau benar.'


["Kurasa dia akan datang."]


'Yah... mau bagaimana lagi...'


Benar saja. Beberapa menit kemudian, Alvin bisa merasakan energi Mana kecil, yang jauh lebih kecil dibandingkan energi sihir yang terdapat pada drone tadi, tiba-tiba muncul di dekat puing-puing drone.


"Tia, ayo pergi," ajak Alvin sembari menjulurkan tangannya pada Cyntia dan menariknya berdiri.


"Itu drone milik perusahaan 9 AM."


"Mereka sedang memantau Kota S?"


"Sepertinya," sahut Alvin, berbohong. Ia yakin bahwa dirinyalah yang sedang diselidiki.


Cyntia menatap ke bawah, pada dua gadis remaja yang tadi tiba-tiba saja muncul di sana.


"Mereka... Bukankah mereka hunter-hunter kuat dari Kota C?"


Alvin mengangguk pelan.


"Ayo kita... pergi...," ucap Alvin dengan kalimat yang sedikit tersendat saat melihat Anna Lloyd menatapnya sebentar, sebelum gadis itu lenyap entah kemana.


Alvin melihat lagi ke layar ponselnya dan menemukan Anna kini sudah kembali ke depan gerbang kristal merah di Tianjin, Tiongkok.


'Gila. Dia benar-benar berteleportasi.'


......................


Alvin yang awalnya hendak membawa Cyntia pergi meninggalkan lokasi itu malah membawa Cyntia pergi mendatangi gadis remaja yang ditinggalkan Anna di sana.


Saat mereka sudah berdekatan, Alvin benar-benar tidak memercayai apa yang dilihatnya.


Gadis berusia 19 tahun itu memiliki wajah yang sangat imut, walaupun wajahnya sedang dalam ekspresi datar yang sama sekali tidak menunjukkan emosi apa pun.


["Jangan terlalu mengagumiku."]

__ADS_1


'Tidak... Maksudku... Kau tampak sangat lemah.'


["..."]


.........


"Apa yang terjadi di sini?" gadis itu akhirnya membuka mulut dan bertanya.


Saat ia berbicara, Cyntia mengernyitkan kening. Ia seperti mengenali suara gadis itu.


"Suaranya...," Cyntia menoleh, menatap Alvin sebentar sebelum menatap gadis itu kembali. Cyntia kemudian bergeser untuk berada lebih dekat pada Alvin dan bertanya, "Suaranya..., mirip suara roh gentayangan itu, kan?"


"Itu memang dia."


"Ya?!"


Alvin menceritakan secara singkat tentang siapa Mina sebenarnya dan itu membuat kedua mata Cyntia melebar.


"Roh gentayangan dari masa depan?"


"Ya. Dia yang membantuku selama ini."


Alvin menatap Cyntia untuk mengamati ekspresinya. Tidak seperti yang ia kira, Cyntia sepertinya tidak marah. Malahan, ada tatapan simpatik di kedua mata indah wanita itu.


Merasa lega, Alvin kembali menatap Miyuki Nakano, gadis manis yang berdiri beberapa meter di hadapan mereka, yang tak lain adalah Mina di masa sekarang.


'Skormu dua.'


["Dia bukan aku."]


'Lalu, berapa skormu?'


["Tentu saja nol."]


'...'


.........


"Apa yang terjadi di sini?" tanya Miyuki sekali lagi, saat ia tidak mendapatkan jawaban.


"Sama seperti yang terjadi di luaran sana," sahut Alvin. Ia tahu jika Miyuki pasti mengerti maksud dari ucapannya.


Miyuki tersenyum sinis.


"Jadi kau yang sudah meretas satelit kami?"


Alvin memberikan senyum yang sejenis. Ia tidak menyangka jika gadis itu dapat langsung menebaknya.


"Ya."


"Kau melakukannya untuk menutupi semua ini?"


'Astaga. Jadi begini wajahmu saat kau berbicara dengan ketus?'


Mina tidak menyahut. Sebagai gantinya, ia dapat mendengar suara tawa cekikikan dari Rimi.


"Kau benar," sahut Alvin.


Setelah mendapat jawaban itu, Miyuki melirik sebentar pada Cyntia, lalu menatap Alvin dengan tatapan tajam yang sama seperti yang Alvin berikan, walaupun Alvin sebenarnya tidak sedang berusaha mengintimidasinya. Tatapan matanya memang selalu seperti itu.


"Apa alasanmu melakukannya?" tanya Miyuki lagi.


"...Kau tidak perlu tahu alasanku melakukan..."

__ADS_1


Kalimat Alvin terhenti saat Miyuki tiba-tiba lenyap.


Gadis itu bergerak dengan sangat cepat, bahkan kedua mata Alvin tidak bisa mengikuti kecepatannya.


__ADS_2