
"Sebuah keluarga dari dewan pengawas para dewa menghasut beberapa dewa untuk memengaruhi para malaikat dari keluarga dewa Arnix untuk mengacau di Bumi dan mereka berhasil melakukannya,"
"31 dari 50 malaikat penjaga keluarga dewa Arnix berkhianat. Mereka turun ke Bumi dan membuat kekacauan dengan membeberkan rahasia dunia para dewa pada manusia,"
"Bahkan, pada zaman dahulu, para malaikat tersesat itu mulai memberikan inti Mana pada manusia, juga mengajarkan sihir pada mereka."
"Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Dewi Lyn, dewa penguasa galaksi kita mengetahuinya dan mengutus malaikat terpilih untuk memusnahkan manusia-manusia yang mempelajari sihir juga para malaikat tersesat yang mengajarkannya,"
"Malaikat utusan itu berhasil. Para manusia yang mempelajari sihir dihabisi dan para malaikat tersesat akhirnya terusir dan bersembunyi di celah dimensi,"
"Setelah jutaan tahun bersembunyi di sana, para malaikat tersesat akhirnya kembali. Mereka memulai lagi dari awal untuk memengaruhi manusia dengan memberikan banyak pengetahuan sampai akhirnya mereka secara tidak langsung memberikan inti Mana lagi pada manusia. Seperti yang kita tahu, pekerjaan mereka dimulai dari tahun 2025."
"Saat gerbang-gerbang pertama bermunculan?" sela Mina.
"Ya. Dari situ para malaikat tersesat memberikan inti Mana pada manusia secara acak dan manusia yang cerdas akhirnya menemukan cara untuk memperluas kapasitas penyimpanan energi Mana dengan cara menyerap inti Mana para makhluk ciptaan lain yang berada di Dungeon yang sebenarnya berasal dari planet lain."
"Jadi mereka ingin manusia untuk menjadi kuat lalu mulai menjajah planet lain di galaksi berbeda?" Mina mengatakan apa yang ia simpulkan dari cerita Anna.
"Kau benar. Dan semua usaha itu sebenarnya dilakukan cuma untuk menurunkan kasta keluarga dewa Arnix."
"F**k! Hanya karena itu?!" Alvin langsung mengumpat saat mengetahui alasan kenapa gerbang Dungeon itu ada.
"Ya. Tapi..., tunggu dulu. Aku belum menyelesaikan cerita."
"Maaf. Tolong lanjutkan."
Anna tersenyum tipis, lalu melanjutkan, "Tapi rencana para malaikat tersesat itu selalu gagal."
"Gagal?"
"Ya."
Mina mengangguk pelan, lalu menatap pada gerbang raksasa yang bisa mereka lihat dari dalam ruang hologram.
"Karena pada akhirnya Bumi yang mendapat serangan?" ucap Mina kemudian.
"Kau benar. Karena rencana mereka gagal maka mereka ingin menghancurkan Bumi dengan rencana terselubung."
"Mereka menghasut lagi para malaikat tersesat untuk mengundang para makhluk ciptaan dari planet lain, juga malaikat dan dewa perang dari galaksi lain untuk datang ke Bumi."
__ADS_1
Sigh...
"Sebenarnya, yang membuat mereka gagal dan pada akhirnya memutuskan untuk melenyapkan Bumi adalah kau," ucap Anna, sembari menatap Mina dengan 'rasa hormat'.
"Ya?" Mina mengernyitkan kedua alisnya saat mengira akan ada sebuah tuduhan tidak baik yang akan Anna arahkan padanya.
Namun, saat ia menyadari arti tatapan Anna, ia pun menanyakan maksudnya, "Apa maksudmu?"
"Sebentar. Aku akan mengurus mereka dulu," sahut Anna sembari menatap ke arah gerbang. Ada beberapa malaikat yang baru saja keluar dari gerbang merah raksasa yang berada di kota Tianjin.
Kali ini, Anna membutuhkan beberapa menit untuk mengatasi para malaikat tersebut. Kali ini juga, Alvin dan Mina sampai berdiri dan pergi ke dekat portal inventory untuk melihat pertarungan yang Anna lakukan dengan para malaikat.
"Dia sepertinya tidak bertarung menggunakan sihir, kan?" tanya Alvin pada Mina.
"Sepertinya memang tidak."
Walaupun Mina juga ragu karena mereka sebenarnya tidak bisa merasakan aura energi Mana Anna, namun ia yakin jika Anna memang tidak bertarung dengan menggunakan sihir sama sekali.
"Gila. Bagaimana bisa dia bertarung melawan mereka tanpa sihir?"
"Dia sudah terlalu kuat walaupun tanpa menggunakan sihir."
"Tsk..., aku tetap akan menggunakan sihir walaupun kekuatan fisik ku sekuat dia. Merepotkan saja."
"Hah?"
"Lihat daratan di hadapan kita dan perhatikan kenapa kita sejak tadi berada di atas air laut.
Alvin memerhatikan daratan di hadapan mereka. Ia pun tahu kenapa gadis itu memilih tidak menggunakan sihirnya.
"Gila! Dia benar-benar gila!" seru Alvin setelah melihat apa yang sudah terjadi pada daratan yang turun sampai beberapa meter ke dalam Bumi.
Alvin baru menyadari jika mereka bukan sedang berada di atas laut namun air lautlah yang sudah masuk ke daratan yang turun akibat pertempuran di depan gerbang.
"Kota ini mungkin sudah kehilangan puluhan kilometer daratannya."
Alvin mengangguk pelan, menyadari jika daratan yang ada di hadapan mereka adalah daratan yang berhasil Anna selamatkan dari kehancuran.
......................
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Anna akhirnya kembali lagi, setelah berhasil mengalahkan para malaikat dari galaksi lain.
"Aku akan melanjutkan cerita," ucap Anna setelah duduk kembali di kursinya.
"Jadi dewi Lyn, sang penguasa galaksi, pada akhirnya mendapatkan titah dan izin dari dewan pengawas agung untuk turun tangan secara langsung agar masalah di Bumi dapat diatasi,"
"Sayangnya, salah satu malaikat tersesat tahu rencana itu dan mengalihkan arah jalan dewi Lyn ke galaksi lain hingga membuat dewi Lyn menghilang untuk waktu yang lumayan lama."
"Karena dewi Lyn menghilang, dewi Ann akhirnya memutuskan untuk mencari dewi Lyn. Begitu juga dengan malaikat tertinggi dari galaksi kita,"
"Malaikat tertinggi milik galaksi kita juga datang ke Bumi untuk mencari jejak keberadaan dewi Lyn dan kekacauan pada rencana para malaikat tersesat dimulai dari situ, saat malaikat tertinggi kita yang merupakan keturunan Serafim datang dan bertemu denganmu."
Anna menatap Mina saat memberikan tekanan pada kalimat terakhir.
"Aku?"
"Ya. Dia memberikan sebagian inti Mananya padamu dan mengajarimu sihir dari keluarganya, berharap kau bisa memerangi para malaikat tersesat sementara dia dan dewi Ann menemukan dewi Lyn agar masalah di galaksi kita bisa diatasi.
"Malaikat keturunan Serafim itu..., apa maksudmu adalah nona Lo?"
"Kau benar."
Kedua mata Mina melebar saat ia akhirnya mengetahui identitas guru yang memberinya inti Mana dan skill sihir yang pada akhirnya diajarkannya juga pada Alvin.
Sementara Mina yang terkejut membuat Anna juga ikut diam cukup lama, Alvin bertanya, "Jika dewi Ann datang, kenapa dia tidak langsung menghabisi para malaikat tersesat itu?"
"Dewi Ann sudah menghabisi 13 malaikat tersesat saat ia datang untuk pertamakalinya,"
"Para malaikat tersesat yang tahu jika dewi Ann datang, pada akhirnya kembali bersembunyi di celah dimensi."
"Bukankah dia tinggal mengejar mereka saja?"
"Tidak ada yang bisa menemukan mereka jika mereka besembunyi disana kecuali Absolut dan dewa penguasa yang bertanggung jawab pada para malaikat dari keluarganya,"
"Itu adalah sebuah rahasia alam semesta yang dibuat agar tatanan alam semesta tidak kacau balau. Jika tidak, setiap dewa dan makhluk ciptaan pasti akan dengan mudah menyeberangi sebuah galaksi lalu berkeliaran di alam semesta."
Alvin menggaruk-garuk kepalanya, tidak mengerti dengan penjelasan itu.
Mina juga sebenarnya tidak bisa memahami maksud dibalik kalimat itu.
__ADS_1
Anna yang memang diminta dewi Ann untuk menceritakan apa yang ia ketahui pada Alvin dan Mina, dengan sabar menjelaskannya lagi.
"Akan kujelaskan,"