Hunter System

Hunter System
Bab 70 - Penyesalan Zayn Cruz


__ADS_3

Alvin akhirnya mengerti maksud dari apa yang Mina katakan sesaat sebelum ia mulai bertarung lagi dengan Assassin itu.


Setelah ia bertarung selama dua hari dengan makhluk itu, dia tahu bahwa mereka berdua terlalu payah untuk disebut sebagai Assassin. Assassin yang sebenarnya adalah seperti yang terakhir kali Alvin lakukan.


Assassin hanya menunggu peluang, melihat peluang dan mengambil satu peluang itu dengan hasil yang pasti.


Berbeda dengan Warrior yang selama ini menjadi job andalannya untuk bertarung. Warrior adalah tipe hunter yang menciptakan sebuah peluang.


["Kau benar. Oh, anakku sudah beranjak dewasa,"] ucap Mina, saat ia mendengar apa yang Alvin pikirkan. Ia akhirnya senang karena pikiran Alvin tidak kosong lagi seperti tiga-empat hari yang lalu.


"Aku sudah 25 tahun."


["Maksudku sebagai seorang pemburu. Kau masih beranjak dewasa. Masih jauh dari kata dewasa apalagi matang."]


"Tsk... Kau bicara apa sih?"


["Hanya dalam 2 tahun, kau akan mengerti apa yang kukatakan. Kau akan melihat seperti apa lawan dari penduduk Bumi yang sebenarnya."]


"Apa kedepannya akan sesulit itu?"


Mina diam agak lama sebelum menjawab pertanyaan Alvin.


["Ya. Kau harus benar-benar matang sebagai seorang pemburu jika ingin menghabisi mereka untuk menyelamatkan Bumi. Atau mereka yang akan memburumu."]


Glup...


Informasi yang Mina katakan, ditambah nada suaranya saat mengatakannya, membuat seluruh bulu halus di tubuh Alvin meremang.


["Sudahlah. Buka dulu hadiah quest nya."]


"Y-ya..."


......................


Ada dua hadiah yang Alvin dapatkan. Yang pertama adalah experience point ekstra dan yang kedua tentu saja satu lagi set dari Hunter Equipment.


Saat Alvin mengaktifkan hadiah pertamanya, ia langsung mendapat kenaikan 4 level sekaligus hingga ia kini berada di level 82, yang artinya ia juga langsung mendapatkan quest untuk mendapatkan item Hunter Equipment berikutnya.


Alvin kemudian mengambil hidden reward dan langsung membukanya saat itu juga.


...°•°•°•°•°•°•°...


...Item Name : Hunter Gloves...


...Rarity : Infinite...


...Item Level : 1/5...


...Function : Attack Booster...


...(Increases physical and magical attack power by 5 times base attack)...

__ADS_1


...•°•°•°•°•°•°•...


Seperti setelah menerima Sepatu Pemburu dulu, Alvin langsung mengenakan Sarung Tangan Pemburu yang baru ia dapatkan itu setelah membukanya.


Sambil melihat sarung tangan emas di kedua tangannya, Alvin dapat merasakan aliran sihir yang merasuki seluruh otot-otot dan sel-sel di tubuhnya.


Baru saja terkesima dengan kekuatan yang mengalir itu, ia mendapat kejutan lagi saat merasakan kilatan kekuatan baru di inti Mana nya.


"A-apa yang terjadi?"


["Kau langsung mendapatkan kenaikan level item karena kau sudah menyatukan kedua item Hunter Equipment di tubuhmu. Lihatlah levelnya."]


Alvin membuka Hunter Equipment statusnya dan melihat perubahan level di kedua item itu dari 1/5 menjadi 2/5. Attack dan speed boosternya juga meningkat dari 5 kali lipat menjadi 10 kali lipat.


"Ini gila. Aku mungkin bisa balapan dengan mobil hanya dengan berlari."


["Ya. Tapi untuk bepergian. Naik mobil saja."]


"..."


["..."]


"Jadi setiap aku menambahkan satu item pada koleksi maka levelnya akan naik?"


["Ya. Kenaikan level itu juga akan membuatmu mendekati kekuatan penguji yang akan menunggumu di quest level 81. Kalau kau kehilangan satu saja dari sepatu atau sarung tangan itu, kau pasti akan mati saat melawan penguji di level 81."]


Alvin mengangguk pelan. Ia tahu itu. Ia bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika saat bertarung dengan penguji di quest level 71 tadi tidak memakai speed booster. Dia pasti mati.


"Aku mengerti."


......................


Setelah berada selama 4 hari di dalam gerbang quest, Alvin akhirnya kembali ke dunia manusia.


Saat ia mengaktifkan kembali ponselnya, ada total ratusan panggilan tak terjawab dari Vina, Raymond, yang selama dua hari belakangan kehilangan kontak darinya, Thomas dan Jack di ponselnya. Ia juga mendapat pesan singkat yang hampir sebanyak panggilan tak terjawab.


Alvin mengabaikan pesan dari semua orang terkecuali Vina. Sambil mengecek lokasi keberadaan Vina di peta pertemanan, ia mengirimkan kabar pada kakaknya itu dan mengatakan ia akan segera kembali besok.


"Dia di rumah... Berarti orang-orang dari ZC group tidak mengganggunya, kan?"


Setelah mengirimkan pesan pada kakaknya, Alvin memesan taksi dan kembali ke Kota T untuk langsung menuju gerbang Dungeon peringkat A.


Ia memasukkan tujuan pada navigasi taksi untuk menuju gerbang yang berada di kediaman mewah orang yang tidak dikenalinya itu dan memilih untuk mengabaikan gerbang yang muncul di salah satu pabrik milik ZC group.


'Sisa dua hari lagi Dungeon Break. Kira-kira apa mereka sudah mendapatkan hunter sewaan untuk mengatasinya?'


["Liat saja di siaran berita televisi lokal Kota T."]


'Aku sebenarnya sedang berbicara sendiri di dalam hati.'


["..."]

__ADS_1


......................


Sementara itu, di salah satu lokasi gerbang Dungeon...


Hunter-hunter terbaik di Kota T yang sudah melakukan raid selama 4 hari akhirnya kembali setelah mereka dipukul kalah oleh pasukan laba-laba raksasa beracun yang berada di lokasi pertama.


Ada 2 hunter peringkat B yang harus meregang nyawa. Mereka adalah pengawal-pengawal terbaik Billy Cruz yang selama ini mengawalnya kemanapun ia pergi.


Dengan kurangnya pengalaman bertarung dan melarikan diri, juga salah memilih lokasi bersembunyi dalam situasi darurat, kedua hunter itu akhirnya meregang nyawa saat mereka berusaha melindungi Billy yang hampir saja mati tersembur lendir beracun.


Billy sendiri memang selamat. Tapi ia harus rela kehilangan satu tangannya akibat terjerat jaring dari monster laba-laba beracun. Jika ia tidak segera memotong lengannya, ia pasti sudah tewas terkena semburan racun dari monster laba-laba. Itupun ia terbantu oleh dua pengawalnya yang dengan sigap melompat untuk melindunginya.


.........


Zayn menatap Ivory yang baru saja keluar dari gerbang dan memiliki banyak luka di tubuhnya.


Ivory juga sempat melihat sebentar pada ayahnya tapi segera memalingkan wajah.


Ia biasanya tidak terlalu memusingkan ambisi dan kekerasan hati ayah dan kakaknya karena biar bagaimanapun mereka adalah keluarganya.


Tapi, untuk kali ini, Ivory benar-benar marah pada kedua keluarga kandungnya itu, terutama pada kakaknya.


Ia bisa menebak kenapa Alvin tidak menghabisi kakaknya setelah apa yang kakaknya lakukan. Itu pasti karena dia datang tepat pada waktunya. Alvin pasti masih memperhitungkan dirinya sebagai teman. Jika tidak, Billy pasti sudah mati.


Ia akan berterima kasih untuk pengampunan nyawa Billy nanti.


Hal seperti itu sudah lumrah di zaman ini. Dimana seorang hunter kuat pasti akan membunuh siapa saja yang membuat mereka kesal. Hanya di Kota T dan sedikit kota dengan pengawasan Asosiasi yang ketat saja kekerasan seperti itu jarang terjadi.


Ivory melengos pergi ketika Zayn menghampirinya. Ia lebih memilih duduk beristirahat bersama beberapa hunter yang tadi berjuang bersamanya di dalam Dungeon, daripada harus berbicara pada ayahnya.


"Ivory..."


"Kau sudah lihat, kan? Jika putramu itu tidak salah bersikap pada orang yang harusnya bisa membantu kita, kita pasti tidak akan hancur seperti ini," ucap Lex pelan, sambil menepuk lemah pundak teman lamanya itu. "Jadikan ini pelajaran. Itupun jika kita bisa bertahan dari Dungeon Break."


Zayn terdiam, menatap Lex yang berjalan tertatih-tatih menuju Healer-healer yang sibuk memulihkan puluhan hunter yang terluka parah.


Zayn kemudian menatap Billy yang duduk sendiri dengan bersandar di salah satu SUV yang terparkir di halaman kediaman Cruz, sebelum akhirnya menatap ponsel ditangannya yang ia anggap tidak berguna.


Zaman sudah berubah. Ia sudah menghubungi Asosiasi di beberapa kota untuk meminta bantuan, juga sudah berusaha untuk menghubungi banyak hunter peringkat S secara pribadi, tapi ia mendapatkan penolakan.


Berbeda dengan dulu, saat hunter-hunter masih berjiwa patriot dan akan datang membantu walaupun dengan bayaran seadanya, hunter peringkat tinggi di zaman sekarang sudah tahu bahwa kekuatan mereka sangat berharga. 100.000.000 dollar tidaklah cukup untuk menangani Dungeon peringkat A.


Apalagi saat mereka tahu gerbangnya berada di halaman kediaman orang terkaya di Kota T. Tentu saja hunter-hunter itu menaikkan harga sewa jasa mereka setinggi langit, juga dengan syarat yang sulit.


Mereka meminta bayaran sedikitnya 100.000.000.000 dollar ditambah dengan minimal 10 hunter peringkat A yang harus menemani mereka dalam melakukan raid.


Jika bayaran yang diminta hunter dalam negeri saja sebesar itu, apalagi hunter luar negeri.


Zayn akhirnya merasakan putus asa. Ia menatap kediaman keluarga Cruz dengan mata berkaca-kaca. Bangunan megah penuh kenangan yang ia warisi dari kakek dan ayahnya itu, sudah pasti akan musnah dalam dua hari kedepan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2