
["Kau serius?!"]
["Tapi kenapa Bimi memilihnya?"]
["Bodoh..."]
["Tunjukkan padaku."]
Layar transparan berukuran sebuah televisi 30 inch muncul di hadapan Alvin. Dalam layar itu terdapat rekaman video yang di ambil dari beberapa CCTV di lokasi kejadian di mana seorang gadis, yang saat itu masih berusia 18 tahun, terjatuh dari sebuah gedung.
Rekaman pembicaraan antara gadis itu dan Bimi juga terdengar dari dalam layar. Itu adalah data pembicaraan yang Bimi simpan dalam bank data saat Bimi menggunakan kemampuan Rimi untuk menghentikan waktu dan berbicara pada gadis itu di udara. Kejadian yang sama juga pernah Bimi lakukan pada Alvin saat ia hampir terinjak kaki golem.
Saat gadis itu menolak, waktu pun berjalan kembali.
Alvin memejamkan kedua matanya, tak tega saat melihat tubuh gadis itu meluncur kembali dan menghantam lantai semen di halaman gedung.
Mina dan Rimi memerhatikan keadaan gadis itu sampai ajal menjemputnya. Dari situ mereka bisa melihat bahwa gadis itu benar-benar telah mati.
["Bisa kau ulangi sedikit rekamannya?"]
Rimi melakukan apa yang Mina pinta.
["Coba perhatikan dengan teliti."]
Bukan hanya Rimi. Alvin kini juga ikut memerhatikan layar transparan itu.
Walaupun hanya sepersekian detik, Alvin dan Mina yang dapat menangkap kecepatan yang supercepat itu dapat melihat sedikit detail yang terjadi.
Ada sedikit gerakan dan perubahan pada posisi tubuh gadis itu.
Mina meminta Rimi untuk menampilkan rekaman dari bagian atas tubuh gadis itu agar ia dapat melihat tubuhnya secara keseluruhan lalu mengulang kembali rekaman sebelum waktu kematian.
"Bukankah tubuhnya sedikit berubah?"
["Kau benar. Dia jadi sedikit lebih tinggi setelah kematiannya,"]
["Rimi, tolong ukur tinggi badannya sebelum dan setelah kematiannya dan cocokkan dengan wanita yang berada di dalam Dungeon. Kau punya rekamannya, kan?"]
["Bagus!"] seru Mina, bersemangat.
"Apa yang ingin kau lakukan?"
["Wanita di dalam Dungeon itu sepertinya berhubungan dengan si gadis malang."]
"Apa kau memang perlu menyelidikinya?"
["Tentu saja. Dia pasti tahu tentang planet asal para pembuat Dungeon."]
"Begitu... Jadi kita bisa langsung mendatangi mereka jika kita tahu di mana mereka tinggal..."
["Dan kita akan menemukan Beelzebub si biang kehancuran itu."]
Tidak ada pembicaraan yang terjadi lagi setelah itu. Alvin dan Mina sama-sama diam, menunggu Rimi mencocokan tubuh antara Anna Lloyd dan dewi Ann.
Selang 2 menit kemudian, Rimi akhirnya memberitahukan hasil pemindaiannya.
["Sudah ku duga."]
__ADS_1
Rimi menampilkan rekaman yang telah ia ambil dari satelit selama Mina meretas satelit beberapa waktu lalu.
Di sana, mereka dapat melihat tinggi badan dan perbedaan mencolok antara tubuh kedua wanita itu walaupun mereka memiliki wajah dan rambut yang sama.
Mereka memang benar-benar memiliki wajah yang sama, bukan hanya sekedar mirip.
"Apa dia ini makhluk kloning juga?"
["Aku tidak tahu. Tapi yang penting dia pasti memiliki informasi mengenai para pembuat Dungeon itu."]
"Bukankah sebaiknya kita mencarinya saja?"
["Kau benar. Ayo kita cari dia."]
["Huh?"]
["Tidak ada data tempatnya menghilang?"]
Rimi menayangkan kembali video yang menampilkan gerbang tempat menghilangnya Anna Lloyd.
["Sepertinya dia dipancing oleh salah satu fallen angel dan terjebak di planet asing sama seperti kita tempo hari."]
.........
Keadaan menjadi sunyi setelah tayangan video berakhir sampai beberapa menit kemudian Alvin akhirnya mulai bicara kembali.
"Mina. Mengenai yang waktu itu..., ada yang ingin ku tanyakan padamu."
["Tanyakan saja dalam perjalanan kita."]
"Perjalanan?"
"Baiklah."
["..."] <...>
"Tunggu dulu. Apa yang barusan kau katakan?"
["Bantu diriku di masa ini untuk menutup 99 gerbang. Sudah jelas?"]
"..."
["Kau mencurigai bahwa aku sebenarnya bukan Sistem, kan?"]
"...Ya."
["Kau benar. Cuma Rimi dan Bimi lah Sistemnya dan aku bukanlah sebuah Sistem."]
"...Sudah ku duga."
Mina tersenyum. Ia bisa membaca dan mendengar isi pikiran Alvin. Jadi dia tahu jika dalam beberapa bulan belakangan ini Alvin sudah mencurigainya.
"Bisa kau ceritakan siapa dirimu sebenarnya?" tanya Alvin. Ia belum beranjak sama sekali dari tempat tidurnya.
Mina tertawa. Suara tawanya sangat imut dan itu membuat Alvin menjadi sedikit terganggu.
["Tsk... Apa yang kau pikirkan?"]
"Tidak ada."
["Rimi, tolong tampilkan biodata kita."]
["Tidak ada lagi yang perlu kita rahasiakan darinya."]
__ADS_1
"Jadi selama ini kalian membodohiku?"
["Sudahlah. Tampilkan saja."]
Beberapa detik kemudian, ada 5 layar transparan muncul di hadapan Alvin. Tiga layar berposisi di bagian atas sementara dua lainnya berada di bawah ketiga layar.
Alvin menatap semua foto pada kelima layar namun ia beralih dan memfokuskan tatapannya pada satu layar yang Mina sebutkan.
["Yang di kiri atas itu Bimi."]
"Dia..."
["Tanker yang kau temui di Kota C."]
"Bimo Gandri?"
["Dia yang memiliki semua skill pertahananmu. Saat dia tewas di tahun 2096, aku mengambil inti Mana miliknya lalu memasukkan inti Mana itu ke dalam komputer canggih buatanku."]
"...Jadi..., skill-skill itu..."
["Maaf telah membohongimu. Kami harus memberikannya padamu secara bertahap. Tubuhmu tidak akan tahan jika masih belum siap."]
"Jadi kalian membuatnya seolah-olah mirip Sistem dalam sebuah game..."
["Ya."]
Alvin menghela nafas panjang. Mereka diam cukup lama setelah itu.
Alvin mengingat kembali semua latihan yang selama ini ia lakukan dari quest yang Rimi berikan.
"Jadi intinya adalah quest harian, mingguan dan bulanan itu, kan?"
["Ya... Dan hukuman yang Rimi berikan adalah kekuatan job hunter maksimal milik ketiga hunter itu."]
"Tsk... Aku bahkan tidak bisa bergerak karenanya."
["Karena itu Rimi memberikannya padamu secara bertahap. Jika kau langsung menerima semua inti Mana mereka saat tubuhmu belum siap, kau akan langsung mati."]
"Tapi kenapa kau bisa mendapatkan inti Mana mereka? Apa kau mencurinya setelah mereka mati? Atau..."
["Kau bodoh! Tentu saja aku tidak mungkin membunuh mereka. Mereka teman-temanku."]
"...Begitu...,"
"Jadi, skill Healer ku berasal dari inti Mana Gina Stewart yang terkenal itu?"
Alvin mengernyitkan kening.
"Kau menangis?"
Suara tangisan Mina bertambah nyaring setelah mendengar Alvin bertanya.
Alvin mengabaikannya. Ia membaca profil Gina Stewart yang berada pada layar di bagian tengah atas.
"Dia tewas tahun 2093...," gumam Alvin.
Alvin mengalihkan tatapannya ke layar yang berada di pojok kanan atas. Foto Mage paling terkenal di Asia Tenggara dan Australia berada di dalam layar itu. Dia adalah Kevin Jung yang akan tewas pada tahun 2090.
'Jadi dia hunter pertama yang akan tewas di antara mereka ini.'
Alvin pindah ke bagian kiri bawah. Foto gadis remaja dengan tatapan lembut berada di sana. Jika menyesuaikan dengan waktu saat ini, usianya baru 19 tahun.
Alvin kemudian membaca informasi gadis itu dan sedikit kaget setelah melihat berapa banyak skill yang gadis itu miliki.
Jika Bimo, Gina dan Kevin hanya memiliki lima jenis skill yang kesemuanya sudah ia kuasai saat mendapat kenaikan level dan menerima inti Mana mereka, gadis itu memiliki sebelas skill yang juga sudah dikuasainya.
Spiderwebs, airbender, insect conqueror, thunderbolt, shuriken, puncture, lightning strike effect, poison, imitator, stealth.
"Rin? Siapa dia ini? Aku tidak pernah mendengar namanya."
__ADS_1