
Pria berusia awal 40an itu tampak sangat elegan dengan setelan jas ungu tua, juga rambut hitam mengkilapnya yang tersisir sangat rapi.
Ia datang dengan mengendarai mobil sport mewah edisi terbatas yang hanya ada 30 unit diseluruh dunia.
Sambil mengaitkan kacamata hitam di kantong jasnya, pria itu melangkah dengan percaya diri menghampiri Jack yang kebetulan baru saja keluar dari dalam Dungeon bersama Alvin.
"Jack...!" seru pria itu dengan senyum angkuhnya begitu ia melihat Jack berada ditempat itu.
Pria itu melirik sebentar ke arah Alvin saat ia merasakan aura dari energi sihir yang hanya sebatas hunter peringkat F pada Alvin, hanya untuk melihat tampang berantakan Alvin dan memberikan senyum sinisnya.
"Kapan mereka akan menyelesaikan pengangkutan mayat monster dan kristal sihirnya?" tanya pria itu pada Jack.
"Hari ini." Sahut Jack datar.
Terlihat dengan sangat jelas bahwa Jack tidak menyukai kehadiran pria itu.
"Bagus. Berarti kalian akan menutup gerbangnya hari ini, kan?"
Jack tidak langsung menjawabnya dan malah melirik ke arah Alvin.
Alvin bisa mengerti arti tatapan Jack. Ia pun akhirnya ikut berbicara.
"Ah..., aku lupa untuk menghubungi pihak ZC group."
Mendengar itu, pria berjas ungu menoleh lagi pada Alvin.
"Untuk apa? Apa kau memiliki urusan dengan ZC group?"
Alvin terdiam. Ia akhirnya menoleh pada Jack.
"Dia asisten pribadi CEO ZC group. Tuan Reno Paul." Ucap Jack, memperkenalkan pria itu pada Alvin.
"Oh ayolah Jack. Kenapa kau sangat kaku pada kakakmu sendiri?" sahut Reno yang kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Kita tidak sedang dalam pertemuan keluarga," sahut Jack ketus.
Reno menyipitkan kedua matanya, menatap Jack dengan tidak senang. Ia kemudian menoleh pada Alvin lalu berbicara padanya dengan nada malas.
"Apa urusan mu? Kau bisa mengatakannya padaku. Aku akan menyelesaikannya sekarang juga."
'Sialan. Kenapa aku harus bertemu dengan orang angkuh lagi?'
["Apa kita racuni saja?"]
'Kau bisa melakukannya tanpa terlihat jelas?'
["..."]
'Kau tidak bisa?'
["Aku hanya bercanda. Bicaralah dulu. Putuskan setelah kau melihat hasilnya."]
.........
"Anak muda. Cepatlah katakan urusanmu. Aku sangat sibuk. Langsung saja ke intinya." Ucap Reno, setelah bosan melihat Alvin diam agak lama sambil menatapnya dengan tatapan yang sangat tidak disukainya.
"Aku ingin meminta izin untuk tetap membuka gerbang ini. Aku ingin menggunakannya sebagai gudang penyimpanan."
Reno terdiam sebentar. Ia menatap wajah Alvin dengan lebih lekat sebelum akhirnya menepuk pelan pundak Alvin beberapa kali sambil memberikan jawabannya.
"Ditolak."
Setelah mengucapkan satu kata itu, Reno berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu sambil berbicara pada Jack tanpa menatap wajahnya.
"Besok pagi, gerbang ini sudah harus tidak ada. Dan kau, bergaulah dengan benar Jack. Jangan bergaul dengan bocah buron itu."
"Apa? Kenapa dia seperti itu?" ucap Alvin pelan.
__ADS_1
Jack mendengus kesal. "Dia menjadi seperti itu sejak menjadi tangan kanan CEO ZC..."
Jack tidak sempat menyelesaikan kalimatnya. Kedua matanya melebar saat melihat jaring laba-laba bermunculan dari ujung jemari Alvin.
Jaring itu terbang sampai akhirnya menjerat leher Reno.
"Khaakkkk...! A-apa in... Woaaaahhh...!!!"
Alvin menarik pria itu dan melemparkannya masuk kedalam Dungeon.
.........
Saat sudah berada didalam Dungeon, Alvin melemparkan Reno ke sebuah pohon lalu menjeratnya disana.
"Hei! Apa yang kau lakukan?! Kau berani..."
**Bakkkk**!
Srattt...
Alvin meninju mulut Reno, lalu menutup mulutnya dengan jaring.
"Bro, apa yang kau lakukan?"
Alvin menoleh, menatap Jack yang sedang berlari kecil menghampirinya.
"Apa kau akan membelanya?" tanya Alvin sambil menatap tajam pada Jack.
"Tidak. Tapi, kau mungkin akan kesulitan dimasa depan."
"Kenapa?"
"Karena dia orang kepercayaan ZC group."
Alvin menoleh kembali pada Reno yang sedang berteriak tidak jelas dibalik jaring yang membungkam mulutnya.
["Jika kau meracuninya sampai mati, kau tidak perlu khawatir."]
"Diamlah. Idemu terlalu gila."
"Y-ya...?"
Alvin sedikit terkejut saat Jack yang menyahutinya.
"Tidak. Aku tidak sedang berbicara padamu."
Jack kemudian menoleh ke kanan kirinya, ingin melihat siapa tahu ada para pekerja disekitarnya dan Alvin ternyata sedang berbicara pada mereka.
"Aku sedang berbicara pada udara kosong," ucap Alvin saat melihat Jack mulai kebingungan.
"..."
Alvin kemudian membuka jaring penutup mulut Reno.
"Kau terlalu berani!" umpat Reno, begitu Alvin menarik jaring dari mulutnya.
"Ya. Aku memang bukan seorang pengecut sepertimu."
"A-apa?! Kau..."
"Apa kau bersembunyi saat ada Dungeon peringkat A kemarin? Bukankah kau hunter peringkat A?"
Alvin mengucapkan kalimat itu sambil menoleh juga pada Jack.
Jack mengerti arti tatapan Alvin padanya.
"Mereka berhak untuk tidak mengikuti raid jika tidak ingin," sahut Jack pelan, dengan sedikit menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Apa?! Bukankah semua hunter diwajibkan untuk ikut membantu saat Asosiasi memanggil mereka?"
"Kau bod..."
Plaaaakkkk!
Alvin langsung menampar mulut Reno sebelum pria angkuh itu menyelesaikan kalimatnya.
"Kau diam dulu."
Bakkkk!!!
Alvin memukul wajahnya sekali lagi dengan sangat keras sehingga beberapa gigi Reno tanggal.
Walaupun Reno sudah menggunakan energi sihir untuk melindungi diri, tapi pukulan Alvin yang juga disertai sihir itu tidak bisa ditanggulanginya.
"K..."
Reno hendak mengumpat lagi, namun ia segera mengurungkan niatnya saat merasakan hawa dingin dari bilah pedang terasa di kulit lehernya.
Alvin kemudian menoleh pada Jack. Anehnya, ia malah melihat ekspresi yang sama dari Jack seperti yang sebelumnya, saat ia menanyakan alasan kenapa ada hunter yang menolak saat Asosiasi benar-benar butuh bantuannya. Jack sepertinya tidak peduli dengan bagaimana ia memperlakukan saudaranya.
"Apa kau tidak marah jika aku membunuhnya?" tanya Alvin pada Jack. Ia tidak benar-benar ingin membunuh pria itu. Ia hanya ingin melihat reaksi Jack.
Jack mengangkat wajahnya lalu menatap Reno dengan tatapan dingin.
"Kau mungkin akan berurusan dengan ZC group," sahut Jack, dengan nada dingin. Nada bicaranya yang dingin itu sebenarnya bukan ia tujukan pada Alvin. Itu untuk Reno.
Alvin merasa ada hal yang salah. Ia akhirnya meninggalkan Reno dan mengajak Jack untuk pergi menjauh.
"Apa kau memiliki sejenis dendam padanya?" tanya Alvin dengan penasaran. Sikap dingin Jack pada saudaranya itu sangat janggal baginya.
"Dia meninggalkan ayah kami saat ada Dungeon Break, padahal dia adalah seorang hunter yang sanggup untuk membunuh monster itu. Ayah kami tidak akan mati jika dia berani."
"Begitu...," Alvin mengangguk pelan sambil menatap pada Reno yang sedang meringis menahan sakit di mulutnya juga menahan kemarahannya.
Jack kemudian menghela nafas panjang.
"Tapi, kau sudah melakukan kesalahan besar, bro. Kau harusnya sedikit bersabar padanya. ZC group benar-benar akan mencarimu jika dia melaporkan tindakanmu ini pada mereka."
Alvin mengangguk pelan. Dia kini agak menyesal karena terpancing emosi.
"Apa dia sangat penting bagi ZC group?"
"Dia adalah penjilat yang ulung. Dia hidup hanya dengan lidahnya."
"B-begitu... Ternyata ada juga orang seperti itu...," gumam Alvin.
'Sepertinya aku melakukan sebuah kesalahan, kan?'
["Tidak. Ini menyenangkan. Aku suka sebuah konflik."]
'...'
Saat ia sedang menyesali dosanya, Alvin melihat Raymond dan rekan-rekannya lewat sambil menarik gerobak yang berisi mayat monster.
"Tunggu disini," pinta Alvin pada Jack.
Ia kemudian pergi menghampiri Raymond dan kembali lagi beberapa menit setelahnya.
Alvin mengajak Jack untuk pergi menghampiri Reno.
Kemudian, dengan senyuman jahat di bibirnya, Alvin menunjukkan sebuah pasak tulang pada pria yang sedang meringis menahan sakit itu.
["Aku semakin menyukaimu!"] seru Sistem, saat tahu apa yang ingin Alvin lakukan.
......................
__ADS_1