Hunter System

Hunter System
Bab 230 - Sampai Akhir


__ADS_3

Berkat bantuan Anna, Alvin akhirnya bisa datang ke acara pernikahannya walau mengalami sedikit keterlambatan dari waktu yang telah ditentukan.


Walaupun keterlambatan itu sempat membuat keluarga Maxwell dan para tamu undangan merasa sedikit khawatir, namun rasa khawatir itu akhirnya lenyap saat semua orang melihat Alvin muncul dengan diiringi Vina, Jack, Thomas dan Raymond.


Iring-iringan mereka tampak lebih spesial lagi saat semua orang melihat adanya Anna dan Miyuki di sana.


Bagaikan sebuah keberuntungan bagi semua orang yang hadir dalam acara pernikahan itu, mereka juga bisa melihat dan bertemu langsung dengan 3 pahlawan yang berhasil menutup semua gerbang Dungeon dari muka Bumi.


Acara pernikahan pada akhirnya berlangsung dengan penuh hikmat. Resepsinya pun berjalan dengan sangat meriah dan lancar tanpa ada pihak dari keluarga Maxwell dan tamu undangan yang tahu bahwa pengantin pria sempat menghilang sampai beberapa saat sebelum pernikahan.


Cyntia juga tidak pernah mengetahui hal itu sampai sebelum malam pertama pasangan pengantin itu, saat ia bertanya tentang keberadaan Mina yang mungkin akan terganggu dengan 'kegiatan' malam mereka.


......................


"Kau ingin mengulangi kehidupan?!" ulang Alvin dengan suara nyaring saat mendengar jawaban Anna atas pertanyaannya.


"Ya."


"Apa hal itu bisa dilakukan?"


Anna mengangguk pelan.


Sekilas, Alvin bisa melihat kesedihan pada sorot matanya.


"Tapi cuma aku sendiri yang bisa melakukannya," sahut Anna.


"Begitu..."


"Aku akan menyerahkan sisanya padamu dan Miyu," ucap Anna, sembari menoleh dan melambai pada Miyuki yang sudah menunggunya di dekat gerbang taman bunga.


"Ngomong-ngomong, apa kau tahu berapa banyak planet yang masih harus kudatangi? Sampai kapan aku harus bepergian ke planet-planet asing itu?"


"Sampai semua berakhir," sahut Anna yang kemudian tertawa.


"Tsk... Itu tidak terdengar sebagai sebuah jawaban."


"Mungkin kau akan tetap bepergian ke berbagai planet sampai dunia ini berakhir."


Sigh...


"Artinya kami akan selalu hidup berdampingan dengan para makhluk asing."


"Tapi tidak akan ada lagi Dungeon Break. Kau akan bisa mengatasinya."


"Sebenarnya akan lebih cepat jika kau ada. Lagian...," Alvin menoleh, menatap Miyuki yang sedang berbicara pada Bimo dengan ekspresi normalnya yang datar, "Andai dia seperti Mina."


"Jangan khawatir tentang hal itu. Dia tidak seperti kelihatannya. Dia sebenarnya bisa diajak bekerjasama dengan sangat baik."


Alvin tertawa canggung. "Tapi wajahnya tidak menunjukkan hal itu sama sekali."


Anna mengernyitkan alis, mengingat ekspresi Mina yang terakhir ditemuinya dan membandingkannya dengan 'Mina' yang berasal dari kehidupan ini.


"Yah... Miyu..., maksudku Mina yang sudah hidup bersamamu memang berbeda darinya."


"Tapi bagaimana jika Miyuki meninggal? Apakah nanti akan ada dua Miyuki di dunia pengasingan?"

__ADS_1


"Karena mereka hidup tanpa pemanggilan roh kembali, maka akan ada dua Miyu nantinya."


Setelah menjawab pertanyaan Alvin, Anna akhirnya pamit undur diri pada pria itu karena Miyuki sudah meneriakinya.


"Selamat tinggal. Kuserahkan sisanya padamu, ok?"


"Sampai bertemu lagi."


"Oh... Tentang Chris Maxwell... Mina dari masa sekarang sudah membunuhnya." (cerita ada di novel Goddess Of War, bab 284. Link ada di bawah)


"Begitu... Pantas kami tidak bisa menemukannya."


"Kebetulan yang sangat aneh, kan?"


...****************...


Seminggu kemudian...


“Tuan, semua musuh sudah kami habisi. Apa kita akan keluar sekarang?”


Alvin menepuk lembut pundak Rimi yang berada dalam wujud avatar hunter. Sejak ia dan Cyntia sudah menjadi pasangan suami istri, Rimi tidak pernah kembali lagi ke dalam alam bawah sadar Alvin.


System Kecerdasan itu lebih memilih untuk terus berada di dalam avatar hunter dan tinggal bersama Miyuki di Kota C jika Alvin tidak sedang melakukan petualangan di planet asing.


“Tentu. Ayo kita keluar sekarang.”


Alvin melambaikan tangan pada Raymond yang sedang mengawasi pekerjaan helikopter penambang sebelum pergi mengikuti Rimi yang sudah terbang mendahuluinya menuju gerbang penghubung antar planet.


Ia menatap Rimi yang terbang di hadapannya dan merasa bersyukur karena setidaknya Sistem Kecerdasan itu masih ditinggalkan Mina padanya.


.........


Ia dan Cyntia juga memiliki dan mengembangkan Akademi Hunter mereka sendiri sampai akhirnya menjadi yang terbaik di dunia.


...****************...


10 tahun kemudian...


"Ayah, lihat ini!" seru seorang gadis manis berusia 8 tahun sembari berlari menghampiri Alvin yang baru saja kembali dari petualangannya di planet asing.


Alvin menangkap lalu mengangkat dan mendudukkan gadis itu di pundaknya.


"Kau bahkan tidak menanyakan kabar ayah dan langsung memamerkan mainan barumu?"


"Ini bukan mainan, ayah!"


"Dia dan Reno sudah membuatnya seharian," ucap Cyntia sambil berjalan menghampiri Alvin yang masih berada di dekat gerbang.


"Di mana Reno?"


"Dia sudah pulang, Vina menjemputnya sekitar satu jam lalu."


Alvin mengangguk pelan. Dia sebenarnya agak jengkel pada Jack karena telah memberi nama putra pertamanya dengan nama Reno Paul, persis dengan nama kakaknya.


"Jadi, apa yang sudah kalian buat?" Alvin mengambil benda yang mirip dengan sebuah robot dari pelukan putrinya. "Ini agak mirip Rimi, kan?"

__ADS_1


"Itu putri kecil Rimi, ayah!" seru gadis manis itu dengan semangat. Dia sangat dekat dengan Rimi dan Miyuki karena Rimi dan Cyntia sering membawanya ke Kota C di mana laboratorium Miyuki berada.


"Apa ini bisa bergerak?"


"Miyuki akan membuatnya bergerak jika kita membawanya ke sana," sahut Cyntia.


"Ayo kita ke sana, ayah! Aku mau terbang bersama ayah!"


"Hmmm... Bagaimana kalau kita pergi besok?"


"Benarkah?!"


"Tentu saja. Kapan ayah pernah membohongimu?"


Gadis itu bersorak riang. Ia pun meminta Alvin menurunkannya lalu ia berlari di pasir pantai sembari membawa robot mini ciptaannya itu dalam dekapannya.


"Dia sepertimu saat masih kecil," ucap Alvin. Ia kemudian merangkul pinggang Cyntia sembari memerhatikan putri kecil mereka yang berlari memamerkan robot buatannya pada beberapa hunter Asosiasi yang masih berjaga di sekitar gerbang.


"Apa aku memang seperti itu?"


"Aku selalu mengingat masa kecilmu yang sangat ceria."


"Benarkah?"


Alvin mengangguk pelan. "Jika bukan karena selalu mengingat masa kecil kita yang indah dan memiliki harapan untuk bertemu lagi denganmu, aku mungkin tidak akan bisa melewati masa perundungan di Akademi."


Cyntia mendongak, menatap wajah Alvin yang tampak kusut.


"Kalau aku tahu kau semenderita itu, aku pasti akan kembali lebih cepat."


Karena obrolan itu, Alvin kembali terkenang dengan masa remajanya yang sudah 10 tahun belakangan ini hampir tidak pernah diingatnya lagi.


Hari-hari berat saat ia berada di Akademi yang dipenuhi dengan latihan dan perundungan yang sama kerasnya.


Andai saat itu dia tidak mengingat janjinya pada keluarga Maxwell untuk melindungi Cyntia, dia mungkin tidak akan bisa melalui kehidupan beratnya tersebut.


Hanya karena mengingat Cyntia, ia akhirnya bisa melalui kerasnya pelatihan hunter yang diselingi oleh rundungan yang Brondy lakukan pada dirinya.


Setelah melewati masa-masa itu, Alvin juga masih harus melewati masa-masa yang bahkan lebih berat lagi saat dirinya sudah lulus dari Akademi Hunter.


Dia harus berjuang mati-matian untuk bisa selamat dari sebuah Dungeon tiap mengikuti sebuah tim raid, sampai pada akhirnya hampir mati saat Brondy dan Shiva mengorbankannya pada golem.


Pada saat itulah dia bertemu dengan sosok yang membimbingnya sampai pada puncak kekuatan seorang hunter.


"Aku jadi merindukannya," gumam Alvin saat teringat pada Mina, Hunter System yang sudah membantunya menjadi seorang hunter terkuat.


"Ya?"


"Tidak... Aku cuma mengingat Mina."


"Bukankah kau sudah memiliki Mina yang lain?" ucap Cyntia yang kemudian tersenyum lembut sembari menatap putri mereka, Mina Rufino.


Alvin menoleh, menatap wajah cantik Cyntia yang sedang berada dalam dekapannya. "Sebenarnya, aku sangat penasaran. Kenapa kau memberi nama Mina pada putri kita?"


"Aku sangat berterima kasih padanya karena sudah menyelamatkanmu. Aku ingin kita selalu mengingatnya."

__ADS_1


...••• TAMAT •••...


__ADS_2