Hunter System

Hunter System
Bab 31 - Peringkat E Yang Tangguh


__ADS_3

Srattt... Sratt... Srattt...!


Hanya dalam sekejap mata, Alvin sudah menderita banyak luka menganga di tubuhnya.


Ia tidak hanya merasakan perih akibat luka-luka tersebut. Sayatan dari belati makhluk hologram yang bisa menembus armor kulitnya dengan sangat mudah, bahkan meninggalkan energi sihir yang membuatnya kesusahan untuk memulihkan diri dengan job Healer nya.


Karena terus-terusan terkena serangan lawan tanpa bisa melihat arah datangnya serangan, Alvin akhirnya mengganti job nya ke Tank dan memilih untuk tetap bertahan.


"Sistem. Apa kau tidak bisa memberikan ku petunjuk?" tanya Alvin dengan perasaan cemas.


Sementara ia berbicara saja, makhluk hologram itu terus berusaha menembus perisai transparan dari skill Tank nya, self defence.


"Kau pikirkanlah sendiri," sahut suara seorang gadis remaja yang terdengar sangat imut.


Suara itu sudah sangat Alvin kenal. Itu adalah suara Sistem Pemburu yang biasa berada di dalam benaknya, namun kali ini ia mendengar suara itu berasal dari hadapannya.


Dengan kedua mata melebar, Alvin menatap makhluk hologram di hadapannya, yang sedang berdiri dengan tenang sembari memutar-mutar salah satu belati di tangannya.


"K-kau... Sistem Pemburu?"


"Ya. Ini adalah ujian," sahut makhluk hologram yang kemudian menghilang lagi dan muncul di belakang Alvin.


Crakkkk... Crakkk...


Makhluk itu terus menebas pelindung transparan yang membungkus tubuh Alvin di dalamnya.


"Jika kau gagal, kau tidak akan mendapatkan job baru mu. Berusahalah," ucap makhluk hologram lagi. Walaupun ia berbicara dengan suara imut, namun nada bicaranya terdengar sangat dingin.


"Jadi begitu...," gumam Alvin sebelum ia akhirnya berbalik dan menyerang makhluk hologram yang masih menyerang dari arah belakangnya.


......................


Lawannya kali ini benar-benar seperti hantu. Setiap Alvin berbalik dan ingin melawannya dengan saling berhadapan, makhluk hologram itu sudah lenyap dan kembali menyerang dari arah belakangnya.


Makhluk itu secara perlahan ingin menghancurkan balon transparan yang membungkus tubuh Alvin.


Alvin yang mengkhawatirkan pelindungnya, melihat status poin pelindungnya yang terus menurun akibat serangan-serangan tersebut. Hanya tersisa sedikit lagi saja sebelum pelindung itu hancur dan ia akan menerima serangan makhluk itu secara langsung dengan tubuhnya.


'Rimi juga tidak aktif. Aku sepertinya memang harus memikirkan sendiri cara supaya bisa menang darinya.'


"Hei, aku hanya ingin memberitahumu satu hal. Gunakan semua pengalaman dari latihan mu selama ini dan gunakan semua perlengkapan yang kau miliki." Ucap makhluk hologram, memberikan saran.


Alvin mengganti job nya ke Warrior lagi dengan cepat. Namun, saat ia menggantinya, makhluk hologram yang sejak tadi sibuk ingin menghancurkan pelindung, kini mulai melukainya lagi.


Srattt... Srattt... Srattt...!


Wushhh... Buaakkk...!

__ADS_1


Alvin terpental jatuh terguling-guling saat makhluk hologram menendangnya.


Tidak sampai di situ. Makhluk hologram langsung menerjang dan mengarahkan kedua belati di masing-masing tangannya pada Alvin yang masih belum menyeimbangkan tubuhnya di lantai yang gelap dan dingin itu.


Untungnya, Alvin sempat melihat makhluk itu saat masih berada di udara. Ia pun menebaskan pedangnya ke arah makhluk itu, namun lawannya menghindarinya dengan sangat mudah dengan berputaran di udara.


Makhluk hologram hanya mendarat sebentar di lantai lalu kembali menyerang Alvin yang baru saja duduk berongkok, bangun dari lantai.


Cranngg... Crannnggg...


Walaupun berhasil menangkis serangan-serangannya, Alvin tetap terpukul mundur oleh energi sihir lawan yang berasal dari kekuatan belatinya.


'Gila. Dia jauh lebih kuat dari Miranda!'


"Hei. Apa peringkat mu saat ini... Ughhh...!"


Saat Alvin berbicara, makhluk itu berhasil menyabetkan belatinya pada perut Alvin.


"Ini mode Assassin peringkat E. Jangan berbicara. Berpikirlah dengan cepat dan cari cara untuk mengalahkan ku." Ucap makhluk hologram, memperingatkan Alvin.


"Peringkat E?! Ughhh..."


'Sialan. Aku tidak bisa lengah sedikit saja melawan...'


Srattt... Srattt... Buaakkk...!


Sambil bergulingan akibat pentalan itu, Alvin mengambil tombak panjangnya. Sekilas ia melihat cara bertarung lawan yang sangat mirip dengan belalang sembah tadi.


'Tadi bos tutorial kan? Berarti gaya bertarung belalang sembah tadi adalah petunjuk untuk mengalahkan Sistem Pemburu ini.'


Tapi, kecekatan belalang sembah sangat berbeda jauh dengan makhluk hologram.


Alvin memang tahu pola serangannya dan bisa menjaga jarak dengan tombaknya. Tapi, walaupun makhluk itu tidak memiliki sayap dan tidak mungkin bisa terbang untuk mengatasi kelemahan teknik tombaknya yang kalah dengan serangan udara, namun makhluk itu dapat berkelit dengan sangat mudah dan merangsek maju menghindari serangan-serangan tombak panjang.


Srattt... Buakkk...!


Setelah Alvin terpental lagi, kali ini makhluk hologram tidak langsung menyerangnya.


"Konsentrasilah. Kau seharusnya mati sejak tadi jika aku menggunakan kemampuan peringkat D."


"S-sialan... Bagaimana aku bisa berkonsentrasi jika diserang tanpa henti?!"


"Kau bisa. Aku tidak menyalahkan mu karena kau belum pernah bertemu lawan yang benar-benar tangguh selain belalang sembah tadi. Kau juga belum memiliki pengalaman dalam banyak pertarungan."


Alvin tidak menanggapinya. Ia hanya menatap kosong pada makhluk hologram itu.


"Kau tahu?"

__ADS_1


"..."


"Jika lawan mu kuat, jangan biarkan dia mengembalikan mana point nya. Gunakan kesempatan itu untuk menyerang."


"A-apa maksud mu?"


"Aku mengajak mu bicara untuk mengisi kembali mana point dan mengembalikan stamina ku yang sudah terkuras habis. Kau bodoh. Haha..."


Wussshhhh... Buaaakkkk...


Selesai berbicara, makhluk hologram kembali melesat dan menyerang Alvin lagi saat ia masih mencerna apa yang makhluk itu ucapkan.


"Kau breng..."


Bukkk...!


"Arghhh...!"


"Hahahaha... Oh, ini sangat menyenangkan..."


Wushh... Wussshhh... Sratt... Baaakkk...!


Karena merasa marah akibat dipermainkan, Alvin malah kehilangan konsentrasinya hingga ia menjadi bulan-bulanan serangan beruntun lawan.


Alvin hampir putus asa saat sudah menggunakan poison skill, namun lawan yang sudah tahu kelemahan skill itu sama sekali tidak mau mendekati lokasi asap beracun.


Alvin juga sudah menembakkan poison skill kesana-sini, namun makhluk hologram terus pergi menjauh sampai akhirnya ia sendiri yang hampir kehabisan mana point.


Spider webs nya juga sama sekali tidak berguna. Makhluk itu bisa membaca arah gerakan tangannya dan menghindar bahkan sebelum jaring ia lontarkan.


.........


Menggunakan poison skill pada lawan malah menjadi pilihan yang buruk. Sementara ia terus menggunakan skill itu dan kehabisan mana point, lawan yang pergi menghindar dan berdiam diri malah menghemat mana point nya.


Tapi, Alvin juga masih memiliki sedikit keuntungan. Karena makhluk itu tidak berani mendekati asap beracunnya, Alvin akhirnya bisa berpikir dengan tenang di dalam asapnya sendiri, mengingat-ingat trik dari pelatihan yang sudah dipelajarinya selama hampir 1 bulan ini.


"Harusnya ada cara. Tidak mungkin aku sampai ke level 52 dan dia hanya menggunakan mode Assassin peringkat E jika tidak ada maksudnya. Semuanya dibuat pasti agar aku bisa menemukan sebuah trik untuk mengalahkannya." Oceh Alvin dari dalam asap beracunnya.


"Kau benar. Trik juga di butuhkan dalam pertarungan. Kau harus bisa menggabungkan skill dan trik dengan baik. Ayo singkirkan asap ini dan bertarung lagi." Sahut makhluk hologram dari kejauhan.


'Sialan! Dia ini pasti pernah hidup sebagai seorang perundung, kan?'


Alvin akhirnya mengambil senjata lain dari dalam jendela inventory dan mulai maju menyerang. Kali ini dia menggunakan semua hal yang ia sudah miliki untuk menyerang makhluk hologram.


Dia juga sudah tidak memiliki banyak waktu lagi karena quest nya akan berakhir dalam 5 menit lagi.


"Insect qonqueror!"

__ADS_1


......................


__ADS_2