
Roxel Wu menutup panggilan dari asisten pribadi Li Wen Xia, ketua Asosiasi Pusat, yang baru saja memberikannya perintah untuk mulai menyerang Asosiasi setelah mereka mendapatkan kabar ada 3 gerbang Dungeon peringkat S bermunculan di wilayah Utara tempat di mana para pendukung Lowe Frostman berada.
Pagi itu, Roxel mengumpulkan semua pasukan yang sudah ia latih dan perkuat selama 2 minggu belakangan ini di satu lokasi untuk memulai gerakan mereka.
Pasukan itu terdiri dari para hunter Kota S yang berasal dari guild-guild peringkat 2 sampai 10 dan hunter-hunter dari guild kecil yang selama ini menghilang.
Dengan dukungan Li Wen Xia yang memiliki sebuah pil ajaib yang bisa meningkatkan experience point dan kapasitas energi Mana secara instan, semua hunter itu telah mendapatkan kenaikan peringkat yang sangat signifikan.
Beberapa dari mereka yang awalnya berperingkat E, bisa naik sampai ke peringkat B dan sebagian besar dari mereka bahkan mendapatkan kenaikan sampai ke peringkat A.
Dengan dukungan tanpa biaya seperti itu, semua hunter percaya jika Roxel yang telah di dukung oleh Asosiasi Pusat bisa membantu mereka semua untuk berkembang lebih jauh lagi.
Karena itulah, 460 hunter tersebut langsung berbaris dengan penuh semangat saat Roxel meminta mereka berkumpul sebelum menyerang dan merebut wilayah Utara. Para hunter yakin jika mereka pasti dapat melakukannya dengan sangat mulus.
.........
"Masalahnya sekarang cuma bagaimana cara kita bisa membereskan keluarga Maxwell," ucap Mark Friedl pada Roxel.
Mark sendiri, yang awalnya berperingkat S, kini telah mencapai peringkat SS setelah ia mengosumsi pil ajaib itu.
"Tidak perlu khawatir tentang mereka, nyonya Li sudah menyiapkan pasukan khusus untuk menangani keluarga Maxwell," sahut Chris Maxwell, yang kelompoknya kenal dengan nama Chris Meyers.
"Apakah maksud Anda pasukan dari The Destroyer itu, tuan Meyers?" tanya Mark.
Chris menjawab pertanyaan itu hanya dengan sebuah senyuman sinis.
Tidak ingin memperlambat serangan, Chris sang pemimpin yang di percaya Li Wen Xia itu kemudian menatap Roxel.
"Bergerak sekarang," perintah Chris, memberikan komando.
Roxel mengangguk. Ia kemudian memerintahkan 460 hunter yang sejak tadi sudah bersiap dengan armor tempur mereka untuk pergi menuju wilayah Utara.
Setelah kepergian mereka semua, barulah Chris menghubungi The Destroyer untuk memintanya bergerak juga, menuju benteng keluarga Maxwell.
《"Tuan Meyers."》
"Mereka sudah mulai bergerak. Saat mereka sudah membuat kekacauan, menyelinaplah ke benteng keluarga Maxwell."
《"Akan saya lakukan."》
"Ingat, perintahkan dua orang kepercayaanmu untuk mencari putraku George terlebih dahulu di penjara bawah tanah yang berada di bagian belakang kastil para pekerja dan bawa dia ke Kepulauan Seribu," ucap Chris yang sangat yakin jika Gerorge masih hidup.
Ia tahu, separah apa pun kejahatan yang Gerorge lakukan, tidak mungkin saudara-saudaranya tega membunuh keponakan mereka sendiri seperti isu yang beredar dan telah sampai ke telinganya.
《"Baik, tuan Meyers."》
"Dan kau sendiri ingatlah tugasmu. Kau tidak boleh gagal membunuh Arthur, Alan, Cyntia dan Sam. Kau mengerti?"
《"Saya mengerti."》
__ADS_1
Setelah menutup panggilannya, Chris akhirnya pergi menuju helikopter yang akan membawanya kembali ke Kepulauan Seribu yang berada di dekat Kota C.
Dari atas helikopternya, Chris menatap Kota S dengan senyum penuh kemenangan.
"Selamat tinggal saudara-saudaraku."
......................
The Destroyer pergi keluar dari bangunan berbahan utama kayu setelah menerima panggilan dari Chris.
Sesampainya di halaman, ia memerhatikan 20 anggotanya yang sudah bersiap, dengan seksama.
Ada sedikit pancaran kepuasan dari matanya saat melihat bagaimana pasukannya itu bertumbuh dengan sangat pesat hanya dalam kurun waktu dua minggu setelah mengosumsi pil ajaib.
Kemampuan bertarung mereka memang masih berada di bawah pasukan lamanya yang sudah tewas seluruhnya di tangan Alvin.
Namun dari segi energi Mana dan peringkat, pasukan barunya ini jauh lebih kuat dibandingkan pasukan lama karena Li Wen Xia jauh lebih banyak menginvestasukan pil ajaib itu pada mereka di bandingkan 460 hunter yang berada di bawah komando Roxel.
Lawrence sebagai tangan kanannya saja kini sudah berada di peringkat S, begitu juga dengan Shiva yang juga berada di peringkat S.
"Nyonya Li memang sangat murah hati sudah memberikan pil ajaib secara gratis. Padahal aku dan pasukanku sangat susah mendapatkannya di Beijing," pikir The Destroyer, mengenang bagaimana bos lamanya yang sangat pelit.
Ketua guildnya itu menjual pil tersebut dengan harga yang sangat mahal hingga ia baru bisa mencapai peringkat SSS setelah mengabdi padanya selama 10 tahun dan menjadi pembunuh bayaran selama 5 tahun.
The Destroyer mengepalkan tinju lalu mengangkatnya tinggi di atas kepalanya.
.........
"Apa kita akan bergerak sekarang, bos?" tanya Shiva setelah berada di dekat The Destroyer.
Shiva yang kembali bersemangat setelah mendapatkan kekuatan baru dari pil ajaib, selalu menanyakan hal yang sama di tiap akhir sesi latihan pagi, saat The Destroyer melihat hasil latihan 20 hunter pasukan khususnya itu.
Ia sudah sangat tidak sabar untuk memberikan pelajaran pada Cyntia Maxwell, wanita yang sangat ia benci itu, setelah tahu sekuat apa dirinya saat ini.
Shiva juga sudah tidak sabar untuk memberikan pelajaran pada Alvin yang sudah berani mengabaikannya. Tapi, walaupun demikian, ia tidak ingin membunuh Alvin. Ia ingin mengembalikan pria itu ke posisinya semula, sebagai orang yang akan ia manfaatkan.
'Tunggu saja kedatanganku!'
Berbeda dengan Shiva, Lawrence sangat ingin membunuh Alvin. Ia terus mengingat kejadian saat Alvin membuatnya ketakutan setengah mati ketika ia dulu gagal membunuhnya.
Karena itulah Lawrence langsung tersenyum sinis saat melihat kegembiraan di wajah Shiva. Ia tahu Shiva ingin menjadikan Alvin budaknya.
'Aku tidak peduli jika kau nantinya akan marah padaku. Tapi aku akan tetap membunuhnya.'
"Ya. Suruh semua orang bersiap. Kita akan berangkat dalam 20 menit lagi," ucap The Destroyer pada Shiva, menjawab pertanyaannya.
"Siap bos," sahut Shiva dengan senyum merekah. Selain karena mendapat kekuatan baru, ia menjadi bersemangat belakangan ini juga karena kepercayaan yang The Destroyer berikan padanya sebagai penghubung antar anggota, juga bagaimana para anggota memujanya sebagai satu-satunya wanita di pasukan khusus itu.
...****************...
__ADS_1
"Mau ikut jalan-jalan bersamaku ke pusat kota siang ini?" tanya Cyntia pada Alvin setelah ia tiba di pinggir sungai tempat mereka biasanya menghabiskan waktu saat sedang berada di benteng keluarga Maxwell.
"Kau ingin jalan-jalan?"
Cyntia tersenyum pahit lalu menggelengkan kepalanya, "Sebenarnya tidak. Bagaiamana aku bisa jalan-jalan dengan tenang saat banyak Dungeon peringkat A bermunculan dan banyak penyerang gelap dari wilayah Selatan mengganggu benteng?"
Alvin mengernyitkan kedua alisnya, "Apa kau ingin menghilangkan stres?"
"Bagaimana denganmu?"
"Aku?"
"Kau selalu berwajah muram setelah kembali dari perjalananmu."
Alvin menatap Cyntia agak lama. Ia baru sadar jika wanita itu ternyata bisa menangkap kegelisahan dalam hatinya dan mengkhawatirkannya.
'Jadi ini tentangku?'
Alvin akhirnya tersenyum, walaupun itu hanyalah sebuah senyum tipis yang ia paksakan setelah tahu Cyntia sedang khawatir padanya.
"Jika yang kau maksud adalah untuk menghiburku, tolong jangan khawatirkan itu."
"Apa ada yang terjadi?"
"Tidak ada. Aku cuma...," Alvin tidak melanjutkan kalimatnya saat merasakan adanya pergerakan energi Mana besar di kejauhan.
Ia membuka peta pertemanan dan melihat pasukan hunter 'berlabel' monster yang berada di wilayah Selatan sudah mulai bergerak ke arah Utara. Jumlah mereka juga jauh lebih banyak dari yang ia lihat tadi malam.
'Apa ini sudah semua dari pasukan mereka, Rimi?'
'Baiklah. Aku akan mengurus mereka dulu dan membereskan satu sisanya nanti.'
Alvin sangat percaya diri bahwa ia tidak akan pernah kehilangan orang yang melarikan diri itu. Setelah ia menyelesaikan quest level 101 ia telah berubah sepenuhnya.
Kemanapun orang itu bersembunyi, ia akan bisa menemukannya dengan mudah kecuali orang itu keluar dari Bumi atau bersembunyi di dalam sebuah gerbang sihir.
.........
"Alvin?"
Alvin menatap Cyntia, lalu berdiri dari batu sungai yang ia duduki.
"Aku pergi dulu. Ada hal yang harus ku urus sebentar."
"Ya?"
"Hunter-hunter dari Selatan itu sudah memulai serangan besar-besaran mereka."
__ADS_1