
Lowe dan anggota raid akhirnya tiba di salah satu gerbang Dungeon peringkat S itu.
Ia langsung menghampiri penjaga gerbang yang sekitar 10 menit lalu menghubunginya saat ia masih dalam perjalanan.
"Siapa yang masuk kesana?" tanya Lowe pada petugas itu.
"S-saya tidak tahu, tuan. Tapi..., dia agak kumal dan lusuh."
"Ya?"
Belum selesai Lowe bertanya, orang yang penjaga maksud tiba-tiba keluar dari gerbang tersebut.
Lowe, Sam dan Brooklyn menatap pria ramping berambut gondrong acak-acakan itu.
Walaupun penampilannya sangat lusuh dengan pakaiannya yang robek di sana-sini, tentu saja Sam dan Brooklyn masih bisa mengenalinya.
"Alvin?!"
Alvin mengalihkan tatapannya dari peta transparan di hadapannya pada Sam yang baru saja menyebut namanya.
Alvin mengangguk pelan. Wajahnya tampak tidak bersemangat.
Alvin kemudian menatap Lowe lalu berbicara padanya, "Aku akan mengurus semua Dungeon peringkat S nya." ucap Alvin.
Lowe terdiam. Ia kemudian menoleh pada Sam yang berdiri di sebelah Alvin.
"Apa Anda membutuhkan bantuan kami?" tanya Lowe.
"Aku akan melakukannya sendiri. Aku pergi dulu," ucap Alvin yang langsung saja melewati Lowe tanpa menunggu tanggapannya.
"Alvin..., bagaimana dengan gerbang ini?"
"Tinggal menunggu gerbangnya tertutup saja. Aku akan ke lokasi lain sekarang," sahut Alvin sebelum ia lenyap dari hadapan mereka.
Lowe dan Sam tidak terkejut saat melihat Alvin tiba-tiba lenyap dari hadapan mereka. Mereka sudah tahu jika Alvin memiliki sejenis stealth skill. Tapi tidak dengan hunter lain. Mereka tentu saja terkejut saat Alvin tiba-tiba saja lenyap dari hadapan mereka.
"Kemana dia?!"
.........
Lowe mengambil ponselnya untuk menghubungi penjaga gerbang di lokasi lain. Ia ingin meminta penjaga untuk tidak mempersulit Alvin seperti yang penjaga di lokasi ini tadi lakukan hingga harus menghubunginya.
《"Pak?"》
"Ya. Aku cuma mau memberitahu jika ada seorang hunter... berambut acak-acakan yang nanti akan datang untuk melakukan raid seorang diri. Tolong izinkan saja."
《"B-begitu..."》
__ADS_1
"...Ada apa?"
《"Dia baru saja masuk ke dalam gerbang pak,"》sahut pria itu.
"Ya?!"
《"Dia sudah masuk."》
Lowe menjauhkan ponsel dari telinganya, lalu menutup panggilan itu.
Ia kemudian menatap Sam.
"Apa dia bisa berteleportasi?"
"Ya?"
"Dia sudah tiba di sana sebelum aku menelepon."
"...Anda serius?!"
......................
Setibanya di dalam Dungeon, Alvin langsung pergi ke lokasi di mana bos Dungeon berada tanpa harus menghabisi monster-monster lainnya dulu.
Makhluk bertubuh hitam legam bertanduk tiga itu terkejut saat Alvin tiba-tiba saja muncul di hadapannya.
Sambil memejamkan kedua matanya, Alvin berkonsentrasi untuk merasakan keberadaan monster di seluruh Dungeon itu, juga keberadaan kristal-kristal sihirnya.
Lalu, semua energi Mana, baik itu yang berasal dari inti Mana monster maupun yang berasal dari kristal-kristal sihir di seluruh penjuru Dungeon, tertarik keluar dari tubuh dan wajud mereka, terbang menuju Alvin sebelum akhrinya terserap ke dalam tubuhnya.
Bos Dungeon dan dua pendamping yang tadinya hendak menyerang, tiba-tiba terjatuh saat inti Mana mereka pergi meninggalkan tubuh mereka begitu saja. Tubuh monster-monster itu mengering sebelum akhirnya mati dengan hanya menyisakan tulang dan kulit.
Alvin melakukan penyerapan inti Mana selama beberapa menit. Setelahnya, ia pun keluar dari Dungeon tersebut, untuk pergi ke lokasi ketiga.
...****************...
Alvin baru saja keluar dari gerbang Dungeon peringkat S di lokasi ketiga dan membuat semua hunter yang berada di depan gerbang terdiam, namun mereka tidak terlalu terkejut seperti hunter-hunter yang berada di lokasi pertama dan kedua.
Tidak seperti hunter-hunter di gerbang pertama dan kedua yang merasa tidak percaya jika Alvin bisa menyelesaikan raid di Dungeon peringkat S hanya dalam waktu 10 menit, hunter-hunter Asosiasi di gerbang ketiga hanya menatapnya dalam diam sambil memerhatikan jam di ponsel mereka masing-masing.
Setelah mendapatkan kabar dari rekan-rekan mereka bahwa Alvin benar-benar melakukan raid hanya dalam 10 menit, mereka hanya tinggal membuktikan ucapan rekan-rekannya itu saja.
Apa yang rekan-rekan mereka katakan ternyata bukanlah sebuah kebohongan. Alvin bahkan sudah menyelesaikan raid sebelum para jurnalis tiba di lokasi gerbang.
Kecepatan Alvin dalam melakukan raid bahkan membuat semua jurnalis marah pada Asosasi yang mereka anggap telah menipu karena hal seperti itu sangat tidak masuk akal.
__ADS_1
"Anda sedang mengerjai kami, tuan Frostman?!" umpat seorang jurnalis yang rela meninggalkan makan malamnya agar ia bisa tiba dengan cepat di lokasi gerbang.
"Untuk apa saya melakukannya?" ucap Lowe yang sudah muak ditanyai seperti itu sejak tadi. Walaupun demikian, Lowe tidak marah pada jurnalis itu. Dia tetap menanggapinya dengan sabar.
'Yah..., siapa yang akan percaya itu?'
"Bisa saja Anda ingin mencari sensasi agar masyarakat menganggap Anda lebih baik dari saingan Anda di Selatan setelah kami menuliskan tentang kehebatan hunter dari Utara, kan?" ucap jurnalis lain.
Lowe menghela nafas panjang, lalu tersenyum pada orang yang baru berbicara.
"Anda bisa menuliskan apa pun dan saya juga tidak peduli dengan apa yang Anda tulis. Dan lagi, bukan saya yang mengundang Anda semua kesini, kan?" Lowe kemudian menatap ke belakangnya, pada hunter-hunter Asosiasi yang sedang berjaga di depan gerbang, "Anda bisa menagih kembali uang Anda dari informan-informan yang Anda semua tempatkan di antara kami."
Loman kembali tersenyum sementara para jurnalis terdiam sambil saling menatap di antara mereka dengan canggung.
Lowe melanjutkan, " Kalau begitu saya permisi dulu. Masih banyak Dungeon peringkat A yang harus kami tangani hari ini," ucap Lowe.
Ia kemudian pergi dari tempat itu bersama timnya untuk melakukan raid di gerbang-gerbang peringkat A yang dijadwalkan akan terbuka sihir pengunci gerbangnya dalam waktu 2-3 hari kedepan.
......................
Setelah menghabisi seluruh monster, kristal sihir dan memindahkan semua mayat mereka ke inventory, Alvin pergi ke atap gedung Asosiasi.
Ia berdiri diam di sana sambil menatap ke arah Selatan, dimana ia melihat ada banyak titik merah pada peta pertemanannya.
Titik-titik merah itu bukanlah titik merah redup yang menandakan mereka adalah seorang manusia yang Rimi tandai sebagai musuh.
Itu adalah titik-titik merah terang yang biasanya digunakan sebagai tanda untuk monster.
"Apa mereka ini yang kau maksud?"
["Ya. Mereka sudah menginfeksi manusia."]
"Padahal baru ditinggal selama 1 bulan dan mereka sudah sebanyak ini."
["Sebelum kami pergi ke zaman ini, mereka sudah menginfeksi 90% penduduk Bumi yang masih hidup."]
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terulang selama aku masih hidup."
["Tapi sebaiknya kau tunggu sampai mereka semua berkumpul. Mereka mungkin akan bersembunyi jika tahu kau sedang memburu kelompoknya."]
"Ya."
["Tunggu saja di suatu tempat sementara Rimi menyaring inti Mana monster-monster yang baru kau serap tadi."]
Alvin mengangguk pelan. Ia kemudian pergi ke tepi gedung dan duduk di sana sambil menatap ke arah di mana ratusan titik merah berada.
Ia duduk diam di situ sampai fajar menyingsing, barulah ia akhirnya pergi dari tempat itu.
__ADS_1
...****************...