Hunter System

Hunter System
Bab 179 - Inti Mana Lorelei


__ADS_3

"Sayang aku tidak bisa langsung bertatap muka denganmu, muridku," ucap Lorelei sembari tersenyum pahit pada Alvin, yang sebenarnya ia tujukan juga untuk Mina.


Ditatap seperti itu tentu membuat Alvin merasa canggung.


Sembari menggaruk-garuk kepala, ia pun mengangguk-angguk kecil.


"Saya menyapa Anda, nenek guru," ucap Alvin dengan sopan setelah menyadari jika wanita di hadapannya ini adalah adalah guru Mina, yang berarti bahwa dia adalah nenek gurunya.


Alvin melirik Anna.


Anna bisa mengerti arti tatapan tersebut dan langsung meresponnya.


"Beliau guru dewi Ann. Dewi Ann guruku. Jadi dia juga nenek guruku," ucap Anna, menjawab tepat seperti apa yang sedang Alvin pertanyakan di dalam benaknya.


Kedua mata Alvin melebar. Ia menatap Lorelei dengan takjub, lalu menundukkan tubuh sedikit lebih rendah lagi sebagai penghormatan pada wanita itu.


"Sepertinya kau salah paham," ucap Lorelei yang kemudian tertawa. "Dewi Ann jauh lebih kuat dariku. Aku cuma guru yang mengajarinya dasar menggunakan pedang ratusan miliar tahun lalu."


Glup...


'Dia berusia ratusan miliar tahun?'


"Daripada itu, bukalah mulutmu. Ada banyak hal yang harus ku urus dan aku harus cepat pergi dari sini," ucap Lorelei.


"Y-ya, nenek guru."


Alvin membuka lebar mulutnya dan Lorelei pun melemparkan kristal biru seukuran bola golf itu ke dalam mulut Alvin.


Tidak seperti apa yang Alvin bayangkan sebelumnya, bola kristal yang tampak sangat keras itu ternyata terasa sangat lembut saat masuk ke dalam tenggorokannya.


Walau awalnya sedikit menyesakkan, namun kristal itu pada akhirnya meluncur dengan mulus sampai ke dadanya.


Alvin menoleh kembali pada Anna dan melihat gadis itu tampak menatapnya dengan kesal.


"Ada apa?" tanya Alvin, merasa ada hal yang membuat gadis itu tampak mendongkol.


"Kau beruntung," sahut Anna.


"Ya?"


"Karena kau sudah memiliki inti Mana sejenis maka kau tidak tersiksa."


Alvin tidak mengerti namun ia tetap mengangguk-anggukkan kepalanya. Tapi, ia akhirnya mengerti maksud ucapan Anna setelah Mina menceritakan bagaimana dirinya hampir mati saat menelan bola kristal itu karena di dalam tubuhnya tidak ada inti Mana pada saat itu.


Mina juga menceritakan bagaimana Lorelei membuang inti Mana lamanya sebelum menggantinya dengan inti Mana baru seperti yang Alvin telan.


["Kau beruntung karena sejak awal Rimi sudah mengubah inti Manamu hingga sejenis dengan inti Manaku. Jika tidak, kau pasti akan tersiksa sepertiku dulu. Rasa sakitnya benar-benar sangat mengerikan."]


Sinar mata Alvin akhirnya berubah. Ia kini menatap Anna dengan penuh empati.


'Dia pasti pernah merasakan hal sepertimu juga, kan?'

__ADS_1


["Dari tatapan kesalnya, sepertinya begitu."]


Anna yang bisa mendengarkan pembicaraan antara Alvin dan Mina, mendengus kesal.


Tapi, tak lama kemudian, Alvin akhirnya bisa merasakan proses peleburan inti Mana baru yang sedang menyatu dengan inti Mana miliknya.


Dia bisa merasakan proses penyatuan yang berbeda dengan apa yang pernah Anna dan Mina rasakan. Proses penyatuan itu benar-benar membuatnya menderita, walaupun tidak semenderita Mina dan Anna.


Jika rasa sakit yang terasa seperti serangan mematikan itu berasal dari luar, Alvin pasti tidak akan mengkhawatirkannya. Ia memiliki self defence dan ignore damage yang sangat bagus hingga sangat susah untuk sebuah serangan bisa menyentuh tubuhnya secara langsung.


Namun, karena rasa sakit itu berasal dari dalam tubuh dan menyebar ke seluruh organ vital, otot dan tulangnga, efek yang ditimbulkan membuatnya sampai jatuh berlutut saat rasa sakit itu sudah memenuhi dadanya yang terasa sangat panas seakan hendak meledak.


'F**k! Apa-apaan ini?!'


["Serangan batin,"] sahut Mina yang kemudian tertawa bahagia.


'Kau f**k!'


["Nikmati saja prosesnya."]


Karena Mina sepertinya tidak mau repot-repot menjelaskan hal apa yang sedang terjadi pada Alvin, Anna yang merasa kasihan akhirnya menjelaskan kegunaan kristal biru itu dan Alvin merasa sangat berterimakasih pada Lorelei setelahnya.


......................


Alvin merasakan sakit di dalam tubuhnya sambil terus berlutut di atas pasir pantai selama lebih dari 3 hari.


Ia kesulitan untuk bernafas dengan benar, juga kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya walau hanya se-mili saja.


Selain itu, tiap merasa penat dan hendak menggerakkan tubuhnya sedikit saja, Alvin merasa seluruh tulang dan ototnya seakan hendak runtuh.


Setelah masuk hari keempat, barulah rasa sakit itu berangsur-angsur mereda hingga akhirnya hilang sepenuhnya pada hari kelima.


......................


Alvin menarik nafas panjang untuk pertama kalinya setelah 5 hari berada di dalam planet buatan Anna.


Setelah inti Mana pemberian Lorelei itu menyatu dengan inti Mananya secara menyeluruh, Alvin merasakan banyak perubahan besar di dalam tubuhnya.


Inti Mana gabungan itu bukan hanya memberinya sebuah kekuatan baru, namun juga membuat seluruh panca indranya menjadi jauh lebih peka dibandingkan sebelumnya.


'Luar biasa! Aku bahkan bisa merasakan jika inti Mana dalam Hunter Equipment telah menyatu dengan inti Mana ku juga!'


.........


"Kau baik-baik saja?" tanya Cyntia yang baru saja muncul dari arah belakangnya.


Alvin menoleh dan malah menatap Cyntia dengan rasa takjub, mengabaikan pertanyaan wanita itu padanya, juga langsung mengesampingkan keajaiban besar yang baru saja terjadi pada dirinya.


Cyntia mengerti arti tatapan takjub Alvin. Pasti karena kekuatan barunya.


"Apa kau bisa merasakannya?" tanya Cyntia dengan mata berbinar dan tersenyum lebar setelahnya.

__ADS_1


"Tentu saja," sahut Alvin yang juga tersenyum bahagia setelah tahu sejauh apa Miyuki membantu Cyntia juga untuk meningkatkan kapasitas energi Mana.


Keduanya kemudian berbalik dan pergi masuk ke dalam portal sihir yang membawa mereka menuju laboratorium bawah tanah milik Miyuki.


Alvin memerhatikan Miyuki yang sedang sibuk dengan komputernya.


Gadis manis itu bahkan hanya menanggapi sekilas saat Cyntia menyapanya dan pamit untuk pergi ke ruangan lain yang berada agak jauh dari ruang kerjanya.


.........


Walaupun Alvin bisa merasakan segala sesuatu yang berhubungan dengan energi sihir di ruang bawah tanah tersebut, tetap saja ia bertanya pada Cyntia saat tahu jika Cyntia sedang membawanya menuju sebuah ruangan yang berisi sebuah energi sihir besar di dalamnya.


"Kita mau ke ruangan itu?" tanya Alvin sembari menatap lurus pada pintu yang terletak di ujung koridor bercahaya remang.


"Ya. Miyu dan Anna memintaku membawamu kesana saat kau sudah selesai dengan proses penyatuan inti Mana.


"Miyu...," gumam Alvin.


Cyntia mengangguk dengan wajah ceria.


"Dia gadis manis yang bertarung denganmu."


"Aku tahu."


'Sepertinya nama panggilan itu lebih cocok untuk kugunakan juga padamu.'


["Panggil aku Mina saja. Miyu itu dia."]


'...Baiklah.'


.........


Alvin dan Cyntia akhirnya tiba di dalam ruangan luas yang hanya berisi sebuah patung berwujud wanita dengan kostum tempur lengkap.


Alvin langsung mengagumi patung yang dikenal dengan sebutan avatar hunter itu saat bisa menilai langsung betapa bagusnya set tempur yang dikenakannya.


"Pantas saja avatar hunter menjadi buah bibir di dunia maya. Ternyata status set tempurnya saja sudah sebagus ini."


Cyntia mengangguk setuju.


"Belum lagi dengan kapasitas energi Mananya," ucap Cyntia yang juga menatap kagum pada avatar hunter walaupun ia sudah terlebih dahulu melihat avatar itu saat Miyuki dan Anna mengajaknya pergi ke ruangan ini sebelumnya.


"Ini avatar hunter milik Rin yang sudah Miyu upgrade," ucap Anna yang tiba-tiba saja muncul di samping avatar dan langsung mengelus-elus pundak avatar tersebut.


'Jadi benda ini yang kau gunakan untuk bertarung di masa depan, Rimi?'


Tidak ada jawaban dari Rimi dan hal itu membuat Alvin sedikit heran. Alvin tidak pernah mendengar Rimi berbicara sama sekali setelah pertemuannya dengan Miyuki.


'Rimi?'


["Komunikasimu dengannya terputus untuk sementara waktu. Tapi kau masih bisa menggunakan fungsi yang Rimi miliki."]

__ADS_1


'Apa ada sesuatu yang terjadi pada Rimi?'


__ADS_2