Hunter System

Hunter System
Bab 23 - Pemboikotan Pada Alvin


__ADS_3

Alvin menggunakan waktu luangnya untuk memeriksa hadiah quest yang ia dapatkan, sembari melihat hunter-hunter dan para pekerja di rumah sakit yang berlarian kesana kemari dari pintu inventory yang sebenarnya terbuka lebar.


Tapi, tidak ada yang bisa melihat dan masuk melalui pintu tanpa daun itu selain dirinya sendiri.


......................


Saat Alvin berlari kembali dan berbelok di koridor tadi, Alvin langsung membuka inventory dan masuk untuk bersembunyi di dalamnya.


[“Kau pintar juga,”] puji Sistem sambil tertawa kecil.


“Aku sudah memikirkan sejak awal saat aku tahu bahwa ruangan ini bisa ku masuki.”


[“…”]


“Aku sudah merencanakan untuk bersembunyi disini jika aku dalam keadaan bahaya.”


[“Kenapa kau tidak melakukannya saat hampir mati di tangan monster-monster itu?”]


"... Waktu itu..., aku lupa," sahut Alvin sembari menggaruk-garuk kepalanya. "Sudahlah. Aku sedang mengecek hadiah-hadiah ku.”


[“Oh, benar. Coba kau buka item yang kau dapatkan dulu. Goblin Heart.”]


"Ah, ya..."


Alvin membuka jendela inventory nya lalu mengambil item tersebut dari sana.


[“Hei…”]


“Ya?”


[“Aku menarik kata-kata ku lagi. Kau ternyata tidak sepintar itu.”]


“Apa maksudmu?”


[“Kau sedang berada di dalam inventory, untuk apa kau membuka jendela inventory? Lihat meja di sebelah kirimu. Semua item kecil berada di sana.”]


Alvin menoleh ke arah yang Sistem sebutkan.


“Benar juga…,” gumam Alvin yang kemudian pergi menuju meja kecil tersebut. “Tentu saja semuanya berada di sini…”


[“Sudahlah. Sekarang gunakan item itu. Itu item yang sangat bagus.”]


Alvin menurutinya dan memecahkan Goblin Heart yang berbentuk kristal itu di genggaman tangannya.


Sama seperti yang terjadi pada item yang juga pernah ia hancurkan, item itu berubah menjadi gumpalan asap lalu masuk kedalam tubuh Alvin melalui pori-pori kulitnya.



Alvin langsung mengganti job dan membuka jendela status.


...▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎...


...Mage Skill...


...Main Skill...


...• Ice Dew...


...• ??? (Unlocked on Lv. 61)...


...• ??? (Unlocked on Lv. 71)...


...Hidden Skill...


...• Poison Skill...

__ADS_1


...• Imitator...


...▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎...


Alvin memerhatikan status skill Mage itu dengan seksama.


Ada perbedaan antara job Mage dengan job lain yang ia miliki. Ia tidak mendapatkan skill pasif seperti yang ada pada job Tank dan Warrior.


“Tidak ada skill pasif seperti job Healer? Apa skill nya akan menguat seiring kenaikan level ku?”


[“Kau benar. Kekuatan masing-masing skill akan bertumbuh seiring kenaikan level mu. Kau juga bisa membuka skill utama saat berada di level-level yang tertera disana."]


Alvin mengangguk pelan.


“Lalu, apa Imitator itu skill yang ku dapatkan setelah menggunakan Goblin Heart tadi?”


[“Ya. Itu adalah skill peniru. Kau bisa meniru dan menyimpan 3 skill apapun. Level skill nya juga akan meningkat otomatis seiring kenaikan level dasar mu.”]


“Meniru skill orang lain?!”


[“Ya. Tepatnya…, kau bisa mendapatkan skill orang lain secara instan setelah kau membunuhnya.”]


“Aku bisa mendapatkan skill begitu saja?”


[“Ya.”]


Alvin mengangguk pelan. Itu sangat luar biasa.


“Tapi..., jika dengan cara membunuh orang lain, itu agak…”


Sistem tertawa.


[“Jangan membunuh sembarang orang hanya untuk mengambil skill nya. Kau bisa mengambil skill dari monster di Dungeon saja.”]


.........


[“Kau masih punya item lain. Gunakan itu juga sekarang.”]


Alvin mengangguk. Item yang Sistem maksud adalah item yang ia dapatkan setelah membunuh ratu lebah, bos Dungeon peringkat B.


Setelah Alvin memecahkan kristal di tangannya, ia mendengar suara Rimi lagi di dalam kepalanya.



“Job Mage lagi?”


[“Semua status Mage akan berhubungan dengan kekuatan menyerang juga hal-hal yang berhubungan dengan kekuatan magic mu.”]


“Begitu…”


Alvin kembali membuka jendela status job Mage nya dan melihat ada status baru di Hidden Skill.


“Penakluk serangga? Apa itu?”


[“Kau bisa membuat semua monster berjenis serangga sebagai pengikut mu setelah kau mengalahkannya.”]


“Hah?”


[“Mereka akan mendapatkan pilihan untuk menjadi pengikutmu atau mereka akan mati.”]


Alvin terdiam, membayangkan apa yang Sistem katakan.


“Tapi, bukankah itu sebuah paksaan? Bagaimana jika mereka hanya berpura-pura mengikuti ku dan memberontak di kemudian hari?”


[“Skill itu sifatnya mengikat, sama seperti lebah pekerja yang bekerja untuk menyediakan makanan untuk ratu mereka. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkannya.”]

__ADS_1


“Bagus kalau begitu…”


Alvin membayangkan ia nantinya akan memiliki serangga sebagai rekan raidnya. Ia merinding saat membayangkan hal itu.


Brrr...


[“Nah, aku ucapkan selamat. Kau telah menjadi ratu lebah,”] ucap Sistem yang kemudian tertawa terpingkal-pingkal.


"..."


Alvin kemudian membuka hadiah subquest yang hukuman kegagalannya akan memusnahkan semua status dan energi Mana nya.


Ia berharap akan mendapatkan item luar biasa dari quest yang mempertaruhkan semua hasil kerja kerasnya, tapi apa yang ia dapatkan hanyalah experience point.


“Sistem, apakah Rimi memiliki sejenis perasaan juga seperti mu?”


[“Ya.”]


“Hmmm…, jadi dia memberikan subquest hanya agar aku menyingkirkan orang-orang itu ya.”


[“Ya. Jika tidak, kau mungkin akan membiarkan mereka seperti kau membiarkan bocah tadi tetap hidup.”]


“Membuat mereka hidup dalam penderitaan sebenarnya lebih menyenangkan.”


[“…”]


......................


Alvin masih berada di dalam ruang inventory sampai pagi tiba. Selama waktu itu, ia menghabiskannya untuk melakukan quest harian, mingguan dan bulanannya sementara Sistem bekerja menempa perlengkapan raid untuknya dari bahan-bahan terbaru yang Alvin miliki.


Setelah ia keluar dari sana, yang pertama kali Alvin lakukan adalah mengecek apa yang terjadi dengan Kota S selama ia berada di dalam inventory, melalui berita-berita di media sosial.


Di sana, ia menemukan banyak berita mengenai Norman Lewis yang mengamuk dan pergi meninggalkan konferensi pers hanya 5 menit setelah acara itu dimulai.


Ia juga menemukan berita bagaimana marahnya Norman saat menemukan putra bungsunya tiba-tiba menjadi lumpuh ketika ia pergi mengunjunginya.


Dalam berita itu, Asosiasi juga memperlihatkan video rekaman CCTV dan menunjukkan terduga pelaku yang telah membuat Brondy Lewis lumpuh total, membuat Brondy tidak bisa melakukan aktifitas lainnya seorang diri.


Namun itu hanya sebuah dugaan karena tidak ada video yang menunjukkan secara langsung bahwa Alvin lah orang yang telah membuat Brondy cacat.


Walaupun demikian, Norman Lewis tetap melakukan pemboikotan pada Alvin. Melalui Asosiasi, ia mengumumkan pencabutan izin raid Alvin di Kota S.


Ia bahkan memasukkan Alvin dalam daftar penjahat hunter paling di cari pada urutan teratas di daftar penjahat buruan, di halaman resmi Asosiasi Hunter Kota S.


Walau ia sekarang jadi penjahat paling di cari dan mungkin akan kesusahan nantinya, Alvin sama sekali tidak menyesali apa yang sudah ia lakukan. Ia tidak khawatir tentang dirinya yang tidak diberikan izin raid lagi.


Ia sudah bisa menebak hal itu sebelumnya. Lagian, selain Asosiasi, tidak ada guild yang ingin menyewa jasanya walaupun hanya sebagai kru di tim penambang dan pengumpul mayat monster.


Saat ia sudah membuat Brondy Lewis terluka parah, Asosiasi sudah pasti tidak akan pernah memanggilnya lagi untuk melakukan raid. Sekarang mereka hanya mempertegasnya setelah Miranda tewas dan Brondy menjadi lumpuh.


.........


“Aku masih bisa melakukan raid dari quest yang Rimi berikan,” gumam Alvin seraya tersenyum sinis sembari menatap layar ponselnya.


[“Tapi, kau juga harus melakukan raid di Dungeon pada zaman mu ini.”]


“Ya, aku tahu. Aku bisa keluar dari kota terkutuk ini dan melakukannya di kota lain.”


Namun demikian, Alvin masih mengkhawatirkan hal lain. Kakaknya.


Ia tidak mengkhawtirkan ayahnya yang hampir selama 24 jam penuh berada di sisi Arthur Maxwell sebagai asisten pribadi hunter peringkat S itu. Tapi tidak dengan Vina. Ia tidak mungkin meminta bantuan pada dua bersaudara Xavier untuk terus melindungi Vina.


Setelah ia memiliki sebuah rencana, Alvin akhirnya menghubungi Vina untuk menjemput saudarinya itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2