
Di dalam sebuah kamar perawatan khusus, di rumah sakit khusus hunter.
Alvin berdiri di samping ranjang Brondy Lewis, menatap Brondy yang tidur dengan tenang bagaikan seorang bayi.
Sambil memerhatikan wajah orang yang selama ini sangat ingin dibunuhnya itu, ia teringat kembali kenangan akan beratnya kehidupan yang ia lalui selama 5 tahun di bawah rundungan Brondy.
Saat itu ia sangat ingin mencincang-cincang dan membunuh Brondy. Tapi, saat orang yang sangat dibencinya itu kini sudah dalam keadaan tidak berdaya, ia jadi tidak tega untuk melakukan hal yang dulu sering dibayangkannya itu. Padahal, baru beberapa jam lalu, ia masih memiliki niat yang sama.
Alvin sebenarnya sudah menyiapkan pembalasan kejam juga pada Brondy. Tapi ia tidak tega untuk melakukan hal itu pada Brondy yang sudah lumpuh.
'Sial, aku tidak bisa melakukannya.'
["Kau tidak jadi melakukan apa yang ada di dalam pikiranmu tadi siang?"]
'Tidak.'
["..."]
'Dia sudah cukup tersiksa selama beberapa bulan ini. Kehilangan kebebasan dan dijauhi orang-orang yang dulu selalu mengikutinya kemanapun dia pergi.'
["Ya. Jika direktur rumah sakit tahu kalau seluruh anggota keluarganya sudah tewas. Dia juga mungkin tidak akan diurus lagi."]
Setelah diam beberapa saat lagi sembari menatap wajah hidup Brondy untuk terakhir kalinya, Alvin akhirnya menusukkan belati ke jantung pria itu untuk mengakhiri penderitaannya.
"Selamat tinggal masa lalu yang buruk," gumam Alvin, setelah merasakan denyut jantung Brondy telah berhenti.
Setelah keluar dari rumah sakit itu, Alvin membuang 5 daging bakar yang sebelumnya ingin diberikannya pada Brondy.
Tadi siang, saat emosinya masih tidak stabil, ia berpikiran untuk menyuapkan daging bakar itu pada Brondy sebelum memberitahunya bahwa itu adalah daging dari tubuh saudara dan ayahnya dengan menunjukkan video yang telah Raymond rekam.
Menurutnya pasti akan menyenangkan ketika melihat Brondy hancur setelah mengetahui seluruh keluarganya yang tersisa telah tewas bahkan dia sendiri telah memakan daging mereka.
Namun, saat melihat Brondy yang tidak berdaya, ia malah kehilangan hasratnya untuk melaksanakan rencana tersebut.
"Apa kau pikir aku tidak konsisten dengan apa yang sudah kurencanakan?"
__ADS_1
["Tidak. Memang dibutuhkan waktu tenang untuk membuat sebuah keputusan yang baik. Lagipula ini cuma pertarungan emosi, bukan pertarungan fisik,"]
["Walaupun aku kehilangan tontonan menarik, tapi keputusan akhirmu cukup manusiawi. Sedikit tidak menyenangkan memang menganiaya orang lemah."]
Alvin tersenyum kecut," terima kasih atas pujianmu, Rimi."
......................
Kota S gempar saat mengetahui kabar kematian Norman Lewis, sang ketua Asosiasi diktator yang selama beberapa tahun belakangan mulai dibenci oleh warga Kota S, terutama para hunter Kota S.
Hampir tidak ada lagi berita lain yang dituliskan media lokal selain berita tentang hancurnya keluarga Lewis dan bagaimana kondisi kastil keluarga Lewis yang habis terbakar hingga tidak menyisakan bangunan apa pun lagi di dalamnya selain tembok yang mengelilingi wilayah keberadaan puing-puing kastil.
Sayangnya, sampai saat ini media belum mengetahui siapa yang telah melakukan perbuatan tersebut. Awalnya semua media, hunter, dan para warga, mengira keluarga Maxwell telah melakukan serangan pada keluarga Lewis. Namun, selama beberapa hari terakhir, setelah Dungeon Break, mereka tahu bahwa keluarga Maxwell tidak nampak sama sekali keluar dari bentengnya.
"Tidak, keluarga Maxwell tidak pernah meninggalkan benteng mereka setelah Dungeon Break tempo hari," sahut Loman Griffin, selaku juru bicara Asosiasi Hunter Kota S dalam konferensi pers, menjawab pertanyaan salah satu jurnalis.
"Tapi kami menemukan rekaman CCTV nona Maxwell pergi keluar dari gerbang," sahut seorang jurnalis.
Setelah melakukan penyelidikan melalui rekaman CCTV dan pembicaraan dengan Jack Paul, Lowe akhirnya tahu jika pria tanpa energi Mana yang ditemuinya di dekat gerbang benteng adalah hunter yang bertanggung jawab atas tewasnya seluruh anggota keluarga Lewis.
Lowe sudah menyelidiki hubungan awal mula perseteruan antara Alvin Rufino dan Norman Lewis dan ia akhirnya tahu akar masalahnya.
Setelah ia lebih mendalami lagi, ia juga baru mengetahui jika Norman memiliki banyak musuh di Kota S. Hanya saja, tidak ada hunter maupun guild yang berani menentangnya.
Tiap hunter yang berani menentang Norman tiba-tiba saja menghilang dari Kota S dan pada akhirnya semua hunter tahu jika para hunter yang menghilang itu selama ini telah Norman penjarakan di sel khusus di dalam benteng.
Jadi, Alvin sebenarnya hanyalah salah seorang musuh dari keluarga Lewis yang pada akhirnya bertindak untuk menyingkirkan diktator itu.
Mengetahui hal itu, Lowe yang awalnya ingin melakukan penangkapan resmi pada Alvin, akhirnya mengurungkan niatnya dan ingin menyimpan kebenaran itu sampai ia nantinya bertemu dan berbicara pada Alvin terlebih dahulu.
Dan lagi, masih ada hal lain yang membuat Lowe tidak berani melakukan penangkapan resmi walaupun ia sudah memiliki bukti rekaman CCTV. Itu karena ada 6 hunter dunia yang ikut terlibat dan tewas dalam insiden tersebut.
Jika berita itu sampai diketahui publik, masalah bukan hanya akan terjadi di Kota S. Masalah akan menyebar ke seluruh penjuru dunia.
__ADS_1
.........
Apa yang baru saja Lowe katakan berhasil merubah arah pembicaraan. Semua jurnalis yang hadir saling bertatapan. Mereka sebenarnya juga penasaran mengenai siapa yang telah menutup Dungeon peringkat S di Kota T itu.
Atas persetujuan Cyntia, yang sudah Lowe hubungi setelah Loman Griffin melakukan penyelidikan pada rekaman CCTV di sekitar benteng keluarga Maxwell, Lowe akhirnya menggunakan Cyntia sebagai pengalihan isu sementara, sebelum ia berhasil berbicara pada Alvin.
Untungnya, Lex yang pada akhirnya dimintai keterangan oleh para jurnalis di Kota T juga memberikan kesaksian yang sama hingga pengalihan isu berjalan dengan baik.
.........
Lowe menoleh pada Jack yang duduk di sebelah kanannya. Jack pada akhirnya tidak jadi kembali ke Kota T karena bertemu Lowe sebelum ia naik helikopter jemputan, demi melindungi Alvin.
"Asosiasi Pusat sudah menghubungi saya," ucap Lowe pelan sembari menunjukkan pesan yang ia terima.
"Walikota juga menghubungi saya," ucap Loman yang duduk di sebelah kiri Lowe.
Jack menghela nafas panjang. Ia memang sudah menduga apa yang Alvin lakukan akan menimbulkan masalah besar. Tapi, ia tahu, masalah akan jauh semakin besar saat Asosiasi Hunter Dunia sudah tahu jika 6 hunter terbaik mereka juga tewas dalam insiden yang terjadi.
"Saya akan ikut dengan Anda berdua untuk menjadi saksi," sahut Jack pelan.
......................
"Jangan khawatir. Kami akan melindungimu kali ini," ucap Cyntia, saat melihat Alvin tampak serius menyaksikan konferensi pers di ponselnya.
Alvin menoleh pada Cyntia lalu tersenyum pahit sembari menggelengkan kepalanya.
"Walaupun bukan sekarang, aku sebenarnya sangat berharap bisa di panggil oleh ketua Asosiasi Pusat."
Cyntia mengernyitkan kedua alisnya. "Apa maksudmu?"
Alvin menghela nafas panjang sebelum memberitahukan sebuah informasi pada Cyntia. Itu adalah informasi yang membuatnya sangat terkejut saat Mina meberitahunya.
"Sebenarnya..., ketua Asoasiasi Pusat adalah salah satu orang yang bertanggung jawab atas hadirnya gerbang-gerbang Dungeon di Asia Tenggara ini," ucap Alvin pelan.
Cyntia terbelalak, sementara Alvin tersenyum miris saat melihat ekspresi terkejut wanita itu
__ADS_1
......................