
Pertarungan antara Alvin dan Miyuki sedang berlangsung sengit saat Alvin melihat lawan yang dihadapinya itu tampak kehilangan fokus secara tiba-tiba.
Ia menggunakan kesempatan tersebut untuk memberikan serangan langsung ke leher gadis itu, namun Miyuki masih bisa menghindari serangannya tepat di detik terakhir.
Wushhh...
Alvin tidak menarik serangannya. Ia memanfaatkan serangan yang dihindari lawan untuk memutar tubuhnya dan memberikan serangan yang jauh lebih cepat, juga energi sihir yang jauh lebih besar, dengan gerakan memutar menggunakan tangannya yang lain.
Pasak besi yang ia pegang secara terbalik itu mengeluarkan cahaya kebiruan yang memanjang dan menyebar mengikuti arah serangannya.
Tidak ada jalan lain untuk lawan agar bisa menghindari serangan tersebut karena seluruh area yang dilewati pasak besi telah tertutup cahaya biru. Lawan harus menerima terkena serangan itu dengan senang hati.
Namun, tanpa diduga, Miyuki mengikuti gerakan Alvin dengan bersembunyi di belakang tubuhnya, dengan kecepatan yang sama persis seperti kecepatan Alvin.
Saat Miyuki hampir mencapai cahaya biru melingkar yang Alvin ciptakan dari serangannya, barulah ia menendang punggung Alvin dengan sangat keras sebelum menghilang ke dalam portal kebiruan yang tiba-tiba muncul di tempat Alvin berdiri tadi.
Buakkkkk...!
Alvin tidak menyangka jika ada cara untuk bisa menangkal serangan mautnya itu. Bahkan, selain bisa dihindari, lawan juga langsung menyerangnya balik.
Tidak sampai di situ. Lawan bahkan muncul di hadapannya melalui portal skill saat Alvin masih terpental sebelum akhirnya memberikan tebasan vertikal yang sangat mengerikan dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari semua serangannya sebelum itu.
Crang...!
Alvin terpental lagi saat serangan Miyuki menikam tubuhnya yang terlindung oleh Hunter Equipment yang tak terlihat.
Tubuhnya terpental sangat jauh, sebelum portal skill muncul lagi di belakang tubuhnya bersama lawan yang siap memberikan serangan susulan.
Crang..!!!
Tebasan itu mengenai punggung Alvin. Cahaya kebiruan dari serangan itu melintasi tubuhnya dan menghancurkan seluruh area yang dilewatinya.
Tanah bergetar. Gempa yang jauh lebih besar dibandingkan gempa hasil dari ledakan energi sihir yang Alvin tembakkan saat melawan malaikat tertinggi dari pusaran ungu terjadi di Kota C.
.........
"Aku bisa merasakannya," sahut Alvin dalam hati sembari berusaha menyingkirkan tanah yang menimbun tubuh saat ia terpental dan masuk ke dalam tanah.
Alvin menghentikan usahanya untuk menggali ke atas, menunggu sampai gempa yang terus melongsorkan tanah yang digalinya reda, barulah ia menggali kembali.
'Jadi begitu cara menggunakan teknik membunuh dengan benar.'
["Hmmm..."]
'Kau sudah sesadis itu saat masih berusia 19. Bagaimana kecekatan bertarungmu 10 tahun lagi?'
["Tidak terlalu banyak perubahan. Aku baru bertarung lagi saat usiaku menginjak 38 tahun."]
'Harusnya kau berjuang sejak awal.'
["Sudahlah. Aku sudah cukup menyesalinya."]
'Kau sepertinya sangat pemalas di saat masih muda, kan?'
["..."]
__ADS_1
.........
Saat baru keluar dari lubang yang digalinya dengan perlahan sembari menunggu health pointnya meningkat, Alvin sudah melihat Miyuki yang sepertinya menunggunya dengan sabar.
Dengan wajah tanpa ekspresi, gadis itu menatapnya dengan tatapan iba yang sangat tidak Alvin suka hingga hendak membuat emosinya meledak seketika.
Tapi Alvin berusaha untuk mengatasi kemarahannya. Ia tahu, pengontrolan emosi yang baik adalah salah satu kunci untuk bisa mengeluarkan kemampuan bertarung dengan maksimal.
Dia tidak boleh terpengaruh dengan kemarahan yang tentu saja akan merugikannya.
Saat masih berusaha menenangkan diri, Alvin mendengar suara tertawa tertahan Mina di dalam kepalanya.
'Apa yang kau tertawakan?'
["Kau terlalu pemarah. Kau tidak akan bisa menang jika tidak bisa mengendalikan emosimu."]
'Aku tahu.'
["Tenanglah. Bukankah kau sudah melewati yang seperti ini saat menghadapi quest level 101?"]
'Melawan makhluk hologram tidak seperti ini. Dia tidak memiliki wajah memprovokasi sepertimu.'
Rimi ikut tertawa.
["Apa wajahku terlihat seperti itu?"]
'...Wajah datarmu benar-benar menjengkelkan.'
Rimi tertawa semakin nyaring.
["Tsk... Rimi pasti teringat kalimat yang sama seperti yang pernah teman kami ucapkan."]
......................
"Masih ingin melanjutkan?" tanya Miyuki saat melihat kondisi Alvin nampak lebih baik setelah beberapa menit keluar dari dalam tanah.
Miyuki tahu jika Sistem di dalam tubuh Alvin pasti sudah mengembalikan kesehatannya. Ia tahu itu karena telah membuat rumusan pengaliran berbagai macam energi Mana dari 5 job hunter, dalam Sistem Kecerdasan yang dirancangnya.
Alvin tersenyum sinis.
"Harusnya aku yang bertanya. Apa kau masih memiliki energi Mana untuk bisa melanjutkan?"
Kedua mata Miyuki melebar. Ekspresi datarnya berubah seketika ia tertawa.
Ia tertawa dengan suara yang sudah sangat familiar di dalam ingatan Alvin. Tapi, baru kali ini Alvin bisa melihat secara langsung wajah dari pemilik suara yang sedang tertawa.
'Jadi seperti itu wajahmu saat sedang tertawa?'
'...Harus ku akui.'
["..."]
.........
__ADS_1
"Kau yakin aku membuang banyak energi Mana hanya untuk serangan seperti itu?" Miyuki bertanya balik.
"Daripada itu, kau tahu kan jika aku bisa memulihkan health point dan energi Mana dengan sangat cepat?
"Ku rasa kau sebaiknya menyerah daripada harus memboroskan energi Manamu. Bukankah masih ada pertempuran lain yang harus kau hadapi di luar sana?" ucap Alvin, berusaha memprovokasi.
"Baiklah. Ayo kita sudahi."
"...Hah?"
"Kita sudahi saja."
"..."
"Karena aku berkali-kali berhasil memukulmu dan tidak satupun dari seranganmu yang berhasil mengenaiku, maka akulah pemenangnya. Kau benar-benar hunter yang sangat minim pengalaman."
"Kau f..."
"Hnnn?"
'Bedebah ini...'
["Ckckck... Kasihan sekali."]
Rimi tertawa lagi setelah mengatakannya. Entah kenapa Rimi terdengar sangat senang. Kesenangan yang membuat kemarahan Alvin meningkat lagi.
Alvin mengerahkan energi Mana ke kedua kaki dan tangannya.
"Siapa bilang kita sudah selesai?" ucap Alvin, sebelum lenyap dari tempatnya.
Ia melompat tinggi dan menyerang Miyuki lagi dengan kecepatan yang sama seperti sebelumnya. Itu adalah kecepatan maksimal yang dimilikinya, yang tidak akan pernah bisa diikuti dengan daya tangkap pengelihatan hunter terkuat mana pun yang ada di muka Bumi.
Setidaknya itulah yang Alvin yakini sebelum bertemu dengan Miyuki.
Wushhh...
Walaupun ia datang dengan tiba-tiba, tetap saja serangannya dapat dihindari. Bahkan, ia kini kehilangan lawan yang tidak bisa dilihatnya kemanapun ia sudah mencari dengan kedua matanya.
'Dimana dia?!'
Alvin memfokuskan indranya, berusaha merasakan aura sihir Miyuki yang harusnya bisa dirasakannya karena gadis itu masih memancarkan aura sihir sebatas hunter peringkat F terendah.
Namun, saat Alvin baru bisa merasakan hawa keberadaan lawan, semuanya sudah terlambat. Gadis itu sudah berada di dekatnya dengan tangan terayun ke arah lehernya.
Crakkkk...!!!
Alvin terpental lagi.
Daya hancur serangan itu bahkan membuatnya hampir pingsan.
Serangan maut itu berhasil menembus self defence Hunter Equipment tak terlihatnya, juga menghabisi seluruh health point yang sebelumnya sudah terisi kembali hingga berada di angka 75%.
Alvin terus terbang terpental dan masuk ke dalam sebuah gedung rusak sebelum akhirnya tertimpa gedung yang runtuh akibat hantaman kuat energi sihir Miyuki yang tertinggal di tubuhnya.
.........
__ADS_1