
Stefan Waworondou, pemuda keturunan minahasa, memang memiliki penampilan yang menarik. seorang mahasiswa dengan wajah chinesse dan kulit putih atletis. tentu saja menjadi salah satu pangeran kampus yang digandrungi para mahasiswi. sudah banyak wanita yang bertekuk lutut dibawah genjotan kelamin lelaki itu. mereka tak bisa lepas darinya.
Aisyah adalah korban yang kesekian. meskipun Stefan berhasil memerawaninya sekali saja, namun gadis itu kini tinggal sisa bekas pakai saja menurutnya. barang sampah yang layak dibuang karena tak menarik lagi. rahasia terdalam sang jilbaber sudah terkuak dan kini tak ada lagi misteri yang harus dicari lagi. Aisyah tinggal masa lalu.
ada beberapa wanita yang yang masih tahan membiarkan dirinya dinikmati pemuda itu meskipun hanya sebagai selingan. mereka rela mencampakkan persahabatan demi seonggok daging bernama ***** yang mereka nikmati lewat jepitan daging ****** mereka.
Stefan memang petualang cinta. namun selagi dia menebar pesona mencari kembang-kembang baru yang siap dihisap saripati madunya, pemuda itu tak menyadari gerakannya sudah terpantau. ia berada dalam ancaman yang tak disadarinya.
...*********...
Bakri diundang oleh Kenzie dalam pertemuan secara pribadi. pemuda itu menunggunya di Rumah Makan Ainun, bangunan restoran sederhana yang dibangun diatas sebuah kolam buatan yang dihampari tanaman teratai. bangunannya serba kayu. tiangnya dari kayu jati dan dindingnya dari bahan pitate, yaitu batang bambu yang dirajut. atapnya dari rumbia.
meskipun didalam restoran itu ada ruangan makan menggunakan meubel, namun Kenzie memilih sekat-sekat untuk lesehan.
Bakri memarkir mobil perusahaan didepan pagar pembatas bangunan dengan jalan raya. sekretaris umum perusahaan Buana Asparaga itu keluar dari mobil dan melangkah memasuki restoran apung itu.
Bakri terus menyusuri lorong mencari keberadaan Kenzie hingga ia menemukan pemuda itu diantara sekat-sekat untuk lesehan. Bakri mendatanginya.
"Sudah lama?" tanya Bakri.
"Lumayan lama. lagi kemana saja?" tanya Kenzie.
"Maaf, saya lagi ngurus SKS yang belum tuntas." jawab Bakri.
Kenzie mempersilahkan Bakri untuk duduk. "Itu daftar menu. pesanlah makanan." kata Kenzie.
"Kamu sudah makan?" tanya Bakri.
"Belum... sejauh ini aku sudah memesan teh es, sambil menunggu Kak Bakri." jawab Kenzie.
"Jadi, bos saya ini mau dipesankan apa?" kata Bakri sambil tertawa. Kenzie balas tertawa.
"Samakan saja menunya." kata Kenzie.
Bakri memanggil pramusaji dan memesan paket makanan lalapan untuk 2 orang. pramusaji itu mengangguk lalu meninggalkan sekat tersebut.
Bakri menatapi Kenzie yang mulai memasang tampang serius.
"Tadi kamu ngundang Kakak kemari untuk apa? bilanglah kalau kamu ulang tahun dan mau nraktir kakak, kan kakak bisa persiapkan hadiahnya." seloroh Bakri.
"Kakak sudah tahu apa yang terjadi pada Kak Ais, kan?" todong Kenzie.
Bakri sontak diam lalu menunduk kemudian mendongak menatap langit bangunan restoran itu sambil menarik napas panjang.
Kenzie mengangguk, "Berarti kakak sudah tahu siapa pelakunya."
Bakri menutup matanya lalu mengangguk-angguk. Kenzie tersenyum. "Aku mengundang kakak untuk urusan ini."
Bakri menatap pemuda itu. "Aku berniat mencari pemuda itu. dia harus bertanggung jawab."
"Dia sudah dalam pantauanku." kata Kenzie. "Aku sudah mengirim orang untuk menculiknya. apakah Kakak akan ikut?" pancing pemuda itu.
"Ya! ikut kan aku Ken. aku mau melihat wajah itu." ujar Bakri dengan geram.
Kenzie tersenyum. "Apakah kakak menyukai Kak Ais?" todong pemuda itu.
Bakri diam mendengar todongan tersebut. Kenzie kembali tersenyum. "Sayangnya kakak terlambat, hingga akhirnya Kak Ais memilih lelaki bejat itu. jika aku bisa mengatakan sebenarnya ini salahnya Kakak."
Bakri menatapi Kenzie, "Aku sudah mengetahuinya sejak lama. aku hanya menghormati keputusannya dan aku tak menyangka akhirnya akan seperti ini." ujarnya dengan geram.
"Kakak juga bersalah. seandainya Kakak sedikit egois saja untuk memperjuangkan cinta kakak, maka lelaki bejat itu tak punya kesempatan mendapatkan Kak Ais." balas Kenzie.
Bakri menghela napas. "Ya... kau benar.. aku terlalu lugu."
"Kakak nggak lugu. hanya terlalu idealis." timpal Kenzie. "Siapa yang menyangka, pemenangnya justru orang yang tidak menghormati etika cinta yang sebenarnya."
__ADS_1
cinta yang murni adalah cinta yang umum. tidak menyematkan jenis kelamin. ketika cinta sudah tersemat oleh jenis kelamin, maka itu akan menjadi cinta yang kotor. kotoran -kotaran dalam cinta itulah yang menyebabkan adanya tindakan suka sama suka ataupun pemerkosaan, tergantung dari sudut pandang pelaku. yang jelas intinya hanya satu. birahi selalu menekankan pertemuan alat kelamin, sedangkan cinta menekankan pertemuan visi dan hati.
Bakri menunduk dan perlahan ia terisak walau pelan. pemuda itu buru-buru menyeka ingus dan air matanya. "Kau benar Ken.... aku memang mencintainya... sejak SMP, aku menambatkan hatiku padanya meski dia tak mengetahuinya, karena aku tak pernah sekalipun memberitahu perasaanku. aku hanya ingin ia peka terhadap perhatian yang aku berikan padanya. nyatanya tidak, dan itu yang membuatku mundur teratur dan menghormati keputusannya."
Kenzie mengangguk-angguk. "Apa Kakak bersedia ku comblangi?"
"Jangan Ken. jangan!" tolak Bakri. "Saat ini Ais berada pada titik terendah. ia kehilangan kepercayaan dirinya dan itu prosesnya sangat lama untuk penyembuhan, tergantung kuat dan lemahnya hati sang penderita. aku tak mau dia tambah down mendengar kalimatmu itu."
Kenzie kembali mengangguk-angguk. "Aku paham. tapi, apakah cinta kakak kepada kak Ais tak berubah, meskipun ia kini sudah..."
"Ken.... cinta kakak padanya tidak serendah itu." tandas Bakri. "Memang ada rasa kecewa karena semestinya dia tak menyerahkan kehormatannya sebelum pernikahan berlangsung. tapi, intinya bukan itu. Ais adalah cinta pertamaku dan tak ada wanita lain dihatiku hingga saat ini. aku selalu menerimanya apapun keadaannya. itu hanyalah kebodohan seorang gadis yang dimanfaatkan secara licik oleh seorang casanova. aku mencintai Aisyah dengan hatiku." tutur Bakri.
Kenzie tersenyum, "Kak Ais begitu bodoh, tak melihat emas didepan mata sendiri. dia justru memandang kerikil yang jauh dilautan. disangkanya itu gua, nyatanya hanya pasir hisap yang menenggelamkannya." ujar pemuda itu mengungkap metafora dari hubungan Aisyah dengan Stefan.
Bakri hanya tersenyum hambar. suasana haru itu hilang ketika pramusaji muncul membawa baki berisi hidangan yang mereka pesan. setelah semua hidangan itu terhampar di meja, Kenzie mengembangkan tangan.
"Kakak sudah ingat, kan? makanan sudah tersaji dan tugas sudah menanti. mari makan dan kita berdua akan memikirkan apa yang kita akan lakukan terhadap cecak bingkarung itu." ajak Kenzie.
Bakri mengangguk dan tersenyum. maka keduanya langsung menfokuskan diri menghabiskan makanan yang terhidang. siang mulai beranjak senja menuju pukul 15.45.
...**********...
Stefan berjalan santai menyusuri jalanan sepi. waktu memang menunjukkan pukul 23.35. dia baru saja menjebol lagi gawang seorang mahasiswi baru yang lugu di kostnya. lelaki itu memang petualang cinta yang selalu giat mencari kembang-kembang muda yang mau diseruput madunya.
lama ia berjalan, perasaan ganjil menyelimutinya. ia merasa diawasi dan dikuntit. Stefan pura-pura jongkok memperbaiki ikatan tali sepatunya. pemuda itu melihat beberapa pemuda yang tertawa-tawa mendekat. Stefan bangkit dan membalik menatap para pemuda begajulan.
"Apa mau kalian?" tantang Stefan ketika pemuda-pemuda itu makin mendekatinya.
"Eh, siapa ini yang berani-berani nantang kita?" ujar salah satu pemuda itu dan langsung mengepung Stefan.
"Berani juga kamu ya? ngaku apa kamu?" tantang pemuda yang kelihatannya adalah pimpinan merwka. ia mendorong Stefan hingga terjejer selangkah kebelakang.
"Jangan sentuh saya!" hardik Stefan.
"Nih, kusentuh kau!" seru salah satu pemuda itu maju melayangkan pukulan.
sekuat-kuatnya Stefan, dia tak mampu membalas kesemua serangan yang dilayangkan para pemuda itu. beberapa pukulan dan tendangan bersarang di tubuhnya. Stefan berupaya lari meloloskan diri, namun kelihatannya para pemuda itu mengetahui niat Stefan dan tetap mengepungnya, menutup celah pemuda itu. hingga akhirnya sebuah pukulan ditengkuk berhasil merampas kesadaran si pemetik bunga hingga ia pingsan menggeletak ditanah.
pimpinan pemuda itu merogoh ponsel dan menekan nomor seseorang. ia mendekatkan gawai itu ketelinga.
📲 "Hallo, Pak. misi berhasil. sekarang kami akan bawa di ketempat yang dijanjikan.
📲 "Bagus. laksanakan segera!" ujar suara itu.
pembicaraan terputus. pimpinan mengisyaratkan mereka untuk membawa tubuh Stefan yang pingsan. kumpulan itu kemudian menyingkir dari tempat tersebut.
...********...
BYURRRRRR !!!!
Stefan gelagapan bangun. tubuhnya basah kuyup ketika seember air menyembur ketubuhnya. pemuda itu menyadari dirinya terikat pada sebuah kursi ditengah sebuah ruangan gelap yang hanya diterangi nyala lampu artifisial yang hanya menerangi tempatnya berada.
"Siapa itu?! lepaskan Aku!!" teriak Stefan.
"Enak saja mau lepaskan kamu. nanti banyak gadis yang rusak kalau kamu bebas." jawab suara di kegelapan.
"Eh, siapa kamu?! tampakkan dirimu!!" seru Stefan dengan marah. ia menggoncang-goncangkan dirinya untuk bisa meloloskan diri, namun sia-sia.
"Nggak usah buang tenaga. ikatan itu model khusus yang nggak gampang bisa kamu lepaskan." kata suara dalam kegelapan.
"Tampakkan dirimu! beranilah terhadapku!" seru Stefan lagi.
"Ah, aku malas menampakkan diriku padamu. aku hanya akan menanyakan beberapa hal padamu." kata suara dalam kegelapan.
"Aku tak akan bicara!" kata Stefan.
__ADS_1
DOR!!! AUGH!!!
terdengar tembakan dan Stefan merasakan sebelah kakinya terasa dibolongi. pemuda itu berteriak kesakitan dan jatuh dari kursi. sambil mengaduh ia memastikan kakinya yang ditembak. tak ada luka. kaki itu utuh.
"Aku nggak menggunakan peluru asli untuk menciderai kakimu. tapi, cukup membuatmu menderita." sahut suara dikegelapan. "Sekarang bagaimana pendapatmu, jika peluru ini ku sarangkan ke alat kelaminmu?"
"Jangan! jangan! baiklah aku akan bicara! tanyakanlah apa yang kau mau." ujar Stefan dengan nyali yang ciut.
"Bagus. aku suka orang yang koperatif." puji suara dalam kegelapan itu. "Pertanyaan pertama, sudah berapa banyak perempuan yang kau rampas kehormatannya ?"
"Pertanyaan apa iru?!" hardik Stefan.
"Jawab saja. aku tak mau moncong senjata ini menyalak dan alat kelaminmu yang harus menanggung akibatnya." balas suara dalam kegelapan.
Stefan mendengus kasar. "Banyak. aku nggak ingat lagi."
suara dalam kegelapan itu mendehem lalu menyambung, "Rupanya begitu. perkasa juga barangmu ya? bagaimana pendapatmu jika kudatangkan ibumu kemari dan kupaksa kamu memerawaninya?!"
"Brengsek kamu! pertanyaan macam apa ini?!" teriak Stefan dengan marah.
DOR!!!! AAARRRGGHHH!!!
sekali lagi terdengar ledakan dan Stefan terlonjak ketika merasakan sesuatu seakan menembus pantatnya. seketika rasa sakit menyengat dan area pantatnya menjadi keram.
"Brengsek!!! siapa kamu?!" maki Stefan.
"Pertanyaan kedua. Mengapa kamu lari dari tanggung jawabmu?" tanya suara dalam kegelapan.
"Tanggung jawab apa? aku tak pernah menjanjikan apapun pada setiap wanita yang kugauli." elak Stefan.
"Termasuk pada Aisyah?" todong suara dalam kegelapan itu. Stefan langsung paham dan dia tertawa.
"Rupanya semua ini tentang Aisyah." ujarnya. "Aku tak pernah menjanjikan apapun padanya. kami melakukannya atas dasar suka sama suka. kami menikmatinya bersama. apa salahnya disitu?"
"Kesalahanmu adalah... kau tak tahu berhadapan dengan siapa." ujar suara itu.
tak lama kemudian muncul sosok pemuda menyeruak dalam kegelapan itu. ia menggenggam senapan SPG 1 buatan PT. Pindad yang ia sandarkan dibahunya. Stefan mengenalnya.
"Kau! kau adiknya Ais!" seru Stefan.
"Ya, aku. dan bersyukurlah kamu karena akulah yang menangani masalah ini dan bukan istriku yang notabene adalah adik sekandungannya." ujar Kenzie sambil tersenyum. "Jika dia yang menanganinya, kupastikan seluruh keluargamu, kerabat-kerabatmu hanya akan tinggal nama."
"Kau hanya mencoba menakutiku." ejek Stefan.
"Terserah padamu." balas Kenzie. "Istriku adalah pentolan yakuza dijepang. ibunya juga adalah ibu dari Aisyah. jadi kau mencari gara-gara dengan memerawani putri seorang yakuza. saat ini Aisyah belum mengungkap ini semua pada ibunya. tapi aku tak bisa membayangkan jika mengungkap semuanya. bayangkan saja kalau kelompok yakuza itu datang dan menghabisi seluruh keluargamu."
Stefan terhenyak mendengar penjelasan Kenzie. Aisyah tak sekalipun menceritakan hal itu padanya.
"Kau bohong!" kata Stefan.
"Terserah padamu. aku juga nggak pusing, entah kau percaya atau membohongi dirimu sendiri. yang jelas, aku ingin kau melakukan sesuatu." kata Kenzie.
"Apa?" tanya Stefan.
Kenzie menjentikkan jarinya. beberapa meter dari tempatnya menyala sebuah lampu lagi. disana ada sebuah kurungan bujur sangkar raksasa. didalamnya terdapat seorang lelaki yang tingginya sepantaran dengan Stefan.
"Kau lihat lelaki disana? nah dia lawanmu. jika kau bisa mengalahkannya, kau bebas dari tanggung jawabmu. jika kau kalah, kau harus menikahi Aisyah, esok harinya." kata Kenzie. "Dan ingat. kau tak bisa lari lagi. kemanapun kamu lari, kami akan menemukanmu, dan hukumannya akan lebih berat dari itu. satu lagi. ingatlah kedua orang tuamu yang akan berakhir diujung pisau jika kau melarikan diri."
selesai Kenzie bicara, tiba-tiba muncul dua orang yang membawa Stefan menuju bujur sangkar tersebut dan memasukkannya setelah terlebih dulu melepaskan ikatannya. kedua orang itu kini berhadapan.
Stefan harus menang jika ingin bebas dari tangggung jawabnya. dia akan mengupayakannya.
namun dihadapannya bukan lelaki biasa. dia seorang pakar beladiri yang kecakapannya setingkat dengan Adnan Lasantu.
lawan Stefan kali ini bukan sembarangan. karena lelaki itu adalah orang yang sangat mencintai Aisyah.
__ADS_1
pemuda itu adalah... Bakri. []