Lazuardi Cinta

Lazuardi Cinta
LAZUARDI CINTA # 70


__ADS_3

Chiyome melihat-lihat berita terupdate diaplikasi dalam ponselnya. sebuah kegemparan terjadi di jepang. sebuah virus misterius dengan kode 2019-nCoV yang menyamai efek pneumonia menyebabkan seluruh wilayah jepang langsung dikenakan status lockdown.


dengan segera gadis itu menghubungi kedua otang tuanya.


📞 "Hallo, Assalamualaikum, Otoo-San? bagaimana kabarnya kalian disana? kudengar sekarang seluruh Jepang dikenakan status lockdown. maksudnya apa?"


📞 "Pak menteri Takumi (Takumi Nekoto, menteri kesehatan) mengumumkan bahwa jepang berada dalam status lockdown ketika ditemukan kasus penyakit pneumonia yang berbahaya pada tanggal 6 kemarin. sekarang kami hanya bisa pasrah dan tak melakukan apa-apa sampai pemerintah menyerukan bahwa kegemparan ini tak akan berlangsung lama." jawab Kameie.


📞 "Tapi kalian baik-baik disana,kan?" tanya Chiyome dengan cemas.


📞 "Tenang saja Chiyo-hime... kami disini baik-baik saja. ingat! segera beritahu Papa dan Mamamu disana. pandemi ini kayaknya akan menyebar ke asia tenggara!" kata Kameie.


📞 "Okelah. tapi kurasa kalian berhak juga mendengar ini dariku secara langsung." kata Chiyome.


📞 "Katakan saja Chiyo-hime." kata Kameie.


lama Chiyome terdiam. ia menimbang-nimbang apakah berita ini baik untuk dirinya ke depan atau tidak. jika baik, maka tak ada yang dikuatirkannya, namun jika tidak, ia harus kembali memasang badan untuk mempertahankan apa yang dianggapnya sebagai sebuah kebenaran. gadis itu menetapkan hatinya.


📞 "Aku hamil, ayah. sekarang masanya 5 minggu." kata Chiyome.


lama tidak terdengar suara disana. gadis itu menunggu. akhirnya Kameie kembali menyahut.


📞 "Kalau begitu, jagalah cucuku, nak. jangan biarkan ia kelaparan dan kedinginan disana." ujar Kameie terkekeh, membuat Chiyome akhirnya tersenyum. "Nanti ayah akan kirimkan beberapa multivitamin untuk kehamilan. ingat pesan ayah baik-baik."


📞 "Ayah, bagaimana jika aku ketahuan hamil dalam usia sekolah disini. apa yang ayah lakukan?" pancing Chiyome.


📞 "Hal itu jangan dipusingkan. ayah punya koneksi di kementerian pendidikan. keberadaan kamu disana hanya seperti pesiar saja. nanti ayah yang urus itu. jangan kuatir. sekali lagi, jaga cucu ayah baik-baik."


📞 " Arigatoyooo... Otoo-San. aku akan menjaganya baik-baik sesuai perintah ayah." kata Chiyome kemudian menutup pembicaraannya.


gadis itu mengerutkan keningnya. pandemi ini akan segera menyebar ke Indonesia. ia harus segera mengantisipasinya mulai dari sekarang.


permulaan era Heisei di Jepang yang dirintis Kaisar Naruhito harus mengalami cobaan. ini baru awalnya, ketika Kaisar baru akan mengambil alih pemerintahan...


bagaimana dengan pemerintahan Djokowi? apakah mereka akan tanggap akan masalah ini? atau menunggu dan melakukan upaya yang dihitung terlambat?


terlambat tak mengapa... daripada tidak sama sekali...


...*********...


27 Januari 2020, pukul 09.00.


dengan keberanian yang ditampilkan dua sekawan itu. lengkap sudah hegemoni kekuasaan Trias tak menggoncangkan di sekolah itu. pemuda itu bagai seorang kaisar bayangan dibalik pemerintahan yang dipegang pengurus OSIS sebagai penguasa dihadapan layar. seluruh kelas kini menganggap Trias dan Kenzie sebagai penggerak dalam menyalurkan aspirasi.


komunitas kelas 11A kini benar-benar kehilangan taring mereka. saat ini mereka memang mempertahankan gaya eksklusif mereka, tapi bukan lagi sebagai kelas yang disegani, melainkan berubah 180° menjadi komunitas yang dibenci dan dijauhi, bahkan direndahkan.


dulu, setiap siswa kelas lain yang melewati tampat kongkow mereka harus menunduk dan penuh takut segera menghindar dari tempat mereka. namun kini, setiap siswa yang melewati mereka hanya menatap dengan senyum mengejek dan tak lagi memperdulikan mereka. komunitas itu kini benar-benar terasing. tak lagi berharga.


kedatangan Trias disambut bagai penguasa. ketika ia mengunjungi kantin, serentak seluruh siswa, terkecuali komunitas 11A yang terkucilkan, berdiri menyambut penguasa dibalik layar itu, mengalahkan kewibawaan Bambang dari kelas 11B yang menjabat ketua OSIS pada tahun itu.


Bambang sendiri mau tak mau harus legowo membiarkan popularitasnya sebagai penguasa diserobot oleh Trias yang seorang proletar revolusioner, yang sudah banyak mengambil hati anak-anak SMUN 3 itu ketika ia masih duduk dikelas 10.


pemuda itu mengangkat tangan lalu memasuki kantin dan beberapa anak siswa menawarkan tempat duduk.


"Kenapa kamu semua? nggak usah seperti itu. aku bukan raja! aku teman kalian. teman satu sekolah. perlakukan aku seperti teman. bisa, kan?" seru Trias dengan lantang.


seketika kalimatnya bagai pidato seorang orator, langsung mendapat aplauss dari semua siswa dan siswi yang memenuhi kantin itu. Trias kemudian duduk disalah satu bangku dan memesan makanan.


tak lama kemudian muncul pasangan paling populer saat itu, Kenzie dan Chiyome. namun yang aneh pada saat itu adalah penampilan Kenzie yang sangat berubah.


pemuda itu mengenakan masker dan sering sekali mengendus pengharum stela. sementara Chiyome melangkah terus menggelayut dengan manja dilengan pemuda bermasker itu.


Trias yang melihat keduanya langsung berdiri dan menyambut mereka.

__ADS_1


"Kamu kenapa maskeran begini? nggak biasanya." kata Trias sambil terkekeh dan menampar punggung kawannya.


sejenak Kenzie terbatuk-batuk lalu menatapi Chiyome sejenak yang sering memamerkan seringai gingsulnya kearah pemuda itu. mereka berdua menyadari benar saat ini mereka mengalami ledakan emosi yang sekarang berupaya mereka tekan sedemikian rupa agar tidak menimbulkan kegemparan baru.


"Nanti kujelaskan. dimana tempat duduk kita?" tanya Kenzie.


Trias menghampar pandangannya. tak ada tempat yang lowong untuk membicarakan hal yang penting. semua tempat telah terisi. Trias menudingkan telunjuknya sejenak lalu melangkah menuju pemilik kantin.


"Simpan makananku, bang. aku masih punya urusan." kata Trias.


pemilik kantin itu mengangguk. Trias kembali melangkah menemui Kenzie dan istrinya.


"Kita ke taman sekolah." ajak Trias.


"Aaaaaa.... Wiffy lapar Hubby..." rengek Chiyome dengan manja. Kenzie mengangguk lalu menatap Trias.


"Aku minta tolong boleh nggak? tolong belikan 5 porsi bakso, pesan sama Bang Jul." kata Kenzie.


"Alaaa... pesan sendiri saja." tolak Trias.


Kenzie menatapi istrinya. "Wiffy bisa nggak pesan sendiri. nanti kalau sudah kenyang, temui Hubby sama Trias ditaman sekolah. Wiffy bisa, kan?" tanya pemuda itu dengan lembut. sontak gadis itu langsung mengangguk dan melangkah meninggalkan kedua pemuda itu menuju kantin dan memesan makanannya sendiri.


Kenzie mengajak Trias meninggalkan kantin. keduanya melangkah menyusuri koridor dan melangkah santai.


"Bisakah kau katakan sekarang kenapa modelmu jadi aneh begini?" sindir Trias.


"Aku lagi ngidam." kata Kenzie.


"Ngidam? ngidam apaan kamu?" seloroh Trias, namun Kenzie tak menanggapinya.


"Aku kena sindrom Couvade." jawab Kenzie lagi kekudian mengendus pengharum stela beraroma jeruk itu.


"Apalagi yang kau katakan itu, aku makin nggak ngerti!" tandas Trias mulai kesal karena Kenzie agak bertele-tele.


"Kehamilan apa? simpatik? kamu hamil? nggak masuk akal pikiranmu." kata Trias lagi tertawa.


"Kamu siap-siap saja jadi calon paman." kata Kenzie.


Trias tertawa sejenak mendengar kata-kata Kenzie. sejenak kemudian langkah terhenti dan langsung menatapi Kenzie.


"APAAAAAAA...???"


suara pemuda itu bergema saking kerasnya memenuhi tempat yang mampu digetarkan oleh suara itu. Kenzie menatapi Trias dengan wajah keruh. pemuda itu langsung menutup mulutnya dan memandangi segala sisi memastikan tidak ada siapapun disana. karena panik, Yrias langsung menarik tangan Kenzie dan keduanya berlari meninggalkan koridor itu.


mereka tiba ditaman. Trias mengatur napasnya yang memburu, begitu juga Kenzie. setelah itu kedua pemuda itu duduk dikursi beton yang terdapat ditaman itu.


"Oke, sekarang jelaskan semuanya dengan sejelas-jelasnya." kata Trias sambil memijiti perutnya yang sakit.


"Chiyo lagi hamil, jalan 4 minggu dari sekarang. kau tak lihat perubahan kami berdua?" ujar Kenzie dengan suara lirih agar tak terdengar.


"Pantas saja kau sering pakai masker. bukannya Chiyo yang ngidam, malah kau yang kena." ujar Trias kemudian terkekeh pelan. "Itu alamat bagus, kawan. supaya kau merasakan betapa tidak enaknya jadi seorang ibu. supaya kau menghargai jerih payah seorang ibu dalam melahirkan dan membesarkan anak-anaknya."


"Belum kau bilang itu juga sudah kurasakan duluan." omel Kenzie dengan lirih kembali.


Trias tertawa lalu menampar-nampar bahu sahabatnya. "Selamat kawan. jaga baik-baik ponakanku. siapa tau, nantinya dia akan jadi mantuku kelak." setelah itu Trias kembali tertawa.


Kenzie hanya bisa tersenyum masam mendengar suara sahabatnya itu. tiba-tiba Chiyome muncul ditempat itu sambil bercakak pinggang.


"Lagi ngapain kalian berdua disini, heh?" selidik Chiyome dengan tatapan memicing.


Kenzie tersenyum dibalik maskernya dan hanya bisa mengendus kembali pengharum stela. sedangkan Trias terkekeh dan melambaikan tangan memanggil Chiyome.


"Kemarilah calon ibu. kemarilah..." panggil Trias.

__ADS_1


dengan wajah keruh, Chiyome mendekat lalu menatapi Kenzie. "Hubby bilang padanya kalau Wiffy...."


anggukan kepala Kenzie membuat gadis iru tertegun lalu kembali menatapi Trias yang duduk sambil melipat tangannya ke dada.


"Kenapa dibilang, Hubby?" sesal Chiyome dengan lirih. "Kalau ketahuan nanti, gimana?!" gerutu gadis itu.


"Tenang saja. nggak akan ada yang tahu. tapi kalau ketahuan, berontaklah seperti aku. supaya keder nyali mereka." jawab Trias. "Eh, Chiyo. jagalah ponakanku itu. suatu saat dia akan kuambil jadi mantuku."


Chiyome tersenyum, "Boleh saja. kenapa nggak? jadi deal nih?" tantang wanita itu.


"Lho, lho, lho,... kok kesitu urusannya?" potong Kenzie dengan kesal, "Belum lahiran juga, sudah diikat duluan?"


"Supaya begitu sudah lahir, jodohnya jelas. nggak perlu kelayapan kemana lagi, Uyooong..." jawab Trias.


"Nah lo juga belum nikah. sudah buat janji begituan?" todong.


"Ya, entar nikah kan bisa kubilang sama istriku nanti kalau anak dikandungnnya sudah kujodohkan." jawab Trias dengan enteng.


"Kalian berdua memang sudah gila ya?" kata Kenzie dengan kesal.


"Apa? Hubby bilang Wiffy sudah gila?" tanya Chiyome dengan pelan dan menatap wajah pemuda itu dengan sorot tajam. Kenzie terkejut dan langsung pias.


"Rasain loooo..." ujar Trias tanpa suara dan hanya menggerakkan kedua bibirnya saja, lalu tertawa sambil menutup mulutnya.


"Nggak kok Wiffy. bukan maksud Hubby bilang begitu. oke deh... nanti kalau besar, anak kita dijodohkan ya? nggak usah marah begitu laaa..." rayu Kenzie dengan wajah jenaka.


"Hubby mulai macam-macam dengan Wiffy, ya?" kata Chiyome sambil mengelus-elus tinjunya.


Kenzie langsung mencubit kedua bagian bawah telinganya dengan kedua tangannya. ia memejamkan mata tak sanggup melihat wajah istrinya yang sudah memerah. gadis itu benar-benar mengalami ledakan emosi.


"Jangan marah dong Wiffy, iya deh Hubby salah." kata Kenzie. Chiyome menggeser Trias dari tempat duduknya dan kini wanita itu duduk berhadapan dengan Kenzie.


kedua tangan Chiyome terulur dan menangkup wajah Kenzie yang memejamkan matanya.


"Rupanya, Hubby harus diberi pelajaran ya?" gumam Chiyome dengan suara bergetar.


Kenzie makin tidak berani memandang wajah Chiyome yang marah. matanya makin kuat memejam.


"Ampuuuun... Wiffyyyy..." seru Kenzie.


Chiyome mendekatkan wajahnya dan langsung mencium dan mengulum bibir Kenzie dengan ganas membuat Kenzie terkejut dan ikut membalas perlakuan Chiyome.


Trias sontak menampar keningnya dan langsung memandang sekeliling memastikan tak ada siapapun yang melihat adegan tersebut.


porogegelooooo.... ilongola mohutu utiye to di luari buayi. (sialaan... kenapa berbuat seperti ini diluaran sih?) Trias menyeka keringatnya yang mengalir. tatapannya masih tetap menghampar bagai radar yang mendeteksi ancaman-ancaman yang akan mengancam stabilitas perciuman kedua pasangan itu.


karena tidak tahan, Trias memukul pundak kedua pasangan yang asyik berciuman penuh gairah disiang hari bolong. keduanya gelagapan melepaskan ciumannya.


"Gila kamu berdua ya? tengah hari begini main sosor saja. kalau ketahuan guru konselor tau rasa, yahok lah kalian berdua! kenapa nggak dibikin dirumah saja sih? kalian bikin aku tambah baper, tau nggak, sialan!" omel Trias dengan kesal.


"Sori,nggak kepikiran. habisnya enak sih." kata Kenzie.


"Enak, enak, enak lo buta ambunguma! " sembur Trias sambil bangkit dan meninggalkan tempat itu. (Gilanya kalian).


Kenzie dan Chiyome juga langsung berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu.


namun tanpa mereka sadari, sepasang mata memperhatikannya kemudian merenung.


hamil? siapa yang hamil? apakah... ah harus ku selidiki lebih mendalam nih.... kalau benar bahwa keduanya sudah melakukan perjinahan dan perempuan itu memang hamil... ini adalah berita paling menggemparkan se sekolah nih...


setelah memastikan ketiga orang itu meninggalkan taman, orang tersebut juga bergerak dengan pelan meninggalkan tempat itu. penyelidikan akan segera dimulai.


kelihatannya ada lagi yang mau mencari gara-gara. []

__ADS_1


__ADS_2