
"Gila... kok sebuah keberanian diwujudkan dengan tindakan itu? justru Hubby takut lho. tindakan tadi termasuk pelecehan ****. Wiffy tanpa sadar membiarkan Hubby merendahkan Wiffy sedemikian rendahnya..." jawab Kenzie dengan takjub.
"Memang benar, itu sebuah pelecehan. tapi Wiffy sudah merelakannya jauh sebelumnya. sejak Hubby ngancam sewaktu dijalan menuju Limboto, Wiffy sudah nantangi Hubby, hanya saja Wiffy lihat....Hubby penakut!!!" jawab Chiyome dengan mesra dan menjulurkan lidah sementara pelukannya dileher Kenzie makin erat.
astaghfirullah Ya Allah... maafkanlah aku yang telah melecehkan gadis ini.... perkenankan aku memilikinya... agar dosaku tidak makin bertambah....
Kenzie menarik napas. "Gomennasai...."
Chiyome mengangguk lalu mendaratkan ciumannya yang lebih intim dan menggairahkan. Kenzie membiarkan Chiyome mengambil alih kekuasaannya dengan permainan lidah yang dibuat gadis itu. ia membiarkan saja hingga akhirnya Chiyome melepaskan ciumannya dengan wajah yang nampak begitu puas.
"Wiffy bahagia, Hubby..." kata Chiyome.
sialan... dia bahagia benar saat dilecehkan... kalau aku kepancing dan melakukan yang lebih jauh.... entah apa yang terjadi.... Ya Allah... kasihan kami berdua yang nekad ini...
"Kita ke atas yuk." ajak Kenzie kembali menggenggam tangan Chiyome. kali ini sambut Chiyome sangat berbeda. ia begitu gembira bahkan jauh lebih mesra mengikuti kehendak pemuda itu.
keduanya tiba diatap bangunan. Chiyome dapat leluasa melihat pemandangan. gadis itu berlari ketengah dan mengembangkan tangan. ia menatapi Kenzie. dengan sekuat tenaga ia berteriak.
KENZIE ARDIANSYAH LASANTU !!!!..... AKU MENCINTAIMU!!!!
Chiyome berlari memeluk Kenzie dan membenamkan wajahnya di dada pemuda itu. Kenzie tersenyum dan menyandarkan dagunya di kepala gadis itu.
"Chiyome Mochizuki.... aku juga mencintamu..." jawab Kenzie.
Chiyome mengangkat wajahnya dan tersenyum lebar memamerkan gigi gingsulnya. Kenzie menggeleng takjub.
"Dasar gadis nekad. kalau Hubby keterusan gimana?" gerutu Kenzie tanpa wajah marah.
"Kan Wiffy sudah bilang, Wiffy merelakannya. saat ini juga kalau Hubby minta Wiffy kasih kok..." jawab Chiyome lagi.
"Astaghfirullah, Wiffy!!!" tegur Kenzie.
"Beneran Wiffy kasih!... asal...." kata Chiyome.
"Asal apa?" tantang Kenzie.
"Asaaal.... jangan pernah khianati Wiffy." jawab Chiyome dengan mantap. "Berani Hubby selingkuh dibelakang Wiffy, hmmm.... Wiffy patahin batangnya supaya impoten!" ancam gadis itu dengan tatapan yang membuat Kenzie terkejut.
gadis ini sungguh-sungguh....
"Sadis benar ancamannya." sindir Kenzie yang juga membayangkan bagaimana akibat yang akan diterimanya jika berani menyelingkuhi gadis itu.
"Iya dong!" tandas Chiyome sedikit galak. "Kan Wiffy sudah relakan Hubby obok-obok payudara Wiffy, berarti batangnya Hubby, itu sudah jadi milik Wiffy, cuma Wiffy belum niat make."
"Iya, iya... tubuh ini milik Wiffy, hati dan semua dalam diri Hubby, itu milik Wiffy." jawab Kenzie. "Paham?"
"Puas dan paham!" balas Chiyome.
keduanya kembali tertawa. Kenzie menunjuk sebuah sudut dan mengajak kekasihnya duduk disitu. keduanya menyandarkan pantat dilantai beton. Kenzie duduk bersila sedang Chiyome duduk dengan gaya zazen.
gadis itu membuka ranselnya dan mengeluarkan tas kresek berisi pisang goreng. Kenzie tertawa melihat gadis itu membentangkan ranselnya mirip meja lalu meletakkan tas diatas ransel itu kemudian merobeknya hingga 25 buah pisang goreng itu menghampar dipermukaan tas yang dirobeknya.
"Kita sudah terlalu banyak piknik." sindir Kenzie.
Chiyome lalu menepukkan kedua telapaknya dan menatap Kenzie sambil tersenyum manis. "Itadakimasu...."
Kenzie tersenyum lagi dan menjawab. "Tabemashou.."
gadis itu mencomot sebuah gorengan pisang dan mencocolnya kedalam sambal terasi kemudian memakannya. kedua mata Chiyome memejam dan mulutnya keluar kalimat, "Kono age banana wa oishi..."
Kenzie membiarkan Chiyome memuaskan dahaganya akan pisang goreng itu. setelah melihat Chiyome menghabiskan 5 batang pisang goreng, Kenzie mulai menanyainya.
"Wiffy.... bisa nggak jelaskan.... sejak kapan Wiffy menguasai beladiri?" tanya Kenzie dengan hati-hati.
"Sejak 7 tahun." jawab Chiyome. "Wiffy mempelajari semua jenis seni beladiri Jepang terkecuali Sumo." jawab Chiyome dengan jujur.
Kenzie terkejut dan rasa kagum menyelimuti sanubarinya. "Semuanya?"
"Semuanya." jawab Chiyome. "Wiffy mempelajari Karate-do, Judo, Aikido, Kyudo (panahan), Kendo, Iaido... hampir semuanya...."
Kenzie menelan ludahnya. wah... kalah telak aku kalau begini.... pantasan tenaganya besar sekali... naiki tiga ratusan anak tangga benteng Otanaha nggak berasa lelah sama sekali....
"Kenapa sembunyikan semua dari Hubby?" pancing Kenzie.
__ADS_1
"Sembunyi bagaimana? kan nggak ada momen, Wiffy untuk itu." jawab Chiyome mencocol pisang goreng itu dan menyuapi Kenzie.
pemuda itu memakan hasil suapan itu dan ditengah kunyahannya ia memancing lagi. "Sewaktu perkelahian dengan para pengedar itu, bukankah itu momen bagus?"
"Nggak! Wiffy nggak mau buat Hubby minder. tapi jujur, Wiffy makin suka dan kagum melihat Hubby melawan 20 orang itu jauh sebelum Trias datang membantu." jawab Chiyome membuat Kenzie serasa berada dilangit ketujuh.
"Tapi kalau dibandingkan dengan Wiffy, keliatannya Hubby harus tunduk." goda Kenzie, "Mana mau Hubby selingkuh? pasti langsung benjol digebuki Wiffy yang punya segudang ilmu beladiri."
"Berarti, kalau Wiffy nggak punya beladiri, Hubby mau selingkuh, begitu?" pancing Chiyome sambil memicingkan matanya.
"Kok Wiffy nuduhnya kesitu? itu hanya umpama, perbandingan kekuatan diantara kita berdua. bukan persoalan selingkuh dan tidaknya." jawab Kenzie sambil tertawa.
Chiyome sendiri hanya ngomel pakai bahasa Jepang yang tak diketahui terjemahannya oleh Kenzie. pemuda itu membelai rambut kekasihnya yang sementara makan pisang goreng untuk menyalurkan emosinya.
"Wiffy sensi sekali kalau sudah nyinggung kata selingkuh. memang tampang Hubby ada model selingkuhnya?" goda Kenzie.
"Nggak tahu. bisa jadi." jawab Chiyome tanpa memandang Kenzie. gadis itu kesal dan cemburu.
"Wiffy..." panggil Kenzie.
Chiyome pura-pura acuh supaya Kenzie lebih usaha lagi merayunya.
"Wiffy..." panggil Kenzie. nada suara pemuda itu mulai datar dan Chiyome tak mau gegabah menyuruh pemuda itu untuk berupaya lagi. bisa-bisa dia jadi malas dan suasana jadi canggung lagi. gadis itu mengangkat wajah menatapi Kenzie.
"Hmmm?"
"Hubby nggak akan selingkuh. bukan karena takut dengan kamu. tapi karena Hubby mencintai kamu." jawab Kenzie dengan lembut.
"Hmmm.... kalau belum nikahan gampang bilang begitu. coba kalau sudah nikah, hm hm hm. mana Wiffy tahu kelakuan Hubby dibelakang?" sindir Chiyome.
panas juga telinga Kenzie mendengar sindiran kekasihnya. pemuda itu tersulut harga dirinya sebagai lelaki. "Wiffy boleh coba melakukan apapun untuk memastikan itu. tapi hal itu juga berlaku untuk Wiffy. jangan pernah selingkuhi Hubby!"
"Memang Wiffy punya ciri khas wajah selingkuh? enak saja!" tangkis Chiyome dengan jengkel.
"Nggak tahu. bisa jadi?" pancing Kenzie sambil tersenyum.
"Hm, menggunakan kalimat Wiffy sebelumnya untuk memojokkan Wiffy sendiri. salut buat Hubby." sindir Chiyome sambil mengacungkan jempol.
"Sudah ah... kok main tuduh-tuduhan begini. nggak seru! romantisnya bisa hilang gara-gara nggak ada rasa saling percaya kepada pasangan masing-masing." tukas Kenzie yang kemudian mencomot sebuah pisang goreng, mencocolnya ke sambal terasi dan memakannya.
"Wiffy percaya sama Hubby. jangan minder lagi ya." ucap Chiyome dengan lembut kemudian mencium pipi Kenzie dari belakang.
Kenzie tersenyum dan memalingkan wajahnya untuk mempertemukan kedua bibir mereka. baru sedetik keduanya menyatukan bibir, tiba-tiba terdengar bentakan.
dihadapan mereka berdiri 2 orang petugas satpol PP bersenjatakan tongkat panjang dari rotan. tatapan kedua petugas itu terlihat mencorong.
"Ngapain kalian berdua disini Hah? mau mesum ditempat terbuka?!" bentak salah satu petugas.
Kenzie melepaskan pelukan Chiyome lalu bangkit dan berdiri tegak dengan kaki membuka menatapi kedua petugas itu.
"Pak, kami berdua nggak melakukan apa-apa. cuma sekedar makan pisang goreng saja. bapak tidak liat?" kata Kenzie menunjuk 15 buah pisang goreng yang belum tersentuh menghampar diransel tersebut.
kedua petugas itu menatapi penganan itu lalu kembali memandangi kedua pasangan itu.
"Tapi kalian berdua peluk-pelukan disini! itu melanggar etika! ikut ke kantor sekarang juga." kata petugas itu melangkah mendekat.
"Pak! kami nggak mau dibawa ke sana. kami nggak melakukan apa-apa!" bantah Kenzie.
salah satu petugas maju mendatangi Chiyome. tiba-tiba gadis itu mengayunkan tendangan kearah ******** petugas itu tanpa sempat ia menyadarinya.
DUK... OUCH... PROK... AIKHHHH...
petugas itu terbungkuk memegangi selangkangannya yang baru saja dihantam sepatu gadis itu dan Chiyome kembali mengayunkan tendangan menghantam dagu petugas tersebut. ia terjungkal dan pingsan seketika.
petugas satunya kaget melihat partnernya ambruk. belum sempat petugas itu memandangi pelakunya, tiba-tiba Chiyome melayangkan tendangan keage ke tengkuk petugas itu membuatnya jatuh pingsan.
Kenzie sempat syok melihat petugas negara ambruk tal berkutik diterjang Chiyome. gadis itu mengambil ransel dan membiarkan sisa pisang goreng berhamburan dilantai.
"Hubby! ayo pergi. jangan sampai ketahuan orang lain. nanti jadi viral.." ajak Chiyome.
Kenzie langsung pergi menyusul Chiyome yang duluan pergi menuruni tangga. keduanya berlari meninggalkan benteng dan segera menuju sepeda motor yang terparkir.
Kenzie langsung menyalakan motornya dan memakai helm sedang Chiyome langsung membonceng setelah meletakkan ransel diantara tubuhnya dan Kenzie. kendaraan itu melaju meninggalkan kawasan itu membiarkan kedua petugas negara pingsan diatas lantai atap ditemani 15 buah pisang yang berserakan disana.
...**********...
__ADS_1
Adnan duduk menyandarkan punggungnya pada bantalan empuk kursi kerjanya yang nyaman. dihadapannya, terhampar dimeja, sebuah dokumen yang telah selesai diaudit dan ditandatanganinya. lelaki itu mendesah panjang.
keliatannya aku harus lembur lagi?
Adnan menatapi jam dinding yang menunjukkan pukul 4 sore. lelaki itu menatapi langit-langit ruangan kemudian tatapannya beralih kepada poster-poster yang menempel didinding ruangannya. Adnan merogoh saku mengeluarkan bungkus rokok kretek dan mengeluarkan sebatang untuk dinikmatinya.
terdengar bunyi panggilan masuk dari ponsel. lelaki itu mengeluarkan gadget tersebut dari saku celananya dan mendekatkan speakernya ke telinga.
📲 "Hallo, assalamualaikum." sapa Adnan.
📲 "Ini aku...." jawab suara diseberang.
📲 "Hmm... ada apa?" tanya Adnan seraya mencondongkan tubuhnya ke depan.
📲 "Aku hanya mau mengabarkanmu, kalau kedua anak itu bersih dari prasangka. pihak kepolisian meyakini mereka tidak terkait dengan kasus kematian Burhan Lapananda." jawab suara diseberang.
📲 "Syukurlah kalau begitu." jawab Adnan, "Pelaku pembunuhannya.... apa sudah diselidiki?"
📲 "Masih. belum ada kepastiannya." jawab diseberang dwngan singkat.
📲 "Terus kabari perkembangannya." tandas Adnan sambik mematikan hubungan selluler.
gadget itu diletakkan di meja kerjanya lalu lelaki itu melanjutkan menghisap rokok tersebut. tak lama kemudian terdengar ketukan di pintu.
"Masuk." perintah Adnan.
pintu membuka dan masuklah dua orang siswa. Kenzie dan Chiyome.
"Sore Pa.." sapa Kenzie.
"Sore, Om..." sapa Chiyome.
"Kalian berdua..... " kata Adnan dengan sedikit kaget.
"Mengunjungi Papa, sekalian ada yang ingin Kenzie bicarakan." kata Kenzie.
Adnan mengajak keduanya duduk di sofa. Adnan melihat keduanya duduk saling berdempetan. Adnan tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anaknya dan gadis itu.
"Nggak usah pamer kemesraan kalau hanya mau ingin restunya Om, Chiyome." sindir Adnan membuat Chiyome tertunduk malu. "Kapan Om bisa ketemuan dengan orang tuanya Chiyome?"
Chiyome menatapi Kenzie lalu kembali menatapi Adnan. "Sebentar malam, saya akan menghubungi mereka, Om." jawab Chiyome dengan gugup.
Adnan tersenyum dan mengangguk. "Om tunggu berita baiknya ya?" kemudian Adnan menatapi Kenzie. "Ngapain kamu kemari? kalau urusan ayah-anak, kan bisa dibicarakan dirumah. nggak malu kamu, masalahmu dibahas didepan calon istrimu?" tegur Adnan.
sekali lagi ucapan terakhir Adnan membuat Chiyome tertunduk malu dan menyembunyikan senyum bahagianya. Kenzie menghela napas.
"Terlanjur datang Pa." jawab Kenzie. "Pa... Papa sudah hubungi kakek buyut?"
"Untuk apa? kakek buyutmu sudah tua. jangan diganggu. memang kau mau apa dengan beliau?" tanya Adnan.
"Weleh... Papa berlagak pikun ya? kan Papa janji hubungi kakek buyut untuk ngajari Kenzie teknik silat yang Papa perlihatkan kemarin-kemarin dihalaman belakang." kata Kenzie mengingatkan.
sontak Adnan tertawa. "Oooo yang itu? sudah sejak lalu Papa hubungi dia. Kakek buyutmu setuju dan nampaknya menunggu kalian. nanti kalau sudah liburan semester, kalian Papa antar kesana."
"Kalian? maksudnya, Kenzie nggak sendiri kesana?" tanya Kenzie.
"Iya dong. kamu, Aisyah sama Chiyome kesana." kata Adnan kemudian menatapi Chiyome, "Nou, nggak keberatan kan kalau ikut sama-sama dengan Kenzie?"
Chiyome mengangkat wajah lalu mengangguk dengab malu. Adnan tersenyum.
"Ah, Pa... kenapa pake acara panggil Kak Ais sih? nanti nggak seru..." kata Kenzie dengan galau.
Adnan tahu arah kalimat pemuda itu. dia langsung menjawabnya. "Kalau kalian berdua saja yang kesana. Papa kuatir kamu kebablasan. Papa kuatirkan kamu yang nggak nahan nyentuh Chiyome. ingat! Papa restui kalian bukan berarti kalian bebas melakukan apapun. masih ingat janji kamu ke Papa, bukan?!"
Kenzie melengos. tentu saja Kenzie ingat pa! tapi Chiyome selalu cari gara-gara. tadi Kenzie sudah langgar janji itu.
"Kenzie! kamu masih ingatkan, janji kamu ke Papa?!" tanya Adnan dengan tatapan tajam.
Kenzie mengangguk lalu menatapi Chiyome. tuh kan? kubilang juga apa? gara-gara megangin payudara kamu, aku sudah langgar janjiku ke Papa untuk jagai kamu...
seakan mengetahui tatapan Kenzie, gadis itu juga balas menatapnya. siapa suruh? aku kan bilang sudah relakan semua. kamu saja yang gatel pengen pegang payudara aku. ayo ngaku aja.... udah nggak nahan kan?
Kenzie kwmbali menatapi Chiyome, enak saja! kan kamu yang selalu nantangin aku. begitu dibuktikan bilang udah rela..issshhh... dasar... awas kamu ya. kalau kita sudah nikahan, ku buat kamu mohon ampun...
Adnan memandangi kedua muda-mudi yang saling bertatapan seakan sedang melakukan telepati. lelaki itu bertepuk tangan sekali dengan suara keras dihadapan Kenzie dan Chiyome, membuat mereka tersadar kembali dan menatapi Adnan.
__ADS_1
"Sudah, hentikan ritual tatapan kalian itu. Papa sudah putuskan untuk itu. jangan bantah lagi.!" tandas lelaki itu. []