Lazuardi Cinta

Lazuardi Cinta
LAZUARDI CINTA # 115


__ADS_3

hari ini adalah pengumuman kelulusan sekaligus perpisahan alumni tahun 2020. Kenzie pergi menggunakan mobil dan mengajak istrinya ikut serta. bagaimanapun, Chiyome termasuk alumni, meskipun tak sampai tamat. insiden tahun kemarin membuyarkan impian gadis itu dan terpaksa mengambil program sekolah jauh di Jepang.


mobil yang dikendarainya tiba digerbang, tepat pada saat Trias juga muncul dengan sepeda motornya memboceng Ipah.


"Wey, Bro. ketemu lagi. kebanyakan sibuk kamu." sapa Trias setengah menegur.


Kenzie keluar dari Mobil, menyusul Chiyome yang sementara memeluk Saburo. melihat bayi usia setahun itu, Trias langsung sumringah.


"Kemarikan calon mantuku!" pinta Trias.


Chiyome tersenyum lalu menyerahkan Saburo dalam pondongan pemuda berambut cepak itu. anehnya, Saburo langsung akrab dan tertawa-tawa seakan ia tahu benar siapa pemuda yang sementara memondongnya itu.


"Kalian lihat? dia tahu siapa abahnya." kata Trias sambil tertawa.


"Kamu sendiri kemana saja. aku curiga dengan gaya rambutmu itu. jangan-jangan kau..." ujar Kenzie.


"Aku hanya ingin gaya baru. nggak usah diprotes." potong Trias mengalihkan bicara.


Kenzie mengangkat bahu dan menjebikan bibirnya. "Okey. bagaimana kalau kita masuk saja."


"Ayo!" timpal Trias.


keempat orang itu melangkah menyusuri halaman dan masuk ke lingkungan dalam, menuju auditorium. ada beberapa anak mantan kelas 11F yang menyapa Chiyome dan memeluknya dengan penuh rasa rindu.


"Mata o ai dekite kΓ΅idesu..." kata Chiyome dengan senyum terkembang. (senang rasanya bertemu kalian lagi.)


kedua siswa itu saling berpandangan. Kenzie langsung menjelaskan, "Wiffy bilang, dia sangat merindukan kalian." kata Kenzie, membuat kedua siswa itu mengangguk dengan senyum canggung.


"Kami juga. kamu lama nggak muncul-muncul." kata salah satu siswi.


"Sibuk urus suami dan anak." jawab Chiyome sekenanya.


"Eh, gimana rasanya nikah, he?" tanya salah satu siswi dengan malu-malu.


Chiyome tersipu. untungnya Kenzie langsung menjawab. "Nikah saja gih. udah punya calon suami nggak?" tantang pemuda itu membuat kedua siswi itu menatap keruh ke arahnya lalu pergi meninggalkan mereka.


"Yee... orang tanya sudah punya calon, malah pergi begotu saja." gerutu pemuda itu mengertakkan giginya.


keempat orang itu kembali masuk menyusuri halaman dalam dan melangkah menuju Auditorium. mereka mengambil tempat duduk dibarisan tengah. beberapa teman saling menyapa.


yang nampak unik disitu hanyalah keempat orang tersebut, pasalnya diantaranya menggendong anak. Saburo bermain-main dipangkuan keempat orang itu.


sedang asyiknya mengikuti acara, tatapan Chiyome mengedar. wanita itu agak terkejut menatap sesuatu yang agak ganjil. nampak jauh disudut yang tak terperhatikan, seorang wanita sedang duduk tenang. untungnya wanita itu tak menyadari keberadaan Chiyome.


Chiyome menyentuh punggung tangan suaminya. Kenzie menoleh.


"Kenapa Wiffy?" tanya Kenzie dengan lirih.


"Ada Puspita." jawab Chiyome dengan lirih pula.


Kenzie terkejut, "Mau apa dia? mau minta tanda tangan dokumen bukan disini tempatnya." ujar pemuda itu dengan lirih dan ketus.


"Kayaknya nggak." kata Chiyome, "Apa dia alumni sekolah ini juga?"


"Akan kutanyakan padanya nanti." tukas Kenzie.


"Jangan.... kita selidiki saja." sela Chiyome dengan lirih.


Kenzie mengangguk dan tak melakukan apalagi selain menikmati sajian acara yang dilangsungkan oleh panitia perpisahan. Trias sedikit mencondong.


"Kelihatannya setelah ini, kita nggak akan ketemuan selama beberapa bulan." kata Trias.


"Kenapa begitu?" tanya Kenzie.


tibalah saatnya pada acara inti yaitu pengumuman kelulusan kelas. kepala sekolah maju ke depan panggung dan menyampaikan beberapa penyampaian kata, penghargaan dan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini.


"Dikarenakan pada dua tahun ini, pandemi Sars CoV2 masih bercokol di negara kita, sesuai dengan keputusan menteri pendidikan, maka seluruh siswa alumni 2020-2021, dinyatakan lulus tanpa syarat apapun!!!" seru kepala sekolah tersebut dengan senyum.


para siswa bertepuk tangan, namun tak ada yang mengungkapkan rasa gembira. suatu yang wajar karena selama dua tahun ini, kelulusan sepertinya dipaksakan dikarenakan wabah. bahkan muncul konten sindiran (meme) di media sosial yang menyebut angkatan tahun 2019-2020 sebagai angkatan corona. dan kini angkatan corona sudah terlantik sebanyak dua kali.


Risno Arsyad, salah satu guru mapel dan pemegang kelas perwalian menyadari ada rasa kemasygulan dan kegalauan para siswa. ia kemudian tampil dipanggung dan langsung meraih pelantang.


"Adik-adik jangan bersedih dengan masa pandemi ini. diambil santai saja. tetap harus disyukuri. baiklah untuk saat ini, saya akan menyanyikan sebuah lagu..." kata Risno.


sambutan tawa siswa kemudian menggema. mereka semua tahu bahwa Risno adalah seorang guru yang humoris dan sedikit jahil. Risno melanjutkan kata-katanya, "Saya membutuhkan anak-anak mantan kelas 11 F." ujarnya kemudian setelah itu menatap para guru, "Jika ada isi lagu yang terkesan menyinggung, mohon jangan langsung tersinggung."


mendengar nama kelas mereka sebelumnya disebut, semua siswa-siswa kelas 11F, terkecuali Chiyome langsung berdiri dan membentuk satu kelompok.


"Ayo Bro. ini bakal seru, nggak dua kali lagi merasai kejahilan Pak Risno." ajak Trias.


Kenzie tertawa kemudian menatapi istrinya, "Aku kesana sebentar Wiffy."


Chiyome tersenyum lalu mengangguk. Kenzie bangkit dan mengikuti Trias menuju kumpulan para siswa mantan kelas 11F. Risno membisikkan sesuatu kepada pemain musik. mereka mengangguk paham. Risno menatap para kumpulan murid kelas 11F. tak lama kemudian terdengar sebuah irama yang kemudian mereka kenal bersama.

__ADS_1


🎢 Lalala... lalalalalalala... lalala... lalalala.. (suara koor siswa yang bersenandung. sebagiannya tertawa dan mulai ribut sendiri. sementara musik sementara mengalun.)


"Wey, habis dari mana bro." seru Trias. para siswa mantan kelas 11F mulai heboh sendiri termasuk Kenzie.


🎀🎢 "Selamat pagi anak-anak...." sapa Risno dalam nyanyian.


πŸ“£πŸŽΆ "Ooo selamat pagi bapak guru..." jawab koor para siswa.


🎀🎢 "Berkesankah hari liburmu?" tanya Risno dalam nyanyian.


πŸ“£πŸŽΆ "Oh ya boleh juga dibilang lumayan..." jawab koor para siswa.


sementara siswa lain mulai tertawa. mereka mengenal lagu ini. itu lagu sarkastis milik Doel Sumbang.


🎀🎢 "Apa yang kalian kerjakan heh?" tanya Risno dalam nyanyian.


πŸ“£πŸŽΆ "Praktek pelajaran Opo-opo.." jawab koor siswa, mengganti istilah ilmu teluh dengan bahasa prokem Gorontalo yang artinya sama.


🎀🎢 "Lalu bagaimana hasilnya?" tanya Risno dalam nyanyian.


πŸ“£πŸŽΆ "Sama sekali nol besar!!!" jawab koor siswa.


para guru dan pegawai ada yang mulai senyum-senyum bersama para orang tua siswa.


🎀🎢 "Mungkin bahan-bahannya kurang lengkap?" tanya Risno dalam nyanyian.


πŸ“£πŸŽΆ "Sudah pak. tidak ada yang kurang!" jawab koor siswa.


🎀🎢 "Atau mungkin bacaan mantranya ada yang kelewat?" tanya Risno dalam nyanyian.


πŸ“£πŸŽΆ "Masa kami lupa? gengsi doong!" jawab koor siswa.


🎀🎢 "Memang siapa yang kalian Opo-opo?" tanya Rismo dalam nyanyian.


πŸ“£πŸŽΆ "Itu rahasia perusahaan..." jawab koor siswa.


🎀🎢 "Ayolah bicaralah.... terus terang..." tanya Risno dalam nyanyian.


πŸ“£πŸŽΆ "BAPAK KEPALA SEKOLAH!!!" seru koor siswa mengagetkan pak kepala sekolah. terdengar suara tawa para audiens bersama dengan manyunnya wajah kepala sekolah itu karena dikerjai dalam lagu tersebut.


🎀🎢 "Wuah... kalian memang keterlaluan!" tegur Risno dalam nyanyian sambil menunjuk-nunjuk para siswa mantan perwaliannya dulu.


πŸ“£πŸŽΆ "Yang penting di raport dapat tujuh!" jawab koor siswa.


πŸ“£πŸŽΆ "Lagipula biar rambut bebas gondrong!" seru koor siswa.


🎀🎢 "Awas nanti saya laporkan ya... biar polisi tangkap kalian semua!" ancam Risno dalam nyanyian menudingkan jarinya ke kumpulan siswa mantan kelas 11F.


πŸ“£πŸŽΆ "Silahkan saja bapak lapor... kalau bapak mau kami bikin praktek!" jawab koor siswa balas mengancam membuat Risno berlagak terhenyak membuat juga para audiens tertawa. bahkan kepala sekolah tanpa sadar ikut tertawa.


🎀🎢 "KALIAN MEMANG KURANG AJAR! SEKALI-KALI PATUT DIHAJAR!!!!" seru Risno dalam nyanyian sambil mengayun-ngayunkan tongkat penyangga pelantang.


πŸ“£πŸŽΆ "Boleh saja bapak menghajar. kalau memang mau modar!!!" jawab koor siswa. kali ini bukan lagi siswa-siswa mantan kelas 11F, melainkan seluruh siswa telah berpartisipasi mengsakratisasi keadaan dengan nyanyian membuat para audiens tertawa, mengapresiasi bahkan sebagian bisik-bisik memuji kreativitas guru tersebut. termasuk Chiyome ikut-ikutan dalam koor suara itu sambil menggendong Saburo. bayi usia satu tahun itu berjingkrak-jingkrak gembira.


🎀🎢 "Semuanya jadi serba salah...." keluh Risno menggerutu dan mengeluh dalam nyanyian.


πŸ“£πŸŽΆ "Itu memang suatu resiko." jawab koor seluruh siswa.


🎀🎢 "Menyesal saya ngajar Opo-opo!!!" gerutu Risno dalam nyanyian.


πŸ“£πŸŽΆ "Mendingan bapak pilih pensiun!" jawab koor seluruh siswa.


"Pensiun Pak!" sela Daming, membuat para audiens kembali tertawa.


🎀🎢 "Dasar murid tak tahu diri! tak tahu rasa terima kasih!!" umpat Risno dalam nyanyian sambil menuding-nudingkan telunjuknya kepada seluruh siswa.


πŸ“£πŸŽΆ"Mengapa bapak mesti lapor? bukannya kami mesti parktek?!" pancing koor para siswa.


"Praktek Paaaak!!!" sela daming lagi membuat semua audiens tertawa kembali.


musik kembali mengalun bercampur dengan suara tawa dan pujian para audiens.


"Praktek ya praktek. tapi bukan begitu.... kepala sekolah..mau dipraktekin... mau mati loooh?" gerutu Risno berlagak.


🎀🎢 "Tapi jangan kepala sekolah..." hiba Risno dalam nyanyian, memelas.


πŸ“£πŸŽΆ "Sudah, bapak jangan ikut campur!" tandas koor seluruh siswa.


🎀🎢 "Nanti saya yang disalahkan." hiba Risno dalam nyanyian.


πŸ“£πŸŽΆ "Hallah... kalau itu, sabodo!" seru koor seluruh siswa.


🎀🎢" KALIAN MULAI MAKAN GURU YAH???" seru Risno dalam nyanyian.

__ADS_1


πŸ“£πŸŽΆ"Memang begitulah manusia! kalau sudah punya taring, siap makan siapa saja! guru atau pak kepala. sodara atau tetangga, mungkin malah rakyat banyak! begitulah manusia! kalau sudah punya taring. siap makan siapa saja!" jawab koor siswa.


musik akhirnya berhenti disambut oleh tepukan tangan para audiens, dan sorakan gembira para siswa.


...***...


keadaan Aisyah sudah membaik. wanita itu sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. tim medis menyarankan kepada Adnan untuk tidak membuat putrinya stress dan bisa menenangkan dirinya paska traumatik seperti itu.


Adnan mengangguk. keduanya membawa Aisyah kembali ke kediaman Lasantu. ia harus menjalani trauma healing disana dan tidak akan pernah diijinkan oleh Adnan untuk melakukan apapun kecuali yang disarankan oleh tim medis.


"Ken, apa rumah itu sudah kau jual?" tanya Adnan.


"Syukurnya sudah Pa. kemarin pembelinya sudah deal. jatuh 150 juta." jawab Kenzie.


"Baguslah. Papa nggak mau lihat rumah sialan itu!" kata Adnan sambil meremas tinjunya.


"Sudahlah, Papa nggak perlu mempersalahkan diri. kita semua keliru dalam cara kemarin itu. namun itu juga bukan kesalahan kita, lima puluh persennya ada pada lelaki setan itu." kata Kenzie sambil memperbaiki duduknya.


Adnan melangkah ke jendela kaca lebar memperhatikan lanskap kota Gorontalo dari kantornya.


"Papa kasihan dengan Ais. semuda itu usianya harus kembali menjadi janda." keluh Adnan.


"Nggak ada yang salah dari status janda Pa... lagipula hal itu memang tak bisa lagi dielakkan. seandainya juga Kak Ais menyadari ada seseorang yang lebih tulus dari lelaki itu, tentu Kak Ais nggak akan salah dalam melangkah." kata Kenzie.


Adnan menatapi putranya yang duduk tenang.


"Seseorang yang tulus? apa yang kau maksudkan?" tanya lelaki itu.


"Ada seorang lelaki yang ia kenal. lelaki itu sangat tulus padanya. namun Kak Ais tak merasai ketulusan itu. ia cenderung terpikat dengan madu beracun yang disodorkan lelaki brengsek itu. dan seperti yang telah terjadi. Kak Ais mendapatkan karmanya." jawab Kenzie mengembangkan kedua tangannya.


"Kau kenal lelaki itu? perkenalkan pada Papa." pinta Adnan.


"Papa juga mengenalnya kok." kata Kenzie sambil tersenyum.


"Oh ya? masa sih? kamu jangan buat Papa penasaran. siapa lelaki itu?" desak Adnan.


"Dia kerja diperusahaan ini juga." kata Kenzie sambil bangkit dan memperbaiki jasnya.


"Ken, yang jelas dong bicaranya. Papa mau orang itu yang akan mendekati Aisyah. siapa dia Ken?" desak Adnan.


Kenzie tersenyum, "Sekretaris Papa sendiri." pemuda itu berbalik melangkah santai meninggalkan ruangan itu.


Adnan terhenyak dengan pernyataan putranya. Bakri? sejak kapan anak itu punya perasaan kepada putrinya? lelaki itu mondar-mandir diruangannya sambil mengurut dagunya sendiri. merasa tak tenang, Adnan merogoh sakunya mengeluarkan gawainya dan menghubungi sekretaris andalannya itu.


πŸ“² "Halo, Salam alaikum Pak. ada apa?" tanya suara pemuda diseberang yang tak lain adalah Bakri.


πŸ“² "Kamu dimana sekarang?" tanya Adnan.


πŸ“² "Saya di kampus Pak. memperbaiki skripsi saya. bulan Desember tahun ini saya wisuda." jawab Bakri.


πŸ“² "Bapak kesana sekarang. kamu jangan kemana-mana." kata Adnan langsung mematikan hubungan seluler. lelaki itu melangkah meninggalkan ruangannya. setelah keluar dari lift, Adnan singgah ditempat resepsionis.


"Kalau ada yang cari saya, katakan saya sedang keluar. jika mereka perlu, katakan mereka menghubungi saja Bapak Kenzie atau Ibu Chiyome. paham?!" kata Adnan.


"Paham Pak!" jawab resepsionis.


Adnan mengangguk lalu melangkah meninggalkan ruangan lobi tersebut.


...****...


Bakri sementara berada di perpustakaan kampus IAIN II di Limboto. pemuda itu sementara memperbaiki skripsinya. beberapa tumpuk buku tebal entah itu ensiklopedi mauojn buku-buku referensi lainnya bagai hamparan miniatur gedung pencakar langit di meja tersebut.


tak lama kemudian muncul seorang mahasiswa yang melengak-lengok seakan mencari seseorang. ia menemukan Bakri tersembul diantara tumpukan buku yang menggunung itu. mahasiswa itu mendatanginya.


"Bro, ada yang nyari kamu." kata mahasiswa itu.


"Tinggi besar, kulit terang dan nampak berwibawa?" tebak Bakri tanpa melihat mahasiswa itu. ia masih sibuk mengetik naskah perbaikan di laptopnya.


"Tepat Bro! ayo temuin, kayaknya agak lama ia menunggu." kata mahasiswa.


Bakri langsung bangkit meninggalkan pekerjaannya. pemuda itu meninggalkan ruang perpustakaan. ia melangkah menyusuri koridor dan menemukan Adnan yang sedang duduk disalah satu barisan bangku dilorong itu.


Adnan menoleh menatapi Bakri yang datang mendekat. pemuda itu kemudian duduk disisi lelaki itu.


"Ada apa Pak? urusan kantor? kan Bapak bisa langsung telepon saya saja. nggak usah kemari. bapak buang waktu." tegur Bakri membuat Adnan tersenyum.


"Aku nggak buang waktu kemari. aku hanya ingin menanyakan suatu hal yang sangat penting. ini menyangkut kamu." kata Adnan.


"Menyangkut saya Pak?" tanya Bakri dengan senyum penasaran, "Apa ya kira-kira?" gumam pemuda itu.


Adnan menatap lama pemuda itu membuat Bakri sedikit terintimidasi. akhirnya Adnan mengeluarkan juga pertanyaan itu.


"Sejak kapan kau mencintai Putriku, Bakri??" []

__ADS_1


__ADS_2