Lazuardi Cinta

Lazuardi Cinta
LAZUARDI CINTA # 134


__ADS_3

Adnan mondar-mandir diberanda rumah hanya bisa dipandangi Endi. lelaki botak itu belum menemukan solusi melainkan melaksanakan saja apa yang diminta Adnan, yaitu mengerahkan anak buahnya bergerilya mencari keberadaan Kenzie yang seakan raib ditelan masa.


"Bro... berhentilah mondar-mandir... aku jadi tak tenang dan kehilangan ide jika melihatmu begini terus." ujar Endi membuat Adnan menatapnya dan menghentikan langkahnya.


"Kapan Trias selesai sekolahnya?" tanya Adnan.


"Kamu macam nggak tahu aja periode sekolah bintara. ya delapan bulan lah... tinggal sebulan lagi dia akan menamatkan pendidikannya." jawab Endi merenggangkan tubuhnya lalu bangkit mendekati Adnan. "Aku baru dapat telpon dari kepala SPN Batudaa, untuk memberitahu persiapan inagurasi pengukuhan mereka. sekarang Trias lagi menjalani Ujian Akhir."


"Baguslah kalau begitu." ujar Adnan namun kegembiraan tak nampak diwajahnya.


"Kamu nggak bangga putra angkatmu sudah mau lulus dari kepolisian?" pancing Endi.


Adnan menatap sahabatnya. "Aku bangga Bang. tapi aku saat ini memikirkan Kenzie."


"Apakah Ken punya banyak musuh?" tanya Endi.


"Jangan Abang tanya lagi mengapa? Buana Asparaga.Tbk sudah termasuk perusahaan yang akuntabilitasnya diakui oleh pemerintah. kita banyak mendapat proyek negara dengan jumlah milyaran bahkan trilyunan. sudah pasti itu akan menerbitkan rasa segan sekaligus benci dikalangan pengusaha lainnya. ada yang ingin menjalin kerja sama dengan kita, ada pula yang ingin menjatuhkan kita." papar Adnan.


"Iya juga ya? kok aku nggak kepikiran disitu?" gumam Endi mengusap-usap kepalanya yang botak. "Ahhh... bisa saja karena tampuk kepemimpinan telah kau alihkan ke Kenzie, maka mereka mudah memanfaatkannya untuk menjatuhkan kamu."


"Maksud Abang, Ken diculik dengan tujuan Buana Asparaga.Tbk kehilangan kendali dan akhirnya merugi, begitu?" tebak Adnan.


"Kurasa kita harus memeriksa kembali siapa-siapa yang menjadi direktur dibidangnya dalam Buana Asparaga.Tbk. aku menduga ada pengkhianatan dari dalam. Kenzie sudah tahu dan dia datang mengancam pengkhianat itu, namun justru akhirnya ia yang ditangkap dan disekap entah dimana... aku teringat dengan kisah penyekapan Trias oleh Yanto waktu itu..." ujar Endi dengan khawatir.


Adnan terhenyak mendengar penuturan itu. penjelasan itu sangat masuk akal. ditatapnya Endi.


"Bang... haruskah kita bertindak lagi seperti yang sudah-sudah?" tanya Adnan dengan gemetar. Endi paham kegamangan sahabatnya. ia tersenyum.


"Serahkan itu padaku. urusan menumpahkan darah, bukan spesialisasimu.... jangan kotori tanganmu dengan urusan ini. aku akan melakukan hal yang wajib kita lakukan untuk mempertahankan kerajaan bisnis kita. tenanglah.... " ujar Endi kemudian melangkah ke kursi dan duduk lagi disana.


"Aku mendapat kabar dari anak buahku. mantumu, Chiyome, sudah memerintahkan dia menyebarkan mata-mata di sebuah alamat yang dicurigainya. kita tunggu saja. serahkan semua pada putri kita itu. sebagai putri Yakuza, aku yakin Chiyome tahu apa yang mesti dia lakukan." ujar Endi.


"Apa?! Chiyome hendak melakukan apa?" tanya Adnan.


"Bro... putri kita itu bukan perempuan biasa. satu Tokyo, bahkan wilayah Tohoku di Jepang sana, kenal namanya. musuh kita sudah salah membangunkan serigala betina yang diam. biarkan dia melakukan belapati untuk suaminya. tugas kita hanya membersihkan kekotoran yang ia sebabkan." ujar Endi mengisyaratkan Adnan untuk duduk.


lelaki botak itu mengambil rokok dan menyulutnya kemudian mengisapnya dengan nikmat. ia kemudian menatap Adnan.


"Jangan biarkan kursi kosong. sementara, angkatlah Chiyome sebagai pimpinan sementara menunggu Kenzie yang sementara kita cari. ini untuk menjaga adanya kudeta sepihak dan mosi tidak percaya dari anggota dewan direksi maupun pemegang saham perusahaan kita." sambung Endi lagi. "Toh sebenarnya Chiyome merupakan pimpinan bayangan dibalik layar kepemimpinan Kenzie, bukan?"


"Kau benar Bang. mengapa aku nggak kepikiran ya?" ujar Adnan.


"Lha mau mikir apa kamu? panik begitu." ujar Endi sambil tertawa, "Santai Bro.... aku buka rahasia kepadamu..."


"Rahasia apa Bang?" tanya Adnan.


"Sebenarnya, aku bohong jika mengatakan aku sendirian yang membebaskan putraku dari sekapan Yanto waktu itu." ujar Endi.


"Maksud Abang?" tebak Adnan.


"Ya... Kenzie dan Chiyome juga bersama aku yang membebaskan Trias. aku pura-pura datang terlambat, sedang Kenzie menginap di kostnya Chiyome..." ujar Endi, "Lalu kau datang menjenguk putra kita... aku dan Kenzie sudah memperkirakannya...."


"Bang...." ujar Adnan tercekat mengetahui kenyataan sebenarnya.


"Jangan sepelekan kedua putra-putri kita itu. mereka berdua sudah teruji bersama-sama dalam masalah. kau saja yang terlalu protektif sama putramu." jawab Endi sambil terkekeh.


"Jadi..." tebak Adnan lagi.


"Kenzie yang memintaku untuk merahasiakan semuanya. dia tak ingin kau cemas seperti halnya waktu peristiwa penggerebekan sarang narkoba itu. kau nggak sadar potensi kedua putra kita?" pancing Endi.


Adnan terdiam.


"Musuh boleh saja menawan, menyekap bahkan menyiksa Kenzie...." ungkap Endi dengan senyum yakinnya. "Mereka tidak menyadari bahwa disisi Kenzie ada yang lebih buas bahkan tak berperasaan... mereka sengaja mencari masalah keluarga kita... biarkan mereka memetik kesombongan mereka...."


...********...


Buana Asparaga.Tbk pukul 08.00 pagi.

__ADS_1


Chiyome berdasarkan penunjukan secara aklamasi oleh Adnan bergerak menuju kantor perusahaan. dia diterima baik karena semua penghuni kantor memang sudah mengenalnya. namun semua dewan direksi heran ketika Chiyome mengundang mereka ke ruangan rapat.


setelah semuanya berkumpul, Chiyome mengamati wajah mereka satu persatu. dengan teknik Karasu Tengu no Gurea miliknya ia mengamati dan mendeteksi air muka mereka untuk menemukan kejanggalan disana.


"Hari ini, untuk waktu yang tak ditentukan, Aku menggantikan posisi suamiku sebagai Pejabat Eksekutif Utama. saat ini Kenzie sedang menjalani urusan yang pelik, tapi tak berhubungan dengan perusahaan. jadi, Papa melantikku sebagai pejabat sementara, menunggu hingga urusan yang dijalani Suamiku selesai." ujar Chiyome memberikan pernyataan sambil mengamati raut wajah anggota dewan direksi Buana Asparaga.Tbk satu persatu. tak ada yang bereaksi.


sebagai pakar ninjutsu, Chiyome sangat memahami fisiognomi sehingga ia bisa langsung mengetahui perubahan setiap senti dari raut wajah seseorang. wanita itu mengangguk.


"Sekiranya cukup sekian dari saya. silahkan anda sekalian kembali ke tempat anda. silahkan." kata Chiyome.


peserta rapat singkat itu berdiri dan membungkuk datar kepada Chiyome setelah itu meninggalkan ruang rapat. Chiyome bergegas menuju ruangannya. disana ia disambut Dewinta Basumbul.


"Dewi, ke ruangan saya sekarang!" perintah Chiyome.


Dewi dengan gugup berdiri dan melangkah menyusul Chiyome yang lebih dulu masuk ke dalam ruangan. wanita itu memutari meja kerja dan duduk di kursi direktur sementara Dewinta berdiri dihadapannya.


"Dewi.... aku mengundangmu secara pribadi, karena kau bisa kupercaya. aku hanya memintamu menyimpan berita ini baik-baik dan jangan sampai bocor." ujar Chiyome dengan datar.


"Apakah Pak Kenzie diculik?" tebak Dewi.


"Dari mana kau tahu?" tanya Chiyome.


"Asumsi saya Bu. saya curiga, kemarin Pak Kenzie meminya laporan tentang Puspita. setelah membaca dossier Curriculum Vitae milik Puspita Kusmaratih, beliau beranjak dan hanya berpesan bahwa dia pergi dan meminta jika ada yang menghubunginya supaya tidak diladeni saja." jawab Dewi.


Chiyome menatapnya dengan lama. tak lama kemudian ia mengangguk. "Aku yakin, perempuan itu yang menculiknya."


Dewi hanya diam. Chiyome menarik napas. "Aku mau kaku menyebarkan berita miring tentang Kenzie.... katakan, dia sedang di skors karena ketahuan menggelapkan dana perusahaan bersama Puspita Kusmaratih.... kita akan melihat reaksi para karyawan..." ujarnya.


"Apakah ini bukan sebuah pembunuhan karakter, Bu?" tanya Dewi dengan sangsi.


"Katakan saja begitu.... kita akan melihat sejauh mana reaksi mereka..." kata Chiyome.


"Baik bu...." jawab Dewi.


Chiyome mengisyaratkan Dewi agar meninggalkan ruangan. wanita itu diam memijit keningnya. maaf Hubby, aku terpaksa menjelekkan namamu untuk menemukan jaringan mata-mata disekitar karyawan Buana Asparaga.Tbk.... jangan khawatir Hubby.... aku akan menemukanmu....


seakan teringat sesuatu, Chiyome mengambil gawai dan menghubungi seseorang.


📱"Wa Alaikum salam, Ipah..." jawab Chiyome dengan senyum. "Posisi kamu dimana sekarang?"


📱"Aku lagi di kebun.... membantu ayah... memangnya kenapa?" tanya Ipah.


📱"Boleh nggak, kamu datang ke sini sekarang? ada yang hendak kudiskusikan." pinta Chiyome.


📱"Nanti aku ijin dulu ke ayah... lalu aku akan ke rumahmu." jawab Saripah.


📱"Aku nggak di rumah. Kau datang saja ke Buana Asparaga.Tbk. nanti kalau ada yang tanya, katakan kamu diundang olehku." ujar Chiyome.


📱"Oke deh... aku berangkat sekarang..." jawab Saripah.


📱"Kutunggu ya???" ujar Chiyome kemudian memutuskan sambungan seluler.


wanita itu menyandarkan punggungnya dan membuang napas dengan keras. tatapan matanya menajam menatap langit ruangan.


...*********...


Puspita tersenyum-senyum sendiri. permainan birahinya dengan Kenzie menimbulkan sensasi tersendiri dalam sanubarinya. bercinta dengan mantan teman satu sekolah dalam situasi yang berbeda memang merupakan suatu pengalaman yang unik.


Puspita tak menyangka begitu perkasanya Kenzie, apalagi ketika berada dibawah pengaruh zat MDMA itu. ia sudah kelelahan namun benda panjang milik lelaki itu belum kunjung layu juga. berkali-kali ia melepaskan orgasme namun Kenzie belum juga menampakkan tanda kalah dalam permainan birahi itu. hingga dipertempuran ke sepuluh, dikala ia merasakan nyeri dalam denyutan pembuluh darah diselangkangannya ketika menumpahkan aliran sungai itu, barulah Kenzie mengalirkan pula sungainya.


tubuh lelaki itu itu meringkuk dalam duduknya. kepalanya tertunduk. Kenzie tertidur kelelahan setelah memberikan pelayanan yang sebenarnya merupakan bentuk pelecehan terhadap diri dan juga kehormatannya sebagai lelaki. Puspita berjongkok dan menyentuh wajah Kenzie yang tertunduk itu.


"Ahhhh.... Ken... aku nggak nyangka kamu seperkasa itu. aku iri benar dengan Chiyome yang mendapatkanmu.... Ahhh Ken.... aku kali ini bersyukur kau merubahku menjadi wanita. aku bisa merasakan kejantananmu itu... sangat nikmat... makasih ya Ken... sayang sekali... kau berdiri dihadapanku sebagai musuh..." ujar Puspita membelai pipi lelaki itu.


Puspita berdiri dan melangkah meninggalkan lelaki yang meringkuk duduk dikursi dalam keadaan terikat itu. langkahnya tiba dipintu. disana ada sosok lelaki berwajah garang yang berdiri menantinya.


"Kalau dia bangun nanti... laporkan padaku... aku hendak memantau situasi." kata Puspita.

__ADS_1


lelaki berwajah garang itu mengangguk dan Puspita melangkah meninggalkan tempat itu.


...*******...


sesuai arahan Chiyome, Saripah datang ke kantor Buana Asparaga.Tbk dan melapor kepada pihak resepsionis.


"Sebentar bu, saya hubungi dulu sekretarisnya." kata pihak resepsionis tersebut.


"Silahkan." jawab Saripah.


resepsionis itu mengangkat gagang telpon dan menghubungi Dewinta.


📞 "Ya, ada apa Azka?" tanya Dewinta.


📞 "Ini bu, ada wanita yang mengaku diundang Ibu Direktur untuk bertemu dengannya. nama wanita ini adalah Saripah Hamid." jawab resepsionis tersebut.


📞 "Suruh dia langsung ke lantai puncak." perintah Dewinta.


📞 "Baik bu." petugas resepsionis itu kemudian meletakkan gagang telpon dan menatap Saripah dengan senyum.


"Silahkan Bu. sudah ditunggu." kata resepsionis itu menunjuk lift khusus pejabat.


Saripah mengangguk dan tersenyum, "Terima kasih." ucapnya.


wanita berpakaian kasual itu melangkah menuju lift khusus tersebut dan menekan tombolnya lalu masuk. Saripah berdiri santai dalam lift tersebut yang membawanya menuju lantai puncak dimana Chiyome berkantor. sejenak kemudian lift itu berdengung dan berhenti bergerak. pintu kemudian membuka dan Saripah melangkah keluar. ia mendapati lorong yang panjang dan menjejakinya.


ayunan langkahnya terdengar santai. sepatu highheelsnya memperdengarkan bunyi teratur dari ayunan langkah yang menjejak lantai marmer putih tersebut. Saripah toba dihadapan Dewinta Basumbul.


"Anda Saripah Indriana Hamid?" tanya Dewinta Basumbul.


"Benar." jawab Saripah.


"Boleh saya lihat KTP anda?" tanya Dewinta, "Maaf... ini protokol yang diterapkan Ibu Direktur saat ini."


"Tidak apa-apa." jawab Saripah dengan senyum dan merogoh tasnya, mengeluarkan sebuah kartu kecil warna biru muda bersegel gambar Garuda Pancasila. Dewinta menerima kartu itu dan mengamatinya .wanita itu mengangguk.


"Anda sudah ditunggu.... silahkan masuk." ujar Dewinta sambil tersenyum.


Saripah mengangguk dan melangkah menuju pintu kaca di samping kiri meja kerja Dewinta. wanita itu mendorong pelan pintu kaca itu sementara Chiyome menatapnya dari balik meja kerjanya.


"Assalamualaikum..." sapa Saripah.


"Wa alaikum salam... masuklah Ipah. duduklah disitu." ujar Chiyome menganggukkan kepala ke sofa. ia bangkit dan melangkah memutari meja kemudian duduk di sofa dekat tempat yang sementara diduduki Saripah.


Chiyome menghubungi Dewi.


📱"Suruh OB untuk bawakan minuman dan penganan kemari." pinta Chiyome.


📱"Baik bu..." jawab Dewi.


Chiyome memutuskan sambungan seluler lalu menatap Saripah dan tersenyum. "Maaf jika aku merepotkanmu kali ini."


"Tumben kamu hubungi aku. sudah beberapa bulan juga kita putus kontak.... maaf... aku terlalu sibuk dikebun." ujar Saripah dengan senyum pula.


"Tak apa." jawab Chiyome.


"Oh ya... apa bantuan yang bisa kuberikan untuk sahabatku ini?" tanya Saripah dengan menggoda.


"Berhentilah mengerjakan kebun. suruh orang lain mengerjakannya..." pinta Chiyome.


"Bisa saja." jawab Saripah. "Tapi kenapa sih? uhm... aku mencium bau petualangan nih..."


Chiyome tersenyum lagi. "Bekerjalah padaku... jadilah pengawal pribadiku."


"Wow... ini surprise untukku." ujar Saripah tertawa, "Kenapa? berikan aku satu alasan, Chiyo..."


Chiyome menarik napas panjang dan mengungkap dengan suara pelan, nyaris berbisik.

__ADS_1


"Hubby diculik, Ipah... Buana Asparaga.Tbk dalam bahaya. Aku diminta menggantikan sementara posisi Hubby untuk mencegah kudeta sepihak atau ancaman dari luar terhadap perusahaan ini." jawab Chiyome membuat Saripah langsung terdiam.


alis gadis itu menaut. Kenzie diculik??? siapa yang berani??? apa mereka tidak takut merasakan akibatnya??? []


__ADS_2